kono Yo No Kyuseishu

Disclaimer :: Naruto & Highschool DxD

Naruto [Masashi Kishimoto] & Highschool DxD [Ichie Ishibumi]

Pair : Naruto.U X ...

Warning : AU, OOC, abal, gaje, typo, Ngayal Dsb

DONT LIKE DONT READ

.

.

.


Tanya Jawab

Q : hmmm.. d mindscape ada kurama... berarti kurama ada d tubuh issei jg... kurama punya infinite chakra... pds4 udah bisa menyalurkan chakra... so,ngerti kan maksud'a.

A : iya bener, tapi sayang kalau di awal menunjukan kekuatannnya. kan jagoan keluarnya akhir heheh

Q : thor apa nnti akan diceritakan tntng konoha setlah kepergian naruto

A : Malas ahh yang nyritaiin konoha

Q : PISAH AJA NARU SAMA SI MESUM ISSE SENPAIII PLEASEEEE IYAAA

A : Pasti

Q : ceritanya terlalu mainstream dan alurnya agak kecepetan

A : Mainstream lebih GG


0.0

Chapter 4 : Pelepasan & Kebahagiaan

Terlihat kini Naruto sedang berada di atap sekolahnya dan dalam posisi bersila yang menandakan dia sedang dalam alam bawah sadarnya

"Hoy, Kurama apa kau sudah menemukan cara agar tubuh kita bisa berpisah?" Tanya naruto kepada rubah putih berekor sepuluh ini

"Belum Gaki, kau harus mencari informasi tentang Rikudou Sennin terlebih dahulu. Dan satu yang ingin aku tanyakan?" Ujar Kurama kepada Naruto

"Apa itu?" Tanya Naruto kepada Kurama

"Apa kau masih memiliki chakra yang dulu diberikan Rikudou Sennin?" Tanya Kurama

"Masih, tapi sedikit dan itu sisa pertarungan dari melawan Kaguya" Ujar Naruto

"Itu lebih dari cukup, kau hanya perlu menyambungkan dirimu dengan chakra milik Rikudou-jiji untuk bertanya sekilas tentang semua ini" Ujar Kurama

"Baiklah Kurama aku akan mencobanya" Ujar Naruto, kemudian Naruto mengambil posisi bersila dengan mengonsentrasikan chakranya dan chakra milik Rikudou Sennin, dan beberapa saat kemudian Naruto merasakan sensasi berbeda dari tadi

"Ada apa kau datang kemari?" Terdengar sebuah suara kakek-kakek dan kemudian Naruto membuka matanya

"Ahhh.. aku hanya ingin bertanya bagaimana melepas raga seseorang dari raganya?" Tanya Naruto kepada Rikudou Sennin

"Ini seperti jutsu Zetsu yang mampu masuk kedalam tubuh seseorang" Gumam RIkudou sedangkan Naruto hanya mengangguk

"Jadi apakah ada caranya?" Tanya Naruto pada Rikudou sennin

"Hanya satu, walau ini sangat beresiko besar perbandingan 50:50" Ujar RIkudou Sennin

"Apa itu?" tanya naruto tidak sabaran

"Kau memiliki Kurama yang sudah menyerap kekuatan dari Juubi, kau hanya perlu memintanya menguarkan kekuatan dari Juubi hingga semaksimal mungkin jika berhasil kau akan keluar dari tubuhnya, tapi jika gagal tubuh yang kau huni akan meledak dan kau akan lepas kendali" Ujar Rikudou Sennin, membuat Naruto menelan ludahnya

"Apa tidak ada cara lain?" Tanya Naruto

"Tidak, karena itu salah satu cara untuk melepaskan diri, kecuali jika ada yang menggunakan Shiki Fuujin untuk melepaskan kalian, tapi kau tahu sendiri resikonya" Ujar Rikudou Sennin

"Jadi intinya ada dua cara?" Tanya naruto

"Benar, dan kurasa chakra ku sudah habis, jadi tapi sebelum iuu aku akan memberimu tahu satu hal yaitu Rinnegan bisa bangkit jika kau melindungi apa yang menurutmu berharga. Dan Naruto jalani apa yang ada didepanmu dan jangan menengok kebelakang dan yang terkahir ini pesan dari orang tuamu jika aku bertemu denganmu 'Berjuanglah sesakit apapun dan kami akan slalu menemanimu di setiap langkahmu dan kami percaya padamu Naruto' " Ujar Rikudou Sennin kepada Naruto dan kemudian menghilang secara perlahan meninggalkan naruto yang terharu akan pesan yang diberikan oleh kedua orang tuanya

0.0

Naruto mulai membuka matanya dan terlihat tiga berbeda makhluk ini memperhatikan Naruto yang sedang meneteskan air matanya, dan kemudian Naruto membuka kedua kelopak matanya

"Ada apa denganmu Naruto?" Tanya Issei kepada Naruto

"Aku mendapat sesuatu yang tak terduga" Jawab Naruto sembari menghapus air matanya

"Jadi apakah kau sudah mendapatkan cara agar kalian bisa berpisah?" Tanya Ddraig

"Hanya satu cara, yaitu kau..." Ujar Naruto menunjuk Kurama

"Ada apa?" Tanya Kurama karena Naruto menunjuknya

"Tingkatkan kekuatanmu semaksimal mungkin" Jawab Naruto

"Apa kau yakin Naruto?" Tanya Kurama, sedangkan Naruto hanya mengangguk

"Baiklah" Jawab Kurama dan kemudian menaikkan kekuatannya sampai melebihi batas Abnormal

'Kekuatannya benar-benar dahsyat, ini bahkan setera dengan Ouroboros Dragon' Batin Ddraig

'Kekuatan yang sungguh besar' Batin Naruto dan Issei

0.0

Saat ini pertemuan antara Rias dan Sona medadak berhenti karena mereka merasakan tekanan kekuatan yang sangat besar

"Apa kau merasakannya Rias?" Tanya Sona kepada Rias

"Benar Sona, dan sepertinya tidak jauh dari sini. Kita harus mengeceknya" Ujar Rias sedangkan Sona hannya mengangguk kemudian mereka menghilang dalam lingkaran sihir masing-masing

Dan beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di sumber tekanan kekuatan dan mata mereka terbelalak karena ternyata yang membuat guncangan dahsyat tadi berasal dari tubuh Issei

'Apa itu kau Naruto-kun' batin Rias

"Apa yang dilakukan Pawn-mu Rias?" Tanya Sona kepada Rias

"Aku juga tidak tahu, tapi semakin lama tekanan ini semakin membuatku sesak seakan membuatku tersedot kesana dan jantung berpacu sangat cepat" Ujar Rias sedangakn Sona hanya mengangguk setuju

"Kau benar Rias, aku tidak kuat menahan luapan energi ini yang semakin lama semakin membesar" Ujar Sona yang kini jatuh berlutut dengan memegang dadanya karena sesak, tak beda dari Sona Riaspun juga merasakan hal yang sama

Kemudian tubuh Issei mulai bercahaya berwarna kuning, dan kemudian sebuah partikel cahaya keluar dari tubuh Issei dan partikel cahaya itu membetuk badan manusia, kemudian dari partikel itu muncul sosok pemuda berambut pirang memakai jubah berwarna hitam dengan jilatan api dibawahnya, sedangkan Rias yang melihat pemuda itu stuck sementara dan ia sadar bahwa dia adalah Naruto

'Naruto-kun' Batin Rias yang sudah melihat fisik asli Naruto

Dan kini terlihat tubuh Issei dan Naruto jatuh tidak sadarkan diri, kemudian Rias dan Sona mendekat kearah mereka, Rias dan Sona memeperhatikan pemuda bersurai pirang itu dengan intens

"Siapa dia, aku belum pernah melihatnya" Ucap Sona

"Aku juga tidak tahu dan lebih baik kita membawanya" Ujar Rias sedangkan Sona hanya mengangguk dan kemudian membawa tubuh Issei dan Naruto

0.0

"Kau hebat Gaki, bisa menekan kekuatan dari Juubi dengan kekuatan Senjutsumu jika kau tidak menekannya maka mungkin tubuh bocah naga itu akan meledak karena tidak kuat menahan kekuatan dari Jubi" Ucap Kurama dalam tubuh Naruto

"Tapi sekarang aku juga harus beristirahat karena luapan energi yang sangat besar itu membuatku lelah" Lanjut Kurama dan kemudian menutup kedua matanya

0.0

Rias kini memandang kedua tubuh pemuda yang masih tidak sadarkan diri, mereka sudah tidak sadarkan diri selama satu hari, dan karena ruang osis tidak menyediakan tempat untuk perawatan jadi mereka memutuskan untuk merawat kedua pemuda ini di ruang klub Rias, lagipula hari ini adalah hari minggu

Dan tak lama kemudian pemuda berambur pirang mengerjapkan matanya, dan matanya menampilkan gambar perempuan berambut merah crimson yang sedang memandangnya dengan intens

"Kenapa kau memandangiku seperti itu Rias?" Tanya Naruto lirih karena baru sadar kepada Rias

"Apakah kau Uzumaki Naruto?" Tanya Rias kepada Naruto

"Tentu saja aku Naruto, memangnya kenapa?" Tanya Naruto

"Lihat saja dicermin" Suruh Rias kepada Naruto, sedangkan Naruto hanya mengangguk dan kemudian menengok kearah cermin dan terlihat dirinya dengan tubuh aslinya

"YEAAAAAA, aku sudah kembali ketubuh asliku" Jerit Naruto senang karena bisa kembali ketubuh aslinya

"Jadi itu benar kau Naruto-kun?" Tanya Rias

"Benar ini aku Naruto, memangnya ada yang aneh?" Tanya Naruto sembari memutarkan tubuhnya

"Tidak, hanya saja kau terlihat lebih tampan dari apa yang aku bayangkan" Ujar Rias, sedangkan Naruto yang mendengar itu hanya merona

"ahhhh... kau berlebihan Rias" Ujar Naruto menggaruk tengkuknya yang tidak gatal menandakan dia sedang gugup

"Jadi setelah ini kau akan tinggal bersamaku disini, dan aku akan mendaftarkanmu di Kuoh Highschool tahun kedua, dan kau bisa lusa" Ujar Rias kepada Naruto, sedangkan Naruto hanya mendesah

"Hah? kenapa harus sekolah aku sangat stress dengan yang namanya sekolah, lebih baik bersantai saja" Ujar Naruto

"Tidak kau harus tetap bersekolah, dan aku akan membantumu dalam belajar" Ujar RIas tetap bersikeras

"Hah, baiklah Rias kau menang, dan kau harus menepati apa yang sudah kau omongkan" Ujar Naruto

"Pasti" Ujar Rias sembari tersenyum

Dan kemudian mereka dilanda oleh keheningan karena salah satu dari mereka sedang sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Naruto dengan pemikiran tentang bangkitnya RInnegan yang ia tidak mengerti maksud dari ucapan Rikudou Sennin, sedangkan Rias yang sedang memikirkan Naruto

"Hah, aku bosan maukah kau menemaniku ke suatu tempat Rias?" Tanya Naruto kepada Rias

"tentu saja, lagipula aku juga bosan jika harus berdiam diri seperti ini terus" Balas Rias

"Tapi, kita pergi kemana?" Tanya Rias kepada Naruto

"Peganglah tanganku" Ujar Naruto sembari mengulurkan tangan kananya, sedangkan RIas yang mendengar itu hanya memerah tapi tetap menerima uluran tangan dari Naruto dan kemudian mereka menghilang dalam kilatan berwarna kuning dan kemudian mereka tiba-tiba datang kesebuah padang rumput yang snagat luas dengan sebuah pohon ditengah padang rumput itu

"Indahnya" Ujar Rias terpesona dengan pemandangan yang ada didepannya

"Kau suka?" Tanya naruto, sedangkan Rias hanya mengangguk dan masih sibuk dengan apa yang ia lihat

"Kau mengetahui dari mana tempat ini Naruto-kun? mengingat kau adalah orang baru" Tanya Rias kepada Naruto

"Aku menemukan tempat ini saat aku sedang bosan dan kemudian aku berjalan-jalan dan menemukan tempat ini" Ujar Naruto kepada Rias

"Kau tahu Naruto-kun, aku tidak pernah pergi ketempat seperti ini karena lingkungan keluarga kebangswanan Gremory-ku, dan aku ingin merasakan sensasi seperti ini dari dulu tapi sayang aku tidak bisa, karena keluargaku bilang sangat berbahaya jika aku keluar karena aku adalah penerus dari keluarga Gremory" Ujar Rias lirih

"Sudah jangan kau pikirkan yang sudah-sudah yang terpenting kau nikmati pemandangan seperti ini selagi bisa, karena tidak tahu besok-besok kita tidak bisa merasakan sensasi seperti ini" Ujar Naruto yang memabringkan tubunya di hamparan rumput di bawah pohon

"Kau berbaringlah ini akan lebih enak" Tawar Naruto, kemudian Rias menuruti tawaran dari Naruto dan berbaring di sebelah Naruto

"Naruto-kun" Panggil Rias

"Ya ada apa?" Tanya Naruto tampa mengalihkan pandanganya kearah langit

"Maukah kau menjadi anggota kebangsawananku?" Tanya Rias kepada Naruto, sedangkan naruto yang mendengar itu terkejut selama sedetik dan kemdian tersenyum

"Ahhhh... Maaf tapi aku tidak bisa karena aku masih ingin menikmati hidupku sebagai Manusia, tapi aku akan selalu membantumu walau aku bukan anggota Peeragemu lagi" Ujar Naruto kepada Rias

"Bukan itu maksudku aku hanya tidak ingin kehilanganmu, karena kau adlaah temanku dan kau adalah manusia dan pastinya umurmu tidak akan sepanjang kami para Iblis" Ujar Rias lirih

'Dan aku tidak ingin kau pergi dariku, dan aku ingin kau selalu disisiku karena saat di sampingmu aku merasa tenang, nyaman, aman, dan bahagia' Batin Rias

"Kalau itu, kau tidak perlu khawatir karena umurku tidak sependek manusia biasa, karena aku adalah Jinchurki Juubi maka umurku akan setara dengan kalian para Iblis, dan bentuk fisikku tidak akan bertambah tua setelah umurku 25 tahun" Ujar Naruto kepada Rias (A/N : Jangan tanya kenapa jinchuriki Juubi seperti itu karena itu hanya karangan Author)

'Dan aku juga tidak ingin kehilanganmu, karena kau disaat bersamaan mengingatkanku kepada ibuku dan orang yang dulu aku cintai Haruna Sakura' Batin Naruto

"Jadi Naruto-kun akan hidup panjang?" Tanya Rias kepada Naruto, sedangkan Naruto hanya mengangguk

"Ya, dan aku akan selalu menemanimu dan selalu melindungimu karena kau adalah orang yang berharga untukku" Ujar Naruto kepada Rias, sedangkan Rias yang mendengar itu menjatuhkan air matanya karena senang, tapi kesenangan itu buyar karena Rias melihat Naruto tiba-tiba menutup matanya dan meraung kesakitan

"ARghhhhhhhhh..." Raung Naruto kesakitan

"Kau kenapa Naruto-kun?" Tanya Rias khawatir kepada Naruto

"Aku juga tidak tahu... ARghhh... mataku rasanya seperti terbakar" Ujar Naruto sembari menahan rasa sakitnya, dan beberapa saat kemudian rasa sakit itu mulai berkuarang dan setelah Naruto membuka tangan yang menutupi kedua matanya membuat Rias tercengang karena indahnya bola mata milik Naruto

"Indahnya" Gumam Rias

"Apa maksudmu Rias?" Tanya Naruto kepada Rias

"Naruto-kun. matamu sungguh indah memilik mata berwarna ungu dengan pola riak air" Jawab Rias

"Apa? Bagaimana aku bisa memiliki RInnegan" Teriak Naruto, tapi itu sesaat karena ia meningat pesan dari Rikudou Sennin, bahwa Rinnegan akan bangkit jika dirinya menemukan apa yang harus ia lindungi dan sekarang dirinya mengetahui apa maksud dari ucapan kakek Rikudou itu

"Apa itu Rinnegan?" Tanya Rias, sedangakan Naruto mengangat ucapan Sasuke untuk memfokuskan chakra ke matanya untuk memngaktifkan Sharingan dan begitu juga sebaliknya, dan Naruto mencoba dan hasilnya matanya kembali menjadi sepasang Blue Saphire (A/N : Ini buatan author sendiri jadi jangan nanya kenapa bisa begitu :D)

"RInnegan adadalah salah satu mata dewa di dimensiku dengan kekuatan penghancur atau sebaliknya yang sanngat dahsyat, dan mataku ini memilik tingakatn ketiga sesudah Yogengan, dan Sharinnegan" Ujar Naruto

"Tapi sudahlah tidak usah dibahas, dan untuk kekuatan kau akan menegetahuinya nanti karena aku belum bisa menguasi mata ini karena aku baru saja mendapatkannya, dan lebih baik kau lihat disana sebentar lagi matahari akan terbenam" Ujar Naruto mengalihkan pembicaraan, sedangkan Rias kini mengambil posisi disamping Naruto dan bersama-sama menikmati indahnya sunset di hamparan rumput yang sangat luas, dan dua menit kemudian matahari sudah terbenam

"Terimakasih Naruto-kun" Ujar Rias berterimakasih kepada Naruto, sedangkan Naruto sendiri hanya bingung

"Terimakasih untuk apa?" tanya Naruto kepada Rias

"Terimakasih karena mengajakku ketempat yang indah seperti ini" jawab Rias

"Sama-sama dan lebih baik kita kembali mengingat hari sudah hampir malam" Ujar Naruto sembari memegang pundak Rias dan kemudian mereka menghilang dalam kilatan berwarna kuning

Dan setelah sampai disana dia tidak mendapati Issei berada di ruag klub yang menandakan dia sudah sadar dan memutuskan untuk pulang, sedangakn Naruto dan Rias tidak ambil pusing dan memilik untuk makan malam setelah itu mereka menonton Tv dan kebersamaan mereka di bumbui oleh canda dan tawa yang membuat mereka senang

'Aku tidak menyangka bila bersama Naruto-kun sifat asliku yang selama ini aku sembunyikan tidak bisa aku tahan saat bersamanya dan aku senang bisa bersamanya' Batin Rias yang kini sedang bermain catur dengan Naruto

"Jadi karena kau kalah Naruto-kun, kau harus menerima hukuman dariku yaitu menyiapkan sarapan untukku besok hahahaha" Ujar Rias sembari tertawa lepas

"Hei, mana bisa begitu" Protes Naruto yang tidak mau dirinya harus mempersiapkan sarapan besok

"Aku tidak terima penolakan, dan jika kau menolak aku tidak akan membelikanmu Ramen lagi" Ancam Rias kepada Naruto dengan seringainya

"Hah, baiklah Rias aku akan menyiapkan sarapannya tapi sebagai gantinya kau harus membawakanku ramen setelah pulang sekolah bagaimana?" Tawar Naruto kepada Rias

"Setuju" Jawab Rias

"Dan apakah kau mau main lagi Narutokun?" Tawar Rias kepada Naruto dengan tampang horrornya

"Tidak, aku tidak mau main lagi bisa-bisa aku disuruh membersihkan seluruh ruangan ini nanti jika kau kalah" Canda Naruto, dan mereka berduapun tetawa dengan lepas

"Hah, kau tidak asik Naruto-kun, lagipula kan enak jika menerima pembersihan ruangan klub dengan gratis" Ujar Rias tersenyum jahil

"Yeee... itu enak di kamu Rias tapi susah di aku" Jawab Naruto

"hahahaha Gomen, aku hanya bercanda bagaimana jika kita mencari makan diluar saja, karena aku sudah lapar lagi" Ajak Rias kepada Naruto

"Hah, kau itu seperti ibu-ibu ayng sedang hamil saja Rias" Ujar Naruto kemudian dia mendapat jitakan dari Rias

DUAK

"Ittai... ada apa denganmu kenapa kau memukulku?" Protes Naruto karena dirinya di jitak oleh Rias

"Slaah sendiri kenapa kau mengataiku seperti ibu-ibu hamil" Jawab Rias sembari menjulurkan lidahnya

Dan setelah acara eje-ejekkan mereka selesai kemudian mereka pergi keluar untuk mecari makanan, dan mereka memutuskan untuk makan di kedai Ramen karena Naruto yang menyarankannya dan Rias hanya mengangguk setuju karena dirinya juga ingin makan Ramen. dan acara makan mereka diselingi canda tawa di antara mereka sehingga acara makan mereka tidak monoton

-TBC-

Yo Bagaimana menurut Kalian Fic ini? Jangan lupa Reviewnya :D


Next Update : The Mission