"noct, kau belum sembuh betul, sebaiknya kau istirahat dulu" laris mengikuti noctis dan berusaha membujuk dia, namun noctis sama sekali tidak bergeming.

Ignis mendadak menghalangi jalan noctis "noct, kita perlu bicara" laris menatap ignis dengan harapan ia bisa menghentikan noctis menyerang GC secara terang – terangan

"jika ini masalah kesehatanku, aku tidak peduli" jawab noctis dengan silau mematikan pada ignis

"bukan, aku rasa kau perlu tahu bagaimana kau dan lightning bisa tetap hidup dan tidah hancur berkeping – keping"

Noctis memiringkan kepalanya "apa maksudmu?"

"ikuti aku, kita bicarakan berempat" noctis dan laris mengikuti ignis memasuki ruang pertemuan kecil mereka, tempat biasanya mereka membahas strategi misi, dan di sana sudah ada gladio yang menunggu

"duduklah dulu" ignis menawarkan kursi noctis, tapi ia memilih untuk tetap berdiri, melihat tampilan ketidak sabaran temannya, ignis mempercepat pada inti masalah mereka

"Kau punya sihir, noct" kata ignis membuat laris dan Gladio serempak memandang noctis, noctis dengan santai menjawab

"Tidak, aku bukan keluarga kerajaan yang memiliki Kristal, aku hanya anak yatim, kalian tahu itukan" noctis menggeleng santai

"tidak noct, kau punya" seru laris

"benar, saat itu laris berada di sekitar taman itu, dan dia melihat kau dan light, saat ledakan terjadi, laris melihat kau dan lightning di lindungi banyak pedang, dan…" gladio mengambil nafas panjang dari cerita bertubinya

"…ada serpihan Kristal saat pedang itu keluar" lanjutnya, noctis memegang rahangnya, mencoba memproses apapun yang temannya katakan, mereka berempat berasal dari panti asuhan yang sama dan tumbuh bersama, memang mungkin ada kemungkinan noctis adalah anak raja dari kerajaannya yang hilang 23 tahun lalau, dan sekarang umurnya juga tepat, tapi itu bisa siapa sajakan.

"apa mungkin…kau pangeran yang hilang itu" kata laris ragu, noctis menggeleng tidak perduli, saat ini yang ia inginkan adalah mendapatka mata untuk lightning, kemudian memotong tangan dan kaki orang yang membiarkan lightning mengambil misi itu.

"Aku tidak perduli, aku hanya ingin menghancurkan GC, mencarikan lightning mata baru, dan akanku bunuh orang yang menyetujui bunuh diri itu" geram noctis, ia berbalik untuk keluar, saat tangan noctis sudah memegang knop pintu, suara ignis menahannya

"apa dengan itu, kau bisa membuat lightning bisa berlari dan berjalan?" tubuh noctis menegan, benar, ia hanya bisa membalas dendam dan mencarikannya mata, setelah itu, pangkatnya sebagai buronan akan naik

"bisa membuatnya tertawa dan bicara?" ignis mulai menegaskan suaranya

"hentikan bung, kau menyakitinya" bisik larih pada ignis, ignis hanya menatapnya sekejap dan kembali pada noctis

"pikirkan noct, jika kau benar seorang pangeran, kau bisa bebas berkeliaran tanpa diburu, dan yang paling penting…kau bisa menyembuhkan lightning sepenuhnya dengan kristal" ruangan itu hening selama noctis melunak, ignis benar, noctis berbalik dan masih menatap lantai.

"Lalu, apa yang akan kita lakukan?" tanya noctis putus asa, ignis membenarkan kacamatanya

"aku rasa, kita harus menemui raja" kata ignis lemah, tanpa ia sadari semua mata temanya melotot padanya

"apa kau gila?" teriak laris panik

"Untuk apa kita menemui raja? Mengatakan kalau noctis, sang buronan tinggkat Negara, adalah anaknya?" Gladio megejek dengan memukuli kepalanya sendiri

"itu semua benar, selain itu, kau mau aku di bunuh? Dan kita juga tidak punya bukti ig" ignis mengetuk dahinya

"asal kalian tahu, Kristal akan membuktikannya" kata ignis santai

"maksudmu?" noctis mulai lelah berdiri, kemudian mengambil kursi kosong yang memeng miliknya

"Kristal, hanya bisa di gunakan oleh keturunan kerajaan" ignis berhenti di awal pejelsannya, berahap ada temannya yang memiliki otak sebaik dia, namun tidak ada yang meneruskan, yang ada dia diberi tatapan tanda tanya

"Begini, jika noctis bisa menggunakan kekuatan Kristal di depan sang raja, ia tidak akan ragu mengakui noctis sebagai anaknya yang hilang" semua orang diam dengan penjelasan ignis

"apa kau gila, tidak mungkin kita di izinkan melihat Kristal, dan jika aku gagal dan tidak bisa, kalian juga akan mati, kita hanya akan menjadi daging ikan di dalam roti dan siap makan" bentak noctis, ignis merasa malu, noctis benar dan lebih akurat dari dia

"em, maksudmu daging ikan dalam roti itu di sebut senwich daging ya?" laris manatap langit – langit membayangkan bentuknya

"kalau begitu…" gladio bangkit dari kursinya

"Kita akan melatihmu, agar kau bisa menggunakan pedangmu lagi bung" Gladio menatap noctis licik, noctis tidak percaya, ukuran tubuh mereka berbeda jauh, 'melatih dia bilang', noctis melihat ke arah ignis dan laris mereka berdua mengangguk setuju

"baiklah, kita mulai besok saja" noctis berdiri dari kursinya dan melempar tatapan pada ignis

"apa kau tahu di mana keberadaan light?"

"yang aku tahu, dia dengan saudara kembarnya di shinra"

~ 000 ~

Lightning bisa merasakan matanya menangis, entah di mana ia sekarang, paling jelas dia sudah di sana berjam – jam, apapun hanya gelap, lightning bersyukur ia tida kehilangan pendengarannya, namun semangatnya untuk hidup semakin luntur, cloud sudah memberinya kabar bahwa noctis selamat

"ini mungkin sudah malam ya?" lightning menghapus air mata di ujung matanya, dia, seorang tentara GC yang paling hebat, sekarang hanya ranting kayu yang gugur dari pohon, alasan kenapa lightning mengambil cara itu untuk membunuh noctis karena ia tidak tahan, ia tidak tahan noctis terus menumpuk dosa, dan setelah lightning tahu keputusan raja untuk memberikan noctis hukuman mati dengan cara itu, lightning mengambil misi itu, karena ia tahu, ia tidak bisa hidup tanpa dia.

Lightning menutup matanya, ia sudah merasa mengantuk, cloud sedang berkeliling shinra untuk mengantar paket, dan aerith mungkin sedang sibuk dengan pembeli bunga.

"kau di sini" lightning membuka matanya, ironisnya, menutup atau membuka mata itu sama saja sekarang

"noctis? Itu kau?" pikir lightning, kalaupun ia membuka mulutnya, tidak akan ada nada yang keluar

Noctis berlutut di depan kakinya, naas, lightning hanya menoleh kanan kiri, benar – benar, tidak bisa melihat apapun, noctis memandangnya sedih, jarum bertubi – tubi menusuh hatinya

"kau…baik saja,kan?" gumam noctis, setelah lightning mengetahui keberadaannya dari suaranya, ia menghadap ke noctis, tersenyum dan mengangguk, mencoa menyembunyika kesedihannya, ia harap noctis tidak seakurat cloud

"tidak, jelas kau tidak baik" noctis mengangkat lightning dalam pelukannya dan menaruhnya pada kasurnya perlahan, noctis berbaring di sampinya, bermain dengan poni merah muda dan membelai rambutnya, ia sedih dan hancur, namun ia tidak ingin menunjukannya, meskipun, lightning tidak akan melihat itu.

Noctis memandang setiap inti wajahnya, matanya tetap indah tanpa menunjukan kebutaan, namun menderita dalam kegelapan, dan terlihat mengantuk, bibir merahnya sedikit kering dan pecah, dan sekarang hanya bisa memberi tampilan tersenyum untuk menunjukan kebahagiaannya.

Dendam noctis semakin memuncak, dia sudah mendengar dari ignis megapa lightning melakukan hal itu, dan bagi noctis, itu adalah salah pemimpin GC, para dewan dan menteri yang setuju dengan keputusan dari raja, dan tentu raja juga bersalah, jika noctis benar anaknya, ia akan sesegera mungkin membunuhnya

"light, aku akan menyembuhkanmu" bisik noctis, ia melihat lightning member tampilan tanda tanya pada alisnya

"Kau tidak perlu tahu, aku akan berusaha bagaimanapun caranya" noctis menentuh pipinya ia terkejut, itu basah, noctis mengankat tangannya dan menjilat air dari pipi lightning, asin, air mata, noctis memandang lightning yang sedang meringuk di dadanya dan bermain dengan kancing kemeja noctis , mata memberikan ekspresi hawatir, tapi terlihat semakin mengantuk

"light, kau dulu selalu bilang padaku, kalau semua akan baik – baik saja, itu yang kau katakana saat aku terkena masalah…dan sekarang aku katakana padamu, semua akan baik – baik saja, selama mentari terbit untuk terbenam, aku tidak akan menyerah…aku janji"

Lightning tersenyum, ia menempel ke dada noctis dan tentu noctis memeluknya, menghangatkan lightning karena dia telah membuka jendela kamarnya untuk menyusup yang tentu akan membuat udara dingin masuk, satu hal yang di harapkan noctis, semoga cloud tidak menendangnya, masalah dia buronan itu tidak mengganggunya, shinra merupakan kota terluar Negara Lucis, dan pengamanan tentaranya, bagi noctis itu sangat mudah.

'aku janji, kau akan bisa menggerakan kakimu lagi, agar kau bisa berjalan anggun di altar kita nanti, dan kau akan mendapatkan suaramu kembali, shingga kau bisa mengatakan kau mencintai aku, dan menjawab kau menerimaku sebagai pasanganmu, dan kau, akan bisa melihat semua momen kita saat kita bulan madu nanti, aku janji itu semua'

~ 000 ~

Cloud memasukan ferrirnya dalam bagasi, ia masuk rumah dan melihat aerith sibuk membereskan bunganya

"butuh bantuan?" tawar cloud setengah hati, sebenarnya ia ingin langsung menuju kamar adiknya, namun ia tidak tega melihat sahabatnya kesusahan, aerith menatap cloud yang kelihatannya ia baru menyadari keberadaan cloud

"tidak perlu, aku bisa sendiri, sebaiknya kau lihat adikmu"

Cloud mengangguk dan menuju tingkat ke kamar lightning, terlihat dari lubang bawah pintu lampu kamarnya masih menyala, cloud menduga ia masih terjaga, tapi perasaanya merasakan ada sosok lain di dalam, perlaha ia membuka pintu tanpa suara dan mendapat pandangan hangat yang menyentuh.

Ia perlahan masuk ke kamar, menutup jendela dan mematikan lampu, hanya menyisakan satu lampu yang menyala di samping tempat tidur, cloud menatap dua sosok yang tertidur lelap, pinkienya tertidur tenang dalam pelukan sang black joker.

Cloud cukup baik mengenal noctis, itu saat semua masih cerah, sebelumnya dia adalah temannya, kemudia dia bertemua dengan adiknya dan menjadi kekasihnya, cloud selalu memberikan ujian pada noctis, namun ia tetap bertahan, tapi tetap, cloud masih meragukan cinta noctis pada lightning, hingga mimpi buruk itu datang.

Saat cloud dan lightning memperkenalkan noctis pada orang tua mereka, mereka memandang rendah noctis, karena ia anak yatim, ia dihina dan diusir, itu pertama kalinya lightning menagis dan memohon ada orang tua mereka.

Cloud menarik selimut menutupi tubuh pasangan itu, dan melihat noctis menatapnya terkejut

"tidak perlu bangun, tetaplah peluk dia, aku izinkan kau menginap" kata cloud dengan nada lirih agar tidak membangunkan adiknya, noctis mengangguk dan tersenyum.

~ 000 ~

Raja regis merasa pening di kepalanya, pembunuh bayaran yang bernama noctis itu masih hidup, dulu pembunuh bayaran itu hanya seorang amatiran, tapi sekarang dia sudah pernah membunuh dua menteri pemerintah, dan bahkan menyerang secara blak - blakan pada pertemuan lima raja, hanya untuk mencuri berlian .

Namun ada sesuatu yang mengganjal, bom itu hanya berjarak lima kaki dari dia dan lightning, bagaimana mungkin mereka tidak mati, sementara radius bom itu bisa menjapai tujuh meter, dan saat regis mendengar bom itu meledak, ia merasakan adanya kekutan Kristal yang besar walau hanya sebentar.

"apa mungkin itu dia" gumam regis pada dirinya sendiri, ia pertama kali melihat pemuda itu secara langsung saat pertemuan lima raja, saat pertama kali ia melihat wajahnya, ia merasa aneh dengan anak itu, dan saat ia melihat noctis membunuh banyak pasukan, ia bisa melihat perubahan mata dari biru kelam ke merah, dimana itu hanya bisa dilakukan oleh seorang pengendali Kristal.


ok ,ini mungkin pendek tapi saya butuh reviews untuk saran atau semangat ^^