Seminggu setelah kejadian dimana Kris tertusuk oleh sebuah panah, kedua manusia serigala itu terus waspada. Kyungsoo,Lay,dan Chen juga ikut berjaga-jaga. Awalnya, mereka berlima sempat dicurigai oleh teman-teman seasrama mereka, namun Suho menjelaskannya dengan santai dan dengan nada yang meyakinkan hingga akhirnya mereka percaya. Kris juga perlahan-lahan sembuh berkat ketelatenan Lay dalam merawatnya. Yah, meskipun cukup susah untuk memaksa Kris meminum obatnya dan harus berakhir dengan cara yang ehm... seperti itulah

Flashback

"Ayolah Kris, kau harus minum obatmu" paksa Lay

Namun, Kris menggelengkan kepalanya. Dia bahkan menutupi wajahnya dengan bantal, dan sekarang dia sama seperti anak kecil yang dipaksa minum obat oleh ibunya

"Jangan seperti anak kecil, ingat umurmu Kris. Dan cepatlah, kelas akan dimulai 5 menit lagi. Aku tidak mau membolos hanya demi memaksa seorang manusia jadi-jadian sepertimu minum obat" cibir Lay

"Kalau kau tidak mau aku sembuh, pergi saja" ucap Kris dengan nada ketus

Lay memutar bola matanya dan terpaksa melakukan cara yang sedikit gila -menurutnya-. Lay meminum obat tersebut, namun tak sampai menelannya lalu ia naik ke ranjang Kris dan duduk di perut Kris. Kris yang merasakan sesuatu yang berat di perutnya segera menyingkirkan bantal yang menutupi wajahnya, Kris dikejutkan dengan ciuman tiba-tiba dari Lay. Lay melumat bibirnya dengan lembut, dan kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan oleh Kris. Ia membalas lumatan Lay dan tangannya bergerilya di punggung Lay, sedangkan pria berdimple itu tersenyum dan menggigit bibir bawah Kris sehingga Kris sedikit membuka mulutnya. Lay langsung memasukkan obat tersebut ke dalam mulut Kris lalu melepas ciuman mereka dan memberi Kris minum, dan Kris hanya menurut. Apakah dia baru saja meminum obat? pikirnya

"Baiklah, tugasku selesai. See you later stupido" ucap Lay lalu mengecup kening Kris sebelum pergi

"Kurasa aku bisa berpura-pura tidak mau minum obat agar dia mau menciumku terus" ucap Kris lalu terkekeh

Flashback end

Sementara itu, Suho terus berada di dekat Kyungsoo. Dimana ada Kyungsoo, disitu pasti ada Suho, meskipun dalam radius 5 meter/? seperti sekarang ini. Kyungsoo sedang berada di taman dekat kelas Suho, mereka menghabiskan jam kosong mereka disini karena Nam songsaenim tidak masuk karena sakit

"Kyungsoo, sepertinya Suho terus mengawasimu" ucap Baekhyun pada Kyungsoo

"Jangan mengada-ada, dia masih ada kelas sekarang" jawab Kyungsoo

"Dia memang ada di kelas dan sedang mengawasimu" ucap Baekhyun lalu menunjuk ke salah satu jendela

Kyungsoo melihat arah yang Baekhyun tunjukkan dan benar. Suho tengah memperhatikan dia dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya. Senyum yang sangat Kyungsoo sukai, dan senyum yang membuat Kyungsoo -mungkin- jatuh cinta pada Suho. Kyungsoo menunduk saat Suho mengedipkan sebelah matanya pada Kyungsoo sebelum akhirnya kembali fokus pada pelajarannya

"Jangan bilang kau menyukai Suho" ucap Baekhyun

"Entahlah, aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Tapi, aku selalu merasa berdebar saat bersama Suho" jawab Kyungsoo

"Itu artinya kau mulai menyukainya, bodoh" cibir Baekhyun

"Tak apa?" tanya Kyungsoo

Baekhyun mengernyitkan dahinya dan memandang Kyungsoo heran,"Apa maksudmu 'tak apa',Kyungsoo?" tanyanya

"Maksudku, apa kau tak jijik padaku jika ternyata aku menyukai Suho? Apa kau masih tetap menjadi temanku?" tanya Kyungsoo bertubi-tubi

"Bahkan jika transgender pun aku tetap temanmu" jawab Baekhyun lalu tersenyum

"Aku tidak mau melakukan transgender,Baekhyun. Dan terima kasih" ucap Kyungsoo lalu tersenyum

Kyungsoo merasakan ponselnya bergetar, ia mengambil ponselnya dan melihat ada sms masuk di ponselnya

From : Suho

Aku tidak tahu sejak kapan perasaan ini ada. Tapi aku rasa aku mulai menyukaimu Kyungsoo. I LOVE YOU

"Kalau kau menyukainya, katakan saja. Lagipula, Suho itu orangnya baik dan perhatian" ucap Baekhyun

Kyungsoo menggigit bibir bawahnya, ia tahu ia telah salah. Menyukai sesama jenis, tapi mau bagaimana lagi? Salahkan hatinya yang malah memantapkan pilihan pada seorang laki-laki berwajah malaikat yang tadi mengedipkan mata padanya

"Kau lama" Baekhyun segera merebut ponsel Kyungsoo dan mengetikkan sesuatu disana

Kyungsoo hanya diam menatap Baekhyun, namun beberapa detik kemudian ia tersadar,"Baekhyun!" teriaknya saat ia membaca pesan yang baru saja dikirimkan oleh Baekhyun

To : Suho

Aku tidak tahu perasaanku saat ini. Tapi, maukah kau membuatku mencintaimu?

Kyungsoo langsung menoleh ke jendela dimana dia melihat Suho sebelumnya dan ia melihat Suho mengangguk lalu tersenyum. Tak beberapa lama, ponselnya kembali bergetar

From : Suho

Aku akan membuatmu mencintaiku. Dan kau tidak akan bisa berhenti mencintaiku jika itu terjadi ;)

Kyungsoo tak dapat menyembunyikan rona merah di wajahnya saat membaca sms dari Suho. Sementara Baekhyun hanya tertawa geli melihat reaksi Kyungsoo yang menggemaskan


Malam harinya, Kris,Suho,Kyungsoo dan Lay datang ke ruangan profesor Lee untuk memantau perkembangan Key. Dan menginap disana

"Apa ada perkembangan dari Key, profesor?" tanya Kris

"Sejauh ini belum, tapi kita harus tetap berhati-hati" jawab profesor

"Aku tidak yakin jika dia akan bertindak lagi" ucap Suho

"Key bisa melakukan apa saja pada kalian. Jadi berhati-hatilah, dan sebaiknya jaga orang yang kalian sayangi. Aku yakin, jika Key mengetahui ada manusia yang kalian sayangi, dia pasti akan menggunakan mereka sebagai umpan untuk kalian" jelas profesor

Kris dan Suho membulatkan matanya dan menatap kedua laki-laki manis yang tertidur pulas di sofa

"Apa mereka juga akan menjadi korbannya?" tanya Suho

"Jika Key tahu, mungkin mereka akan jadi korban. Jika tidak, tentunya tidak akan" jawab profesor

"Apa tidak ada cara lain prof?" tanya Kris

"Sebenarnya ada dan lebih mudah. Namun, butuh proses yang lama" jawab profesor

"Apa?" tanya Kris

"Jantung kalian harus dikubur dengan darah dari orang yang tulus mencintai kalian. Dan orang itu juga harus bersedia menunggu kalian, tidak dapat dipastikan waktunya. Tapi, kalian akan kembali menjadi manusia biasa dengan umur yang sama dengan orang itu" jelas profesor

"Jadi...kami harus mati terlebih dahulu?" tanya Suho

Profesor Lee menghela nafasnya lalu mengangguk,"Itu jika kalian tidak mau menunggu tahun depan"

"Apa mereka benar-benar harus mati jika ingin melakukan itu?"

Ketiga orang itu langsung menoleh dan mendapat tatapan nanar dari Kyungsoo juga Lay

"Apa ada orang yang bisa hidup tanpa jantung?" tanya profesor

"Jika kita menunggu bulan purnama selanjutnya, waktunya sudah pasti. Namun jika kita melakukan ritual itu sekarang, bisa jadi lebih singkat dan bisa jadi lebih lama" ucap Lay pelan

"Jangan lakukan" ucap Kyungsoo

Semua orang disana kaget atas ucapan Kyungsoo

"Aku tidak ingin kehilangan seseorang yang aku cintai. Walaupun hanya sementara" ucap Kyungsoo

"Jadi, kau mau menunggu bulan purnama selanjutnya? Beruntung jika Key belum menemukan mereka, jika Key sudah menemukan mereka, sama saja kita akan melakukan ritual itu juga Kyungsoo" jelas Lay

Kyungsoo terdiam mendengar ucapan Lay. Ia menunduk lalu berjalan keluar dan disusul Suho


"Kyungsoo!" panggilan Suho sama sekali tak digubris oleh Kyungsoo

Suho berlari lebih cepat dan menggapai tangan Kyungsoo,"Hei"

Suho membalik tubuh Kyungsoo dan langsung memeluknya,"Jangan lakukan itu. Aku tidak ingin menjalani hari-hari tanpamu. Kita baru saja pacaran" ucap Kyungsoo

Suho tersenyum lalu mengusap surai hitam Kyungsoo,"Jika kau tulus mencintaiku, seharusnya kau mau menungguku Kyungsoo. Tak peduli berapa lama, yang kau butuhkan hanya yakin bahwa aku akan kembali ke sisimu dan bersamamu sampai kita mati nantinya" jelas Suho

Kyungsoo semakin mengeratkan pelukannya pada Suho,"Jika itu yang terbaik, lakukanlah. Aku akan menunggumu Suho" ucap Kyungsoo pelan

Sementara itu, Kris berjalan di tengah lapangan sambil menunduk. Dinginnya angin tidak ada artinya bagi Kris. Ia masih terus memikirkan kata-kata profesor Lee tentang transformasi tersebut

"Memikirkan masalah transformasi?" Kris menoleh dan tersenyum saat melihat Lay tengah berjalan menghampirinya dengan senyum tak lepas dari wajahnya

"Aku tidak bisa meninggalkanmu begitu saja. Kau tahu? Aku takut kau lelah menungguku" ucap Kris

"Aku akan terus menunggumu,Kris. Karena aku mencintaimu" jawab Lay lalu tersenyum

"Aku hanya takut" ucap Kris pelan

"Kau tidak perlu takut. Yang aku inginkan adalah ketulusanmu, tidak peduli kau manusia atau serigala" jawab Lay lalu tersenyum

Kris ikut tersenyum, dan entah sejak kapan wajah mereka saling mendekat. Saat bibir mereka hampir bersentuhan, sebuah ledakan terdengar dari gerbang asrama

Jiwa serigala Kris membisikkan sesuatu yang dapat membuat mata Kris terbelalak, 'Key menemukan Suho'

TBC


Kangen sama saya atau ceritanya? Wkwk

Baru apdet sekarang karena ffn lagi ngeror -3- mau buka akun susah pake begete. So, baru apdet sekarang. RnR guys ;)