Tok...Tok...Tok...
Suara ketukan pintu menginterupsi perbincangan pribadi antar dua laki-laki tampan ini, Suho beranjak dari tempatnya dan membuka pintu asrama, terlihat seorang laki-laki yang mungkin seumuran dengan Suho berdiri di pintu depan dengan sebuah kardus besar di depan kakinya
"Maaf mengganggu, tapi aku disuruh mengantarkan ini ke asrama 3" ujar laki-laki itu
"Siapa yang menyuruhmu dan apa itu?" tanya Suho
"Ini televisi. Kepala sekolah menyuruhku untuk mengantarkan televisi ke setiap asrama supaya kalian tidak bosan saat malam mengingat tidak ada yang boleh keluar saat malam hari" jawab laki-laki itu
"Apa ini? Tidak mungkin ada asrama yang akan membelikan tv untuk muridnya, ini aneh" ujar Suho
Kring...Kring...
Kris segera menghampiri telepon tersebut dan mengangkatnya
"Yeoboseyo?"
'Sudah menerima tv-nya?Aku harap itu bisa menahan rasa lapar kalian malam ini'
"Jadi tv ini hanya untuk menahan?"
'Tentu saja. Selamat menonton!'
"Baiklah, silahkan masuk" ujar Kris
"Huh? Ada apa ini?" tanya Lay yang baru keluar dari dapur dengan Kyungsoo
"Dia bilang setiap asrama diberi tv supaya kita tidak bosan saat malam menjelang mengingat kita tidak boleh keluar saat malam" jawab Suho
BRAK!
"Televisi!"
"Dimana? Dimana?"
"Aku akan menonton Kungfu Panda!"
"Aku bisa melihat sepak bola!"
Seketika 8 orang yang tadi berada di kamar masing-masing langsung keluar dan duduk rapi di ruang santai dengan gigi putih yang berjejer rapi di dalam mulut mereka
"Eh? Ku kira kalian sudah tidur" ujar Kyungsoo
"Tidur jam 6 adalah hal yang tidak mungkin Kyungsoo" jawab Sehun
"Lalu apa yang kalian lakukan disini?" tanya Lay
"Tentu saja menonton tv" jawab Luhan
Lay baru saja akan memasuki kamarnya jika ia tidak melupakan sesuatu
"Oh tidak! Partiturku!" pekik Lay
"Ada apa Lay?" tanya Kyungsoo
"Bisa kau menemaniku ke kelas 11-B? Aku meninggalkan partiturku di dalam laci dan aku harus menghafal partitur itu" jawab Lay
"Tapi, kita kan tidak boleh keluar" sangkal Kyungsoo
"Aku tahu tapi, aku benar-benar membutuhkan partitur itu" ujar Lay
"Peraturan tetap peraturan Lay, kita tidak boleh melanggarnya" jawab Kyungsoo
"Ayolah Kyungsoo, temani aku malam ini untuk mengambil partitur itu" pinta Lay
"Maaf, tapi aku tidak bisa" jawab Kyungsoo
"Aku mohon" pinta Lay
Kyungsoo menghela nafas panjang sebelum akhirnya mengangguk pasrah
"Terima kasih" ujar Lay sambil tersenyum
"Mau keluar?"
2 laki-laki itu berbalik dan mendapati Kris sedang menyilangkan tangan ke depan dada sambil mengangkat satu alisnya
"K-Kris? Sejak kapan kau disitu?" tanya Lay takut
"Sejak mendengar bahwa kau melupakan partiturmu" jawab Kris
"Jadi, kau mendengar semuanya?" tanya Kyungsoo
"Ya"
"Ijinkan kami keluar malam ini" pinta Lay
"Tidak Lay. Tidak bisa" jawab Kris
"Aku ada tes besok, kalau aku tidak menghafal partitur itu, aku akan gagal" ujar Lay
"Salahmu sendiri karena kau melupakan partitur itu, sudah ku bilang untuk memasukkannya ke dalam tasmu tapi kau tidak mendengarku" jawab Kris
"Ya aku tahu ini salahku tapi aku mohon kali ini saja ijinkan aku" pinta Lay
"Tidak. Akan" jawab Kris lalu masuk ke dalam kamarnya
"Dia pikir aku perempuan? Seenaknya saja melarangku, aku akan mengambilnya sendiri" cibir Lay
"Tapi–"
"Jangan melarangku Kyungsoo, aku bukan perempuan ataupun anak kecil. Aku laki-laki!" bentak Lay lalu masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu kamar
"Kalian ada masalah?" tanya Suho
"Tidak, kami sama sekali tidak ada masalah. Tenang saja" jawab Kyungsoo sambil tersenyum
DEG!
"Baiklah kalau begitu, ayo kita menonton tv bersama yang lain" ajak Suho
"Kau duluan saja, aku akan menyusul. Aku masih harus merapikan baju-bajuku di kamar" jawab Kyungsoo
"Mau aku bantu?" tawar Suho
"Tidak, terima kasih" tolak Kyungsoo
Kyungsoo segera masuk ke dalam kamarnya dan meninggalkan Suho
'Dia memiliki senyuman yang manis' batin Suho
Suho menggeleng-gelengkan kepalanya,'Tidak, tidak mungkin aku menyukai Kyungsoo'
Suho kembali ke ruang santai bersama teman-temannya yang sedang menonton Karate Kid ditemani popcorn besar di pangkuan Luhan.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam, semua orang di asrama 3 sudah berada di ranjang masing-masing. Namun, tidak bagi Lay. Dia terbangun dan melihat Luhan yang sudah tertidur dengan pulasnya, tak lupa suara dengkuran kerasnya yang menandakan ia benar-benar sudah tertidur dan tidak bisa dibangunkan dengan cara apapun.
Lay segera mengambil jaketnya dan juga senter untuk penerangan, ia berjalan keluar kamar dengan mengendap-endap seperti pencuri supaya tidak membangunkan teman seasramanya. Dia bernafas lega ketika sampai di depan pintu asrama, namun ia kembali tegang saat seseorang menepuk pundaknya.
"Aku mohon ijinkan aku keluar Kris... hanya kali ini" lirih Lay sambil menunduk
"Kau mau kemana?" tanya Kyungsoo sambil mensejajarkan badannya dengan Lay
"Kau mengagetkanku Kyungsoo" protes Lay
"Kau mau kemana malam-malam begini?" tanya Kyungsoo lagi
"Aku akan mengambil partitur pianoku yang tertinggal di kelas, aku lupa mengambilnya kemarin" jawab Lay
"Oh...Ini kuncinya" ujar Kyungsoo
"Darimana kau dapat kunci itu?" tanya Lay
"Mengambilnya dari kamar Suho dan Sehun" jawab Kyungsoo
"Bagaimana caranya?" tanya Lay
"Kau tak perlu tahu, yang terpenting sekarang kau harus mengambil partiturmu dan segera kembali sebelum Suho dan Kris bangun" jawab Kyungsoo
"Terima kasih"
"Sama-sama" ucap Kyungsoo
Setelah pintu asrama terbuka, mereka segera berlari menuju gedung sekolah. Dengan berbekal senter dan pemukul baseball, mereka berjalan santai melewati lorong sekolah
"Auuuuu..."
Suara lolongan serigala terdengar cukup keras di sepanjang lorong sekolah XOXO, Kyungsoo merapatkan dirinya pada Lay yang sedang asyik bersiul-siul
"Lay, aku takut" ujar Kyungsoo
"Kau ini seperti perempuan saja, lagipula mereka tidak mungkin kesini. Sekolah ini sudah di lengkapi dengan pengamanan yang ketat dari serigala-serigala itu" jawab Lay
"Tapi kalau mereka berhasil menembus pengamanan bagaimana?" tanya Kyungsoo
"Shut up Kyungsoo! Kau itu laki-laki, bukan perempuan!" bentak Lay
"Maaf. Oh ya, aku tidak melihat Suho di kamarnya tadi. Apa dia keluar?" tanya Kyungsoo
"Entahlah. Bukan hanya Suho, aku juga sering melihat Kris tak ada di kamarnya dan jendelanya selalu terbuka" jawab Lay
"Mungkin mereka melakukan patroli di depan atau mungkin di perbatasan" ujar Kyungsoo
"Bagaimana kau bisa berkesimpulan seperti itu?" tanya Lay
"Hanya menebak, lagipula waktu itu aku pernah bertemu Tao saat menjaga perbatasan saat bulan purnama sebelumnya. Dan aku yakin, mereka berdua yang sekarang terpilih untuk berjaga" jelas Kyungsoo
Lay menyuruh Kyungsoo untuk menunggu di pintu kelas untuk berjaga-jaga sementara dia mengambil partiturnya di laci meja
"Nah! Untung saja belum diambil" ujar Lay sambil mengangkat partiturnya dan mem bersihkannya dari debu
"Lay, cepatlah" perintah Kyungsoo sedikit berteriak
"Yes ma'am" jawab Lay
Kyungsoo mencibir saat Lay berjalan menghampirinya, sedangkan Lay hanya terkekeh dan merangkul tubuh kecil Kyungsoo untuk kembali ke asrama
Tap tap tap
"Kau mendengar sesuatu Lay?" tanya Kyungsoo
"Derap kaki kita mungkin" jawab Lay
"Bukan, berhentilah" ujar Kyungsoo
Dua laki-laki tampan itu berhenti dan melihat ke arah sekitar
Tap tap tap
Suara langkah yang semakin mendekat membuat Lay dan Kyungsoo membalikkan badan, namun nihil. Tidak ada siapa-siapa. Hembusan angin hangat tiba-tiba menyeruak di bagian belakang mereka, dengan takut mereka melihat ke belakang. Dua ekor serigala raksasa sedang mendengus dan mata merah mereka menatap tajam kepada dua orang manusia di depannya, Kyungsoo dan Lay perlahan berjalan mundur untuk menghindari dua serigala di depan mereka
"Auuuuuuuuu..."
Suara lolongan itu menandakan bahwa mereka telah mendapat mangsa baru untuk ditelan
Maaf kalo nunggu lama untuk chapter ini :) Semoga suka :D
