Chapter Sebelumnya :
"Kuso!" Umpat orang bertopeng ini membuyarkan fikiran Hinata dan reflek Hinata pun mendongak. Mata Hinata pun terbelalak ketika di hadapan mereka sekarang ada sekumpulan pria dengan jubah motif awan dan berada di atas sepeda motor yang mesin nya masih menyala membuat telinga Hinata merasa bising. Tapi bukan itu yang Hinata permasalahkan.
"Kau akan habis hari ini!" Seru salah seorang dari pengendara motor itu dengan tatapan yang sangat tajam membuat Hinata ketakutan sampai enggan membuka matanya. Matahari pun mulai nampak di ufuk timur seolah mengatakan bahwa Hinata tak akan bisa melihat matahari esok hari nya.
"A-Akatsuki.."
Chapter 10 : The Revenge of Akatsuki
"Kau akan habis hari ini!" Seru salah seorang dari pengendara motor itu dengan tatapan yang sangat tajam membuat Hinata ketakutan sampai enggan membuka matanya. Matahari pun mulai nampak di ufuk timur seolah mengatakan bahwa Hinata tak akan bisa melihat matahari esok hari nya.
"A-Akatsuki.." Orang bertopeng itu pun menurunkan Hinata dari punggung nya, Hinata pun mau tak mau harus membuka mata nya. Orang bertopeng itu pun mengambil dua bilah pedang yang diletakkan nya di kantong pedang saku celana nya. Sang pria bertopeng memposisikan kedua bilah pedang nya menyilang di depan wajah nya. Hinata terduduk gemetaran.
"A-Apa kau mampu mengalahkan mereka semua?" Tanya Hinata sambil menautkan kedua tangannya di depan dada.
"Hn." Nagato tersenyum meremehkan pada orang bertopeng itu.
"Serahkan Hyuga itu, maka kau akan kubiarkan pergi." Seru Nagato membuat negoisasi, tapi orang bertopeng itu tak merubah posisi bertarung nya membuat tangan Nagato terkepal.
"Baiklah." Nagato pun mengangkat tangan nya. Para Akatsuki pun menyeringai. Kisame menyiapkan pedang nya lalu berlari dengan cepat menuju orang bertopeng itu, mata Hinata pun terbelalak.
Zing
Ting
Pedang besar samehada milik Kisame bertabrakan dengan kedua pedang milik orang bertopeng itu. Sementara orang bertopeng itu menahan gerakan Kisame, Sasori dengan cepat kini sudah berada di dekat Hinata dan memblokir tangan Hinata sehingga ia tak bisa bergerak. Hinata pun semakin ketakutan, orang bertopeng itu sedikit menoleh.
"Kuso." Orang bertopeng itu menghempaskan pedang nya, membuat ia dan Kisame harus mundur beberapa langkah. Orang bertopeng itu mengedarkan pandangan nya. Sekarang apa yang harus ia lakukan. Ia sekarang di kepung oleh para Akatsuki dan Hinata di sekap oleh Sasori. Tangan orang bertopeng itu pun terkepal.
Bruk
Sasori pun terjatuh dan menimbulkan suara yang sangat keras, membuat para manusia yang berada tak jauh dari situ pun mengalihkan pandangan nya pada Sasori. Di dekat Sasori yang jatuh tengkurap itu pun kini ada Itachi yang berada di depan Hinata.
"I-Itachi-san." Hinata tergagap tak percaya dengan apa yang terjadi. Ternyata tadi Itachi yang memukul kepala Sasori dengan keras dari belakang, membuat pemuda bersurai merah itu pun kini tak sadarkan diri.
"Maafkan aku, Sasori-san." Ucap Itachi datar. Nagato pun menyeringai. Para Akatsuki pun tak percaya bahwa rekan mereka yang terkenal baik hati itu mengkhianati mereka.
"Orang yang telah berkhianat tak pantas untuk minta maaf!"
BUGH
Hinata pun terbelalak melihat apa yang berada di depan matanya kini. Nagato dengan cepat kini sudah berada di depan Itachi dan memukul perut nya, membuat Itachi terdorong mundur beberapa langkah sambil memegangi perutnya. Orang bertopeng dan para Akatsuki pun tak kalah terkejutnya.
"K-Ketua.." Ucap Itachi sambil menyeka darah di sudut bibir nya.
"Ada apa, Itachi? Ayo lawan aku, ku akui disini kau yang paling kuat setelah aku. Maka dari itu aku benar-benar ingin melawan mu!" Seru Nagato lalu dengan cepat kembali melayangkan kepalan tangan nya kearah Itachi, namun Itachi dapat menangkap kepalan tangan Nagato dengan tangan kirinya. Itachi menatap tajam mata Nagato lalu dengan cepat Itachi mencoba membanting Nagato. Nagato menyeringai, bukannya Nagato yang terbanting, justru Itachi sendiri yang terbanting dengan gerakan cepat Nagato.
"Itachi-san!" Teriak Hinata syok melihat Itachi dibanting dengan cukup keras itu, namun ia tak bisa berbuat apa-apa.
'Kuso, bagaimana ini? Kita bahkan kalah dalam jumlah dan kekuatan. Apa yang harus kulakukan?' Pikir orang bertopeng itu sambil mengepalkan tangan nya.
Sret
Zetsu mengayunkan pedang nya pada orang bertopeng itu dan dengan sangat lihai orang bertopeng itu dapat menghindari ayunan pedang Zetsu, namun naas ketika ia berbalik wajahnya bertatapan dengan pedang besar Kisame, orang bertopeng itu pun terbelalak dan tak bisa menghindari pedang Kisame.
Dugh
Mata orang bertopeng itu pun membulat tak percaya. Kini dihadapannya, sosok Itachi tengah berdiri menghadapnya dan membelakangi Kisame. Pedang samehada milik Kisame pun membentur pada punggung Itachi. Ternyata sebelum pedang Kisame membentur orang bertopeng itu, Itachi dengan sukarela melindungi orang bertopeng itu dengan punggung nya, membuat Itachi jatuh tengkurap dengan punggung yang begetar.
"Itachi-san." Kisame terbelalak tak percaya bahwa pedang nya membentur punggung Itachi, rekan yang paling dekat dengan nya di Akatsuki. Orang bertopeng itu terlihat marah dan aura membunuh pun keluar dari tubuhnya.
"KUSOOO!" orang bertopeng itu mengayunkan pedang nya pada Kisame yang terdiam, membuat Kisame jatuh tersungkur karna tak sempat menghindari ayunan pedang orang bertopeng itu. Konan pun mengarahkan pistol kearah orang bertopeng itu.
Dor
Ting
Orang bertopeng itu dengan mudah menangkis peluru dari pistol Konan dengan kedua pedang nya. Dari belakang, Hidan pun mengayunkan kaki nya pada kaki orang bertopeng itu, namun dengan cepat orang bertopeng itu melompat dan menghindari serangan Hidan. Orang bertopeng itu pun mengayunkan tendangan nya pada kepala Hidan, dan membuat Hidan jatuh tersungkur.
Tobi dan Zetsu mengepung orang bertopeng itu dari dua arah lalu mereka menyerang secara bersamaan, dengan cepat orang bertopeng itu mendudukkan dirinya membuat Tobi dan Zetsu bertabrakan dengan sangat keras. Orang bertopeng itupun lalu menendang sangat keras tubuh Tobi dan Zetsu membuat mereka berdua tak berkutik lagi. Hinata pun memandang kagum pada orang bertopeng ini.
'Orang ini tadi terlihat sangat tidak kuat. Tapi setelah melihat Itachi-san terluka, ia menjadi sangat kuat. Apa itu sebuah ikatan? Siapa orang bertopeng ini sebenarnya? Apa dia..' Pikir Hinata sedikit kagum. Kini orang bertopeng itu sudah berada di depan Hinata dan tengah berhadapan dengan Nagato yang ekspresi wajahnya sedikit berubah.
"Hebat juga kau. Bisa menumbangkan 4 anak buahku hanya dalam kurun waktu 3 menit. Cih, siapa kau sebenarnya?" Nagato menyeringai pada orang bertopeng ini.
"Hyuga." Hinata mendongak ketika Nagato memanggil nya. Mata Nagato pun berubah menjadi sangat tajam, Hinata pun ketakutan.
"Aku akan segera membunuhmu, HYUGA!" dengan gerakan yang cepat Nagato kini sudah berada di belakang Hinata. Orang bertopeng itu terlonjak kaget karna tiba-tiba Nagato hilang dari hadapan nya dan sudah berada di belakang Hinata.
Bugh
Plek
Mata Nagato membulat ketika kepalan tangan nya ditangkap dengan mudah oleh seseorang. Bukan, orang bertopeng masih tetap berada di tempatnya dan Itachi masih belum bangkit dari jatuhnya. Nagato pun mendongak.
"Sai-kun!" Pekik Hinata terkejut. Orang yang menangkap pukulan Nagato itu pun tersenyum pada Hinata lalu menatap tajam kearah Nagato. Ternyata yang menangkap kepalan tangan Nagato adalah Sai.
"Jika kau adalah Pain dewa dari Amegakure, maka aku adalah Sai malaikat dari Amegakure!" Sai dengan cepat mendorong tubuh Nagato membuat Nagato mundur beberapa langkah. Orang bertopeng itu tak kalah terkejutnya dari Hinata.
Dari matanya, Hinata dapat melihat seseorang berambut pirang jabrik tengah berlarian menuju mereka. Detak jantung Hinata pun mendadak lebih cepat dari biasanya. Setelah ia benar-benar berada dihadapan Sai ia pun berhenti berlari lalu ngos-ngos an.
"Hhh, Sai.. Kau cepat.. sekali.." Seru pemuda berambut pirang jabrik itu ngos-ngos an.
"N-Na-Naruto-kun." Pemuda berambut pirang jabrik itu pun merasa familiar dengan suara feminim ini. Pemuda itu pun mendongak. Sapphire bertemu Amethyst.
"Naruto, speed mu sangat buruk sekali." Ucap Sai tersenyum pada pemuda jabrik bernama Uzumaki Naruto itu. Naruto tak menggubris perkataan Sai tapi mata nya tak bisa lepas menatap mata indah Hinata.
Bats
Sring
Mata Naruto teralih ketika melihat kepalan tangan Nagato yang hampir saja melukai Hinata bertatapan dengan pedang Itachi, membuat tangan Nagato sedikit berdarah. Sai pun mengayunkan pedang nya pada punggung Nagato, namun dengan cepat kini Nagato sudah berada di dekat teman-teman Akatsuki nya yang tersisa yaitu Konan, Kakuzu dan Deidara.
"Naruto.." Panggil Sai serius, Naruto pun mengangguk lalu berdiri.
"Hinata-chan, aku akan segera membebaskan mu dari sini." Gumam Naruto menatap para Akatsuki itu dengan serius. Mata Hinata pun berkaca-kaca setelah mendengar perkataan Naruto. Naruto langsung saja menyerang Itachi dengan pedang nya, membuat Itachi menahan pedang milik Naruto dengan pedang milik nya. Sai pun dengan cepat menjitak kepala Naruto.
"Bodoh! Itachi-san itu ada di pihak kita, kau tak perlu menyerang nya dan juga orang bertopeng ini." Seru Sai emosi dan Naruto hanya mengangguk-angguk sambil memegang kepala nya yang habis dijitak Sai. Hinata pun sweatdrop dengan tingkah Naruto yang bodoh, padahal sudah jelas sekali bahwa Itachi tadi melindungi Hinata dari tinjuan Nagato.
"Jadi Sai.. aku harus menyerang siapa? Kata Kakashi-sensei, Itachi juga anggota Akatsuki. Kenapa jadi rumit gini sih.." Seru Naruto kesal sambil menggaruk rambut pirang jabrik nya. Sai pun menepok jidat nya, Itachi tersenyum pada Naruto dan orang bertopeng itu terlihat ilfeel dengan kebodohan Naruto.
"Bodoh. Serang saja mereka!" Ucap Sai kesal sambil menunjuk Nagato, Konan, Kakuzu dan Deidara.
"Ketua, sepertinya si jabrik itu tak terlalu pandai." Bisik Deidara pada Nagato lalu dibalas anggukan kepala Nagato.
"Yang perlu diwaspadai adalah Itachi, orang bertopeng dan anak berambut hitam itu. Konan, kau hadapi orang bertopeng itu. Deidara, kau hadapi anak berambut hitam itu. Aku akan menghadapi Itachi. Kakuzu, kau.."
"Rasakan ini, Akatsuki bodohhhhh.." belum selesai Nagato menyelesaikan perkataan nya, Naruto sudah mengayunkan pedang kearah mereka, tapi tentu saja mereka bisa menghindari nya dengan mudah.
"Tuhkan.. bener kata ku, un.." Ucap Deidara. Naruto pun geram karna serangan nya tak mengenai siapapun.
"Berpencar." Perintah Nagato disertai anggukan Deidara, Kakuzu dan Konan. Deidara kini sudah berada di hadapan Sai, Sai pun menyiapkan pedang nya. Konan pun tengah mengarahkan pistol nya kearah orang bertopeng itu. Kakuzu menyeringai kearah Naruto, Naruto pun menyiapkan kuda-kuda nya untuk menghadapi Kakuzu. Sedangkan Nagato berhadapan dengan Itachi yang sudah siap dengan pedang nya.
Hinata mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada, berdoa untuk keselamatan mereka berempat, karna ia tak berguna disini. Untuk sekadar berdiri saja, Hinata tak mampu. Karna itu, yang bisa dilakukan Hinata adalah berdoa untuk keselamatan mereka.
Dor
Ting
Lagi-lagi peluru yang dihempaskan dari pistol Konan dapat ditangkis dengan mudah oleh orang bertopeng itu. Konan pun kembali mengarahkan pistol nya kearah orang bertopeng itu, orang bertopeng itu pun siap untuk menghindari peluru pistol Konan karna jika terus-terusan menangkis peluru dengan pedangnya, bisa-bisa pedangnya akan tumpul.
Dor
'Celaka. Ternyata sasaran nya adalah Hinata, bukan aku.' Pikir orang bertopeng yang baru sadar kalau bidikan Konan mengarah pada Hinata yang berada di belakang orang bertopeng itu. Konan menyeringai karna siasat nya berhasil. Mata Hinata membulat ketika melihat peluru panas tengah mengarah kearah nya dengan sangat cepat, reflek Hinata hanya bisa menutup matanya. Orang bertopeng itu pun dengan cepat melemparkan satu pedang nya kearah Hinata. Bingo! Peluru itu pun bertabrakan dengan pedang milik orang bertopeng.
Itachi sedikit khawatir dengan pertarungan Konan dan orang bertopeng. Karna Konan adalah tipe petarung jarak jauh yang menggunakan senjata api. Tapi ia tak bisa membantu orang bertopeng karna kini ia sedang bertarung dengan Nagato.
Bugh
Kepalan tangan Nagato telak mengenai pipi Itachi membuat Itachi hilang keseimbangan, belum sempat Itachi sadar sepenuhnya, Nagato pun menendang kedua tangan nya membuat kedua pedang yang berada di genggaman tangan Itachi terlepas dan jatuh di tempat yang cukup jauh.
"Kau selalu saja begitu. Mengkhawatirkan yang lain padahal kau sendiri akan segera mati. Kh.." Ucap Nagato sinis sambil tetap menyerang Itachi.
WETS
"ITACHI! Menunduk!" Teriak si pria bertopeng, Itachi pun menunduk. Sebuah pedang milik sang pria bertopeng dilempar kearah Nagato, Nagato pun terbelalak. Namun Nagato bisa menghindarinya dengan lompat salto ke belakang.
"Hei, kau sedang bertarung denganku. Jangan menganggu pertarungan orang lain." Ucap Konan marah. Konan pun mengarahkan pistol nya kearah pria bertopeng.
"Cih.. bagaimana kau bisa melindungi dirimu tanpa kedua pedangmu itu." Konan menyeringai, ia pun lalu mematik pematik pistolnya. "Mati kau.." Pria bertopeng pun tak berniat untuk pindah posisi, ia malah menyeringai.
"Kau benar-benar tak ahli jika tanpa senjata api mu itu kan.." Ucap Sai dari belakang tubuh Konan, Sai pun dengan cepat menendang tangan Konan membuat pistol nya jatuh ke tanah. Konan pun terbelalak.
"Mustahil. Kalau kau disini berarti Deidara…" Ujar Konan lantas mencari keberadaan Deidara. Terlihat Deidara tersungkur tak berdaya diatas tanah. "Cepat sekali…" tambah Konan takjub.
Sai pun tersenyum. "Tentu saja, teman bom mu itu sangat tak cocok denganku." Seru Sai, ia pun lalu memukul tengkuk Konan, membuatnya pingsan. "Aku sangat tak bisa kasar dengan perempuan." Lanjut Sai sambil tersenyum.
Kakuzu dengan sangat mudah bisa menghindari serangan pedang dari Naruto, Naruto pun tak menyerah untuk menyerang Kakuzu. "Skill mu sangat buruk sekali dalam bermain pedang." Umpat Kakuzu membuat Naruto marah. "Diam kau! Dasar cadar jelek!"
Kakuzu pun menoleh ke sekitar, melihat Deidara dan Konan yang terkapar tak berdaya. "Hee.. ketua pasti marah melihat ini." Ucap Kakuzu menyeringai. "Kalian akan segera mati." Naruto pun semakin emosi mendengar penuturan Kakuzu ini.
"Kau lah yang akan mati." Ketika pandangan Kakuzu kembali teralih pada Naruto, Sai dari samping menebas tubuh Kakuzu dengan pedang nya, membuat Kakuzu terjatuh seketika. "Sai!" Teriak Naruto senang.
Nagato menjauhkan diri dari Itachi dan melihat bahwa semua rekannya sudah terkapar tak berdaya. Nagato pun mendecih. "Cih.. jangan merasa menang dulu." Ucap Nagato sambil menunduk dan mengepalkan tangannya. "Menyerahlah! Kau sudah terpojok." Ujar Sai sambil mengarahkan pedangnya kearah Nagato.
Nagato hanya menyeringai mendengar penuturan Sai. Itachi pun merasakan hawa buruk yang tiba-tiba datang. "Semuanya, menjauh dari Nagato!" Teriak Itachi. Sai yang paling dekat dengan Nagato pun mengambil ancang-ancang untuk menjauh dari Nagato. "Terlambat, Itachi.."
Sai tanpa disadarinya tiba-tiba sudah terpelanting beberapa meter. Itachi, Naruto, Orang bertopeng dan Hinata pun terbelalak. "Selanjutnya kau, Itachi.." Itachi semakin terkejut ketika tiba-tiba Nagato sudah dibelakangnya dan memukul wajahnya keras, membuat ia jatuh tersungkur.
"ITACHI!" Teriak pria bertopeng berlari kearah Itachi. "Selamatkan dulu dirimu.." pria bertopeng itu pun terbelalak ketika Nagato sudah disampingnya, padahal ia sedang berlari. Pria bertopeng tersungkur sesaat setelah Nagato menendangnya dengan keras.
Hinata pun merasa tubuhnya panas dingin melihat ini. Naruto dengan sigab kini telah berada di depan Hinata untuk melindungi nya. "Aku.. Aku akan melindungi Hinata-chan dengan nyawaku!" Teriak Naruto lantang sambil mengacungkan pedangnya. Terlihat sekali bahwa tubuh Naruto bergetar hebat.
"Kurasa aku tak perlu memakai kecepatan untuk menghabisimu." Ujar Nagato berjalan menuju Naruto dan Hinata. Nagato pun kini bertatap muka dengan Naruto. "Ada kata terakhir?" Seru Nagato. Tangan Naruto pun terkepal. "Cih.. jangan kau pikir kau bisa membunuhku." Ucap Naruto yakin, tubuhnya pun berhenti bergetar.
"Semangat yang bagus. Aku berubah fikiran, aku akan membunuh Hyuga dulu." Nagato kini sudah berada di belakang Hinata. Hinata pun terkejut ketika merasakan hawa mencekam dibelakangnya. "Jangan sentuh, Hinata-chan!" Seru Naruto marah sambil mengayunkan pedangnya kearah Nagato, Nagato pun menghindar.
"Kecepatan berbalikmu cepat sekali. Cih.. ku fikir kau yang paling lemah disini." Cibir Nagato. "Ternyata kau bisa menyeimbangi kecepatanku. Siapa nama mu?" Tambah Nagato lagi. "Naruto. Uzumaki Naruto. Ingatlah itu!" Naruto pun kembali mengayunkan pedangnya kearah Nagato dan bisa dihindari dengan mudah. "Oh baiklah, aku akan mengingat namamu. Anggap saja hadiah karna kau bisa menyeimbangi kecepatanku."
Nagato kini sudah berada di belakang Naruto dan bersiap memukulnya. "NARUTO-KUN!" Teriak Hinata takut. Naruto pun berbalik dengan cepat dan menangkis tinjuan Nagato dengan pedangnya. Nagato pun terbelalak. "Uzumaki Naruto, kau benar-benar membuatku marah." Geram Nagato.
Nagato pun melayangkan tinjuan cepat nya ke wajah Naruto, tinjuan pertama mampu ia tangkis dengan pedangnya. Tinjuan kedua membuat pedangnya terpelanting jauh. Naruto pun sangat ketakutan ketika pedangnya jatuh. Tinjuan ketiga telak mengenai wajah Naruto. Naruto yang skill bertarung tangan kosong nya sangat buruk tentu saja tidak bisa menangkis pukulan Nagato. Tinjuan keempat membuat mata, hidung, mulut Naruto mengeluarkan darah. Dan tinjuan kelima Nagato membuat Naruto jatuh tersungkur diatas tanah. "NARUTO-KUN." Teriak Hinata diselingi tangisnya.
"Kau cukup hebat. Hanya melawanmu aku harus menambah kekuatanku. Tapi berakhir sudah.." Ucap Nagato sambil menginjak wajah Naruto dengan kaki nya. Tangis Hinata pun semakin pecah melihat keadaan Naruto. Nagato lalu berbalik dan melangkahkan kaki nya menuju Hinata. Hinata pun pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya. Nagato terlihat berhenti bergerak, sesuatu menahan kakinya.
"J-Jangan k-kau sentuh Hinata-chan!" Ucap Naruto parau sambil menahan kedua kaki Nagato dengan tangannya. Nagato pun terlihat cukup marah. Hinata dengan cepat berlari kearah Nagato lalu berlutut dihadapannya. "K-kumohon. Bunuh saja aku. Tapi jangan sakiti Naruto-kun." Pinta Hinata menangis.
Bersambung…
(NB: Apa yang akan dilakukan Nagato selanjutnya? Apakah ia akan membunuh Hinata? Dan bagaimana dengan Rookie 12?
Maaf jika ada typo atau kata yang amburegul , saya hanya penulis amatir. Semakin banyak yang review, semakin cepat update chapter selanjutnya! Maaf karena lanjutannya lama banget, author sibuk banget baru-baru ini /? Makasih..
Hyuga-san)
