lama tak jumpa semua , ulangan/tugas numpuk , UTS/UAS/UN ,dan larangan ortu siap menghalangi si author sial satu ini dari keinginan untuk nulis. BTW yang ini cuman buat ngejer ketinggalan cerita lain. dan jurus utama OC (matthew) adalah Ryukenmaru dengan tingkatan lanjutannya yang akan ditunjukan di chapter dimana Ia dan Issei memperebutkan Rias dari tangan Raisei Phoenix sialan itu.
bonus chapter ini (karena lama ngak upload):U-19 VS Bayern Muenchen
Warning: semuanya gajebo, EYD berantakan , salah masukin genre , dll ,dsb
disowner: Timnas U-19 dan FC Bayern Munich merupakan tim bintang chapter ini, bukan milikku , + Highschool DxD bukan milikku , punya om Ichiei di Jepang sana
matthew POV
ketika aku tertidur di atas atap , aku mendengar banyak suara ribut dari bawah. aku lalu melihat kejadian dimana Koneko menyerang Iseei secara beruntun akibat...(entar dimarahi FFI(Forum Fanfiction Indonesia) juga jaga rating...)"ampun!"kata Issei. "mesum pantas mati."balas Koneko. lalu, ada satu berita dimana semuanya langsung diam yaitu, Rias berusaha pacarin Issei."arrrrghhh!" kataku yang terjatuh karena kaget bak kesetrum. dan , melihat Yuuto dikerubutin cewek " ini mah biasa..." kataku lalu bangun dari tempat dimana aku terjatuh. lalu, aku terkaget berat karena aku menemukan seorang "fallen-angel", langsung mengeluarkan tombak yang berada dibelakang punggungku dan adu senjata pun terjadi...
bak
buk
ting
tak
ting
wush
melihat "fallen-angel"itu lengah aku langsung mencuri kesempatan untuk menyerang,namun gagal karena refleks sama cepat dengan aku.
Issei's POV
"ampun!" kataku ,"mesum pantas mati!" kata Koneko yang terus menyerangku. "stop dulu!"kataku , sejenak Koneko berhenti mengejarnya dan berlari ke jendela, "si matthew ngapain di bawah sana?"kataku yang melihat matthew bertarung. saking kesibukan bertarung matthew tidak memedulikan pertandingan bola antara Timnas Indonesia U-19 lawan bayem buncis. Issei langsung teringat dengan jadwal bola dan menyalakan TV. "lihat permisa , Timnas U-19 sedang melawan Bayern Munich, Evan Dimas langsung mengoper bola ke Muchlis Hadi lalu mengoper kembali ke Evan , sayang bola diambil oleh Javi Martinez , diambil lagi oleh Zulfandi. Zulfandi mengoper ke Ilham Udin , Ilham mengoper ke Evan Dimas , dan..."kata TV."waduh , aku lupa , ada bola , kabur dulu deh.."kata matthew yang langsung menutup tombaknya dan lari ke ruangan klub "GOOOOOLLLLLLLL!"kata TV ,"telat deh aku,"kata matthew yang sweatdrop. ia pun langsung duduk di sofa lalu ."ayo Evan, ayo!"kata matthew . "iiiiihhhhhhh... kok aku di abaikan..."kata Rias yang lansung menaruh tanganku ke...(skip). "Arjen Robben lansung menembak dan... GOOOOLLLLLL! Ravi tidak tahu dimana arah bola itu datang!"
mencapai menit ke-45
Rias lansung mengodaku dan matthew langsung bilang "badanmu itu menghalangi pemandangan , ini mau tendangan bebas!" , sambil menggeser badannya ke arah yang berlawanan "Evan Dimas menembak dan , oh sayang sekali Manuel Neuer berhasil menangkap bola itu!","yah... Evan Dimas gagal, yah..."
"priiiittt! babak pertama telah selesai , betapa panasnya di Stadium Allianz ,Timnas Indonesia U-19 1 FC-Bayern Munich 1", langsung iklan."gimana tadi , abis digoda buchou" katanya , "Evan Dimas gagal nge-gol" kataku
lomba kembali dimulai
"Gotze memberi bola pada Bernat , lalu mengoper pada Robben , diambil oleh Putu , Putu mengoper pada Evan Dimas , dia ada di kotak penalti , dia menembak dan, GOOOOOOOLLLLLLL! lagi-lagi , Timnas U-19 mencetak gol!","hore! Evan nge-gol"kata matthew
matthew POV
sementara itu aku melihat ke arah jendela , "fallen-angel" itu terbang dengan sayapnya untuk maksud yang tidak diketahui , sementara aku melupakan bola karena dia , aku langsung melempar batu yang ada di dekatku sambil bilang "JANGAN GANGGU AKU, LAGI NONTON TIMNAS U-19!", dia langsung terjatuh akibat terkena batu itu."ayo Evan, ayo!"
menit ke 77
"sepertinya Muller sudah bersiap untuk bermain , pertukaran antara Pizarro-Muller"
"oh tidak, bola yang dibawa Evan diambil oleh Muller yang baru saja masuk ke lapangan , Muller melewati seluruh lini tengah U-19 , dia menembak dan oh , sayang sekali Ravi berhasil mendapatkan bola", "huh, huh bikin kaget..."kataku,"Ise-kun... sini dong" kata Rias yang menggoda Issei kali ini, "jangan , masih ada Koneko,tunggu sampai dia pergi , menurutku setelah laga ini."bisikku,"Oke, oke",katanya"hiks,hiks aku ngak dapat op***"batinnya
masuk ke menit ke 87
"Muller melewati lini tengah , dia mengocek Putu , dia mengoper ke Robben,Robben menembak dan GOOOOOOLLLLL!, Evan mengoper ke Muchlis Hadi , diambil oleh Boateng , Boateng mengoper ke Muller , Oh dia berhasil melewati lini pertahanan U-19 , dia menembak dan GOOOOOLLLLLLL!"
"yah... 2 kali dalam waktu yang dekat , yahh..."kataku
"prit prit pritttt! permainan selesai , Timnas Indonesia U-19 2 - FC Bayern Munich 3 ", "sono buchou-mu udah nunggu kamu , ke ruangannya sono , aku mau berantem lagi diluar"kataku , lalu aku pergi keluar , "gimana bolanya?" kata si "fallen-angel","udah ah , ganggu kamu!" kataku yang langsung mengambil tombak di punggungku dan pertarungan terjadi(lagi?)
bak
buk
smak
smak
buk
bak
ting
tang
ting
tang
bak
bak
wush
bak
buk
pow
bak
bak
wush
wush
wush
wush
pertarungan terjadi ala Dragon ball Z yang main kecepatan , karena aku dan "fallen-angel"itu sama cepatnya , akhirnya , aku menemukan cara untuk menyerangnya , dan aku langsung menyerang tanpa ada potong "Ryukenmaru!" kataku lalu menebas badannya , yang membuat dia terpental ke atas langit , lalu aku menaruh tombakku di punggungku. dan kembali tidur di atapku."dasar, kok bisa-bisanya dia nongol ya?"kataku yang kesal karena diganggu. "Kenapa,matthew-san?" tanya Issei yang sedang melihat dia kesal setengah mati diatap sono. aku langsung melompat turun ke tanah , lalu mengatakan "kau berutung sekali , dapet op***, sementara aku, mesti berantem ala 'Dragon Ball Z', dan dia ber-op***(readers: buka sensor ,author : enak aja!*mau nelepon Barney Ross di Fandom sebelah(Expendables),readers:*diam,author: *ngak jadi),untung berhasil dilempar jauh-jauh dari sini!"kataku
"ya , dong , kekekekekeke."kata Issei ketawa licik , "ups, dibelakangmu.."kataku , "mesum pantas mati, mesum pantas mati!"kata koneko yang siap-siap memukul Issei, "arrrrgghhhhh,matthew-san tolong!", aku hanya bisa berdiri dan ketawa merasa takut.
oh ya , ceritanya samapi disini dulu ya. karena perbedaan level jauh , aku membuat Muenchen menang , BTW . mereka hanya bintang tamu chapter ini ngak ada lebihnya
Readers: Jangan nongolin bola ke fanfic ini!
Author:terserah dong *ambil HP , mau nelpon Ryo Saeba(City Hunter)dan Dallas,dkk(PAYDAY 2)
Readers:*diam dan duduk manis
Author: mau ku bawa ke Freedy Fazbear's Pizza yang baru? malam2 aku bawanya , lumayan security-nya jadi banyak
Readers: ngak , please...(takut)
Author: makanya kalo baca cerita diam aja!
sampai jumpa di chapter baru , sorry for long update!
