Pagi ini berjalan seperti biasanya termasuk kedua manusia yang sebenarnya bisa saja menjadi ganas saat bulan purnama. Dan sekarang mari kita intip Suho dan Kyungsoo yang sedang berada di perpustakaan untuk mengambil beberapa buku

"Coba cari di rak atas, mungkin berada disana" ucap Suho sambil menunjuk rak paling atas

"Ah ne"

Kyungsoo mulai menaiki tangga dan mengecek buku-buku di rak atas sementara Suho mengecek buku-buku di rak bawah. Mereka sedang mencari buku tentang sejarah manusia serigala untuk tugas sejarah tentunya. Andai saja Kyungsoo tahu, ia tidak harus susah-susah mencari buku tersebut karena narasumbernya ada di dekatnya dan sedang membantunya mencari buku

"Bagaimana? Apa ada di rak atas?" tanya Suho

"Sebentar" jawab Kyungsoo

Mata bulatnya masih meneliti berbagai buku yang ada di rak tersebut sampai akhirnya ia menemukan buku tersebut

"Kenapa jauh sekali?" gerutu Kyungsoo

Karena tidak mau turun, ia memutuskan untuk menggapai buku tersebut yang sedikit jauh darinya. Tapi sayangnya tangan Kyungsoo yang tidak terlalu panjang cukup menyulitkannya sampai…

"WAAA!"

Suho mendongak dan melihat Kyungsoo bergoyang di tangganya, Suho dengan cekatan memegangi tangganya, namun sayang karena kekuatannya tak begitu besar sedangkan tangga itu sudah oleng membuatnya jatuh dengan Kyungsoo berada di atasnya. Kyungsoo tak merasakan sakit saat ia terjatuh, namun justru terasa sangat empuk, dan juga bibirnya tak mencium dinginnya lantai. Kyungsoo membuka matanya dan membulatkan matanya, ia segera bangun dan membantu Suho duduk

"Mi-Mianhae" ucap Kyungsoo gugup

Suho hanya tersenyum,"Tak apa, setidaknya kau tidak terluka" jawab Suho

Kyungsoo hanya menunduk guna menyembunyikan rona merah di wajahnya karena yah… secara tak sengaja ia mencium Suho

"Oh ya, kau mendapatkan bukunya?" tanya Suho

"Hampir, dan kalau saja aku tidak jatuh mungkin aku sudah mendapatkannya" jawab Kyungsoo lalu mengerucutkan bibirnya

'Damn Kyungsoo! Berhentilah menggodaku dengan bibir kissablemu itu. Kalau saja aku tidak sadar, aku pasti sudah melumat bibir tebalmu itu'

Suho menggelengkan kepalanya, berusaha mengalihkan pikiran kotornya saat melihat Kyungsoo

"Kau sakit? Maafkan aku, apa perlu ke ruang kesehatan?" tanya Kyungsoo khawatir

"Ah, tidak. Tidak perlu, lebih baik kita mengambil buku itu dan segera pergi dari sini" ucap Suho lalu tersenyum

'Kenapa dia bisa tersenyum seperti itu? Ah...apa aku telah jatuh cinta padanya? Tidak tidak, kau masih normal Kyungsoo'

"Kau baik-baik saja?" kini giliran Suho yang bertanya karena Kyungsoo menggelengkan kepalanya

"Ah, ya aku baik-baik saja. Ayo kita ambil buku itu" ucap Kyungsoo


Sekarang mari kita lihat Kris dan Lay yang sedang sibuk di lapangan basket. Kris memang anggota tim basket, tapi Lay hanya ingin bermain basket bersamanya. Fyi, Lay juga mahir bermain basket namun, ia lebih memilih ekskul musik yang dapat menenangkan pikirannya

"Bisa kau ajari aku melakukan three shoot?" pinta Lay

"Three shoot?" tanya Kris

"Ya, aku tidak pernah bisa melakukan three shoot" ucap Lay lalu melemparkan bole ke dalam ring

"Itu sangat muda untuk dilakukan" jawab Kris lalu mengambil bola basket yang baru saja jatuh dari ring dan mendekati Lay

"Kau hanya perlu melakukannya seperti ini" ucap Kris lalu mencontohkan bagaimana langkahnya melakukan three shoot

"Ya, bagimu hanya" cibir Lay lalu mengambil bola basket tersebut

"Sekarang aku harus bagaimana?" tanya Lay

Kris berdiri di belakang Lay yang tengah memegang bola, tangannya memegang tangan Lay bermaksud untuk mengarahkannya supaya masuk ke ring. Setelah itu ia meminta Lay melempar bola tersebut , tapi gagal. Ia mengulangi cara yang sama sampai 4 kali dan gagal terus

"Kalau sampai yang ini gagal juga, kuhukum kau" bisik Kris

Lay merinding mendengar suara berat Kris yang langsung menyapa telinganya dan merasakan nafas Kris di lehernya, Lay hanya mengangguk dan melemparkan bola itu, namun gagal. Lay merasakan sebuah tangan melingkar di pinggangnya dan nafas hangat di lehernya

"Ini hukumanmu bunny" ucap Kris lalu mulai meniup leher Lay

"Ahh hahaha Krishh hahahaha berhentihh hahahaha"

Lay menggeliat dan berusaha lepas dari pelukan Kris namun tenaga Kris lebih besar darinya, jadinya ia hanya pasrah dengan apa yang Kris lakukan padanya

SRET

JLEB

"Argh..."

Lay berbalik karena mendengar suara rintihan Kris yang secara tiba-tiba,"Kau baik-baik saja?" tanya Lay

"T-Tidak argh punggungku" rintih Kris

"Jadi kau terserang encok? Aigoo kau masih muda Kris" jawab Lay lalu menggeleng-gelengkan kepalanya

"T-Tidak bodoh! Argh" rintih Kris lagi

"Kau tidak sedang membohongiku kan?" tanya Lay

"Untuk apa argh, antarkan aku ke ruangan profesor Vincent" pinta Kris

Lay mengecek bagian belakang tubuh Kris dan melihat ada anak panah di punggungnya

"Astaga Kris! A-Ada anak panah di punggungmu!" teriak Lay

"Aish jangan berteriak! Bawa aku ke profesor Vincent!" ucap Kris


Suho dan Kyungsoo berlari menuju ruangan profesor Vincent setelah mendengar kabar bahwa Kris diserang dengan anak panah beracun

"Apa yang terjadi?" tanya Suho begitu masuk ke ruangan profesor Vincent

"Key telah mengetahui keberadaan kalian" ucap profesor

"Apa?!"

"Dia menyerang Kris dengan anak panah beracun. Beruntungnya anak panah itu tidak sampai mengenai jantungnya" jawab profesor

Suho melirik Kris yang terbaring lemah di sofa dan ditemani oleh Lay disebelahnya

"Aku sudah mengeluarkan racunnya, lebih baik kalian tidak keluar malam ini karena kalian pasti akan diserang" ucap profesor

"Malam? Diserang? Apa maksudnya?" tanya Kyungsoo

"Kami akan menjelaskannya, tapi ku mohon jangan kaget" ucap Suho

"Jelaskan padaku!" paksa Kyungsoo

"Se-Sebenarnya aku dan Kris a-adalah..."

"Manusia serigala, benar kan?"

Kelima orang yang ada di ruangan profesor Vincent segera mengalihkan pandangan mereka ke pintu dan membulatkan matanya begitu tahu siapa orangnya

"Chen?"

"Maaf sebelumnya, tapi aku sudah memastikan keadaan telah aman sebelum aku mengatakan itu" jawab Chen

"Bagaimana kau tahu kalau kami ini..."

"Kau mata-mata dari Key?" tanya profesor Vincent

"Maaf sebelumnya prof, tapi aku tidak tahu siapa itu Key. Dan aku pernah melihat mereka berubah sebelumnya" jawab Chen

"Kapan kau melihat kami berubah?" tanya Suho

"Satu tahun yang lalu" jawab Chen

"Saat itu aku sedang berjalan menuju perbatasan desa untuk menyusul ayah sekaligus membantu beliau untuk menaklukkan serigala pada malam itu. Tapi di tengah jalan aku mendengar suara orang menjerit kesakitan dari balik semak-semak, karena penasaran ya aku mengintipnya. Dan ternyata itu adalah kalian berdua, aku sempat ingin menghampiri kalian berdua untuk menanyakan apa kalian terluka atau tidak. Tapi ternyata kalian langsung berbubah menjadi serigala. Dan alasanku kesini bukan untuk membunuh kalian, melainkan memohon pada kalian untuk pergi dan tidak mengganggu warga di Gascony" jelas Chen panjang lebar

Kelima orang tersebut terdiam setelah mendengar cerita dari Chen

"Maafkan aku" ucap Kris

"Sudahlah Kris, semuanya sudah terjadi" jawab Lay sembari mengusap surai pirang Kris

"K-Kau tidak takut padaku?" tanya Kris

"Untuk apa? Bagiku kau adalah manusia biasa sepertiku" jawab Lay lalu memperlihatkan dimple miliknya

"Sebenarnya aku sedang berusaha untuk membuat mereka keluar dari tubuh Kris dan Suho supaya mereka berdua bisa menjadi manusia biasa. Tapi, waktunya sudah lewat" ucap profesor

"Mereka?"

"Arwah serigala yang bersarang dalam tubuh kami" jawab Suho

"Dan sekarang ada orang bernama Key yang mengincar Suho dan Kris untuk mengambil arwah serigala tersebut dan menghancurkan seluruh kota" lanjut profesor

"Aku mohon padamu untuk menjaga rahasia ini" pinta Suho pada Chen

"Aku bahkan baru menceritakan kejadian ini pada kalian, rahasia kalian aman padaku. Tapi aku mohon jangan lukai warga Gascony lagi" jawab Chen

"Tidak akan" jawab Suho


Maaf kalo kelamaan, banyak banget cobaan. Data author lenyap tak berbekas termasuk will he ini T.T Tapi untungnya data copynya ada di laptop ayah author :D