Claire terbangun dengan dirinya masih dalam pelukan noctis, ia tersenyum mendengar dengkuran kecil pangeran, Claire mencoba melepaskan pelukan noctis karena ia harus mencari makan pagi, namun saat ia mencoba, noctis jusru mempererat pelukannya,bahkan memeluknya dengan kedua lengannya.

"jangan pergi" gumam noctis dalam tidurnya

"noctis, noctis lepas, lepas" Claire menggeliat dalam pelukan noctis, hingga kesabaranya habis karena gerah

"NOCTIS" Claire melepas kasar pelukan noctis dan meninju perutnya

"argh" yup, noctis tidak pernah bangun dengan cara sesakit ini

"kalian sudah bangun?" cloud berdiri di mulut gua dengan tatapan tidak senang, atau semacam cemburu saudara

"hay" sapa Claire dengan tangan hormat

"aku rasa, kau sudah cukup latihanmu, kau harus melawanku hari ini"

"apa? Aku masih belum merasa siap" alasan noctis agar dia bisa terus berduaan dengan Claire

"jangan beralasan, kau hanya memanfaatkan keadaan genting untuk mendekati adikku" bentak cloud

"apa? Kau, kau cemburu?" Claire tersenyum sangat lebar, sementara cloud memalingkan muka merah, dan noctis menggaruk kepala tidak mengerti.

"huh, baiklah, aku akan coba melawanmu" gumam noctis

"baiklah ayo kita cari padang rumput, atau apapun yang tidak membahayakan hewan disini" cloud menarik Claire keluar

'apa apaan itu, dia benar benar cemburu?' noctis menyusul mereka dengan langkah malas

Selama perjalanan cloud terus memegang tangan Claire dan menjaganya tetap di sampingnya, dan noctis sekarang yang merasa wajahnya memerah kesal,dia terus berada dibelakang mereka tanpa di ajak bicara.

"hai, sampai kapan kita terus berjalan"noctis protes menembak tatapan pada cloud, ia hanya menoleh untuk menjawab

"apa kau cemburu dengan seorang kakak?" noctis menatapnya dengan wajah merahnya kepada cloud, dan dia tersenyum kemenangan.

Noctis sudah kehilangan kesabaran, ia memutus pegangan mereka dan menengahi Claire dan cloud, cloud terlihat marah sementara noctis memberikan senyum kemengan pada cloud, mereka berebut tempat untuk dekat dengan Claire.

"hai, menyingkir kau orang asing" bentak cloud dengan menarik narik noctis untuk menjauh dari adiknya

"aku bukan orang asing, pangkatku lebih tinggi darimu, aku ini pacarnya" balas noctis, dan mencoba bertahan

"enak saja, pangkatku lebih tinggi, aku punya darah dan daging yang sama dengan dia"

"tapi aku punya cinta yang sehidup semati"

"DIAM" Claire menarik rambut cloud dan noctis

"aw, lepaskan aku" teriak noctis

"hei hei, apa apaan kau ini"

"aku akan melepaskan kalian, jika kalian bisa tenang" bentak Claire tepat di telinga mereka, cloud dan noctis hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Rufus sedang sibuk di meja kerjanya, puteranya meminta agar dia mencari tahu keberadaan sepiroth dan mencari tahu, berapa Kristal yang sudah dia kumpulkan, rufus sudah menugaskan cid, dari informasi cloud, ia masih berada di shinra. Shinra merupakan benteng terluar pulse, namun tempat itu sudah berubah menjadi reruntuhan akibat pertempuran pertama cloud dan sephiroth.

"permisi tuan" seorang prajurit memasuki ruangan dan memberi hormat

"ada apa?"

"nona charl ingin minta izin bertemu anda"

"izin diberikan"

Charl masuk dengan raut wajah gelisah

"kakak, kenapa kau tidak memberi tahu aku tentang yang terjadi?" rufus menatap charl bingung

"maksudmu?" Tanya rufus dinging

"aku tentu sudah dengar banyak, perdamaian, dan rahasia tentang… demon sang pangeran eden" rufus merengutkan dahi, hal itu sangat rahasia, tidak mungkin charl yang tidak tinggal di istana bisa tahu, rufus hanya menyembunyikan wajah curiganya.

"oh, tentang hal itu, aku yakin kau akan tahu dengan sendirinya" jawab rufus kembali pada kertas kerjanya

"hem, baiklah, aku juga ingin meminta izin, aku dan keponakanmu squall akan tinggal di sini beberapa waktu"

"ya, tidak masalah"

"dan, kapan demon pangeran eden itu di tangani? Maksudku, kau dan aku tahu, semua demon itu berbahaya" kata charl dengan nada perduli.

"cloud bilang, mungkin hari ini bisa"kata rufus

"dan, yang membantu pelepasannya?"

"Claire yang akan melakukan sihir pemisahan itu"

"oh, baiklah, aku keluar" charl keluar dari ruang kerja rufus

Rufus merasa curiga pada charl, ia tidak pernah peduli dengan orang eden, untuk apa dia bertanya kapan demon itu akan di tangani dan siapa yang akan melakukan sihir pemisahan.


Angin berhembus ramah, cloud dan noctis sudah saling berhadapan dan siap dalam bertarung, Claire menonton di atas pohon sambil memakan apel dan membawa ranting, dan masih ada empat apel untuk persediaan.

"ingat, dilarang memakai sihir atau senjata tajam, tumpul, dan bla bla bla lain, hanya tangan dan kaki" Claire berteriak dari atas poho

"ini akan menarik, akan aku balas kau karena berduaan dengan adikku" bisik cloud geram, dan noctis cukup mendengarnya

"oh ya? Bukankah kau yang memilih dia untuk melatihku, dan kau tahu, aku cukup menikmatinya"balas noctis dengan smirk

"bersedia" teriak Claire, noctis dan cloud menatap dengan kemarahan

"siap, mulai"

"hyaaa"

cloud mengeluarkan api biru yang melapisi tubuhnya dan mengarahkan tinjunya pada noctis, sementara noctis mengarahkan semua pedang miliknya pada cloud untuk siap menikamnya, kemudian tiba tiba…

'plas,plas'

"kenapa kau memukul pantatku?" cloud menatap marah adiknya dengan kedua tanga memegang pantat terbakarnya dari ranting

"kenapa aku juga kau pukul?" noctis menatap Claire hampir menangis, rasanya lebih panas dari sebelum sebelumnya

"APA KALIAN TULI, TIDAK BOLEH MEMAKAI SIHIR ATAU SENJATA" Claire membentak mereka tepat di wajah mereka, dan mereka hanya diam ketakutan.


Charl masuk kedalam gudang dan menguncinya, mengeluarkan ponsel dan memastikan tidak ada siapapun di yang akan mendengar dan meilhatnya, ia menekan beberapa nomor dan menempelkannya di telinga kanannya

"halo, sephoroth, aku sudah memastikan, yang akan melakukan tandrus adalah Claire"

"kapan itu dilakukan?"

"kemungkinan hari ini"

"bagus, mulai sekarang kita akan melakukan rencana itu"

"baiklah"

"bu" charl berbalik hampir jantungan, untung saja yang mendengar hal itu hanya squall

"oh squall, kau membuat ibu hampir jantungan" kata charl dengan penuh kelegaan

"sudahlah bu, aku tidak mau menjadi raja" kata squall

"apa yang kau katakana, ibu sudah bersusah payah, dan kau malah bicara seperti itu"

"aku sudah bilang sebelumnya aku tidak mau, paman rufus, dia terlalu baik, dan dia adalah kakakmu, dan pangeran cloud, dia menganggapku seperti saudara, dan puteri Claire, dia…"squall tidak bisa melanjutkan kata katanya, sebenarnya ia memiliki perasaan yang mendalam pada tuan puterinya.

"sudahlah squall, kau tahu ini akan tetap menjadi rahasia, jika kau memberi tahukan rencana ibu, cloud akan membantai ibu, asal kau tahu itu" charl keluar meninggalkan squall


"cukup, kau sudah lulus" cloud menghapus darah di ujung bibirnya

Noctis berjongkok kelelahan, ia tidak terluka namun hanya sangat kelelahan, walau tanpa senjata, cloud begitu tangguh dan kuat, selain itu, dia punya lengan berotot yang lebih besar dari noctis.

"tapi… aku hanya memukulmu sekali" kata noctis kehabisan nafas, Claire turun dari pohon dan mendekat pada mereka

"itu sudah lebih, sebelumnya tidak ada satup manusia biasa yang bisa menyentuh dan melukai kulit kakakku tanpa senjata" kata Claire

"jika begini, sudah saatnya untuk kau menghadapi lucis" kata cloud dengan wajah serius, noctis bangkit, menarik nafas dalam dan mengangguk.

"bagus, kita akan mulai ritual tandrus di luar hutan ini" kata Claire, mereka berjalan untuk keluar dari hutan ini

Kali ini Claire yang berjalan lebih dulu, selain ia menghafal setiap akar sesat hutan talansa, juga untuk menghindari perebutan, dan dialah yang meminta ayahnya untuk menempatkan monster liar yang sering tersesat di pemukiman warga di pindahkan ke talansa, atas izin ayahnya juga, dia yang menjaga hewan dan moster di sana.

'apa itu ritual tandrus?' pikir noctis

"cloud" panggil noctis

"apa?" cloud menjawab tanpa memandang noctis, matanya fokus mengamati Claire

"apa ritual tandrus itu?"

"tandrus, adalah sihir kuno, zaman dahulu, hanya para klan penyihir yang memilikinya, dan seiring waktu berjalan, tandrus mulai lenyap, seperti yang kau tahu, di dunia ini, hanya mereka yang memiliki Kristal, atau berdasarkan keturunan yang bisa menggunakan sihir, namun tandrus berbeda, hanya mereka yang berhasil menguasai demon mereka, yang dapat menggunakan tandrus"

"lalu, bagaimana kau dan Claire, bisa menggunakan sihir?"

"aku dulu pernah, di gunakan sebagai kelinci percobaan di shinra, mereka memasukan sedikit sel jenova pada diriku"

"apa itu jenova?"

"itu sel kuasa dari meteor luar angkasa, dan juga, sumber kehidupan"

"apa itu sebabnya, luka di mulutmu itu cepat sembuh?" noctis baru menyadari, tidak ada memar sama sekali pada orang ini

"ya, dan Claire, dia savior etro"

Noctis terkejut, etro adalah dewi yang tidak pernah ia sukai, selain membuat noctis bisa melihat cahaya sialan itu, etro juga membuat dia selalu mengalami mimpi buruk tentang kematian.

"tapi, bukankah, savior seharusnya berada di Valhalla?"

"ya, tapi karena aku tidak mau berpisah dengan dia, aku menentang etro"

"bagaimana kau menentang etro?"

"aku mencari kekuatan dewa, dengan membunuh dewa langit, jorgash, aku mendapatkan kuasa dewa, kemudian aku sempat mengamuk di Valhalla untuk memaksa etro membebaskan adikku, kami membuat kesepakatan, Claire bisa tetap di dunia bersamaku, namun ia tetap seorang savior"

"dan tentang dewa langit?"

"itu mudah, cosmos mengatakan aku akan menjadi seorang dewa langit, setelah aku mati"

Tanpa mereka sadari mereka sudah berjalan di gurun dan keluar dari talansa.

Cloud menatap noctis yang terlihat mengerti, namun cerita tentang savior itu bohong, kekuatan savior hanya datang ketika etro memberi Claire tugas, tapi bagaimana dia memiliki sihir? Karena dia memiliki kekuatan dari Kristal merah muda, setiap kerajaan memiliki Kristal, dan ya, semua hancur satu persatu, hanya kerajaan milik noctis yang memilikinya.

Saat Kristal pulse hancur, hanya menyisakan satu batang Kristal lemah, dan Claire, sengaja di jadikan wadah dari Kristal, kekuatan Kristal berkembang dalam dirinya, dan rambutnya yang seharusnya pirang, menjadi merah muda, namun itu memiliki resiko, jika kekuatan Kristal di keluarkan dari wadahnya, dia akan mati.

"baiklah, kita akan melakukan ritual di sini" Claire berbalik pada dua pria itu, mereka manatap sekitar, gurun, matahari terlalu menyengat, kaktus.

"kau yakin, di sini sangat panas" kelihatannya noctis menyadari, hanya dia yang tidak terbiasa dengan panas

"aku yakin, selain itu, saat ritual di mulai, langit akan menjadi gelap sesaat"

Claire mengeluarkan pisau dari kantongnya, dan mengiris telapak tangannya, noctis kaget, sementara cloud memalingkan perhatiannya dari darang adiknya.

"apa yang kau lakukan?" tanya noctis panik

"tenanglah, aku harus menggambar polanya, minggir"

Cloud dan noctis mundur cukup jauh, mereka mengamati pola yang di gambar Claire di tanah gurun dari darahnya, yang mengerikan Claire akan mengiris bagian tangannya yang lain, jika darahnya mulai kering, dia menggambar lingkaran, dengan bintang di tengah, ligkaran tidak terlalu besar, hanya cukup di masuki dua orang.

"sudah" noctis melihat luka Claire dengan hawatir

"apa kau tidak kehilangan banyak darah?" tanya noctis dengan wajah hawatir, Claire menatap noctis bingung, tapi kemudia tersenyum hangat.

'astaga, orang ini sungguh – sungguh, mencintaiku" pikir Claire

"tidak kakakku akan menyembuhkannya" tangan Claire di perlihatkan pada cloud, hanya dengan meniup pelan lukanya, mereka semua hilang dari kulit mulusnya, benar sumber kehidupan, jenova.

"baiklah noct, masuk dalam lingkaran itu" perintah cloud, dan noctis menurutinya, ia masuk dan tetap berdiri membelakangi mereka.

"dengar noct, saat demonmu keluar, aku harus membawa Claire jauh dari sini" noctis menoleh pada cloud

"kau membutuhkan seorang teleport jika begitu, kan?"

"ya, dia akan datang" kata Claire

Tidak lama di bicarakan, seorang gadis muncul mendadak, dia masih muda, sekitar 15, memiliki rambut biru dan mata biru, dia menggunakan dress pendek putih.

"yeul, kami baru membicarakan kau" sapa cloud dingin, kelihatannya ia tidak suka keterlambatannya, yeul menunduk hormat pada cloud

"maaf pangeran" jawab yeul

"siapa dia?" tanya noctis, gadis itu menghadap ke noctis, tanpa ekspresi dan mata polos

"dia yeul, keponakan cid" jawab cloud

"baiklah, ayo kita mulai"

Claire melangkah memasuki lingkaran, dia bediri di belakang noctis, noctis merasa gelisah, ia merasa takut, sentuhan Claire di bahunya membuatnya merasa sedikit santai.

"baiklah noctis, ini akan mudah, 13 hari, setelah aku memisahkan kalian, kalian akan merasa kelelahan dan lemas, itu kesempatan bagi siapa yang bangkit lebih dahulu" bisik Claire yang hanya noctis bisa mendengarnya

Noctis menutup matanya, dan telapak tangan Claire menyentuh punggung noctis, beberapa saat setelah Claire membaca mantra dalam batinya, lingkaran mulai bersinar merah, langit menjadi gelap, dan angin berbalik arah, noctis menggerang, ia merasa koneksi listrik mengalir dalam tubuhnya.

Claire menarik tangannya dari punggung noctis, dan mendorongnya, noctis terjatuh, ia bisa merasakan ada yang keluar dari tubuhnya, ia merasa lemas, pusing, mual, langit perlahan kembali cerah.

"bangun noctis" bentak Claire dan mencoba membantu noctis bangun

Noctis berdiri dengan bantuan Claire, hal pertama yang ia lihat, adalah dirinya, berbaring, dan mendongak kepalanya ke arah mereka, mata jahat dan gila seperti biasanya, dengan senyum lebar kesenangan, namun ia terlihat masih belum bisa bergerak, ia, lucis, melirik ke arah Claire.

"terima kasih sudah membebas aku, Claire" ia mulai bangkit walau masih lemas, sekarang noctis mengerti, kenapa harus latihan fisik

"yeul, bawa Claire pergi" noctis melepaskan dirinya dari Claire,dan melangkah maju ke lucis, latihannya selama ini membuatnya terbiasa dari semua ini, tapi mendadak dengan cepat lucis melewati noctis dan bertujuan pada Claire.

'apa! dia bisa memanipulasi waktu' lucis hanya tinggal satu inci menyambar Claire, namun tubuhnya berhenti Karena sihir cloud, noctis menoleh, ia cepat, tapi syukurlah, ia belum menyentuh Claire sama sekali.

"yeul, bawa Claire" perintah cloud, yeul memegang Claire dan dalam sekejap, mereka lenyap.


Mereka tiba di ruang gua, lembab, dingin, penuh dengan batu berkilau, kolam di tengah ruangan yang memancarkan cahaya kejernihan, beberapa bunga Kristal di setiap tempat, namun itu hanya Kristal biasa, tempat itu aman, hanya cloud dan Claire yang tahu, ya namun sekarang tambah yeul.

Claire mengamati yeul yang terlihat terkesan dengan gua ini, tapi ia hawatir, kakaknya, kekasihnya, demon itu, bagaimanapun walau cloud membantu noctis, hanya noctis sendiri yang bisa melukai dan membunuh lucis, cloud hanya bisa membantu sedikit.

Dia sekarang tidak memiliki sihir, ia hanya bisa berharap, mereka cepat selesai dengan baik, dan sepiroth tidak menemukan keberadaanya.


Lucis membuat noctis terdesak, ia terus menyerang dan menghina, sihir dan kekuatan mereka sama, itu membuat noctis kesulitan, ia terus bertahan dari serangan pedangnya, setiap noctis akan mengambil kesempatan menyerang, ia justru terluka, tapi ia unggul, noctis terkena empat dan tidak parah.

Lucis, ia seperti iblis, ia sudah berdarah – darah, terluka cukup banyak, namun itu justru membuat dia semakin liar dan kesenangan tinggi.

"jadi, sudah di mulai" cloud menoleh dan melihat cid yang berbicara, mereka mengamati noctis dan lucis bertarung, lucis adalah liar, ia terus memburu dan menghina begitu keras, hingga cid dan cloud bisa mendengar teriakan gilanya

"ya, tandrus, aku harap keputusanku benar" cloud menatap cid tajam

"kau benar, tapi kau harus mengawasi adikmu sebaik mungkin, hanya dia"

"dan sepiroth?"

cid dan cloud saling menatap tajam, cid berbisik ke telinga cloud

"ya, aku serahkan padamu" kata cloud, kemudian cid menghilang hanya dengan jentikan jari