"Eungh..."
Suara lenguhan dua orang secara bersamaan membuat 4 mata menoleh ke sumber suara tersebut dan menghampiri dua orang yang tengah terkulai lemas di ranjang
"Lay/Kyungsoo"
"Kalian baik-baik saja?"
"Dimana aku?" tanya Kyungsoo
"Kau di asrama, kami menemukanmu tidak sadarkan diri bersama Lay di lorong sekolah" jawab Suho
"Sudah aku katakan untuk tidak mengambil partitur itu tapi kau tetap ngotot, lihatlah akibatnya. Untung saja kau tidak terluka" omel Kris sambil memberikan air pada Lay
"Maaf.." lirih Lay
"Jangan minta maaf padaku, minta maaf lah pada Kyungsoo. Dia anak baru dan kau sudah membuat dia ketakutan" jawab Kris
Lay mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo yang sedang meminum airnya dan Suho di sebelahnya
"Kyungsoo, maafkan aku" ujar Lay
Kyungsoo menoleh pada Lay dan tersenyum,"Tak apa Lay, aku sudah biasa seperti ini" jawabnya
"Kemana yang lain?" tanya Kyungsoo
"Mereka harus sekolah hari ini, kalian tidak usah masuk dulu. Kalian masih pucat, kami akan menemani kalian disini" jawab Suho sambil tersenyum
DEG!
"Oh ya, ini makanlah" ujar Kris sambil menyerahkan semangkuk bubur pada Lay
"Maaf jika rasanya tidak enak, aku tidak terlalu pandai memasak" lanjutnya
Lay tersenyum pada Kris sebentar lalu mengambil sesendok penuh bubur dan melahapnya, Kris menggigit bibir bawahnya, takut-takut jika Lay akan muntah. Namun Lay tampak menikmati buburnya tanpa memuntahkannya, ia kembali mengambil sesendok penuh bubur dan melahapnya lagi
"Bagaimana rasanya?" tanya Kris
"Aku tidak tahu kalau kau pandai memasak, ini sungguh enak" jawab Lay
"Benarkah?" tanya Kris
"Tentu saja, tapi jika kau mengurangi garamnya akan terasa lebih lezat" jawab Lay
Suho dan Kyungsoo langsung saja tertawa mendengar jawaban polos Lay, sedangkan Kris hanya menggaruk tengkuknya dan tersenyum bodoh
"Oh ya, ini buburmu" ujar Suho sambil mengambil semangkuk bubur di sebelah ranjang Kyungsoo
"Teri– akh" ringis Kyungsoo sambil memegangi tanan kanannya
Suho meletakkan mangkuk buburnya dan menyingkap lengan kaos Kyungsoo, terdapat luka cakar di lengannya, cukup besar
"Aku akan mengambil kotak obat, tahanlah" ujar Suho lalu melenggang pergi mencari kotak obat
Suho kembali dengan sekotak besar obat, dia mengambil alkohol dan kapas. Setelah menuangkan alkohol diatas kapas, ia menekankan pelan pada luka Kyungsoo
"Ssshhh..." rintih Kyungsoo
"Tahanlah sedikit, sebentar lagi akan sembuh" ujar Suho khawatir
DEG!
"Suho, sakit..." rintih Kyungsoo sambil menggenggam ujung kaosnya dengan erat
"Aku curiga jika Kyungsoo dulunya adalah perempuan, atau dia menyamar menjadi laki-laki?" bisik Lay pada Kris
"Aku juga merasa begitu" jawab Kris lalu terkekeh
"Lain kali buatkan aku bubur ini lagi ya? Tapi jangan terlalu banyak garam" ujar Lay
"Buat saja sendiri" jawab Kris
"Tapi masih enak bubur buatanmu" ujar Lay
"Kau ini perempuan atau laki-laki? Kenapa merengek seperti perempuan?" tanya Kris
"Aku laki-laki" jawab Lay
"Jangan merengek seperti perempuan" ucap Kris
"Sudah selesai" ujar Suho sambil memakaikan plaster terakhir di lengan Kyungsoo
"Terima kasih" ucap Kyungsoo
Suho mengambil mangkuk bubur di meja dan menyendokkan bubur itu
"Ayo makan" ujar Suho
"Aku bisa makan sendiri" jawab Kyungsoo
"Tangan kananmu masih sakit, aku tak yakin kalau tangan kirimu berfungsi dengan baik"
"Tapi aku bisa makan sendiri!"
"Turuti kataku dan buka mulutmu"
"Hell no!"
"Open your mouth"
"No Su– mmphh"
Suho segera menyuapkan bubur itu saat Kyungsoo memanggil namanya
"Good boy" ujar Suho
Kyungsoo mendengus kesal tetapi tetap mengunyah buburnya
"Setelah ini, apa yang akan kita lakukan?" tanya Lay
"Tidak ada, kalian bisa tidur jika kalian mau. Dan kami akan menonton tv" jawab Suho
"Kami akan menonton tv saja, pasti bosan jika hanya berbaring seharian" ujar Lay
"Baiklah" Suho mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo yang masih mengunyah buburnya
"Bagaimana denganmu?" tanya Suho
"Hama denhan Lhay(Sama dengan Lay)" jawab Kyungsoo dengan pipinya yang masih menggembung
"Telan dulu" ujar Kris
Setelah beberapa menit, bubur dalam mulut Kyungsoo sudah beranjak ke kerongkongannya
"Aku akan menonton tv bersama kalian" ujar Kyungsoo
"Baiklah, habiskan dulu makananmu dan kita akan menonton tv" sahut Suho sambil menyodorkan sesendok bubur pada Kyungsoo
"Rasanya aneh saat melihatmu menyuapi Kyungsoo" celetuk Lay
"Aneh bagaimana?" tanya Suho
"Aneh saja, seperti...sepasang kekasih mungkin" jawab Lay
"Uhuk..."
"Kau ini, makan pelan-pelan" omel Suho
"Lihat? Kalian lucu" ujar Lay
"Ada teman tersedak malah dibilang lucu, kau ini bagaimana?" omel Kris
"Kenapa kau jadi mengomel padaku?" protes Lay
"Lupakan" ujar Kris
Kini 4 lelaki tampan telah berbaris dengan rapi di depan televisi yang menayangkan sebuah film action. Beberapa camilan bertengger manis di depan mereka
"Ah... film ini membosankan, aku sudah berulang kali melihatnya" keluh Kyungsoo
"Tidak ada acara yang bagus selain ini, Kyungsoo" jawab Lay
"Tapi tetap saja membosankan" ujar Kyungsoo
"Diamlah dan nikmati filmnya" sahut Suho
Kyungsoo mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang santai dan ia menemukan sebuah gitar klasik berwarna putih yang sedang nganggur di dinding dekat pintu kamarnya dan Kai
"Lay, kau bisa bermain gitar?" bisik Kyungsoo pada Lay
"Tentu saja, kau mau aku memainkannya untukmu?" tawar Lay
"Ya" jawab Kyungsoo
"Ayo kita menjauh dari dua orang ini" ajak Lay
"Mau kemana kalian?" tanya Kris
"Mau bermain gitar, duduk disini dan hanya memandangi film seperti itu benar-benar membosankan" jawab Lay
"Kau pikir yang mengusulkan melihat film ini siapa?" cibir Kris
"Awalnya aku pikir film itu bagus, ternyata sangat membosankan" jawab Lay
"Terserah kalian, aku masih ingin menonton film ini" sahut Suho
"Aku tidak bicara denganmu Suho" desis Lay
"Ayo Kyungsoo" ajak Lay sambil merangkul bahu Kyungsoo
"Jangan jauh-jauh" ujar Kris
"Kau pikir kami anak kecil?" cibir Lay
Lay dan Kyungsoo masuk ke kamar Kai-Kyungsoo setelah mereka mengambil gitar yang menggantung indah di dinding
"Lagu apa yang ingin kau nyanyikan?" tanya Lay
"Call You Mine, apa kau bisa?" tanya Kyungsoo
"Lagu itu sering aku nyanyikan bersama Kris" jawab Lay
"Kau dekat dengan Kris ya?" tebak Kyungsoo
"Seperti itulah, dan kami hanya berteman" jawab Lay
"Tapi sepertinya Kris tidak menganggapmu teman" ujar Kyungsoo
"Apa maksudmu?" tanya Lay
"Maksudku Kris menganggapmu seperti orang yang spesial" jawab Kyungsoo
"Hah?" tanya Lay
"Dilihat dari caranya memperhatikanmu, kurasa dia menyukaimu" jawab Kyungsoo
"Kris pernah bilang dia menyukaiku" celetuk Lay
"Lalu?"
"Dia bilang menyukaiku sebagai teman" jawab Lay sambil tersenyum
"Teman? Tapi sepertinya tidak, maksudku dia menyukaimu bukan sebagai teman" ujar Kyungsoo
"Jadi maksudmu Kris itu gay?" tanya Lay
"Ya...siapa tahu? Bisa saja kan" jawab Kyungsoo
"Kau ini ada-ada saja"
Lay segera memetik senar gitarnya hingga membentuk sebuah nada yang indah
Can I call you my own and I call you my lover
Call you my one and only girl...
Dari pendengarannya yang tajam, Kris mendengar sebuah suara yang sudah sering ia dengar berpadu dengan sebuah suara lembut yang ia yakini itu suara Lay. Kris sengaja mengecilkan volume televisi demi mendengarkan suara duet antara Lay dan Kyungsoo
"Kenapa kau–"
"Ssstt...Dengarkan baik-baik" potong Kris
Can I call you my everything call you my baby
You're the only one who runs my world...
Suho terdiam mendengar suara dari dalam kamar Kai-Kyungsoo. Dan dia cukup terkejut dengan suara Kyungsoo yang bisa dibilang cukup bagus
DEG!
Sama seperti yang ia rasakan pada Lay,Electric Shock. Sebuah getaran yang entah apa namanya yang kita rasakan saat mendengar suara seseorang yang kita cintai. Meskipun itu suara duet, namun suara Kyungsoo lah yang mendominasi. Tanpa sadar, Suho bangkit dari tempatnya dan berjalan menuju kamar Kai-Kyungsoo, ia berhenti di depan pintu kamar yang di dalamnya terdapat dua manusia yang tengah bernyanyi dengan suara indahnya itu sambil mendekatkan telinganya pada pintu tersebut. Kris juga mengikuti Suho, namun yang suara yang masuk di telinganya adalah suara Lay yang bisa dibilang kecil jika duet dengan Kyungsoo. Perlahan, kedua lelaki itu terduduk di depan pintu dan meresapi lagu tersebut. Mata mereka mulai terpejam seiring dengan berakhirnya lagu tersebut
CKLEK
DUK!
"Ugh..."
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Kyungsoo saat melihat Suho dan Kris tergeletak mengenaskan (?) akibat terjatuh
"Bisakah kalian memberi isyarat bahwa kalian akan keluar? Jadi kepala kami tidak mencium lantai" ujar Kris sambil mengusap kepala belakangnya
"Kami tidak tahu jika kalian ada disini, jadi jangan salahkan kami jika kalian mencium lantai seperti tadi" jawab Lay
BRAK!
"Kris!"
Suara Tao membuat mereka menoleh pada sumber suara,pintu depan. Dan terlihatlah wajah seram Tao yang dibuat-buat sedih oleh si pemilik
"Kris! Kau harus bertanggung jawab! Nilai menggambarku rendah karenamu!" sungut Tao
"Aku? Kenapa aku?" tanya Kris
"Kau mengajariku menggambar seekor naga yang berada di atas istana yang terbakar, tapi sonsaengnim bilang gambaranku seperti anak kecil dan akhirnya aku mendapat nilai menggambar terendah di kelas" jelas Tao
Lay hanya tertawa mendengar penuturan polos Tao yang membuat wajah Kris sedikit memerah, entah karena malu atau marah
"Seharusnya kau jangan meminta Kris membantumu, lebih baik Suho atau Luhan" ujar Lay
"Saat itu Suho sedang sibuk untuk memanggil Chen dan Kyungsoo, sedangkan Luhan tidak mau diganggu saat bermain game dengan Sehun" jawab Tao
"Aku bisa membantumu saat malam harinya, lagi pula kan hanya sebentar" sergah Suho
"Iya juga ya"
"Kau ini. Oh ya, dimana Kai dan Sehun?"tanya Suho
"Aku tidak pulang bersama mereka, aku ingin berjalan cepat dan protes pada Kris" jawab Tao
"Aku?" tanya Kris sambil menunjuk dirinya sendiri
"Tao sudah bilang padamu tadi idiot" cibir Lay
"Oh ya, apa kau lapar?" tanya Kyungsoo
"Kebetulan sekali, aku ingin spaghetti" jawab Tao
"Baiklah, apa kalian mau makan juga?" tanya Kyungsoo
"Kau bisa membuat sushi? Bahan-bahannya ada di kulkas" jawab Suho
"Tentu saja, dan kalian berdua?" tanya Kyungsoo lagi
"Sup makaroni mungkin membuat perut kita berisi" jawab Lay
Kris hanya mengangguk mendengar jawaban Lay, Lay tahu segala yang Kris suka dan pemuda tinggi itu akan tersenyum saat Lay mengatakannya
"Tunggulah di ruang santai" ujar Kyungsoo sebelum pergi ke dapur untuk membuat makanan
Kris menyenggol lengan Suho dan mengangkat sebelah alisnya dengan seringaian tercetak jelas di wajahnya. Suho hanya membalasnya dengan tatapan heran, merasa respon Suho lambat, Kris berdiri dan membantu Suho berdiri tegap
"Kyungsoo! Kau butuh bantuan?" tanya Kris
"Entahlah" jawab Kyungsoo dari dapur
"Suho akan kesana" ujar Kris sambil mendorong punggung Suho menuju dapur
Suho melemparkan tatapan tajamnya pada Kris yang seenak jidat mendorong tubuh kecilnya ke arah dapur untuk membantu Kyungsoo. Sejujurnya ia tak keberatan tetapi efek Electric Shock itu tadi lah yang membuat jantungnya berdegup kencang. Kris hanya tersenyum dan menggiring Tao dan Lay menuju ruang santai. Dengan pasrah, Suho berjalan menuju dapur dan melihat Kyungsoo sibuk dengan ikan yang dipotongnya
"Perlu bantuan?" tanya Suho
"Tidak, kau bisa menunggu bersama yang lain" jawab Kyungsoo
"Kau yakin?" tanya Suho
"Ya ten –Aww"
Kyungsoo meletakkan pisaunya dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci jarinya yang terkena pisau. Namun dengan sigap Suho meraih pergelangan tangan Kyungsoo dan melihat jari Kyungsoo yang berdarah, setelah itu ia segera menghisapnya. Mata bulat Kyungsoo semakin membulat melihat perlakuan Suho padanya
DEG DEG
'Jangan Suho, berhenti bersikap baik padaku. Aku masih baru disini' batin Kyungsoo
Ia hanya diam dan memperhatikan Suho yang masih menghisap jarinya. Tanpa Kyungsoo sadari, kedua ujung bibir tebalnya terangkat ke atas dan membentuk sebuah senyuman yang sangat manis
"Suho, darahnya sudah berhenti" ujar Kyungsoo
Suho mendongak setelah mengeluarkan jari Kyungsoo dari mulutnya. Dan uh...sungguh sudut yang bagus untuk melihat wajah Kyungsoo dari sini. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela tertutupi oleh wajah Kyungsoo sehingga disekitarnya bercahaya seakan-akan ia adalah seorang malaikat. Dan bonus senyuman tentunya
"Suho" panggil Kyungsoo
Suho kembali ke alam sadarnya dan menatap Kyungsoo kikuk
"Aku akan mengambilkanmu plaster" ujar Suho lalu pergi untuk mengambil plester di kotak obat yang ada di kamarnya dan Sehun
BLAM
Suho menyandarkan punggungnya pada daun pintu yang tertutup sambil memegangi dadanya yang berisi jantung yang sedang berdetak sangat cepat seperti habis berlari puluhan meter
"Dia benar-benar membuatku sesak nafas" gumam Suho
Setelah menormalkan detak jantungnya, ia segera mengambil plaster di kotak obat dan segera keluar untuk memberikannya pada Kyungsoo
"Ini untukmu. Lain kali berhati-hatilah" ujar Suho sambil menyodorkan plaster pada Kyungsoo dengan senyum kikuk –menurut Suho–
"Terima kasih" jawab Kyungsoo sembari mengambil plaster tersebut dari tangan Suho
Sudah lama sekali rasanya ya :D
Reviews kali ini mempengaruhi ff ini lanjut atau tidak. Dengan adanya kasus yang sekarang ini aku jadi takut untuk melanjutkannya. Apa kalian masih mau membaca ff-ku yang ancur ini dengan main cast SuD.O dan KrAy? Kalau aku boleh jujur, aku tidak mau mengubah pairing di ff ini. Tapi kalau sebagian besar dari kalian tidak mau membacanya ya tak apa, aku akan menghapusnya :)
RCL Readers :)
