"Risa-chan oper ke sini!"

Begitu aku mendapatkan bola dari Risa-chan, aku melemparnya kearah ring, berharap untuk masuk.

Tapi untuk kesekian kalinya...itu tidak masuk.

Dan ini.

Aneh.

.

.

Kuroko No Basket is not my own. It's written by Noburo Takagi-sensei.

Kurono No Basket!Manga and Light Novel is not my own as well. It's written by Fujimaki Tadatoshi-sensei.

But this fic is my own fic,

hope you like it!

.

.

"Ada apa denganmu? Tumben banget ga ada yang masuk!" Tanya Risa cemas.

Aku hanya menggeleng lesu, "ntahlah. Sudahlah ayo, kita lihat Kei-kun saja~"

Ia pun mengangguk setuju, dan kami beranjak ke gedung basket sebelah khusus untuk cowok.

Kami mengambil tempat duduk untuk penonton paling depan untuk melihat first string latihan, yang tentu saja beranggotakan orang-orang yang bisa dibilang pro.

Kei-kun, yang ntah dari second string bisa dianggap teman oleh first string ikut bermain disana.

Begitu peluit dibunyikan, tanda istirahat. Ia melambai kearah kami, sadar kalau kami ada disini. Lalu, Kise-kun ikut-ikutan melambai kearahku.

Tapi ntah kenapa, tak sanggup aku melihatnya. Wajahku memanas mengingat kejadian istirahat tadi. Jadi, aku membuang tatapanku kearah lain...tepat mengenai Akashi.

Akashi-kun menatapku intens. Bak seekor elang hendak menangkap mangsanya. Entah sudah berapa kali author ini bilang begitu, dan meskipun berbeda karakter 'aku' di fic lain, tapi sumpah ini tetap seram.

Karena tidak kuat, lama-lama menatap matanya yang oh sungguh indah, aku membuang tatapanku kearah Midorima.

Ia menyadari kalau aku melihat kearahnya, tapi ia pura-pura tidak lihat. Ia menaikkan kecamatanya dan membuang mukannya kearah lain. Dari gerak-geriknya ia kelihatan gelisah sekali, begitu aku melihat kearahnya.

Karena bosan tidak ada yang menarik dari dirinya, aku melontarkan tatapanku kearah Murasakibara. Tapi tak sampai lima menit, aku melontarkan tatapanku terhadap Aomine.

Ia melihatku. Aku melihatnya. Kami saling tatap-tatapan. Lalu dia mengatakan sesuatu tanpa suara, tetapi aku menangkap kata-kata tersebut. 'Dasar tepos'.

Dalam hati aku merutukinya. Kudoakan dia selalu, agar kulitnya semakin hitam seperti orang negro saja, sampai tak ada satupun cewek yang sudi pacaran sama dia.

Detik berikutnya, aku melontarkan pandanganku kearah Kuroko. 'Ah, kurasa yang paling normal disini cuma Tetsu-kun seorang~', batinku.

"Ah, kurasa yang paling normal disini cuma Tetsu-kun seorang~, benar begitu?"

Bulu kudukku merinding. Sejak kapan manusia ini ada disini? Sejak kapan Akashi-kun duduk di belakangku!?

"'Sejak kapan Akashi-kun duduk di belakangku'? Daritadi. Ada masalah dengan hal itu?"

Aku mengangguk mengerti "Oh..nggak kok."

"Kau suka Tetsuya?"

Mataku terbelalak kaget! Pertanyaan macam apa itu? "H-hah? Tidak! Tetsu-kun, cuma sahabatku~ dia enak diajak bicara"

"Kalau, Daiki?"

"Iih! Sudi nggak!" Pekikku.

"Shintaro?"

"Kita sebatas teman." Jawabku singkat.

"Bagaimana denganku?"

Sekali lagi aku kaget dengan pertanyaannya. Pertanyaan macam apa ini? "Um—aku suka Akashi-kun. Akashi-kun keren, pintar, jago main basket, jadi kaptennya pula! Lalu, Akashi-kun enak diajak bicara, walau tatapanmu terkadang seram dan kau jarang merespon ucapanku~"

"Begitukah? Senang mendengarnya kalau begitu." ucapnya lalu berdiri dari tempatnya menggunakan kepalaku sebagai pijakan tangannya. Tidak keras amat sih.

Kurasa Akashi-kun telah belajar mengenai 'humor sense'. karena tumben dia tidak marah mendengar ucapanku barusan.

"Lalu~~ bagaimana kalau Kise-kun~?" Goda Risa-chan, melanjuti pertanyaan Akashi.

"D-Dia...sahabat terbaikku...?"

Risa-chan cemberut mendengar responku. "Tidak lebih?"

Aku memiringkan kepalaku bingung. "Lebih?"

"Lupakan sajalah."

( ´・ω・`)

"Daah~!"

Aku melambaikan tangan kearah Risa-chan dan Kei-kun, saat kami berpisah arah di pertigaan.

Kebetulan rumah Risa-chan dan Kei-kun searah. Kebetulan rumahku dan Kise-kun juga searah. Tetanggaan malah. Dan kebetulan sekali suasana saat ini canggung sekali.

"[Name]-cchi dekat dengan Akashicchi ya~?" Tanya Kise, memecah keheningan.

Aku memiringkan kepala kearahnya "Lumayan, kenapa?"

"Ah, tidak-tidak! Aku hanya tidak sengaja melihatmu tadi berbicara dengan Akashicchi ssu hehe~"

"Oh itu, Akashi-kun tadi aneh tau! masa dia nanya—"

"tanya apa?" bisik Kise lirih. bulu kuduknya meremang. ia hampir tidak yakin apa benar ia berhasil mengeluarkan suaranya barusan.

Aku membuka pintu pagar dirumahku. "Nah, sampai ketemu besok, Kise-kun~!"

"Eh?" Raut muka Kise tampak bingung. Tapi selanjutnya ia tertawa dengan mulut terbuka lebar, sambil menggaruk tengkuknya. "Jaa matta, [Name]-cchi~!"

ヽ(´ω`*)

Dilain sisi.

"Aku kasian pada Kise-kun." Ucap Risa tiba-tiba.

"Kok?"

"Bisa kau bayangkan, berapa lama Kise menyukai [Name]-chan, tapi dia gasadar juga?"

Kei terkekeh pelan. "Aku justru senang, melihatnya semakin di bully seperti itu, hahaha"

"Tapi tadi, Akashi-san bersikap aneh. Ia menanyakan [Name]-chan, bagaimana perasaannya terhadap Kuroko, Aomine, Midorima, dan dirinya!"

Mata Kei terbelalak kaget! "Yang benar saja!? Masa iya, Kise dan Akashi menyukai orang itu? Memang [Name]-chan, cantik, tapi kepolosannya benar-benar seperti orang tolol! Tapi kurasa akan ada hal yang menarik, ke depannya nanti."

Risa mengendikkan bahunya, sambil terkekeh. "Aku juga memikirkan hal yang sama."


ah;_; maaf kalo cerita ini mengecewakan;_; dikarenakan 1 chapter yang isinya pendek minta ampun. tapi gue lagi seneng bikin yang isinya pendek biar greget kewles. wkwk.

jadi makasi banget buat yang udah fav/follow/review. gue sampe kelonjakan di kamar saking senengnya.

oh iya. gue mau special thanks buat :

1. Fefe, Ce Karen, Sheila, dan bbrp temen rl yg jadi first reader dan koreksi yang salah! aaah gue cinta kalian semua. tanpa kalian mungkin fic ini bener-bener trash.

2. Aoi Yukari! Makasih banget ya:'3 udah setia review fav dan follow cerita gaje gue. jujur gue makasi banget abis tu gue rasa cerita gue ini cuma trash hahaha, tapi ga nyangka aja ada yang suka gitu. tp fic gue belum apa-apa, dan jujur ini masih trash karena banyak author disana yang lebih bagus daripada gue. doain aja gue bisa bikin fic yang disukain banyak orang:'3 love you Aoi-chan!

3. Kumada Chiyu! makasih juga udah bantu review dll:'3 karna dia gue yang udah gaada mood buat nulis jadi pengen lanjutin fic meskipun gue gaada ide. jadi gue kadang re-read review dan liat review dia sambil senyum gaje kek orgil gitu wkwk. makasi udah jadi penyemangat! love you Chiyu-chan

4. dan untuk pe-review-review/fav/follow yang lain! gue makasi banget karena kalian semua udah bikin gue semangat nulis!

sebenarnya ini harusnya buat ending tapi gue udah gasabar nulis buat ucapin makasi buat kalian hehe:'3

see you next chap!

kkkkk rivaichin kkkkk