Chap 5 Update!

Cih, anak kurang ajar. Dimana Hinata? Sampai sekarang dia belum pulang. Awas saja kalau Hinata kenapa napa. Harusnya kau dulu kubunuh saja. Baka. Dasar tak berguna.

Hiashi

Dengan cepat Neji memasukkan smartphone nya ke dalam saku bajunya. Lalu, mengambil Tab yang tergeletak tak jauh dari sana dan menyalakannya. Dari layar, terpampang titik merah yang berkedip-kedip. Neji pun mengecek lokasi dimana titik merah itu. Terlihat bangunan sekolah tempatnya menimba ilmu, KIHS. Layar di perbesar, terlihat Hinata yang pingsan di semak-semak. Mata Neji terbelalak. Memang Neji selalu memasang alat pelacak tak terdeteksi di lengan seragam Hinata tanpa Hinata ketahui. Neji ingin beranjak namun dia melihat seorang pria berambut pirang dan kulit berwarna tan tengah berdiri di dekat semak-semak dimana Hinata pingsan dari Tab nya.

"Aaah.. dasar Nenek. Bisa-bisa nya dia meninggalkan ku sendiri." Nampak dari Tab, Neji melihat Naruto tengah mengeluh. Lalu menoleh kesana kemari. Neji berharap Naruto bisa melihat Hinata yang tergeletak pingsan.

"Ayo Narutoo." Gumam Neji sendiri membuat kelima temannya menoleh ke arahnya.

"Engh," Terdengar lenguhan Hinata dari Tab Neji. Neji bersyukur dalam hati karna Hinata sudah sadar. Hinata pun memegang kepala nya dan melihat dirinya kini berada di semak-semak. Hinata pun berdiri dan melihat Naruto yang menatap lurus kedepan.

"Naruto." Panggil Hinata. Naruto terkesiap.

"Loh. Hinata-san. Kok disini? Belum pulang?. Ayo pulang. Udah mau gelap." Ujar Naruto cepat sambil menggandeng Hinata dan menyetop angkutan umum yang kebetulan lewat. Dan Neji pun bernafas lega.

'Setidaknya dia aman dengan Naruto.' Pikir Neji yang lalu men ShutDown Tab nya.

Malam semakin larut, Jam dinding di mansion Rookie 12 telah menunjukan pukul 22.15. Tsunade pun telah berada disini. Dan telah berpakaian hitam-hitam. Begitupun Rookie 12. Neji sudah siap dengan Pistol nya. Chouji dengan Pisau dan ShotGun nya. Shikamaru dengan Sniper nya. Shino dengan 2 pedang nya. Kiba dengan Pisau dan ShotGun nya. Lee dengan Pistol nya. Mereka merasa tak perlu banyak membawa senjata. Toh, Tsunade ikut juga dalam misi ini. Setelah semua sudah siap. Termasuk alat seperti earphone yang diberi Tsunade. Rookie 12 + Tsunade pun masuk kedalam mobil Rookie 12 dan mobil melaju dengan sangat cepat melewati jalan raya yang agak sepi malam ini.

"Eh, Ayah dimana?" Tanya Hinata pada salah satu maid yang lewat dihadapannya. Maid itu pun membungkuk sebentar lalu menatap wajah Hinata.

"Hiashi-sama sedang rapat dengan Tetua, Hinata-sama." Jawab maid berjenis kelamin laki-laki itu sopan.

"Bisakah kau bilang pada ayah nanti kalau sudah selesai rapat bahwa aku pergi sebentar ke rumah Ko'." Jelas Hinata sambil tersenyum. Maid itu mengangguk pelan.

"Hinata-sama mau diantar?"

"Tidak usah, Terimakasih." Hinata pun berlalu meninggalkan maid itu lalu berjalan cepat keluar mansion Hyuuga dan menyetop taxi yang kebetulan lewat depan mansion. Hinata pun duduk di belakang dan memberikan alamat rumah Ko' Hyuuga pada supir taxi itu. Dan Taxi itu pun berlalu meninggalkan mansion.

"Ssssst.. Diamm." Perintah Tsunade pada Kiba dan Chouji yang ramai. Kiba dan Chouji yang awalnya bising langsung membengkam mulutnya sendiri. Lokasi mereka sekarang berada di depan rumah besar Ichimura Teo. Mereka bersandar pada dinding rumah Teo yang tak dilapisi pagar itu.

"Baiklah. Kita tak tau dimana Teo sekarang. Entah di WC, kamar, atau tempat lain. Jadi, Kiba dan Shino kalian pergi lewat pintu belakang. Shikamaru, Chouji dan Lee , kalian masuk lewat atap. Aku dan Neji akan lewat pintu ini. Jika ada yang bertemu Teo, jangan dibunuh. Ingat ! jangan dibunuh. Segera hubungi aku jika kalian bertemu Teo. Mengerti? Laksanakan." Bisik Tsunade memerintah. Rookie 12 pun mengangguk, Kiba dan Shino segera berlari menuju pintu belakang, Shikamaru mengayunkan tali ke corong perapian yang berada di atap. Setelah dirasa cukup kencang, Shikamaru pun menaiki tali itu diikuti Chouji dan Lee. Neji menoleh pada Tsunade. Tsunade mengangguk. Neji pun segera mendobrak pintu masuk itu dan berlari memasuki rumah diikuti Tsunade.

"Shino, apa menurutmu disini ada penjaga? Sepertinya sepi sekali ya." Ucap Kiba pelan pada Shino. Setelah Kiba berhasil mendobrak pintu belakang, mereka berdua pun berjalan perlahan ke dalam rumah.

"Hn." Jawab Shino singkat tanpa menoleh ke arah kiba. Membuat Kiba dongkol.

"Tunggu." Ucap Shino lalu berhenti. Kiba pun ikut berhenti. Shino menatap lantai yang dipijaknya.

KLIK

"Woaaaahhhhh." Lantai yang mereka pijak tiba-tiba terbuka. Mereka berdua pun terjatuh ke dalam lubang yang sangat jauh dari permukaan.

BRUGH

"Uhuk..uhukk." Shikamaru, Chouji, dan Lee pun terjatuh bertubrukan dari corong perapian. Membuat mereka harus bertatapan muka dengan barahitam bekas perapian.. Mereka bertiga pun berdiri dan saling berpandangan. Untung saja mereka memakai tudung kepala hitam dan pakaian serba hitam.

"Kau sih, Chouji. Ceroboh sekali. Kita jadi jatuh kan." Kata Lee sambil menyilangkan kedua tangannya di dada. Chouji hanya nyengir.

"Maaf..maaf, Lee. Tadi aku tak sengaja. Hehe." Ucap Chouji sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal. Shikamaru pun mendongak ke atas. Matanya lalu terbelalak.

"Minggirr." Ujar Shikamaru mencoba minggir tapi terlambat. Kini mereka terperangkap di kurungan yang berbahan besi. Seperti kurungan yang ada di penjara. Chouji dan Lee pun terbelalak.

"Kusoo." Umpat Shikamaru.

"Ck. Rookie 12 + Ketuanya." Seru seseorang membuat Neji dan Tsunade berhenti menyusuri lorong dan melihat kearah belakang mereka. Pria berkacamata hitam. Berambut hitam jabrik tengah menyilangkan tangan didepan dada.

"Pasti kau Ichimura Teo kan?" Tebak Tsunade. Pria itu hanya tersenyum meremehkan.

"Iya. Ada apa ya Rookie 12 mau berkunjung ke rumahku?" Lirih pria yang bernama samaran Teo itu sambil tetap tersenyum meremehkan. Tsunade memerintah Neji mundur beberapa langkah. Neji menurut.

"Katakan. Siapa pemimpin Black Organization?" Tanya Tsunade langsung to the point. Teo hanya menyeringai. Tiba-tiba Teo sudah memukul perut Tsunade. Membuat Tsunade terpelanting. Reflek, Neji langsung menangkap Tsunade.

'Ck. Cepat sekali dia.' Pikir Tsunade dan Neji. Tsunade pun berdiri dan menyeka darah di sudut bibirnya.

DOR

"Argghh." Tsunade mengerang kesakitan saat bahu kirinya saat tiba-tiba ditembak oleh Ichimura Teo. Tsunade lalu terduduk dan memegangi bahu kirinya. Neji geram.

"Keparat kau! Dasar licik." Umpat Neji sambil mengarahkan Pistol nya ke arah Ichimura Teo. Teo hanya menyeringai. Tanpa Neji sadari, Teo kini sudah berada di depan Neji, kedua bola mata Neji membulat. Teo pun mengayunkan kepalan tangannya ke perut Neji.

DUGH

Neji terbelalak. Kini Teo tersungkur ke lantai karna ada yang tiba-tiba menendangnya dari belakang. Seseorang dengan pakaian serba putih dan tudung kepala putih juga. Teo pun bangkit kembali. Neji melihat seseorang dengan pakaian putih itu menyiapkan kuda-kuda dan kepalan tangannya lalu kembali menyerang Teo dengan ilmu beladiri nya. Dengan mudah Teo menghindari pukulan dan tendangan seseorang itu.

"E-eh? Kok pintu rumah Ko' terbuka? Apa Ko' di dalam ya? Kan ini sudah malam." Tanya Hinata pada dirinya sendiri dan memutuskan masuk ke dalam rumah Ko' Hyuuga ini.

"Kau sih, Shino. Bisa-bisanya berhenti gitu. Jadinya kita masuk jebakan kan." Gerutu Kiba pada Shino. Tudung kepala mereka buka karna hawa di bawah sini sangat panas sekali. Shino hanya membenarkan kacamata hitam nya.

"Terserah kau saja." Ucap Shino cuek. Tiba-tiba di hadapan mereka seutas tali menjulur. Kiba terkejut. Mereka berdua pun menoleh ke atas. Terlihat seseorang tersenyum ke arah Shino dan Kiba dari balik tudung putihnya. Pakaian dia juga serba putih. Dengan tergesa Kiba segera menaiki tali itu. Diikuti Shino. Di lain tempat..

"Hhh. Apa yang harus kita lakukan. Huhuhu.." Dengus Lee. Disertai anggukan Chouji. Shikamaru pun membuka tudung kepalanya dan menatap horror Lee dan Chouji yang sudah melepas tudung kepalanya dari tadi.

"Jangan banyak menggerutu dan liat siapa yang datang." Ucap Shikamaru sambil menunjuk seseorang berpakaian dan bertudung putih tengah membukakan pintu kurungan. Lee dan Chouji pun mengikuti arah tunjuk Shikamaru dan melihat seseorang serba putih itu telah membuka pintu kurungan itu.

Kondisi Teo mengenaskan. Dia kini diikat di dinding lorong. Membuat pergerakannya terbatasi. Neji pun menghampiri Teo yang disampingnya berdiri seseorang serba putih yang menolongnya tadi. Neji lalu membuka kacamata hitam yang digunakan Teo. Neji terbelalak. Mata Hyuuga nya yang tengah menyipit. Rambut hitam nya. Karna tadi Neji tak melihat foto yang disodorkan Tsunade , tentu saja Neji terkejut. Tapi dia bisa menguasai keterkejutannya dengan baik.

"Katakan siapa pemimpin Black Organization! KATAKAN!." Neji berteriak keras membuat Teo hanya tersenyum lembut, Bukan meremehkan seperti tadi. Hati Neji pun terasa pilu.

"Ka-kau sudah besar y-ya." Ucap Teo terbata-bata. Hati Neji pun mencelos. Ia tak suka berlama-lama. Neji pun mengayunkan pisau nya ke perut Teo. Teo hanya tersenyum lembut lagi. Tiba-tiba ada yang datang.

"KO'!, TIDAAAAKKK!." Teriak seseorang.

JRASH

Pisau Neji pun menggores pinggang orang yang berteriak tadi dan kini berada di hadapan Teo. Mereka semua pun terbelalak. Sesosok gadis berambut indigo panjang dan berjaket Ungu-lavender tengah ambruk di hadapan Teo. Teo pun membulatkan matanya pilu. Sosok itu adalah –Hinata. Mata Neji pun terbelalak.

"Hi-Hinata-sama." Ucap Teo yang ternyata bernama asli Ko' Hyuuga itu dengan sendu. Neji menjatuhkan pisaunya. Hinata pun kembali berdiri dengan memegang pinggangnya yang tergores pisau Neji. Hinata menatap Neji yang masih menggunakan tudung kepala dengan sinis.

"KALIAN PASTI ROOKIE 12 YANG DIKATAKAN AYAH. KALIAN MEMANG PEMBUNUH! AKU BENCI KALI- Arrgh." Teriak Hinata yang lalu ambruk lagi memegangi pi ggangnya. Ko' pun meneteskan air matanya sambil melihat Hinata yang sudah ambruk. Ko' adalah pelayan setia Hinata saat kecil. Yang mendengar keluh kesah Hinata selain Neji. Yang juga sering membantu Neji dan Hinata kecil saat mereka susah mengerjakan tugas sekolah.

"Hinata-sa-sama. Aku menyayangi-n-nya. Aku ju-juga menyayang-mu, -menatap Neji- ak-akan ku ber-berikan in-informasi. Ku-kurasa harusnya ka-kau sudah tau si-siapa pemimpin Black Organization. Setahun lagi akan ada pe-penyerangan be-besar yang dilakukan B.O . I-itu saja. Ku-kuharap kalian bi-bisa menghenti-k-kan organisasi i-itu. Aku sangat ber-ggantung pada kalian. Uhuk.." Ucap Ko' terbata-bata sambil tersenyum lembut dan diakhiri dengan batuk yang mengeluarkan darah dari mulut Ko'.

"Kau memang pelayan paling setia yang dimiliki Hinata-sama. Terima kasih untuk informasinya Ko'. Aku tau kau bukan orang jahat." Jelas Neji sambil menutup matanya. Ko' mengangguk.

"Jaga Hi-hinata-sama ya, Ne-ji." Gumam Ko'. Neji pun mengangguk. Lalu, Ko' tersenyum lembut untuk yang terakhir kalinya pada Neji. Dan Ko' pun menghembuskan nafas terakhirnya. Neji memandang Ko' yang sudah tak bernyawa dengan tatapan pilu.

"Ka-kau Neji?" Tanya si serba putih sambil menunjuk Neji. Neji pun mengangguk dan melepaskan tudung kepalanya. Menampakkan rambut coklat panjangnya yang tergerai.

BRUUUKKKK.

Neji dan Siserba putih menengok ke arah suara bising yang ternyata suara genteng yang dihancurkan. Terlihat pria yang cukup tua dengan rambut putih panjang jabrik tengah memberi Tsunade pertolongan pertama. Si serba putih menghampiri pria tua itu. Diikuti Neji.

"Tsunade. Kau lemah sekali Hn." Ejek pria tua itu pada Tsunade. Tsunade hanya memberikan deathglare pada pria tua itu.

"Aku agak tidak fit, Jiraiya." Ucap tsunade pada pria bernama Jiraiya itu. Jiraiya pun mengikatkan kain putih pada bahu Tsunade untuk langkah terakhir.

"Sudah." Jiraiya tersenyum lalu membantu Tsunade berdiri. Tiba-tiba saja semuanya sudah berkumpul di lorong ini.

"L-loh. Sudah selesai ya?" Kejut Kiba saat melihat Ko' yang tak bernyawa.

"Loh? Kok ada Hinata juga." Tambah Shikamaru sambil menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.

"Ceritanya panjang." Ujar Neji singkat sambil menggotong tubuh Hinata ala Bridal Style. 3 si serba putih itu pun membuka tudung kepalanya. Rookie 12 terkejut.

"Sakura," Neji menautkan alis saat melihat si serba putih yang berada disampingnya ternyata adalah wanita. Apalagi wanita itu adalah teman sekelas nya, Haruno Sakura.

"Tenten.." Kiba berteriak histeris pada gadis model rambut yang di cepol dua yang sedang berpose narsis, Tenten. Teman sekelas mereka yang banyak bicara.

"Sudah kuduga kau pasti Ino." Lirih Shikamaru sambil melirik sekilas pada siserba putih yang menolong nya tadi. Yamanaka Ino, kelas 12-1 IPA. Berambut pirang panjang yang dikuncir tinggi dengan poni yang menutupi mata kanannya. Ino tak kalah cerewet nya dengan Tenten.

"Jadi, Jiraiya. Murid asuhanmu ini adalah wanita dan murid di sekolahan yang kupimpin." Ujar Tsunade pada hanya memberikan cengirannya.

"Aaa, jadi Tsunade. Bolehkah aku dan ketiga anak buahku bertempat di mansion mu. Kurasa mansionmu cukup besar. Aku tidak ingin mereka terus-terusan menyewa apartemen untuk ruang berkumpul, terlalu mahal. Ya kan?" Pinta Jiraiya sambil memasang puppy eyes nya membuat Tsunade memutar bola matanya.

"Baiklah. Aku berhutang padamu. Tapi ketiga anak buah mu harus menjadi Rookie 12, Jiraiya. Eh, ngomong-ngomong, knapa kau dan ketiga anak buah mu disini?" Ujar Tsunade heran.

"Baiklah. Kita bergabung saja ya.. kan tujuan kita sama.. membasmi pemimpin Black Organization. Haha, kebetulan sekali ya. Kita juga ingin mendapat informasi dari Ichimura Teo." Jelas Jiraiya nyengir. Tsunade hanya menyipitkan matanya.

"Hn, sudahlah. Yang penting MISI SUKSES." Ucap Tsunade lantang dan disambut anggukan dan senyuman Rookie 12. Sedangkan Neji hanya memandang wajah sepupu nya di gendongannya dengan pilu.

"Tsunade-sama, Hinata-sama bagaimana?" Tukas Neji. Tsunade pun menoleh ke arah Neji.

"Bawa saja ke mansion kita. Aku akan berikan penyembuhan untuk pinggangnya. Pagi-pagi sekali kau antarkan Hinata ke mansion Hyuuga." Ujar Tsunade. Lalu, Neji pun mengangguk. Mereka semua pun berlalu meninggalkan rumah Ichimura Teo / Ko' Hyuuga.

Di lain tempat. Naruto sedikit demi sedikit membuka mata nya. Menguceknya perlahan lalu mendudukkan dirinya diatas ranjang. Naruto melirik sekilas ke arah jam weker. Pukul 03.30. lalu mendengus.

"Hn, kenapa aku bangun jam segini sih? Kan jadi susah untuk tidur lagi." Gumam Naruto sambil mengacak rambut pirang nya pelan. Mata sapphire birunya pun memandang smartphone yang terletak di meja kayu kecil di samping ranjang nya. Dengan cepat , Naruto pun mengambil smartphone yang di beri oleh Hinata itu.

"Hinata baik sekali. Aku semakin menyukai nya. Hn, Hinata." Gumam Naruto sambil memandang BlackBerry pemberian Hinata.

'Apa Hinata sudah bangun ya? Coba sms aja .' Pikir Naruto sambil mengutak-ngatik BB yang sekarang menjadi miliknya itu. Naruto pun menemukan contact bernama 'Hinata Lain' dan dengan segera Naruto pun mengetikkan sms dan di send ke nomor 'Hinata Lain'.

Drrrtt.. Drrrtt.. Drrrtt..

Neji terbangun dari tidur nya. Neji kini berada di ruang pengobatan karna sedari tadi ia menunggui Hinata yang diobati Tsunade. Karna kelelahan, Neji pun tertidur tadi. Dilirik nya smartphone Hinata yang tengah menyala di atas meja metalik di ruangan itu. Neji pun mengambil smartphone Hinata.

Pagi, Hinata-san. Sudah bangun kah? Maaf mengganggu. :3

U. Naruto

Neji menaikkan salah satu alis nya saat membaca sms Naruto. Neji mengabaikan sms dari Naruto. Neji malah memfokuskan diri melihat jam yang berada di smartphone Hinata. Jam 03.32. Neji pun mengalihkan pandangannya pada Hinata yang tengah tertidur pulas. Neji menghembuskan nafas lega. Tak ada lagi darah yang merembes di jaket ungu Hinata bagian pinganggnya, hanya darah yang mongering saja. Neji pun mengangkat Hinata pelan ala bridal. Lalu , mengangkat nya dan menggendong nya melewati lorong panjang mansion Rookie 12. Terdengar dengkuran halus saat Neji melewati kamar teman-temannya, Neji pun membuka pagar mansion saat berada di halaman dan berjalan pelan menuju mansion Hyuuga yang jaraknya cukup jauh. Angin pagi yang dingin berhembus dan membuat rambut coklat panjang Neji melambai-lambai.

300 Meter terlewat, mata Neji menyipit melihat siapa yang mendekat kearahnya. Saat mereka semakin dekat, Neji menghembuskan nafas lega.

"Loh, Neji-sama. Hinata-sama kenapa?" Tanya orang yang ternyata maid Hyuuga yang dulu nya adalah pengawal setia Neji. Pengawal itu membawa tas keranjang berisi sayur-sayuran dan seekor ayam yang sudah dipotong-potong. Neji berani bertaruh, maid ini habis berbelanja.

"Ah syukurlah , Khen. ini tadi aku bertemu Hinata-sama di semak-semak. Mm.. bisakah kau membawanya ke mansion. Aku tak bisa ke mansion hari ini." Ujar Neji. Hyuuga Khen, pun mengangguk angguk. Neji pun meletakkan Hinata pada punggung Khen. Neji pun berbalik.

"Neji-sama. Kenapa anda jarang di mansion? Aku merindukanmu loh." Tukas Khen sedikit bergurau. Neji pun menolehkan kepalanya dan tersenyum kecil ke Khen.

"Terima Kasih. Kau adalah pengawal ku yang paling setia. Tidak seperti maid yang lain. Aku bukan lagi Hyuuga, Khen. Aku tak perlu susah payah ke mansion lagi. Oh ya, bilang saja pada Hiashi-sama kalau kau yang menemukan Hinata-sama di semak-semak. Aku mempercayaimu." Setelah mengatakan itu, Neji pun berlalu dan menghilang di gelapnya malam. Khen tersenyum. Dia paling mengerti Neji. Dia juga satu-satu nya maid yang tau pembunuhan yang dilakukan Hiashi dan Neji kecil yang berlari menjauhi mansion di tengah hujan lebat.

"Semoga berhasil, Neji-sama." Gumam Khen yang langsung menghilang di tengah kegelapan dengan menggendong Hinata.

Neji berjalan perlahan menuju mansion sambil menunduk. Kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celana panjang hitamnya. Ia tidak menyangka bahwa ia melukai Hinata tadi. Neji pun menghembuskan nafas berat. Dinginnya dini hari membuat Neji sedikit menggigil.

"Eh, ada pemimpin Rookie 12." Sahut seseorang. Neji pun menoleh ke arah suara. Mata Neji terbelalak. 8 orang berpakaian hitam bermotif awan merah tengah menyeringai ke arahnya.

Bersambung..

(NB : Maaf Minna-san, di chapter ini masih focus di Rookie 12. Jadi scene Naruto nya cuma sedikit. Dan juga Romance nya mungkin belum muncul untuk beberapa chapter ke depan. Maaf jika ada typo dan kata yang amburegul, semakin banyak yang review, semakin cepat update chapter selanjutnya! Arigatou..)