"Gambaranmu lebih menyerupai anak sd" komentar Lay sambil melihat gambaran Tao

"Hei, butuh bertahun-tahun bagiku untuk bisa menguasai itu" sahut Kris

"Berlebihan. Bahkan anak sd pun bisa menguasainya hanya dengan 1-2 hari" jawab Lay

"Terpaksa aku harus menjalani ulang tes ini, kau bisa membantuku hyung?" tanya Tao

"Tentu saja. Aku akan membantumu" jawab Lay

"Terima kasih,hyung. Kau yang terbaik" ujar Tao

"Ya sama-sama" jawab Lay

"Aku tak yakin gambaranmu lebih bagus dariku" sahut Kris

"Terserah apa katamu. Aku yang mengajari Tao, bukan kau" cibir Lay

Kris hanya menghela nafasnya dan menoleh ke arah dapur

"Suho! Kyungsoo! Apa kalian sudah selesai?!" tanya Kris sedikit berteriak

"Ya sebentar lagi" jawab Suho

"Cepatlah! Aku sudah kelaparan!" sahut Tao

"Kalian berdua sama saja, aku akan membantu mereka" ujar Lay hendak berdiri

BRUK

"Kau berjanji akan mengajariku, ajari aku sekarang" pinta Tao

"Tapi tidak begini caranya, pantatku sakit sekarang" keluh Lay sambil mengusap pantatnya

"Sakitkah?Maaf" ujar Tao

"Tak apa" jawab Lay

Tak lama setelah itu, Suho dan Kyungsoo keluar dengan beberapa piring di kedua tangan mereka

"Kenapa lama sekali?" tanya Kris

"Ada sedikit kendala tadi, maaf sudah membuat kalian menunggu" ujar Kyungsoo

"Tak apa, setidaknya makanan sudah ada di depan kami" ujar Tao senang

TUK!

"Jangan hanya memikirkan makanan! Kau ini" cibir Kris

"Aku tidak hanya memikirkan makanan! Aku benar-benar lapar sekarang" elak Tao

"Sudahlah,Kris. Lebih baik kau makan" ujar Lay

Kris mendengus pasrah dan memakan sup makaroninya dengan santai dan tenang

"Aku harap tidak ada yang keluar nanti malam" ujar Suho

"Malam ini bulan purnama ya?" tanya Tao

Suho mengangguk,"Dan kalian tahu kan, apa yang akan terjadi?" tanya Suho

"Tentu saja. Aku tak mau jadi santapan makhluk itu, sudah cukup dia merobek kulitku waktu itu" ujar Tao

"Tapi setidaknya kau menang melawan mereka" sahut Lay

"Meskipun begitu, mereka menakutkan"jawab Tao

Tanpa mereka sadari sepasang mata yang entah milik siapa berubah menjadi berwarna merah menyala dalam waktu beberapa detik


"Aku masih penasaran dengan serigala-serigala itu" ujar Lay

"Lupakan soal serigala itu,Lay. Kau bahkan hampir diterkam oleh mereka"jawab Luhan

"Tapi aku masih penasaran, bukankah sekolah kita sudah dilindungi dengan ketat? Dan serigala itu tak mungkin bisa masuk bukan?" tanya Lay

"Mungkin saja serigala itu jelmaan salah satu dari murid disini" jawab Luhan

Hening

1 detik

2 detik

3 detik

"Astaga! Tidak mungkin serigala itu salah satu dari kita bukan?" tanya Luhan

"Maka dari itu, aku juga berpikir bahwa serigala-serigala itu adalah jelmaan manusia dan manusia tersebut salah satu dari murid XOXO" jawab Lay

"Aku benar-benar takut, kira-kira siapa ya?" tanya Luhan

"Entahlah" jawab Lay

CKLEK

"Kalian belum tidur?" tanya Kris diambang pintu

"Kurasa insomnia-ku kambuh" jawab Lay

"Dan aku masih harus mengerjakan tugas" jawab Luhan

"Sebaiknya kalian segera tidur" ujar Kris

"Ya nanti" jawab Luhan

"Oh ya, jika kalian mencariku, aku patroli dengan Suho" ujar Kris

"Patroli? Patroli apa?" tanya Lay

"Siapa tahu para serigala itu muncul lagi" jawab Kris

"Apakah mereka muncul setiap malam?" tanya Luhan

"Hanya 5 kali selama bulan purnama" jawab Kris

"Darimana kau tahu?" tanya Lay

"Membaca buku tentang manusia serigala" jawab Kris

"Atas dasar apa kau bisa bilang itu manusia serigala? Bukankah yang kita tahu mereka hanya serigala biasa?" tanya Luhan curiga

"Aku hanya menebak, lagipula di film-film kan selalu seperti itu" jawab Kris

"Baiklah. Tapi hati-hati" ujar Lay

"Ya" jawab Kris sebelum kembali menutup pintu kamar Lay-Luhan

"Lay, apa kau merasa ada yang aneh dengan Kris?" tanya Luhan

"Aneh bagaimana?" tanya Lay

"Ya aneh" jawab Luhan

"Tidak. Dan lebih baik kita tidur" ujar Lay sebelum bergelung dengan selimutnya


Terlihat dua orang manusia berjalan dengan santai ke arah lapangan yang masih masuk ke dalam kawasan XOXO High School

"Kau tau? Aku bosan" ujar salah satu manusia yang tinggi

"Kau pikir hanya kau? Aku juga" jawab manusia yang lebih pendek

"Ayo kita mencari mangsa baru" ajak manusia yang tinggi itu

"Aku tidak lapar,Kris" jawab manusia yang pendek

"Ayolah,Suho. Setidaknya bantu aku mencari seseorang untuk dimangsa malam ini. Aku lapar" pinta Kris

"Kenapa kau tidak terkam saja Lay-mu itu? Aku yakin dagingnya putihnya akan sangat manis" jawab Suho

"Dagingnya memang terlihat enak, tapi aku tak akan tega untuk mencabik kulit putih mulus nya itu" ujar Kris

"Oh ya? Kukira kau akan tega melakukannya mengingat kau hampir memakan kepalanya kemarin malam" ujar Suho

"Kalau aku tidak melihat wajah ketakutannya, sudah dipastikan aku akan menangisi nisannya di kemudian hari" jawab Kris sambil memasang wajah sedihnya

"Wajahmu membuatku mual" cibir Suho

"Oh ya? Bagaimana dengan ini?" tanya Kris sambil memasang wajah sok imutnya

"Ugh...apakah kau selalu memasang tampang itu saat memohon pada Lay?" tanya Suho

"Ya, dan Lay bilang aku imut" jawab Kris

"Kau punya tingkat kepercayaan diri yang tinggi tuan Wu"

Suho dan Kris menoleh kebelakang mereka dan mendapati seorang pria paruh baya yang sedang tersenyum ke arah mereka

"Akan lebih baik kalian menjelaskan alasan kalian keluar di kantorku" ujar pria paruh baya itu

"Disini saja prof, kami ingin mencari udara segar"jawab Kris

"Udara segar hm? Baiklah"

Pria itu segera duduk diatas rumput dan mengisyaratkan Kris dan Suho untuk duduk

"Apa yang profesor lakukan malam-malam begini?" tanya Kris

"Seharusnya aku yang bertanya begitu pada kalian" jawab profesor

"Kami hanya mencari udara segar malam hari" ujar Suho

"Udara atau mangsa?" tanya profesor

"Aku mencari udara dan dia mencari mangsa" jawab Suho sambil menunjuk pada Kris

"Aku? Kau yang mengajakku berburu mangsa" elak Kris

"Jangan memutar balik fakta,Kris" sahut profesor

"Aish, aku kena lagi" cibir Kris

"Poor Kris" ledek Suho

"Apa yang profesor lakukan disini?" tanya Kris tanpa menghiraukan ledekan Suho

"Melihat bintang" jawab profesor

"Bintang?" tanya Suho heran

"Karena bintang, aku bisa melihat Sunny-ku bersinar" jawab profesor

Suho dan Kris mengangguk paham. Profesor mereka ini baru saja kehilangan istrinya karena kecelakaan yang menimpa si istri saat sedang dalam perjalanan ke XOXO untuk merayakan natal bersama suaminya

"Profesor,apa kami bisa seperti profesor?" tanya Kris takut

"Maksud kalian?" tanya profesor

"Menjadi manusia biasa dan hidup bersama seseorang yang kita cintai" jawab Kris

"Bisa saja, tapi resiko yang kalian tanggung sangatlah besar. Bahkan kalian bisa kehilangan nyawa kalian" jawab profesor

"Kalau resikonya besar, kenapa profesor berhasil melakukannya?" tanya Suho

"Karena aku mempunyai keinginan yang kuat" jawab profesor

"Kami juga mempunyai keinginan yang kuat" ujar Kris

"Aku tahu itu, tapi kalian melakukan itu untuk seseorang yang jenis kelaminnya sama dengan kalian" jawab profesor

"Pernahkah anda mendengar bahwa cinta itu buta? Cinta bukan masalah tentang jenis kelamin ataupun materi. Tetapi cinta adalah tentang perasaan, sesuatu yang tidak terlihat namun kita dapat merasakan sakit dan gembira karenanya" jelas Suho

"Kau sudah cukup dewasa ternyata. Aku bangga padamu" sahut Kris sambil menepuk bahu Suho

"Akan aku tetapi, kalian bisa melakukannya tahun depan. Karena bulan purnama tahun ini tidak akan cukup, waktu yang diperlukan untuk persiapan ritual itu harus banyak. Kalian tidak keberatan?" tanya profesor

"Tak apa, kami akan berusaha mendekati mereka terlebih dahulu" jawab Suho

"Baiklah. Lebih baik kalian kembali ke asrama sebelum kepala sekolah–"

"Siapa disana?!" sebuah suara berat nan cempreng menginterupsi

"Menghukum kalian" lanjut profesor


"Apa yang kalian lakukan malam-malam begini? Apa kalian tidak tahu bahwa serigala-serigala itu masih berkeliaran di sekitar sini? Bagaimana kalau kalian bertemu mereka? Bagaimana kalau kalian diterkam oleh mereka?"

Dan bla bla bla, Suho hanya mendengarkan si kepala sekolah yang memang terkenal cerewet sambil menunduk sementara Kris trus mengikuti cara bicara kepala sekolah. Sementara prof. Vincent –nama profesor yang tertangkap basah bersama mereka tadi– hanya tersenyum geli melihat kepala sekolahnya mengomeli kedua murid kebanggaan sekolah ini

"Sudahlah,Sir. Kalau anda terus mengomeli mereka seperti itu, anda sama saja mengurangi waktu tidur mereka. Lagipula ini sudah jam 3 pagi" sahut prof. Vincent

"Benarkah? Baiklah kalau begitu, kalian kembali ke asrama. Dan kalian punya jadwal membersihkan toilet selama seminggu dari jam 5 pagi dan 5 sore hingga selesai" ujar kepala sekolah

"Baiklah,Sir. Kami permisi" ujar Suho lalu pergi bersama Kris

"Bagaimana kau bisa membiarkan mereka keluar pada jam seperti tadi? Akan bahaya jika warga mencurigai mereka" ujar kepala sekolah

"Ini memang waktunya bulan purnama, tapi mereka terlalu lihai untuk mengelabui. Jadi kuharap kau bisa tenang,Aiden" jawab profesor

"Kuharap Key dan yang lainnya tidak menemukan keberadaan mereka" ujar kepala sekolah yang kita ketahui bernama Aiden

"Tidak bisa. Cepat atau lambat, Key pasti akan menemukan mereka berdua. Dan kita baru bisa melakukan proses itu tahun depan" jawab profesor

"Aku sangat berharap, Key tidak akan pernah menemukan mereka"


Gimana dengan chapter 5 ini? Oh ya, aku buat video trailernya. Maaf kalo kalian menemukan nama lain dalam videonya, dan alasannya bisa kalian lihat di deskripsi - www_youtube_com/watch?v=NXfyHnFE-gI&feature=youtu_be (tanda '_' diganti sama titik)