Sementara itu...
"Kemana dua orang ini? Mereka selalu saja menghilang" gerutu Suho
Sekarang ia sedang berjalan-jalan atau lebih tepatnya mengelilingi tanah XOXO untuk mencari Kris dan Lay. Baru saja ia mengeluarkan makian halusnya, ia melihat dua orang manusia sedang berjalan menuju ke arahnya, dalam hati Suho bersyukur karena menemukan temannya yang memang suka menghilang itu
"Kris! Lay!" panggil Suho
Yang punya nama serentak menoleh ke arah Suho yang sedang berkacak pinggang dan memasang mimik wajah seram. Dengan perlahan mereka menghampiri Suho sambil menunduk
"Darimana saja kalian?" tanya Suho
"Berjalan-jalan" jawab Kris
"Kalian tahu kan ini jam berapa?" tanya Suho
"Maaf Suho, tapi kami benar-benar bosan di asrama" jawab Lay
"Kali ini kalian akan kumaafkan, tapi tidak lain kali" ujar Suho
"Kau tidak bisa seperti ini" ujar Kris
"Apa maksudmu?" tanya Suho
"Kau memperlakukan kami seolah-olah kami adalah perempuan, tapi nyatanya kami adalah laki-laki" jawab Kris
"Aku tidak akan mencari kalian jika bukan karena perintah kepala sekolah, kalian bahkan tidak menyambut dua anak baru di asrama kita" ucap Suho
"Anak baru? Memangnya ada anak baru?" tanya Lay
"Ya. Sekarang ayo kita kembali ke asrama, aku yakin anak-anak itu sudah kelaparan" ujar Suho lalu berjalan mendahului Kris dan Lay
"Lihat? Aku tidak takut padanya" ujar Kris
"Sudahlah ayo, aku akan memasakkan makanan kesukaanmu" ujar Lay sambil menarik tangan Kris menyusul Suho
"Benarkah? Terima kasih Lay, kau yang paling pengertian padaku" ucap Kris
"Ya ya ya, sudahlah. Aku tidak mau kita kena omelan lagi" ujar Lay
"Santai saja Lay, anak kecil itu tidak mungkin menghilang dari pengawasan kita" jawab Kris sambil menyamakan langkahnya dengan Lay dan memasukkan tangannya ke dalam saku celananya
"Hey! I can hear you from here! Don't call me kids, you stupid!" maki Suho
"Salah sendiri badanmu seperti anak kecil" cibir Kris
"Whatever" ujar Suho
"Jangan dengarkan omongan tiang idiot satu ini" sahut Lay
"Aku bukan tiang dan aku tidak idiot!" protes Kris
"Tenang saja Lay, anggap saja Kris itu angin lewat" ujar Suho
"Hey! Apa katamu? Aku disini dan kakiku menapak di tanah" protes Kris
"Diam atau kubawakan kau cacing tanah" ancam Lay
"Kau menakutkan" ujar Kris sambil bergidik ngeri
"Badanmu itu besar tapi kenapa kau takut pada cacing? Payah" ledek Lay
"Aku tidak takut, hanya jijik" elak Kris
"Itu namanya takut" ujar Lay
"Takut dan jijik itu beda,Lay" protes Kris
"Sekali takut tetaplah takut" ledek Lay
Suho hanya terkekeh di depan Lay dan Kris yang sibuk berdebat tentang suatu hal yang mungkin sangat tidak penting. Kepribadian Lay yang terkesan polos dan lucu itulah yang membuat Suho jatuh cinta padanya. Katakan Suho gila karena mencintai sesama jenis, tapi itulah kenyataan, Suho seorang gay. Terkadang Suho cemburu karena Lay lebih dekat dengan Kris, tapi mau bagaimana lagi? Lay dan Kris sudah bersahabat sejak kecil, bahkan rumah mereka bersebelahan atau singkatnya kita sebut tetangga. Sedangkan Suho? Ia baru mengenal Lay tiga tahun lalu dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama karena senyuman berdimple yang dimiliki Lay, awalnya Suho menyangkal bahwa ia gay namun lama kelamaan ia akhirnya mengakui jika ia gay. Dan tak ada satu orang pun yang mengetahuinya
Ketiga orang itu telah sampai di pintu depan asrama, Suho membukanya perlahan guna mengantisipasi adanya serangan mendadak dari teman-teman seasramanya. Dan benar saja, sebuah bantal mendarat tepat di wajahnya saat ia sudah membuka pintu lebar-lebar
"Sejak kapan kau disitu?" tanya Xiumin
"Baru saja, siapa yang melempar bantal itu padaku?" tanya Suho
"Chanyeol" jawab Baekhyun
"Bukan aku! Baekhyun yang melemparnya!" protes Chanyeol
"Kyungsoo menyuruh kita untuk menunggu disini karena dia yang menyiapkan makan malam" sahut Sehun
"Benarkah? Kalau begitu aku akan ke dapur untuk membantunya" ujar Lay lalu berjalan ke dapur
"Apa malam ini masih bulan purnama?" tanya Luhan
"Sepertinya tidak" jawab Tao
"Kau tahu darimana?" tanya Luhan
"Hanya memperkirakan" jawab Tao
"Kita jangan keluar dulu untuk malam ini, aku takut dengan serangan serigala yang tiba-tiba" ujar Kris
"Tapi bukankah gerbang sekolah sudah di beri pelindung?" tanya Tao
"Meskipun begitu, mereka sangat besar. Bisa saja mereka melompat dan melewati pelindung sekolah" jawab Kris
"Kau benar. Sehun, apa kau sudah mengerjakan tugas dari ?" tanya Tao
"Ya" jawab Sehun
"Ijinkan aku melihatnya" pinta Tao
"Aku yang pertama meminjamnya jadi pinjam saja besok" sahut Kai
"Untuk apa kau meminjami anak malas itu tugasmu?" tanya Tao
"Membantu teman apa salahnya?" tanya Sehun
"Akan sia-sia jika kau memberikan tugasmu padanya" jawab Tao
"Sudahlah, ayo kita makan" sahut Lay yang datang dari dapur dengan beberapa piring, sendok, dan garpu di pelukannya
Kemudian disusul Kyungsoo dengan berbagai masakan di tangannya
"Kau masak banyak sekali? Lay tidak pernah memasak sebanyak ini" ujar Chanyeol
"Aku hanya mencoba beberapa resep dengan bahan seadanya di kulkas" jawab Kyungsoo
"Saat aku masuk, masakannya sudah hampir selesai. Jadi kuputuskan untuk membantunya supaya cepat selesai dan cacing di perutku bisa diam" sahut Lay
Dengan sigap, 9 orang itu segera mengambil piring masing-masing dan berniat mengambil nasi. Lay mengambil sebuah piring dan menyendokkan nasi ke atas piring itu lalu ia tambahkan lauk pauk. Setelah itu ia berikan piring berisi makanan itu pada Kris,Kris mendengus karena ada sayur diatasnya
"Tidak ada protes Kris, makanlah" ujar Lay sambil mengambil nasi untuk dirinya sendiri
"Tapi aku benci wortel" keluh Kris
"Sudah makanlah" ujar Lay
"Tapi–"
"Tidak ada tapi-tapian, kau selalu cerewet masalah makanan" potong Lay
Kyungsoo hanya memandang pertengkaran Lay dan Kris dengan tatapan heran sementara yang lainnya asyik menikmati makananannya sendiri-sendiri
"Sudah jangan perdulikan mereka, mereka memang selalu seperti itu" sahut Suho di sebelah Kyungsoo
"Benarkah?" tanya Kyungsoo
"Abaikan saja dan makanlah dengan tenang" jawab Suho
"Baiklah"
Beberapa menit kemudian hanya suara dentingan antara sendok dan piring yang memenuhi ruang santai, debat antara Lay dan Kris sudah selesai. Kris hanya menurut pada Lay yang memberinya tatapan tajam
"Setelah ini, apa yang akan kita lakukan?" tanya Chen
"Entahlah, biasanya kami akan mengerjakan tugas masing-masing atau tertidur" jawab Xiumin
"Hanya itu? Tidak ada yang lain?" tanya Chen
"Mau apa lagi? Kita tidak boleh keluar saat malam" jawab Tao
"Ini tidak asyik" keluh Chen
"Kepala sekolah melakukan itu karena tidak mau kita terluka" sahut Suho
"Serigala-serigala itu harus segera dibunuh!" tegas Chanyeol
"Uhuk.."
"Kau ini, pelan-pelan makannya" ujar Lay sambil memberikan segelas air pada Kris
"Tapi mau bagaimana lagi? Dua hewan berbulu gelap itu sudah memakan banyak korban" sahut Kai
"Berbulu gelap? Hampir sama denganmu, bedanya kau itu berkulit gelap" ledek Tao
"Diam kau, dasar hijau!" ujar Kai
"Aku tidak hijau!" protes Tao
"Bahkan kau terlihat mirip dengan Piccolo di Dragon Ball" sahut Chanyeol
"Diam kau Yoda!" ujar Tao
"Hey hey, ini sudah malam. Kau mau kita dimarahi lagi oleh Adam?" tegur Suho
"Dia dulu yang mulai" ujar Tao sambil menunjuk Kai
"Huang Zi Tao! Kau yang memulainya duluan!" protes Kai
"Apa? Kau yang memulainya duluan! Kau mengataiku hijau!" sangkal Tao
"Kau duluan yang mengataiku gelap!" tuduh Kai
"Diam dan habiskan makanan kalian"
Suara berat dan sedikit meninggi itu membuat ruang santai sunyi seketika, Kris memang menyeramkan ketika marah bahkan melebihi Suho yang notabenenya adalah ketua asrama itu sendiri. Satu persatu jumlah orang dalam ruang santai berkurang, mereka meletakkan piring mereka di tempat cuci piring dan lebih memilih untuk segera masuk ke kamar daripada melihat Kris marah. Dan tersisalah 4 orang yang masih berada di ruang tamu,Kris,Suho, Kyungsoo, dan Lay
"Aku berterima kasih padamu Kris" ujar Suho
"Terkadang mereka memang harus diperlakukan dengan sedikit kasar, kalau kau terus memperlakukan mereka dengan lembut, aku yakin mereka dengan gampang membantahmu" jawab Kris, ia menghela nafas sebelum beranjak untuk meletakkan piring kotornya
"Kyungsoo,kau tidur di kamarku dulu malam ini, aku lihat Sehun dan Kai memasuki kamar kalian. Kurasa mereka sedang mengerjakan tugas atau bermain game" ujar Suho
"Baiklah, aku akan mencuci piring terlebih dahulu" jawab Kyungsoo
"Tidak usah, kau tidurlah. Biar aku yang membereskan ini" cegah Lay
"Tak apa, aku akan membantumu supaya cepat selesai" ujar Kyungsoo sambil tersenyum
"Baiklah kalau begitu"
Kyungsoo dan Lay segera melenggang menuju dapur, Kris sudah kembali dari dapur dan duduk di sebelah Suho yang memandangi punggung Kyungsoo dan Lay yang sedang bercanda di dapur
"Kau tau, terkadang ada hal yang tidak kita inginkan terjadi" ujar Kris
Suho menoleh ke arah Kris sambil mengerutkan dahinya,"Apa maksudmu?" tanyanya
"Tidak usah bertele-tele, aku tahu semuanya. Kau menyukai Lay kan?" tanya Kris
"Apa maksudmu? Aku masih normal Kris, aku straight" jawab Suho
"Mulutmu berlawanan dengan hatimu, tidak usah membohongiku. Aku tidak bisa dibohongi, Suho" ujar Kris
"Dengarkan aku, aku normal dan aku bukan gay" sangkal Suho
"Mata dan tatapanmu mengatakan segalanya, kau selalu memandang Lay dengan tatapan penuh arti seolah-olah kau sedang memandang seorang bidadari dan kau langsung jatuh cinta pada bidadari itu. Sayangnya, bidadari itu bukanlah perempuan, melainkan laki-laki" jelas Kris
"Darimana kau belajar kata-kata cheesy seperti itu? Setahuku kau tidak akan membuang-buang waktu untuk hanya mengungkapkan kata-kata seperti itu" cibir Suho
"Aku hanya tak sengaja membaca kata-kata itu di novel romance milik Lay yang dia pinjamkan padaku untuk tugas sastra" jawab Kris
"Well, sejujurnya kau benar" ujar Suho
"Gotcha, kenapa tidak katakan padanya?" tanya Kris
"Aku takut dia menjauhiku. Dan jika dia tahu siapa aku sebenarnya,aku yakin dia akan membenciku" jawab Suho
"Kau lupa jika aku sama denganmu?" tanya Kris
"Tapi setidaknya kau tidak menyukainya kan?" tebak Suho
"Oh man, aku ini gay" ujar Kris
"Candaanmu tidak lucu sama sekali Kris, aku serius" protes Suho
"Kau pikir aku bercanda?" tanya Kris
"Jika itu untuk menghiburku, maka jawabannya adalah iya" jawab Suho
"Kalaupun aku bercanda, aku tidak akan melontarkannya padamu. Candaanku hanyalah untuk Lay" ujar Kris
"K-Kau serius?" tanya Suho ragu
"Apa aku terlihat bercanda?"
Suho tahu bahwa Kris tidak akan main-main dengan kata-katanya. Dan Kris selalu jujur, itulah yang membuat Suho terus bersahabat dengan Kris meskipun terkadang lelaki jangkung itu sering membuatnya ingin memukul wajah tampan Kris
"Aku tahu bahwa aku ini tampan,keren,kapten basket,incaran para wanita,dan ting–"
"Kita tidak sedang membicarakan masalah tinggi badan sekarang" potong Suho
Kris tertawa mendengar celetukan Suho, sahabatnya ini memang sedikit sensitif jika membicarakan masalah tinggi badan
"Baiklah baik...Tapi kau tahu kan bahwa lesung pipi yang tercetak saat dia tersenyum itu akan membuat semua orang suka bahkan jatuh cinta padanya, begitu juga aku" jelas Kris
"Tidak bisa dipercaya, seorang kapten basket dan sempurna sepertimu adalah seorang gay" ujar Suho
"Siapa tahu? Mungkin takdir" jawab Kris
Tok...Tok...Tok...
TBC
Kris terang-terangan banget ngakunya yak?! Maklum laahhh
Mianhae kalo jelek T.T
