hai Author sial balik lagi, dan dengang beratnya mengucapkan ini adalah chapter terakhir dari fic ini. Tetapi tenang, akan dilanjutkan dengan "my story of DxD: FuNe (Futura New)". kalau ada salah, sori.. Author udah lama tidak urus ini karena mengurus fanfic golden time. by the way, nama jurus yang ada di chapter lalu adalah "ultima bishamonten ultima ryu ken ultima ru"(sori kalo kepanjangan, memang demikian), jurus ryukenmaru yang paling berbahaya, hanya bisa diberhentikan apabila pengguna terkena serangan apapun (serangan jantung juga bisa). kalau yang ada di kakinya itu namanya Speed Gear, meningkatkan kecepatan si pemilik. Sacred Gear ini hanya upgrade sebelum balance breaker
Author: Nah, cerita dimulai
diclaimer: ada di summary
warning: EYD, OOC, genre salah, dll , dsb
perlu diperhartikan
"kata"
'pikiran/pembicaraan dengan Sacred Gear'
(Sacred Gear milik matthew berbicara keras)
(hanya bicara ke matthew)
[Ddraig dalam pikiran Issei]
[Ddraig bicara keras keras]
chapter 7 - Raynare's evilness
"serahkan saja padaku!" kata Rias, "yang penting Issei selamat!" kata Kiba. "terima kasih!" kata Aori. Aori, Matsuda, dan Motohama segera pergi ke gereja lama tersebut. Sementara itu, energi matthew sudah mencapai 10% karena mode dan jurusnya itu boros energi. Issei berusaha menyerang Reynare. Tapi, Issei terkena serangan Reynare berkali-kali. Itu tandanya Raynare sudah mau menang dan Marcelia-san akan segera mati ditangan nya. Walaupun demikian, Matsuda, Motohama, dan Aori sudah datang untuk menyelamatkan matthew dan Issei. "tenang saja!" kata Aori, "Rias dan teman-temannya sudah ada di depan!" kata Aori, "ya sudah, ini pertarungan kami, kalian bertahanlah di belakang!" kata matthew.
"Tambah orang, tambah serunya!" kata Raynare. "Anak buahku serang mereka! Hukum Aori karena sudah mengkhianati kita!" kata Raynare. Lalu, sejumlah exorcist datang dan menyerang mereka. Aori, Matsuda, dan Motohama
di luar gereja
"pion (maksud: Issei) milikmu itu payah sekali, hahahahaha" kata Dohnaseek, yang lain(Kalawarner dan Mittelt) juga mengikuti perbuatannya. "perbuatanmu tidak bisa diterima!" kata Rias yang sudah mengeluarkan bola merah dari tangannya. "menghina budakku sama saja mencari mati denganku." kata Rias dengan dingin nya, lalu mengangkat tangannya. Dengan cepat, dia segera menurunkan tangannya. Sebelum mereka mati, mereka hanya sempat menelan ludahnya karena ketakutan.
di dalam gereja tua
"sudahlah, aku harus segera ke salib-salib itu!" batin matthew. dia segera kesana dengan sisa energinya, tetapi
wush
"ergh! sakit sekali!" kata matthew. Kedua orang ini (matthew dan Issei) merasakan sakit yang sangat luar biasa. "pertama, aku ambil twilight healing!" kata Reynare. "aaahhhhhh!" teriak Asia yang kesakitan karena kekuatannya diambil. "Oh satan, berilah aku kekuatan!" kata Issei. "Issei apa yang kau lakukan!" teriak matthew, "lalu aku ambil," kata Reynare tapi terpotong dengan bantingan pintu tanda Rias dkk sudah berhasil mengalahkan bawahannya. 'sial, aku terlambat untuk meminta maaf! apa yang harus kulakukan?' batin matthew. "bagus, bagus! kalian sudah mengalahkan bawahan ku!" kata Raynare, Issei dengan secepat kilat berlari dan menyerang Raynare, dia terus menembakkan tombak bersinarnya. Tapi, Issei terus berjalan. "Jangan dipaksakan!" kata matthew. "AKU TIDAK PEDULI! KENAPA KAU BISA BEGITU PADA ASIA!" kata Issei, Reynare ketakutan dan berusaha berlari, Issei berhasil menangkapnya.
Issei pun melepaskan pegangannya dan ia jatuh pingsan. "Hyoudou Issei, mantan pacarku. Mati karena kebodohannya untuk menyelamatkan orang yang ia sangat cintai." kata Raynare. "A...Aku tidak mati... Asia, aku akan menyelamatkanmu!" kata Issei. "Banyak hal yang ingin kubilang padamu, kencannya sangat membosankan. Lalu, aku sangat jijik mendengar namaku dipanggil denganmu. Lagipula, hadiahmu biasa saja!" kata Raynare dengan sombongnya. "Sialan kau RAYNARE!" teriak matthew dengan penuh amarah. 'Aku akan ke salib-salib sialan ini dulu. menyelamatkan Marcelia-san lebih penting daripada menghajar Raynare. Selagi Marcelia-san masih hidup, aku akan ke sana!' batin matthew lalu berjalan kesana dengan sisa energinya.
Ia pun kesana lalu berusaha memotong tali yang ada salib dimana Marcelia digantung, Ia memotong tali di salib itu dengan mata tombaknya. Marcelia segera terjatuh, matthew memegangnya dengan gaya bridal.
"Marcelia-san, bangun! Aku ingin minta maaf atas semua perbuatanku padamu, apapun akan kulakukan. Yang penting kau bangun sekarang!" matthew pun menangis karena itu. "Tidak usah karena aku sudah melupakan itu, karena aku selalu..." Marcelia belum menyelesaikan katanya, tapi jiwanya meninggalkannya. Dia meninggal karena kehabisan tenaga. "TIDAAAKK! AKU BELUM MENEBUS KESALAHANKU!" matthew berteriak, air matanya pun berlinang. Ia menaruhnya, mencium bibirnya. "sangat menyentuh, tapi sayang. KAU AKAN MENYUSULNYA!" kata Raynare. "HUAAAAAAAAA! ini benar-benar menyentuh!" kata Matsuda dan Motohama sambil berpelukan.
"Kau... sungguh... KETERLALUAN!" teriak matthew. Dia meregangkan tangannya kebawah, lalu zirahnya bersinar, dan berkata
(BALANCE BREAKER, GOD OF WAR MODE)
"Ini sacred gear, tapi aku tidak tahu namanya..." kata matthew yang terkaget melihat zirahnya. Zirahnya hanya menutupi dada dan perut, sekarang menutup semua bagian tangannya, kedua belah kanan dan kiri. Rambut matthew memanjang dan berwarna merah api. Warna matanya jadi kuning dan bersinar. Luka yang ada dibadannya pun hilang karena sudah disembuhkan.
(Halo, namaku Lancelot. Roh yang ada di Zirah ini, nama Zirah ini adalah "Gods Scale". Kau baru saja membangunkanku, lebih dari itu aku belum memberi tahu apa kekuatan asli dari zirah dan tombak ini. Zirah dan tombakmu tidak bisa dipisahkan, zirah ini memberi kau cukup kekuatan dan pertahanan. Tapi, kekuatan milik Raynare mampu menembus pertahanan zirah ini. Zirah ini tidak kuat dengan sihir. Tombakmu aslinya dapat memanggil naga, jika kau memliki cukup kekuatan) kata Zirah itu.
"Ok! sekarang waktunya balas dendam!" kata matthew.
(kau cukup ucapkan "Dragon Blast" sambil mengayunkan tombakmu kedepan, seperti sedang menusuk. Lalu, naga akan keluar dari tombakmu) kata Zirah itu.
"Dragon Blast!" kata matthew lalu mengayunkan tombaknya kedepan, kalau kalian ingat Musou 1 Lu Bu di Dynasty Warriors 8, kira-kira seperti itu seranganya, hanya saja ini menggunakan bentuk naga. Raynare menghindar serangan itu.
Boom
"Tidak kena!" kata matthew. (untuk orang sepertinya, ada kesempatan untuk menghindari seranganmu, Partner!) kata Lancelot.
Tiba-tiba, Issei juga mengalami hal yang sama.
pikiran Issei (Issei's POV)
ada apa denganku, aku ada disebuah tempat yang sangat hitam. Tiba-tiba, api menyala dan seekor naga muncul. Api itu lalu padam, dan dirinya berbicara padaku
"Kau Ddraig, sang Welsh Dragon?" tanyaku
[Iya, pas kau membangunkanku. Aku belum sempat berbicara padamu. Kau hanya perlu mengatakan "Boost", lalu aku akan membuatmu kuat kembali] kata Ddraig
"Terima kasih!" kataku.
gereja tua (Third POV)
"boost!" kata Issei.
[Boost]
"Hebat kau!" kata matthew dengan nada bangga. "Tapi, aku akan urus dia dulu!" kata matthew. "kau, selamatkan Asia, cepat!" kata matthew. "Kalau kau bisa." kata Raynare dengan nada jahatnya. "LAWANMU ADALAH AKU!" kata matthew. Pertaruangan antara orang bertombak pun dimulai.
Sementara itu,
Issei's POV
Aku menaiki tangga sambil membawa Asia, aku keluar ke ruang-kudus. Ada yang tidak beres dengan Asia. Wajahnya pucat pasi. Aku membaringkannya di salah satu bangku. "Bertahanlah sebentar! Sebentar lagi kamu akan bebas, Asia! Sebentar lagi kamu bisa bermain denganku lagi!" kataku . Asia tersenyum mendengar perkataanku. Dia menggelengkan kepalanya. Aku tidak merasakan sedikitpun tenaga atau kehangatan dari tangannya.
"Issei-san... mau kah kau mendengar cerita tentangku?" tanya Asia. "Tentu saja! kita kan teman!" kataku. "Kau tahu, "Biarawati Suci"?" Tanya Asia. Aku mengangguk, karena aku pernah dengar cerita itu. "Itu adalah aku. Dulu, aku hanya seorang yang tinggal di gereja, orang tuaku meninggalkanku disaat aku masih kecil. Gereja mengasuhku sejak itu. Lalu, aku melihat seekor anjing terluka. Aku baru tahu kalau, aku punya kekuatan indah permberian tuhan ini disaat itu. Disaat itu juga, aku dianggap "Biarawati Suci". Sampai satu saat, aku menyembuhkan Iblis. Seorang Exorcist mengetahui perbuatanku. Aku langsung diusir kemari." kata Asia.
Aku tidak bisa berkata-kata, tapi yang sudah jelas, Asia mengatakan sesuatu. "...Saya...Senang sekali...Karena akhirnya...Mempunyai teman...Walaupun cuma sebentar..." katanya.
Asia tetap tersenyum walaupun aku tahu dia kesakitan.
"...Kalau saya bisa terlahir kembali...Maukah Ise-san menjadi temanku lagi..." katanya. "Bicara apa kamu...!? Jangan bicara seperti itu! Mari kita pergi bersenang-senang! Aku akan menyeretmu kalaupun kamu tidak mau! Kita akan pergi ke karaoke! Game Center! Juga bermain bowling! Juga kebanyak tempat lainnya! Ke sana! Dan kesini...!" balasku. Air mataku tidak bisa berhenti mengalir. Padahal seharusnya aku berbicara padanya sambil tersenyum. Aku tahu. Aku sudah mengerti. Perempuan ini sekarat. Dia akan mati. Tetapi, walapun begitu, aku tidak ingin mempercayainya. Ini pasti gurauan...
"Kita adalah teman! Selamanya! Oh iya! Aku akan mengenalkanmu dengan Motohama dan Matsuda! Mereka memang sedikit mesum tetapi mereka berdua orang baik! Mereka pasti bisa menjadi temanmu! Pasti! Kita akan bersenang-senang bersama! Sebanyak kita mau!" bujukku. "...Kalau Saya terlahir di negeri ini...Dan bisa sekolah di sekolahan yang sama dengan Ise-san..." katanya dengan penuh harapan. "Ayo! datang kesekolahku!" balasku
Tangan Asia membelai pipiku. "Ise-san bahkan menangis untuk seseorang seperti aku...Sekarang...Saya...Bisa..." katanya
Tangannya yang membelai pipiku jatuh perlahan. "...Terima kasih..." itulah kata-kata terakhirnya.
Dia sudah meninggal begitu juga dengan Marcelia-san yang dimaksud matthew. Ia sungguh baik, hidupnya sangat menyedihkan. Aku ingin dia kembali.
"Kalian para Maou, Malaikat, dan Tuhan. Kalian kalau ada tolonglah kembalikan Asia!" kataku
"KEMBALIKAN ASIA!" teriakku.
[EXPLOSION]
[LIBERATION]
Third POV
'Issei sudah mengeluarkan potensi besarnya, aku sungguh bangga' batin matthew. Mereka tetap bertarung walau matthew tersenyum. "Ada apa, kok kau tersenyum?" tanya Raynare. "tidak ada!" kata matthew. "INI YANG KAU DAPAT KARENA MEMBUNUH MARCELIA-SAN! DRAGON BLAST!" kata matthew yang menggunakan serangan yang sama. Karena ada didekat Raynare, dia pun terkena jurusnya. "Halo, Devil-kuns~ aku akan membunuhmu!" kata Freed sambil menggoyangkan pedang bersinarnya. "Kau lawanku!" kata Issei, lalu menyerang Freed. "Pakai ini!" kata matthew yang mengeluarkan katananya lalu melemparkannya ke Issei. Issei menangkapnya, lalu memakainya untuk melawan Freed.
klang
klang
klang
kling
klang
klang
kling
ting...
"Kau hebat juga ya, Devil-kun~" kata Freed. "JANGAN BANYAK BACOT KAU!" kata Issei yang marah karena kematian Asia.
tang
ting
tang
tang
ting
tang
ting
tang
"kau sungguh hebat, aku pergi dulu! BYE BYE! jangan lupa gosok gigi~" kata Freed, yang segera kabur karena mengetahui keberadaan..
bam
Rias membanting pintu, datang bersama kawan-kawannya. "Issei!" kata Rias. "Hentikan ini!" katanya dengan nada khawatir. "Tidak bisa! Dia sudah membunuh orang yang berharga dimata matthew!" kata Issei.
kembali ke posisi Aori
'matthew sudah melewati batasnya, energinya sudah mencapai minus. Walaupun begitu juga, Raynare juga temanku!' batin Aori. "matthew, tolong berhenti!" teriak Aori. "tolong biarkan temanku hidup!" kata Aori.
ke posisi matthew
'apakah Aori berteriak menyuruhku berhenti? Bolehkah aku berhenti?' batin matthew yang melihat Raynare kehabisan tenaga, tengkurap didepannya. Karena, Dragon Blast terlalu kuat. (Silahkan, lagipula kau sudah terlalu banyak bertarung hari ini, Partner!) kata Lancelot. Zirahnya pun kembali ke wujud semula, begitu juga dengan rambutnya.
"Apa kabar, Fallen-angel, Raynare?" kata Rias. "...Kamu, anak dari keluarga Gremory...?" Balas Raynare. "Halo, namaku Rias Gremory. Aku adalah penerus keluarga Gremory. Walaupun untuk waktu yang singkat, senang berkenalan denganmu." kata Rias.
Rias menyalaminya dengan senyuman, tetapi Raynare menatap tajam padanya. Kemudian dia terseyum.
"...Kalian pikir sudah mengalahkanku? Sayang sekali. Walaupun rencana ini dirahasiakan dari para pimpinan, tetapi bersamaku ada Fallen-angel lainnya. Kalau aku dalam bahaya mereka akan..." kata Raynare. "Mereka tidak akan datang menolong." Potong Rias
Rias langsung menepis kata-kata Reynalle.
"Karena aku telah membasmi tiga Fallen-angel lainnya, Kalawarner, Dohnasiek, dan Mittelt." kata Rias. "Bohong!" teriak Raynare. Raynare menolak kata-kata Rias sambil duduk tegak. Kemudian Rias mengeluarkan tiga bulu hitam. "Ini sisa bulu mereka bertiga. Kamu bisa langsung mengenalinya karena kalian sejenis bukan?" kata Rias.
Harapan Raynare hancur setelah melihat bulu-bulu itu. Sepertinya Rias mengatakan hal yang sesungguhnya.
"Aku langsung menyadari kalau beberapa Fallen-angel sedang merencanakan sesuatu dikota ini, pada saat bertemu dengan Dohnasiek, Fallen-angel yang menyerang Ise. tetapi aku tidak menutup mata karena aku pikir itu adalah rencana yang melibatkan seluruh Fallen-angel. Bahkan akupun tidak akan sebodoh itu untuk melawan seluruh Fallen-angel. Tetapi aku juga mendengar kalau mereka bergerak sembunyi-sembunyi jadi aku langsung bertanya pada mereka, bersama Akeno. Ketika bertemu mereka, bereka langsung mengatakan rencana mereka. Dengan membantumu, mereka berharap status mereka akan naik. Rendahan yang bergerak sembunyi-sembunyi biasanya suka menyombongkan rencana mereka." kata Rias yang tersenyum. Raynare menjadi frustasi dan menggigit bibirnya.
"Mereka meremehkanku hanya karena yang mendatangi mereka adalah dua orang perempuan. Jadi aku meminta hadiah perpisahan. Fufufufu, mereka langsung menceritakannya tampa tahu siapa yang akan pergi mati. Benar-benar gerombolan Fallen-angel yang bodoh. Dengan membantumu, itu berarti mereka juga adalah rendahan." lanjut Rias. Jadi itu, "urusan" yang Rias selesaikan. Dia mengalahkan Fallen-angel lainnya. Rias memikirkan keseluruhan insiden ini juga.
"Sekali terkena serangannya tidak akan ada yang tersisa dari mereka. Putri bangsawan yang memilik kekuatan "Penghancur". Buchou adalah Iblis kuat yang disebut juga sebagai jenius diantara para Iblis muda." kata Kiba menyombongkan tuannya.
"Kamu tidak tahu tahu? Salah satu julukan Buchou adalah "Si Putri Kehancuran Berambut Merah Darah", itulah lawan yang kamu tantang." Akeno-san mengatakannya sambil tersenyum.
"...Naga merah. Sebelumnya tanda ini tidak ada... Jadi begitu..." kata Rias dengan nada terkejut. "Sekarang aku tahu alasan utama kekalahanmu, Fallen-angel." Rias mengatakan hal itu dengan suara rendah.
"Fallen-angel Raynare. Sacred Gear anak ini, Hyoudou Issei bukanlah Sacred Gear biasa. Inilah alasan kamu kalah." Raynare tidak mengerti apa yang Rias bicarakan.
"Sarung Tangan Raja Naga Merah, Boosted Gear. Ini adalah Sacred Gear yang terlangka dari yang terlangka. Tanda Naga merah di sarung tangan ini adalah buktinya. Kamu juga pernah mendengar ini bukan?" Raynare terkejut mendengar perkataan Rias. 'Boosted Gear... Salah satu dari 13 Longinus, Kemampuan untuk melampui Maou ataupun Dewa dalam satu rentang waktu... Sacred Gear terkutuk itu dimiliki anak itu!?' batin Raynare
"Menurut legenda, kemampuan Sacred Gear ini adalh menggandakan kekuatan pemiliknya setiap sepiluh detik. Walaupun kekuatannya berawal dari 1, jika terus dikalikan dua setiap sepuluh detik, pasti akan melampaui level pimpinan Fallen-Angel dan Iblis level tinggi sekalipun. Kalau bisa menguasai Sacred Gear ini, dia bahkan bisa mengalahkan Dewa." kata Rias. "Tetapi walaupun itu adalah Sacred Gearyang kuat, ada resiko besar menggunakannya. Tidak akan ada lawan yang mau menunggu sampai pemakainya menjadi semakin kuat. Karena kamu meremehkannya inilah hasilnya." kata Rias. Rias mendekati Issei.
PAT
PAT.
Rias mengelus kepala Issei. "TIDAK ADIL! KAMI JUGA MAU!" teriak Matsuda dan Motohama. Aori segera menjewer mereka. "auu... auu... sakit!" teriak mereka berdua karena kesakitan akibat dijewer Aori. "Tetapi menarik sekali. Memang beginilah seharusnya pelayanku. Ise benar-benar anak yang menarik sesuai dugaanku. Fufufu, mulai sekarang aku akan lebih memanjakanmu lagi." Rias tersenyum pada Issei. Senyum yang hangat, tetapi agak menakutkan.
"Buchou?" tanya Issei. "Ada apa?" balas Rias "Maafkan aku. Aku mengatakan kalau aku akan menyelamatkan Asia dan juga mengatakan hal-hal buruk tentangmu karena tidak mau membantu... Tetapi ternyata Buchou juga bekerja... Dan aku..." kata Issei. "Buchou...Aku...Gagal...Menyelamatkan Asia..." lanjutnya. "Tidak perlu menangis. Tidak akan ada yang menyalahkanmu setelah melihat semua ini." kata Rias. "Tetapi aku..." kata Issei yang berlinang air mata. Rias menyeka air mata Issei dengan jarinya. "Tidak apa-apa. kamu memang masih belum berpengalaman sebagai Iblis. Karena itu, jadilah lebih kuat. Mulai sekarang aku akan membuatmu bekerja lebih keras, Ise Bidak Pionku." kata Rias. "Ya." kata Issei. 'Aku akan bekerja keras. Aku pasti akan menjadi lebih kuat. Aku janji.' batin Issei
"Sekarang mari kita selesaikan urusan ini." kata Rias yang menatap Raynare tajam dan kejam. Rias mendekati Raynare. Dia langsung menjadi takut. "Sekarang kamu harus musnah. Nona Fallen-angel." kata Rias dengan nada dingin dan penuh hawa membunuh. "Tentu saja, Sacred Gear itu juga akan aku ambil." lanjutnya. "Jangan bercanda!? Kekuatan penyembuhan ini adalah untuk Azazel-sama dan Shemhazai-sama..." balas Raynare. "Hidup demi cinta memang sungguh indah. Tetapi kamu terlalu kotor untuk itu. Kamu tidak elegan. Dan aku tidak suka." kata Rias. Rias mengarahkan tangannya ke arah Raynare. Sepertinya dia akan membunuhnya dengan satu serangan. Kata-kata Rias tidak mengandung sedikitpun rasa simpatik padanya. Raynare mulai merinding. Kemudian Raynare memandang kearahku. Dia menunjukan matanya yang memelas. "Ise-kun! Tolong selamatkan aku!" Suaranya kembali lagi menjadi seperti Yumma-chan ketika masih menjadi pacar Issei.
"Iblis ini mau membunuhku! Aku masih mencintaimu! Aku sangat mencintaimu! Karena itu mari kita bersama mengalahkan Iblis ini!" kata Raynare yang bertingkah seperti Yuma-chan, dan memelas meminta Issei menolongnya sambil menangis. 'Aku jadi merasa bodoh sempat simpati padamu Yuma chan, tidak Fallen-angel Raynare.' batin Issei. "Selamat tinggal cinta pertamaku. Buchou, aku sudah tidak tahan lagi... Tolong segera..." kata Issei
Mendengar itu, dia langsung terdiam.
"...Beraninya menggoda pelayanku yang imut. Musnahlah." kata Rias yang mengeluarkan bola merah seukuran kamehameha milik Goku yang belum diluncurkan. Ia segera melemparkan bola itu pada Raynare.
Boom
csssh...
Ternyata bola itu tidak mengenai Raynare sama sekali. Justru, mengenai ujung tombak naga milik matthew. matthew melindungi Raynare, pasti ada alasannya. "Kenapa kau melindunginya?!" tanya Rias dengan nada marah. "Rias, dia adalah teman dari Aori, temanku. temannya juga temanku!" kata matthew. "Fallen-angel Raynare, A.K.A Amano Yumma! Kubiarkan kau hidup karena ada dua alasan. Yang pertama, kau adalah teman dari Aori, temanku. Yang kedua, aku ingin kau jadi budakku. Kalau kau menolak atau menyakiti aku atau temanku nantinya. Diantara aku, Issei, dan Rias punya hak untuk membunuhmu!" teriak matthew dengan nada marah. "Aku tahu, aku tidak bisa memaafkanmu setelah apa yang kau perbuat pada Marcelia-san! Tapi, karena Aori. Kubiarkan kau hidup!" kata matthew. "Terima kasih!" kata Raynare yang segera memeluk matthew. Tapi, matthew mendorongnya, "Tidak boleh ada hubungan pribadi. Hanya sebagai budak dengan bosnya!" kata matthew. "Perintah pertama, kembalikan Sacred Gear milik Asia!" kata matthew. Ia hanya bisa patuh kepadanya lalu memberinya dua cincin yang bersinar. 'Muncul cahaya kehijauan melayang. Itu adalah Sacred Gear milik Asia. Cahaya hangat itu menyinariku. Buchou mengambil cahaya itu ditangannya.' batin Issei.
"Sekarang mari kita kembalikan ini ke Asia Argento-san." kata Rias. "Tapi...Asia sudah..." kata Rias. 'Asia sudah mati. Aku telah gagal menyelamatkannya. Padahal aku telah bersumpah akan menjaganya! Aku telah bersumpah akan menyelamatkannya! Walaupun aku bisa mengalahkan Fallen-angel, aku telah gagal menyelamatkannya. Jadi percuma saja aku datang kemari... Tidak kalau berpikir begitu, berati aku juga mengecewakan teman temanku. Mereka bertarung demiku dan Asia. Padahal mereka tidak mendapat keuntungan apa-apa.' batin Issei. "...Buchou, semuanya, terima kasih telah bertarung demiku dan Asia. Tetapi meskipun begitu, meski dengan bantua kalian, Asia sudah..." kata Issei.
"Ise, menurutmu apa ini? " tanya Rias. Rias mengeluarkan sesuatu dari kantungnya. Warnanya merah... Merah seperti darah. Itu adalah bidak catur yang berwarna seperti rambut Rias. "Apa itu?" tanya Issei. "Ise, ini adalah "Bidak Peluncur", salah satu bidak catur." kata Rias
"Huh?" Issei menjawab kata-kata Rias dengan bingung. "Aku lupa mengatakan kalau Iblis dengan gelar kebangsawanan memiliki total keseluruhan 15 bidak, yaitu 8 "Pion", 2 "Kuda", 2 "Peluncur", 2 "Benteng", dan 1 "Ratu". Sama seperti jumlah bidak dalam catur. Aku sudah punya satu peluncur tetapi masih ada satu lagi yang tersisa." kata Rias. Rias mendekati Asia sambil mengenggam bidak merah itu ditangannya. Rias meletakkan "bidak peluncur" merah itu diata dada Asia. "Peran Bidak peluncur adalah mendukung anggota lain didalam grup. Kemampuan penyembuhan perempuan ini bisa sangat berguna sebagai Bidak Peluncur. Memang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi aku akan mencoba menghidupkan Asia kembali sebagai Iblis." kata Rias.
Gelombang kekuatan sihir berwarna merah menyelimuti seluruh tubuh Buchou.
"Dalam namaku, Rias Gremory. Aku memerintahkanmu, Asia Argento. Aku, membangkitkanmu kembali ke tanah ini, sebagai pelayanku, dan terlahir kembali sebagai Iblis. Kamu, sebagai "Bidak Peluncur"ku, Dengan kehidupan barumu, Bangkitlah!" kata Rias.
Bidak merah itu bersinar dan masuk ketubuh Asia. Disaat yang sama juga, Sacred Gear milik Asia masuk juga kedalam tubuhnya. Kemudian, Rias menghentikan sihirnya setelah memastikan Bidak danSacred Gear itu telah masuk ke tubuh Asia. Kemudian, Rias menghela nafas. matthew dan kawan-kawannya hanya bisa memandanginya dengan penasaran. Setelah beberapa saat. Mata Asia terbuka. Air mata Issei tidak bisa berhenti mengalir setelah melihat Asia.
"Eh?" kata Asia. Suara yang kupikir sudah tidak akan kudengar lagi. Kemudian Rias tersenyum padaku.
"Aku menghidupkannya karena aku menginginkan kekuatannya yang bisa menyembuhkan Iblis. Fufufu, Ise, mulai sekarang adalah tugasmu untuk menlindunginya. Karena sekarang kamu adalah Seniornya dalam hal Iblis." kata Rias. Lalu, Asia bangun, dan melihat sekeliling dan kemudian menatapku. "...Ise-san?" tanya Asia. Aku langsung memeluk Asia yang kebingungan. "Asia... Mari kita pulang." kata Issei. "Issei, tolong kembalikan pedangku." kata matthew. Issei memberikan pedangnya pada matthew. "Aku akan menyusul, aku ingin memakamkan Marcelia-san dengan cara yang terhormat." kata matthew. "Aori, Raynare. Ikut Issei. Aori, awasi Raynare!" kata matthew.
setelah Issei dan kawan-kawan pergi, Michael dan Gabriel datang
"Siapa kau!" tanya matthew sambil mengarahkan ujung tombaknya kepada Michael. "Aku, Michael, Pemimipin para malaikat dan ini adikku, Gabriel. Kami ingin melihat perempuan yang kau bawa itu." kata Michael. "Aku ingin memakamkannya, dengan cara terhormat. Bisa bantu aku? Tolong doakan rohnya agar tenang di alam sana." kata matthew yang memohon. "Kurang lebih, itu yang bisa kulakukan untuk meminta maaf padanya." kata matthew. "Tidak perlu, biar kulakukan sesuatu padanya." kata Michael dengan nada yakin. matthew memberikan jasadnya pada Michael, percaya dengan apa yang akan ia lakukan. Ternyata, dia menghidupkannya kembali. matthew benar-benar menangis karena bahagia. "Terima kasih, Michael! Gabriel! akan kubayar dengan apapun!" kata matthew. "Tidak usah, kami hanya ingin menanyakan kau satu hal. Apa yang teman-temanmu lakukan padamu?" tanya matthew. "Hanya menyelamatkan Asia dan perempuan ini." kata matthew. "para Fallen-angel menangkap asia dan perempuan ini. Ingin mencuri Sacred Gear mereka." kata matthew. "Tiga dari mereka mati, satu jadi budakku." kata matthew. "Apa kau iblis?" tanya Michael. "Tentu saja tidak!" kata matthew. "Kami pergi dulu." kata Michael lalu mereka menghilang.
"matthew, apa itu kau?" tanya Marcelia yang baru terbangun. "Ya, ya ini aku, Marcelia-san!" kata matthew yang segera memeluknya dan menangis. "Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi lagi, tolong maafkan aku!" kata matthew. "Ya ya, aku akan selalu memaafkanmu." kata Marcelia. (Sepertinya kau sudah merasa senang, Partner. Aku jadi ingat masa-masaku dengan Guinevere. Oh indahnya masa itu) kata Lancelot. 'ya, sungguh indah' batin matthew.
beberapa saat kemudian
"Oh tunggu kami!" kata matthew yang menarik tangan Marcelia. "matthew, itu siapa?" tanya Issei. "dia Marcelia-san yang kumaksud. Ups, maksudku Marcelia." kata matthew. "Oh... jadi dia yang kau maksud dari "perempuan berharga"mu!" ledek Aori. "Ya, tapi tidak sebegitunya." kata matthew. "Ara ara, sepertinya kau punya pacar." ledek Akeno. "A-Apa, N-Ngak!" kata matthew lalu mukanya memerah, bersamaan dengan Marcelia. "Akeno, hentikan itu!" kata Rias. "Lagipula, siapa yang menghidupkannya kembali?" tanya Raynare. "K-Kau, sini biar kupukul kau!" kata Marcelia. "Tidak usah, dia jadi pelayanku sekarang. Jadi, tidak usah takut." kata matthew. "Ooo begitu." kata Marcelia. "Marcelia-san, kau dekat dengan matthew?" tanya Asia. "Ya, kenapa?" kata Marcelia langsung memegang tangan kanannya matthew. "Mou, matthew! aku juga ingin!" kata Aori lalu memegang tangan kirinya matthew. "Mou, aku juga!" kata Raynare yang segera memeluk matthew dari belakang. (Sepertinya jiwa kesatriaku mengundang harem juga) kata Lancelot. Issei, Matsuda dan Motohama hanya cemburu. Rias dan Akeno hanya tertawa. Koneko dan Kiba hanya terdiam. 'Aku juga ingin punya harem!' batin Trio Mesum. "Oh ya, mulai besok kalian akan ke sekolah Kuoh dan sekelas dengan Issei. Bajunya akan datang besok." kata Rias. Merekapun kerumahnya masing-masing. Kecuali matthew, Marcelia, Aori, dan Raynare.
Rumah Issei
"Asia pindah kesini." kata Issei pada orangtuanya. "Begitu juga dengan matthew, Marcelia Aori, dan Yumma" lanjutnya. "Halo namaku, matthew. matthew ryono." kata matthew lalu menunduk. "Wah, satuBishounen, dirumah kita. Lali, tiga cewek dirumah kita juga. Kita akan punya cucu!" kata ibu Hyoudou kepada suaminya. "Kita akan punya cucu untuk dimanjakan!" kata Bapak Hyoudou. "Namaku Aori Hanano, teman dari matthew dan Issei." kata Aori lalu menunduk. "Namaku Yumma, Yumma Amano. Teman dari Aori dan matthew." kata Raynare lalu menunduk. "lebih baik daripada diatap.' batin matthew. "namaku Marcelia, senang bertemu dengamu. Aku orang terdekat dengan matthew." kata Marcelia.
esok pagi, di ruangan matthew
"AORI, MARCELIA-SAN, YUMMA APA YANG KALIAN LAKUKAN! KUBILANG JANGAN TARIK AKU DARI SOFA UNTUK TIDUR DENGAN KALIAN, DAN PAKAI BAJU KALIAN!" kata matthew yang kaget karena ketika bangun, Ia melihat Aori, Marcelia, dan Raynare tidur disampingnya dalam keadaan... (Lupakan!). "Selamat pagi, matthew~" kata mereka dengan nada 'nakal'. "Bagaimana kalau kita melakukan 'itu'?" tanya Aori. "Tidak akan!" kata matthew. "CEPAT PAKAI BAJU KALIAN!" teriak matthew.
(Sepertinya kau sangat beruntung, Partner. Aku hanya memiliki Guinevere, sementara kau memiliki tiga wanita. Guinevere akhirnya diambil oleh Athur) kata Lancelot
'apanya yang untung, AKU TIDAK MAU HAREM' kata matthew ke Lancelot
'
di kamar Issei
"selamat pagi, Issei-san!" kata Asia yang baru terbangun bersamaan dengan Issei, dan seranjang. "Oh, jadi kau ada disini?" kata Issei. "ya, aku ingin ditemani dengan kau, aku tidak bisa tidur, Issei-san!" kata Asia. "Ayo kita segera sarapan, disana berisik sekali!" kata Issei. "Yap!" kata Asia
time skip, menuju perjalan bareng ke sekolah
"Halo! Buchou, Akeno-san, Kiba-san, dan Koneko-chan!" sahut Issei yang langsung bertemu dengan sisa anggota Klub Ilmu Gaib. "Halo juga, Ise-kun!" kata Rias lalu mendekati Issei dan menaruh tangannya kirinya di...(Lupakan!). "Aku juga mau!" kata Asia lalu memegang tangan kanan Issei dan menaruhnya di... (Lupakan!). Aori dan Marcelia melakukan hal yang sama dengan matthew, hanya saja Raynare memeluknya dari belakang. "TIDAK ADIL! KENAPA CUMAN MATTHEW DAN ISSEI YANG DAPET HAREM! KAMI JUGA INGIN!" teriak duo mesum. Aori segera menjewer mereka. "au... au... au ampun!" kata mereka. Aori segera melepaskan jewerannya dan kembali memegang tangan matthew. Akeno, Kiba, dan Koneko hanya bisa terdiam. Sweatdrop dengan apa yang terjadi.
[OBAT AKU BUTUH OBAT!] kata Ddraig yang langsung sakit karena tangan kirinya Issei ada di... (Lupakan!).
'obat apanya' kata Issei ke Ddraig.
(Partner, kau sangat beruntung!) kata Lancelot.
'APANYA YANG BERUNTUNG, INI SANGAT BERAT!' kata matthew kepada Lancelot yang langsung memukul zirahnya.
sementara itu, di Surga
Gabriel sedang memasang teropong, untuk melihat matthew, ternyata dia menyukainya."kamu sedang apa?" tanya Michael. "Pasti melihat cowok yang kemarin ya?" tanya Michaei. "N-Ngak kok!" kata Gabriel sambil memegang teropong. "Kasih teropongnya ke aku!" kata Michael. "Ngak!" kata Gabriel. pertarungan lucu mereka pun terjadi.
sementara itu, di gereja tua
"Mittelt, Dohnaseek, kenapa kalian mengorbankan diri?" kata seorang perempuan bersurai biru sambil menangis. 'matthew, Issei, Aori, Matsuda, Motohama, Rias, Akeno, Yuuto, dan Koneko. Aku, Kalawarner, akan menghancurkan kalian! Sebagai pembalasan darah teman-temanku!" batin perempuan itu yang ternyata ada Kalawarner. Sepertinya hanya dia yang selamat dari serangan Rias.
Nah, selesai sampai disini dulu ya. Tenang masih ada season FuNe. Ada bocoran tentang Harem
Harem Issei
sudah pasti: Rias, Asia, Akeno, Rossweisse, Irina, Xenovia
Masih dipertanyakan: Koneko, Kuroka, Seekvaira, Sona, Serafall, Ravel, peeragenya Raiser (aku ingin NTR-in si ayam pangang KFC ini, biar dia bertobat.) Le Fay, dan Ophis
Harem Matthew
Sudah pasti: Marcelia, Aori, Raynare
Masih dipertanyakan: Kalawarner, Jeane, dan Gabriel
Pairing Kiba: Tsubaki
Harem Saji
masih dipertanyakan: Momo, Tsubasa, Ruruko, Tomoe, Reya
untuk yang masih dipertanyakan kalian boleh berdemo jika kalian tidak setuju, atau ingin mereka pindah ke cowok lain. Kalau setuju, sebutkan karakter mana saja yang kalian setujui. Ingat! satu suara tidak berpengaruh. Butuh suara yang banyak untuk memindahkan cewek di harem si ini ke si itu.
Fakta Chapter 7:
-Lancelot diambil dari "Night at the Museum: Secret of the Tomb" dengan bantuan Wikipedia.
-Sebagian kata-kata disini diambil dari "Baka-Tsuki", jadi bukan milikku.
-Nama "Gods Scale" diambil dari Memoriam si Lancelot, "But on the whole armour of God".
-God of War mode diambil dari "War God mode"nya Medaka dari "Medaka Box", hanya saja ini sedikit berbeda.
-Rambut panjang matthew ketika mode itu aktif diambil dari rambut Sephiroth dari Serial FF.
-Mata Kuning bersinar matthew ketika mode itu aktif diambil dari "Sage Mode"nya Naruto
Predikisi Arc besar yang muncul di FuNe:
- Ayam Panggang KFC Arc (ya kita tahu ini si Raiser)
- Excalibur Arc (dimana matthew menyatukan semua Excalibur dan bertemu dengan Kalawarner sekali lagi)
- Asgard Arc
- Khaos Brigade, Trihexa, dan Qlipoth Arc
- Future Arc (4 tahun setelah peristiwa Khaos Brigade)
tunggu season FuNe.
di waktu yang sama dengan Wanderer's Box (pertengahan Juli 2015)
Raiser: APA LU BILANG?!
Author: Ayam panggang KFC
Raiser: makan ini! *lemparin api ke Author
Author: *kabur*
Season One End
