Kenapa denganku hari ini ?, aku berpikir terlalu banyak "

Pikirnya membenamkan mukanya ke punggung besar Chopper "apa yang kupikirkan ?"bisiknya sendiri

"dia demam " Chopper menumumkan "dari keadaannya sekarang aku bisa tahu kalau badannya melemah karena kurang tidur dan kelelahan "

"sudah kuduga " Sanji mengigit rokoknya "si bodoh itu, tadi pagi ia bertanya apakah aku punya obat pereda sakit "

"badannya pasti sakit semuanya " tambah Nami "dan si bodoh itu tidak sadar jika ia sedang sakit "

"apa kau memberikannya ?" tanya Usopp

"aku tidak punya " jawabnya "aku hanya memberikan teh hangat padanya "

"dasar, kenapa dia tidak mengadu padaku ?" gerutu dokter kecil

"..."

"hmm Luffy ?" panggil Usopp "kemana kau ?" tanyanya memperhatikan kaptennya itu berlari terburu-buru dan meloncat ke ruang kesehatan tanpa mengunakan tangga

"anak kesayangan kapten huh.."satu kru ikut memperhatikan tingkah kaptennya yang 'biasa' terjadi jika 'seseorang' berada pada pengawasan Chopper

"Zoro!" Luffy masuk terburu-buru hampir merusak pintu kayu "ah raut wajahmu sudah mulai membaik " nafasnya lega sesaat ia melihat Zoro menatapnya padanya seolah bertanya 'kenapa kau sangat khawatir?'

"apa kau baik-baik saja ?"

"berkatmu aku harus terkurung di sini beberapa saat " gerutu Zoro "Chopper termasuk dokter yang keras"

"kau demam "

"dan 'hanya' demam " ulang Zoro "aku tidak akan ambruk—"

DAK terdengar suara pukulan keras sekali, berasal dari ruang kesehatan, yang diluar menatap pintu kayu ruangan tersebut sambil berbisik-bisik "ooh, Luffy "

"aw, apa yang kau lakukan ?" protesnya memegangi ubun-ubunnya yang baru saja di jitak

"kau tahu betapa kesalnya aku saat melihatmu dalam keadaan begini ?" balas Luffy cemberut

"kenapa juga kau kesal ?"

"kau milikku !"

"dan mereka semua milikmu !"

"tidak!, mereka memilikiku " teriak Luffy ridak ingin kalah "tapi kau milikku " tunjuknya pada Zoro

"ha?, apa maksudmu ?"Zoro melihat telunjuk yang mengarahnya dengan tatapan bingung "sa,sama saja bukan ?" tanyanya

"tidak sama " ia menurunkan jarinya, tatapannya menjadi terlihat sedih namun dewasa "tanpamu...aku " kalimatnya tidak berlanjut, merebahkan badannya memeluk Zoro dengan erat

"Lu,Luffy ?" panggil Zoro panik berusaha mendorongnya mundur "jangan begini "

"kau tahu, mereka bersamamku tapi..." namun pelukan itu semakin erat dan kuat "jika kau tidak di sampingku "

"di, di sampingmu ?"

sejak kapan ia di smping Luffy ?,selama ini ia selalu merasa dia berada di belakang kaptennya itu bersama yang lain, mengamati jalannya dan menunutun mereka ke petualangan menuju impian mereka .

"saat kita bertemu, saat kau menerimaku menjadi kaptenmu...aku senang sekali "

"..."

"kau nakama pertamaku "

"ya, aku nakama pertamaku Luffy " balasnya, mendorong Luffy menjauh darinya. Kali ini dengan sekuat tenagasampai ikatan itu lepas." Nakamamu selalu mendukungmu, mengamatimu dan menghancurkan penghalang jalanmu "

"tidak kau di sampingku " balas Luffy tegas " aku ingin melindungimu apapun yang akan terjadi" ia merendahkan suaranya terkesan serius dan dewasa, tatapan matanya membuat pendekar pedang itu sendiri merinding, kaptennya hari ini sangat serius .

"kau juga mengatakannya pada yang lain bukan ?" ia memalingkan wajahnya menghindari tatapan mata Luffy

"Zoro, kenapa kau membandingkan dirimu dengan yang lain ?" kelihatannya Luffy mulai kesal dengan kekerasan kepala Zoro "apa kau tidak tahu apa yang sedang ingin ku katakan ?"

"aku tidak mengerti " jawabnya "ini hanya demam, kau tidak perlu menceramahiku sampai seperti ini "

Luffy menghela nafas panjang , melihatnya saat ini seperti melihat almarhum kakaknya Ace "...istirahatlah yang benar " katanya "dan pikirkan baik-baik apa yang kukatakan hari ini "