"ok noct, ayo kita mulai latihannya" seru gladio, mengangkat pedangnya dan di sandarkan pada bahu kanannya, sementara laris mempersiapkan shoot gun, memasukan beberapa peluru sebesar ibu jari, dan ignis, dia memasah pisau antar pisaunya, seperti siap menyembelih noctis.

"oh ya noct, semalam kau tidak kembali, kemana kau? Atau lebih tepatnya, sedang apa?" laris menekan pada kata terakhir, gladio dan ignis menekan tawa mereka.

"bukan urusanmu, yang jelas, aku hangat dan terbang semalam" jawab noctis dengan senyum lebar

"jadi, bagaimana keadaannya?" tanya gladio dengan menggoyangkan bahu noctis

"ya, dia baik saja, tapi, dia terlihat sedih" noctis mulai menunduk sedih

"oh, ayolah noct, itu artinya kau harus semangat tentang latihan ini" laris mencoba menghibur noctis, namun wajah noctis berubah hawatir

"ignis, apa ini akan berjalan lama?" tanya noctis, tampang hawatir dan nada tidak sabar, setidaknya itu yang mereka lihat

"tidak, jika kau bisa melakukan sihir unik kekuatan Kristal, itu merupakan bukti terkuat"

"hanya itukan?"

"ya" noctis menutup mata dan menarik nafas dalam, saat ia membuka matanya, itu merah, tidak menunjukan amarah, tapi kebencian, dendam, ambisi, dan tekat kuatnya

"baiklah, ayo kita mulai"

~000~

"yang mulia, kita harus memastikan hal itu" kata cor, dia adalah jenderal di bawah perintah raja secara langsung, walaupun seorang jenderal, cor sering mendengarkan keluhan pikiran raja dan memberikan saran atau jawaban, cor cukup terkejut saat rajanya menceritakan tentang noctis

"aku tahu cor, seperti yang kau tahu, anakku satu – satunya hilang saat penyerangan dari niflheim" gumam regis putus asa

"tapi ratu Athena menyelamatkan pangeran, bahkan walaupun dia baru saja melahirkan pangeran, ratu Athena di temukan meninggal di hutan bambo namun pangeran menghilang"

"dan buruknya aku sebagai ayah tidak tahu dia masih hidup atau tidak, hanya saja, noctis itu"

"aku mengerti yang mulia, hanya beri saya waktu, saya janji, tidak akan lama yang mulia bisa mendengar riwayat pria yang di kenal noctis"

"ya, aku akan menunggu"

"tapi yang mulia, jika benar noctis itu, adalah pangeran, apa yang akan anda lakukan?" regis mengangkat pandangannya ke arah cor

"maksudmu?"

"anda sendiri, telah memberikan dia hukuman mati"

"cor, kerajaan tahu, mereka lebih membutuhkan pewaris dari pada keplanya"

"anda benar yang mulia, namun, ia mungkin akan dendam dan membeci anda" regis mengerutkan keningnya

"katakan dengangan jelas cor"

"tentara yang mengambil misi bunuh diri untuk membunuh noctis, ternyata adalah mantan tunangannya tiga tahun lalu, dan saat ini taentara yang bernama lightning itu terluka parah, ada kemungkinan, ia akan balas dendam"

"kau benar, jadi itu alasan, mengapa GC mengetatkan keamanan, apa dia begitu berbahaya"

"ya yang mulia, begitulah kabar angin yang saya dengar"

"jika dia menginginkan kesembuhan tunangannya, Kristal akan memberikan itu"

~000~

Noctis melambaikan tangannya untuk istirahat dan udara, temannya gila, mereka menyerang noctis membabibuta, hanya karena mereka pikir perisai pedang itu akan muncul secara otomatis untuk melindungi noctis, tapi itu hanya muncul ketika noctis fokus, bukan panik setengah mati.

"ayo noct, aku masih begitu bersemangat" seru laris, noctis menatapnya dendam

'bersemangat? Tentu saja, kau selalu mengarahkan peluru ke arah kepalaku, aku akan mencuri shoot gunmu dan membuangnya saat kau tidur nanti malam'

"tenang noct, jangan membuang shoot gun laris lagi, itu harganya mahal" gladio bisa menebak rencana tua noctis yang belum di ketahui laris, dan sekarang dia tahu dan panik

"apa, jadi kau pelakunya, kejamnya kau"

"sudahlah, dari latihan tadi dan kejadian pada ledakan itu, aku sudah bisa menyimpulkan sesuatu" kata ignis

"apa itu?" tanya noctis

"kami sengaja membuat hidupmu terancam, karena kami pikir, jika kau mengalami kepanikan dan ketakutan, kau bisa menggunakan perisamu"

"dan jadi hal sekonyol ini iggy"

"yup, ternyata perisaimu hanya muncul saat kau fokus"

Pintu ruang latihan terbuka dengan tentara memakai armor baja, mereka pasuka dari istana, laris, gladio, ignis dan noctis terkepung, mereka hanya bisa membuang senjata mereka dan menaruh tangan di kepala, mereka di kawal memasuki mobil untuk menuju ke istana, anehnya itu limo, bukan mobil tahanan.

~000~

"raja, saya sudah melaksanakan apa yang anda perintahkan" cor menunduk di hadapan regis, regis bisa melihat dari balkon, limo dan pasukan telah datang, pria bernama noctis itu menatap ragis dengan kemarahan dan kebencian, itu membuat hatinya sedih.

"kirim mereka dalam ruang aula, jika terjadi sesuatu, dan ternyata dia bukan anakku, tembak saja dia"

Cor mengangguk dan mengikuti regis menuju aula, tempat itu besar, tanpa ada barang apapun, puluhan tentara mengarahkan senjata api mereka pada empat pria itu.

"jadi …" suara noctis bergema dalam ruangan itu

"apa maumu dari kami?"

"kau benar – benar tidak sopan" bentak cor

"tidak masalah cor, kau tahu, bom yang…" kata regis

"aku tahu, tapi aku tidak tahu, dan tidak yakin jika kau adalah ayahku"

"kau benar, aku juga tidak berharap pembunuh bayaran seperti kau adalah anakku, dan jalang itu, dia beruntung dia hidup"

"siapa yang kau maksud jalang" geram noctis

"kau tahu, gadis cacat itu, dia bilang, dia tidak ingin kau terus membunuh, sebenarnya aku tidak meminta dia, tapi dia sendiri yang mau, aku tahu, dia tidak akan berani menembakmu, jadi aku menyuruh tiga orang untuk membunuh kalian dengan bazooka, dan rencana cadangan lain"

"meledakannya?" mata noctis merah bersinar, tinjunya memerah mengepal, 12 senjatanya tertuju mengambang di hadapan regis,mereka semua terkejut, noctis benar – benar pangeran, anak kandung regis

"kau, benar – benar anakku" gumam regis dengan senyum lebar

"aku akan membunuhmu" teriak noctis

"hem, maaf tentang tadi, sebenarnya aku hanya memancing emosimu saja, dan jangan hawatir tentang pacarmu, dia sudah aku sembuhkan dengan kekuatan Kristal" perlahan semua senjata noctis menghilang, matanya kembali pada normal biru

"b – benarkah?"

"ya, dia sempurna sehat"

"noctis"

Noctis melihat lightning, dia berdiri, memanggil namanya, ia yakin ia memandang dirinya, mata noctis semakin panas dan berair, tanpa ia sadari, bibirnya tersenyum begitu bahagia, lightning menuju ke arah noctis, tepat di hadapan, mereka saling menatap, regis menagis terharu, ini hal pertama yang ia berikan pada anaknya, noctis mengangkat tangannya untuk memeluk lightning, namun borgol menahannya, ia melempar tatapan tajam pada regis.

"oh, benar, lepas borgolnya" perintah regis, prajurit melepas borgol noctis, kemudian dia cepat memeluk lightning, erat, sangat erat, ia takut lightning akan menghilang lagi, begitu erat, dan semakin erat, tanpa ia sadari lightning tidak bisa bernafas

"hei noct, dia baru sembuh, dan kau akan membunuhnya" kata laris, noctis segera melepas pelukannya, dan lightning benafas cepat, wajahnya bahkan memerah karena kehabisan udara

"light, baik saja?" noctis panik dan ketakutan, regis mengamati noctis, ia mengerti, gadis ini adalah cintanya

"dasar payah" ia menampar noctis

"maaf"

"baiklah, cor, buat persiapan pesta besar, siapkan kamar untuk mereka, suruh pelayan siapkan baju mereka, kita akan membutat pengumuman besar kembalinya pangeran kerajaan dan… pernikahannya"

Noctis memandang regis tidak percaya, pernikahan, dia baru bertemu lightning, dia akan di jodohkan, kebanyakan anak orang kaya begitu, tapi, hey, jika itu benar perjodohan, ia akan membunuh gadis yang di tunangkan dengan dia.

"tenang nak, kau akan menikah dengan dia" regis menunjuk ke arah lightning, sebelumnya mereka menatap bingung, dan kemudia tersenyum senang, noctis tidak tahu bagaimana berterimakasih pada regis, tapi keahagiaanya membuatnya memeluk ayahnya.

"terima kasih banyak ayah, terima kasih" regis cukup terkejut, tapi dia senang, dia bahkan menangis, ia memeluk balik noctis, mereka semua terharu, lightning, gladio, dan ignis

"erm, maaf mengganggu, tapi kami masih di borgol" laris mendapat tatapan tajam dari mereka semua

"apa, benarkan?"