Chap 4 Update!
Kelas 12-1 IPA
Hinata menatap sekitar kelas. Kelas ini masih sepi. Hanya beberapa murid yang sudah datang. Termasuk Sasuke dan Sasame yang sedang berpacaran. Hinata melirik sekilas ke arah mereka lalu mendengus malas. Benar saja kelas masih sepi. Sekarang masih pukul 06.30 sedangkan pelajaran dimulai pukul 07.30 . ia pun menoleh ke kursi disampingnya. Kursi dimana Neji biasanya duduk. Jujur saja, Hinata sedikit khawatir dengan Neji karna ia semalaman tak pulang ke mansion Hyuuga.
"Ohayouu, Minnaaa." Teriak Kiba yang tiba-tiba datang. Diikuti Shino, Shikamaru dan Chouji yang langsung duduk di kursinya. Shino hanya berekspresi datar, Shikamaru langsung tidur dan Chouji memakan kripik kentangnya. Kiba berjalan menuju kursi nya tiba-tiba Hinata menarik tangan Kiba untuk duduk di sampingnya saat Kiba melewati kursi Hinata.
"Ada apa, Hinata-chan?" Tanya Kiba yang kini duduk disamping Hinata.
"Tak apa-apa, hanya saja, aku ingin Tanya. Apa kau tau dimana Neji-niisan semalam? Soalnya tadi malam dia tak pulang ke mansion." Tanya Hinata to the point. Kiba pun terlihat berfikir.
'Neji kan tadi malam terluka. Nggak mungkin kan aku bilang jujur ke Hinata-chan. Aduh, aku harus memberi alasan apa ya?' Pikir Kiba bengong. Hinata pun menepuk pundak Kiba.
"E-eh, i-iya.. tadi malam Aku, Neji, Shino, Chouji, Shikamaru dan Lee pesta bantal di mansion Aburame. Iya pesta bantal." Ujar Kiba gelagapan. Shino yang mendengarkan pembicaraan Hinata dan Kiba hanya mendecih.
'Cih, Alasanmu sangat tak masuk akal sekali.' Decih Shino dalam hati. Hinata terlihat menautkan alis.
"Pesta Bantal?" Tanya Hinata sama sekali tak percaya. Kiba hanya manggut-manggut. Tiba-tiba..
"Ohayouu.." Suara Lee menggema di ruang kelas 12-1 IPA ini. Dibelakangnya terlihat Neji yang sedang memasang wajah lesu. Hinata langsung saja berlari menghampiri Neji dan memeluknya. Membuat mata Neji melotot karna tubuh Hinata menabrak pinggang nya yang sakit. Neji hanya meringis menahan rasa sakitnya. Hinata pun melepaskan pelukannya.
"Neji-nii, kenapa kau tadi malam tak pulang ke mansion? Aku khawatir tau. Kata Kiba-kun, kau pesta bantal di mansionnya Shino, apa benar?" Neji menoleh ke arah Kiba lalu Kiba hanya manggut-manggut. Neji menghela nafas.
'Alasanmu tidak logis, Kiba.' Neji merutuki kiba dalam hati.
"iya benar, Hinata-sama." Mulut Hinata pun membentuk huruf 'O'.
TEEETTTT TEEEEET TEEEET
Suara bel menggema di seluruh ruangan KIHS. Menandakan bahwa waktu sudah menunjukan pukul 07.30 dan jam pelajaran sudah dimulai. Siswa-siswi yang masih berada di halaman pun berhamburan masuk kedalam kelas masing-masing. Terlihat seorang sensei dengan pakaian hijau-hijau masuk kedalam kelas 12-2 IPA.
"Ohay-"
"Yaaaaahhh.. Gai-sensei lagi." Keluh semua siswa 12-2 IPA minus Naruto. Sensei dengan pakaian hijau-hijau itu pun hanya tersenyum dan memamerkan sederet gigi-gigi putihnya dan mengacungkan jempol. Cling. Terlihat sinar putih diujung giginya.
"Kalian itu harus semangat.. Jangan sia-siakan jiwa muda kalian." Seru Gai memberikan semangat masa muda murid pun hanya mendengus.
"Oh ya , sensei ada kabar baik nih. Haruno Sakura dan Uzumaki Naruto akan di pindahkan ke kelas 12-1 IPA. Uyeyy." Ujar Gai berputar-putar layaknya ballerina. Naruto dan Sakura terbelalak. Tak disangka mereka akan dipindahkan di kelas unggulan. Gai pun berhenti berputar. Membuat para siswa bernafas lega.
"Baiklah. Masukkan peralatan tulis kalian dan segera pindah ke kelas sebelah. Sayounarra Haruno, Uzumaki." Ucap Gai sambil melambaikan tangannya. Naruto dan Sakura pun membereskan peralatan tulis yang berada di meja mereka. Setelah selesai, mereka berdua pun menghampiri Gai.
"Arigato, Gai-sensei." Ucap Naruto dan Sakura bersamaan sambil membungkuk sebentar lalu keluar kelas. Naruto dan sakura pun menuju kelas sebelah. Dengan cekatan Naruto membuka pintu kelas 12-1 IPA dan masuk kedalam diikuti Sakura yang mengekor dibelakangnya. Kelas yang semula ramai karna tak ada Sensei yang mengajar itu pun berangsur diam melihat Naruto dan Sakura tengah berdiri di hadapan mereka. Hening. Sakura menyikut perut Naruto.
"O-ohayou, minna.. Aku Uzumaki Naruto dan ini Haruno Sakura. Kami dari kelas 12-2 IPA. Kata Gai-sensei, kita di pindah di kelas ini." Jelas Naruto membuat para murid di kelas 12-1 IPA menyipitkan matanya.
"Itu tak mungkin. Jangan mengada-ngada kau, Miskin. Kelas ini kelas elit. Tak mungkin kau di pindahkan di kelas ini. Kalau Haruno-san kami percaya. Kalau kau, sudah pergi saja sana." Ujar salah satu siswa membuat seluruh siswa minus Rookie 12, Hinata dan Sasuke mengkoor Naruto dan melempari Naruto dengan kertas yang sudah diremas.
"E-eh?" Naruto yang diserang habis-habisan itu pun hanya pasrah menerima lemparan bola-bola kertas dari murid kelas 12-1 IPA. Sakura yang semula diam mulai menampakkan sisi gelapnya dan mengepalkan tangan.
"Diamm semuanya! Aku tak percaya murid-murid di kelas unggulan ini memiliki sifat seperti ini. Sungguh membuatku kecewa. Ayo Naruto, lebih baik kita di kelas 12-2 saja." Ujar Sakura menarik tangan Naruto. Saat diambang pintu..
"Sakura-san, kau berhak masuk di 12-1 IPA. Karna kau pintar dan dari keluarga yang kaya. Tapi tidak dengan makhluk kuning itu. Dia sudah tak pintar, tak kaya, asal-usul keluarga nya pun tak jelas." Seru murid yang lain. Membuat kepala Sakura menjadi lebih panas.
"Tidak, aku tak akan berada di kelas ini tanpa Naruto, karna kita dipindahkan berdua, tak mungkin hanya aku yang akan tinggal." Ujar Sakura sambil membuka pintu. Sakura dan Naruto terbelalak melihat siapa yang ada di hadapan mereka kini. Begitu pun juga seluruh murid kelas 12-1 IPA.
"Tsunade-sama." Ucap mereka serempak. Tsunade pun masuk tanpa permisi lalu menarik Sakura dan Naruto untuk tidak keluar. Suara highheels yang digunakan Tsunade membuat siswa 12-1 IPA merinding. Mereka tak tau hukuman apa yang mereka dapat setelah ini. Tsunade berbalik menghadap wajah-wajah murid yang tengah merinding.
"Aku melihat semuanya tadi. APA YANG KALIAN LAKUKAN, BAKAA! SUNGGUH MENGECEWAKAN. Semuanya berdiri di depan kelas kecuali yang tidak bersorak tadi!" Perintah Tsunade. Hening.
"SSSSEEEKARAAANGGGG." Dan kini pojokan kelas di penuhi oleh sekitar 36 murid. Tak ada yang berani mendekati Tsunade. Emosi Tsunade pun sedikit melunak.
"Kalian. Naruto dan Sakura. Duduk di belakang Kiba dan Shino sana." Perintah Tsunade. Dengan cepat Naruto dan Sakura pun duduk bersebelahan dibelakang Kiba dan Shino.
KRIEEET
Pintu terbuka. Menampakkan sosok sensei bercadar dan berambut perak. Manatap murid-murid nya yang tengah berdiri di pojokan seolah meminta tolong padanya. Kakashi hanya tersenyum pada mereka lalu berjalan menuju Tsunade.
"Kakashi, kau telat lagi." Ujar Tsunade.
"Aaa, maafkan saya, Tsunade-sama. Tadi saat di jalan ada kucing hitam yang menganggu perjalanan saya. Saya memutuskan untuk putar balik agar tak mendapat kesialan." Lirih Kakashi sambil menggaruk belakang kepalanya. Tsunade hanya menghela nafas.
"Yasudah. Liat apa yang dilakukan murid-muridmu pada Naruto dan Sakura." Kata Tsunade sambil menunjuk kumpulan bola-bola kertas di depan papan tulis.
"Aaa.. maafkan saya lagi, Tsunade-sama. Saya akan mendidik mereka lebih keras lagi." Ucap Kakashi lagi sambil menggaruk belakang kepalanya. Tsunade hanya memutar bola mata lalu meninggalkan kelas ini.
PLETAK PLETOK PLETAK PLETOK PLETAK PLETOK PLETAK
Suara high heels Tsunade sudah tak lagi terdengar, membuat para murid bernafas lega. Dan memutuskan untuk kembali duduk.
"Eh? Apa yang kalian lakukan? Kembali berdiri. Kalian yang memulai kalian juga yang harus mengakhiri nya. Berjejer di depan papan tulis." Perintah Kakashi sambil tersenyum di balik masker nya. Membuat para murid itu mendengus dan kembali berdiri. Bedanya, kini para murid tak lagi berdiri pojokan. Melainkan berdiri berjejer di depan papan tulis.
"Sekarang. Minta maaf pada Naruto dan Sakura." Beberapa terlihat mendengus kesal.
"Maafkan kami Uzumaki-san , Haruno-san." Ucap mereka bersamaan sambil membungkuk. Kakashi tersenyum. Lalu, menyuruh mereka duduk dan kegiatan belajar mengajar pun dimulai.
Suara bel menggema di seluruh ruangan KIHS. Menandakan sekarang adalah jam istirahat. Kakashi pun mengakhiri pelajarannya lalu keluar kelas. Sorak sorai pun terdengar di sepanjang kelas 12-1 Ipa. Memang membosankan mendengar celotehan Kakashi tentang sejarah berdirinya Konoha. Tak heran, saat istirahat mereka bersorak senang. Beberapa ada yang keluar kelas untuk makan di kantin tak sedikit juga yang berada di kelas untuk makan bekal. Termasuk mereka yang kini tengah membentuk lingkaran dan meja Hinata dan Neji yang digabung dengan meja Shino dan Kiba sebagai tumpuan. Mereka adalah Rookie 12 dan Hinata yang tengah makan bekal bersama. Sakura yang tengah memegang bekal nya pun tertarik untuk makan bareng mereka.
"Naruto, makan bareng mereka yuk." Ajak Sakura sambil menunjuk Rookie 12 dan Hinata yang tengah duduk melingkar menikmati bekal yang mereka bawa. Naruto memandangi bekal yang di buatkan Tsunade sejenak lalu mengangguk dan menghampiri mereka.
"Eh, kita boleh gabung gak." Ujar Sakura tersenyum. Diikuti Naruto yang juga tersenyum.
"Wahh, Tentu sajaa. Lebih ramai lebih asyikk.." Ucap Lee bersemangat sambil menggeser tempat duduknya. Sakura pun mengambil kursi yang ada di kelas dengan asal lalu menempatkan kursinya itu disamping Lee dan duduk. Naruto terlihat bingung akan duduk dimana.
"Disini saja, Naruto." Seru Hinata lembut sambil menggeser kursi nya mendekat kearah Neji dan memberikan ruang diantara tempat duduknya dan tempat duduk Kiba. Naruto tersenyum lalu mengambil kursi dengan asal dan meletakkan kursinya di sebelah Hinata lalu duduk. Jantung Naruto berdegub lebih kencang karna kini ia sangat dekat dengan Hinata. Bahkan, aroma Lavender khas Hinata pun tercium di indra penciuman Naruto. Naruto pun tersadar dari lamunannya dan membuka bekalnya.
'Bento dan telur gulung. Wah, nanti aku harus berterimakasih pada nenek nih.' Pikir Naruto sambil tersenyum. Lalu memakan sedikit demi sedikit bekal nya itu. Tak terasa kini bekal Naruto sudah habis, begitupun dengan yang lainnya. Mereka memutuskan untuk mengobrol ringan. Sakura yang pernah sekelas dengan Rookie 12 dan Hinata pun terlihat akrab.
"Wahh, kalian terus bersama ya dari kelas 10." Celoteh Sakura.
"Iya.. Sakura-san pernah sekelas dengan kami 2 tahun." Hinata menyahut celotehan Sakura.
"Wahaha.. jadi teringat Lee yang dulu mengejar-ngejarmu, Sakura." Ucap Kiba menyindir Lee yang muka nya sudah seperi kepiting rebus. Mereka tertawa kecuali yang minim ekspresi seperti Shino dan Neji. Naruto yang tidak tau apa-apa hanya diam. Membicarakan masa lalu membuat Naruto merasa di kacangkan disini. Hinata jadi teringat sesuatu. Lalu menggeledah tas nya.
"Naruto, ini. Mumpung aku ingat." Hinata menyodorkan BB Gemini nya ke arah Naruto. Semuanya pun terbengong.
"Hah?" Naruto mengernyitkan dahi.
"Ini untukmu. Agar aku mudah menghubungimu jika aku butuh sesuatu denganmu." Hinata tersenyum. Naruto pun mengambil BB itu dengan gemetar. Sudah sekian kali Naruto minta SmartPhone seperti ini pada Tsunade, tapi selalu tak dibelikan karna terlalu mahal katanya. Dan sekarang, ada yang memberikan smartphone dengan cuma-cuma padanya.
"A-apa kau yakin, Hinata-san?" Naruto berbinar. Hinata pun tersenyum dan mengangguk. Dengan tiba-tiba Naruto memeluk Hinata. Semua terkejut.
"Waaah, Terimakasih banyak, Hinata-sann. Aku dari dulu menginginkan smartphone ini. Terima kasih." Ujar Naruto senang masih dengan memeluk Hinata. Neji memberikan deathglare nya pada Naruto lalu mendorong-dorong tubuh Naruto agar menjauh dari Hinata.
"Hei, Naruto. Sadarlah. Berhenti memeluk Hinata-sama." Gertak Neji. Naruto pun tersadar dan wajah nya memerah karena tak sadar telah memeluk wanita yang disukainya. Sedangkan Hinata ekspresinya sulit untuk di tebak.
"Ma-maaf, Hinata-san. Aku tak bermaksud- ah sungguh percayalah. Maaf ya, Hinata-san." Mohon Naruto sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Sudahlah tak apa, Naruto. Kau tak sengaja. Simpan baik-baik ya smartphonenya." Ungkap Hinata. Naruto hanya nyengir sambil mengangguk. Semua bernafas lega karna Hinata tak melayangkan jurus karate nya pada Naruto.
'Sepertinya Uzumaki ini menyukai Hinata-sama. Tapi, kenapa Hinata-sama memberikan smartphone nya pada orang yang baru dikenalnya?' Pikir Neji. Neji pun merasa smartphone nya bergetar. Begitu juga dengan anggota Rookie 12 yang lain. Mereka pun berpandangan satu sama lain. Ada sms. Yang isinya :
Rookie 12, Nanti malam kalian harus menyelesaikan misi lagi. Tapi kali ini aku akan turun dan ikut menjalankan misi bersama kalian agar tak ada lagi yang terluka seperti kemarin. Siapkan mental. Kita bicarakan nanti sore sepulang sekolah di mansion. Jangan keluyuran!
KETUA
Dengan bersamaan, Rookie 12 pun membalas SMS itu dengan kata 'OK'. Suasana yang tegang pun kembali santai. Sakura terlihat memandang Rookie 12 dengan tatapan aneh.
"Ada apa?" Tanya Neji pada Sakura. Sakura menggeleng.
"SMS dari siapa? Kok barengan gitu?" Tanya Sakura lagi. Curiga. Shino pun juga curiga dengan keanehan Sakura.
"Urusan lelaki. Kau tak perlu ikut campur." Tambah Shikamaru disertai anggukan Chouji. Sakura hanya ber-oh ria. Shino kembali menangkap ekspresi aneh dalam wajah sakura.
Bel pertanda pulang pun berbunyi. Seluruh murid pun berhamburan keluar dari kelas. Begitupun Rookie 12, dengan cepat mereka menuju tempat parkir sepeda motor dan menaiki motor mereka. Mengendarainya dengan cepat tak mau membuat KETUA menunggu. Ditengah jalan, Neji teringat sesuatu. Dia yang kini dibonceng Lee itu pun mengetikkan sesuatu di smartphone nya.
Hinata-sama, maaf ya. Hari ini aku tak pulang di mansion lagi karna ada urusan. Kau pulang saja jangan menunggu. NEJI.
Hinata membaca pesan singkat dari Neji lalu mendengus. Karna baru saja Hinata meminta untuk tak dijemput oleh supir nya. Hinata berjalan pelan sambil menunduk. Tiba-tiba Hinata mendengar sesuatu. Lalu ia bersembunyi dibalik pohon sakura lalu mengintip. Matanya terbelalak. Terlihat Sasame yang tergantung di pohon dengan seutas tali yang mengikat lehernya. Dihadapan Sasame, seseorang dengan topeng hitam mengayunkan pedang nya dengan cepat di kepala Sasame. Membuat Kepala itu terpental jauh dan mengenai sekumpulan murid. Hinata menutup mulutnya dengan satu telapaktangan nya. Orang bertopeng itu pun hilang dengan cepat saat Hinata menutup matanya.
"KYAAAAHHHHHH." Jerit seorang siswi yang menangkap kepala Sasame dengan tidak sengaja lalu menjatuhkannya. Hinata pun berlari dengan sekuat tenaga menjauhi sekolah agar segera sampai di mansion. Hinata tak mengontrol larinya. Bahkan ia lari dengan mata tertutup. Ia terlalu takut dengan pembunuhan. Sampai tak sadar ia menabrak seseorang.
"Ma-maaff aku tak-" Hinata terbelalak melihat siapa yang ditabraknya. Orang bertopeng tadi. Orang itu masih menyilangkan kedua pedang nya di depan dada dengan posisi seperti ingin membunuh. Hinata pun semakin membulatkan matanya. Lalu menutup matanya. Keringat dingin mulai mengucur dari dahinya. Ia pasrah kalaupun ia bernasib sama seperti Sasame.
BATSSS
BRUGHH
Hinata pun terkejut dan membuka matanya. Terlihat orang bertopeng itu meletakkan pedang nya di punggung dan berposisi biasa. Hinata menoleh kebelakang. Matanya semakin terbelalak karna melihat 3 pria bertubuh besar seperti preman yang tergeletak tak bernyawa. Jadi, orang bertopeng itu tak berniat membunuh Hinata melainkan menolong Hinata? Hinata menoleh kembali ke depan. Namun, orang bertopeng itu sudah tak lagi ada di hadapannya. Hinata pun pingsan seketika.
…
"Jadi, misi kali ini seperti apa?" Shikamaru memulai pembicaraan. Kini Rookie 12 sedang berkumpul di ruang pertemuan. Tunggu, Rookie 12 ditambah wanita berambut pirang. Yang ternyata, Tsunade.
"Namanya Ichimura Teo. Dia adalah bawahan pendiri Black Organisation. Dia mungkin tau siapa pendiri Black Organization. Dan mungkin ia tau sedikit informasi tentang B.O . dan yang telah membantai klan Uzumaki. Orang tua kalian yang masih terjerat B.O mungkin masih bisa diselamatkan. Dia tinggal di mansion yang lumayan jauh dari sini, tepatnya di Konoha Selatan Blok N gang 09 No 120. Kita akan melakukan penyerangan dengan formasi biasa. Dan jika kalian bertemu Ichimura Teo, Jangan dibunuh. Aku akan mengintrogasi dia dahulu sebelum dia mati. Penyerangan dimulai pukul 23.00 , Karna kemarin ada beberapa headset yang rusak. Ini aku sediakan yang baru. Dan ini foto nya." Jelas Tsunade sambil meletakkan 6 alat yang seperti Earphone itu dan foto Ichimura Teo. Neji menunduk. Rookie 12 pun memandang lekat foto itu. Mereka pun mengernyitkan dahi.
"Hyuuga." Ucap mereka bersamaan minus Neji saat melihat mata Teo yang mirip seperti mata Neji.
"Jadi bawahan pemimpin Black Organization ada yang seorang Hyuuga. Wah, saudaramu tuh, Neji. Apa tidak apa-apa dibunuh?" Celoteh Kiba. Neji melotot.
"Aku bukan Hyuuga lagi. Bunuh saja. Aku tak peduli." Sinis Neji. Kiba tertawa. Tsunade menghela nafas.
"Ichimura Teo adalah nama samaran. Nama aslinya masih belum diketahui. Sudahlah kalian berisik sekali. Aku mau menemui Naruto." Kata Tsunade sambil berlalu dari mansion Rookie 12. Mereka saling berpandangan.
"Yah. Kurasa, sedikit keripik kentang akan mencairkan suasana." Ucap Chouji sambil berlalu kearah dapur. Neji menatap kepergian Chouji dengan datar. Hingga tiba-tiba smartphone nya bergetar. Menandakan ada sms. Dengan cepat Neji segera mengecek ponsel pintar nya itu.
Cih, anak kurang ajar. Dimana Hinata? Sampai sekarang dia belum pulang. Awas saja kalau Hinata kenapa napa. Harusnya kau dulu kubunuh saja. Baka. Dasar tak berguna.
From : Hiashi-sama
Dengan cepat Neji memasukkan smartphone nya ke dalam saku bajunya. Lalu, mengambil Tab yang tergeletak tak jauh dari sana dan menyalakannya. Dari layar, terpampang titik merah yang berkedip-kedip. Neji pun mengecek lokasi dimana titik merah itu. Terlihat bangunan sekolah tempatnya menimba ilmu, KIHS. Layar di perbesar, terlihatlah Hinata yang pingsan di semak-semak. Mata Neji pun terbelalak.
Bersambung..
(NB : Maaf jika banyak typo dan kata yang amburegul. Semakin banyak yang review, semakin cepat update chapter selanjutnya! Arigatou..)
