Kyungsoo, Lay, Chen, dan Kris kembali ke asrama tanpa Suho. Kris bilang, itu sudah sering terjadi dan biasanya ia akan kembali satu sampai tiga hari kemudian dengan alasan ia pergi ke rumah orang tuanya. Jadi, tak masalah bukan? Dan anak-anak di asrama juga sudah biasa dengan Suho yang pergi tiba-tiba
"Dia memang selalu seperti itu. Itulah alasan kenapa aku membencinya" ucap Baekhyun saat Kris memberitahu mereka perihal Suho
"Padahal aku ingin meminta bantuannya" sahut Tao
"Mungkin dia merindukan orang tuanya. Lagipula, aku pernah mendengar bahwa ia trauma akan serigala karena ia pernah diserang serigala" ucap Chen
"Benarkah? Aku bahkan baru tahu sekarang" celetuk Kai
"Suho memang agak tertutup pada kita" sahut Sehun
"Ya terserah. Aku mengantuk dan ingin tidur" sahut Luhan lalu memasuki kamarnya
"Dasar rusa jelmaan kerbau" cibir Xiumin
"Ah ya, apa serigala tadi tertangkap?" Tanya Baekhyun
"Mereka menghilang saat kami kejar ke dalam hutan" jawab Lay lesu
"Hhh… sampai kapan terror serigala ini akan berakhir" gumam Chanyeol
"Kalau aku bertemu mereka, pasti mereka akan ku wushu" sahut Tao geram
"Wushu apanya? Pada kecoa saja kau lari, apalagi pada serigala raksasa itu" sahut Baekhyun lalu tertawa geli
"Diam kau!" cibir Tao
Keesokan harinya, semua murid di XOXO menjalani hari-hari mereka seperti biasa. Sama halnya dengan kesebelas manusia *macam sepak bola #plak* yang tinggal di asrama 3, kecuali Lay –mungkin–. Ia sebisa mungkin menghindari Leo saat lelaki itu berusaha mendekati atau menyentuhnya. Dan bodohnya, Lay baru sadar jika apa yang sudah dilakukan Leo sudah melebihi batas seorang 'teman', pantas saja Kris-nya selalu marah-marah saat Leo mendekatinya *Lemot mode on*
"Lay!"
Lay menoleh saat seseorang memanggil namanya, ia memaksakan senyumnya saat mengetahui siapa yang memanggilnya, Leo
"Hey, ada apa dengan wajah manismu?" Tanya Leo sambil mengangkat dagu Lay
"Aku tidak apa-apa dan singkirkan tanganmu Leo" jawab Lay lalu menepis tangan Leo
"Easy pretty boy aku hanya–"
"Jangan pernah panggil aku pretty boy lagi. Aku lelaki dan aku tampan. Dan candaanmu tidak lucu sama sekali" potong Lay sebelum Leo menyelesaikan kata-katanya
"Well, kau memang tampan. Tapi..."
Leo menggantungkan kalimatnya dan menunjuk tempat dimana cekukan di pipi Lay akan terbentuk saat lelaki itu tersenyum
"Dimplemu membuatku tidak yakin" lanjut Leo
"Pergilah Leo. Aku sedang sibuk disini" ucap Lay lalu menepis tangan Leo dan kembali fokus pada tulisannya
"Memangnya apa yang kau kerjakan?" Tanya Leo
"Aku sudah selesai. Ayo pergi"
Lay mendongak dan melihat Kris menatapnya tajam. Ia buru-buru sadar akan keadaan, dan beruntunglah otaknya tidak lemot hari ini jadi dia langsung membereskan buku-bukunya dan beranjak
"Kau bersama Kris? Maafkan aku tidak melihatmu Kris" ucap Leo
'Apa maksudmu tidak melihat? Jelas-jelas aku di depannya grrr' batin Kris geram
"Sudahlah Leo. Aku harus pergi dan mengerjakan tugasku bersama Kris" ucap Lay lalu menarik Kris pergi
Perjalanan di koridor...
"Aku sudah berkali-kali bilang padamu. Jangan pernah dekati dia! Usahakan kau menghindarinya! Aku juga sudah mengatakan bahwa–"
"Jika dalam radius 500 meter aku melihat Leo, aku sudah harus kabur" potong Lay
"Jangan memotong ucapanku! Asdfghjklhsfd" erang Kris
Kris terus mencibir sepanjang jalan sampai di halaman belakang asrama
"Berhentilah mencibir baobei" ucap Lay dalam bahasa Cina
"Kau tahu rasanya tidak dianggap?! Singa itu benar-benar membuatku–"
Ucapan Kris terputus karena Lay mengecup bibirnya agak lama
"Berhentilah mengoceh atau wajahmu semakin bertambah tua dan berkeriput. Kau tahu kalau aku tidak mau punya pacar keriput bukan?" Tanya Lay
Kris tersenyum dan menarik pinggang Lay mendekat padanya,"Kau memang tahu cara menenangkanku baobei" ucap Kris sebelum membawa Lay ke sebuah ciuman manis mereka
Sekarang ini, Chen,Kyungsoo,Lay,dan Kris tengah berada di ruangan profesor Lee. Satu persatu mereka menceritakan apa yang terjadi saat beliau tak ada, termasuk ketiadaan Suho untuk saat ini
BLETAK!
"Profesor.. sakit" ringis Kyungsoo sembari mengusap kepalanya yang baru saja menjadi sasaran jitak dari profesor Lee
"Itu untuk kebodohanmu" jawab profesor Lee singkat lalu menuju rak buku dan mengambil sebuah buku dari rak tersebut
"Kita tidak bisa melakukan ritual itu kalau kau menyakiti Suho, apalagi sekarang Suho menghilang. Jika kalian tidak bisa menyeret Suho kesini dan Kyungsoo tidak meminta maaf pada Suho, kalian harus menunggu tahun depan. Dan resikonya adalah kalian bisa tertangkap lagi oleh Key. Awalnya aku mengira ritual ini baru bisa dilaksanakan tahun depan, tapi setelah aku baca di buku ini, ritualnya bisa dimulai bulan ini, lebih tepatnya lusa besok" jelas profesor Lee
"Tapi, dia masih marah padaku" ucap Kyungsoo
"Maka dari itu kau harus minta maaf" sahut Chen
"Tapi bagaimana car–"
TAP! BRUK!
"Kyungsoo!"
Kyungsoo jatuh pingsan di sebelah Chen, tentu saja Lay dan Kris berteriak karena kaget. Tapi Chen hanya tersenyum dan memberi isyarat bahwa semuanya baik-baik saja
"Aku hanya melatih kemampuan hipnotisku, ayahku yang mengajarkan ini padaku" ucap Chen
Ia lalu menyandarkan Kyungsoo di kursi dan mulai menggerakkan tangannya di depan wajah Kyungsoo untuk memastikan bahwa Kyungsoo tidak pura-pura. Setelah selesai memastikan, Chen tersenyum dan berdehem
"Baiklah. Aku Chen yang akan memandumu. Kau cukup jawab dengan jujur semua pertanyaanku dan kau tidak akan bangun sampai aku menjentikkan jariku" ucap Chen
Kyungsoo mengangguk dalam pingsannya –lebih tepatnya tidur–
"Siapa namamu?" Tanya Chen
"Kyungsoo" jawab Kyungsoo
Chen tersenyum,"Aku tidak akan bertanya umurmu dan aku tidak suka bertele-tele. Siapa yang kau cintai? Suho atau Melanie" Tanya Chen to the point
"Melanie?" ucapan Kyungsoo berupa pertanyaan, bukan jawaban
Chen memutar bola matanya malas,"Sekarang aku tanya, apakah saat bersama Melanie jantungmu berdegup kencang?" Tanya Chen
"Itu… tidak" jawab Kyungsoo
"Bagaimana dengan Suho? Apakah jantungmu berdegup kencang saat bersamanya?" Tanya Chen
Percaya atau tidak, tapi Chen melihat ada rona merah di kedua pipi Kyungsoo, "I…Iya…" jawab Kyungsoo pelan
"Baiklah. Ini akan berlangsung cepat. Jawablah dari lubuk hatimu dan jangan ragu atas jawabanmu oke? Jika aku bertanya siapa yang kau cintai, maka jawabannya adalah…" Chen menggantungkan kalimatnya
"SUHO!" teriak Kyungsoo
Chen tersenyum,"Baiklah. Karena aku tidak tega menahanmu lebih lama jadi aku akan membangunkanmu sekarang. Tapi, aku mau saat kau terbangun, bantu kami mencari Suho dan katakana padanya kalau kau mencintainya" jelas Chen lalu menjentikkan jarinya
Kyungsoo mengerjapkan matanya guna membiasakan cahaya yang masuk ke matanya
"Aku… dimana?" Tanya Kyungsoo pelan
"Kau berada di ruanganku, dan bagaimana keadaanmu?" Tanya profesor Lee
"Aku baik-baik saja, tapi rasanya aku habis berteriak" jawab Kyungsoo
"Perasaanmu saja mungkin" sahut Kris
"Ah ya, dimana Suho?" Tanya Kyungsoo saat menyadari satu orang menghilang
"Kau lupa? Dia meminta kita meninggalkannya di hutan kemarin" jawab Lay
"Hutan? Sendirian?!" Tanya Kyungsoo
Ketiga kepala itu mengangguk dengan polosnya
"Ayo cari dia, perasaanku tidak enak" ucap Kyungsoo lalu bangkit dan berjalan keluar ruangan
"Beruntung hari ini libur musim dingin" ucap Kris
"Sudahlah cepat susul dia" sahut profesor Lee lalu mendorong ketiga orang itu keluar dari ruangannya
"Suho!", "Suho kau dimana?!" , "Suho!"
Teriakan dari keempat orang itu bersahut-sahutan di tengah hutan yang cukup redup meskipun siang hari karena saking lebatnya daun-daun pohon yang besar dan tinggi tentu saja
"Bagaimana jika nanti kita tidak bisa menemukannya?" Tanya Chen
"Jangan begitu, kita pasti bisa menemukannya" jawab Lay
"Tapi, dia sendirian. Aku takut dia akan dibawa oleh Key" ucap Chen
Srak! Srak!
Kris mengerutkan keningnya dan berhenti, Kris memang berdiri paling depan karena memang dialah paling kuat dan paling berani –tentu saja karena dia serigala–, ketiga orang di belakangnya mengernyitkan kening mereka. Namun saat hendak bertanya, Kris malah menyuruh mereka untuk tetap diam
"Kalian dengar sesuatu?" Tanya Kris
"Telinga kami tidak sepeka telingamu, Kris" jawab Kyungsoo
"Coba dengarkan baik-baik!" bisik Kris agak keras
Keempat lelaki itu terdiam, mereka berusaha mendengarkan suara-suara yang ada di dalam hutan itu. Samar-samar, mereka mendengar suara erangan –atau lebih tepatnya rintihan– seseorang yang cukup pelan. Kris menuntun mereka untuk mencari sumber suara yang ada di balik semak-semak dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara. Beruntung jika itu adalah serigala Suho, jika tidak? Habislah mereka
"Suho!"
Kyungsoo berteriak saat mendapati Suho terbaring lemah dengan darah di sekujur tubuhnya, ia langsung berlari kea rah Suho lalu memangku kepala Suho dan mengelus pipinya
"Apa yang terjadi padamu?" Tanya Kyungsoo khawatir
"Key… bukan dia yang mengincar kita… dia… dia adalah su… ruhan…" ucap Suho terbata
"Suruhan? Suruhan siapa?" Tanya Kris
"Dia… dia… suruhan…"
Belum sempat Suho menyelesaikan kata-katanya, ia pingsan dan berhasil membuat keempat manusia itu panik
"Suho! Suho! Bangunlah! Suho!"
"Apa yang terjadi padanya?!"
Keempat manusia itu menutup telinga mereka saat mendengar teriakan Baekhyun yang cukup melengking dan berhasil membuat telinga mereka mendengung
"Sepertinya dia habis diserang serigala" jawab Chen
"Saat kami menemukannya, dia merintih dari hutan. Entah kenapa dia bisa sampai disana" lanjut Kris
"Dia akan baik-baik saja. Dia hanya lelah habis bertarung dengan serigala mungkin, dan darah yang banyak tadi bukan darahnya. Dia hanya luka di bagian pelipis dan sedikit mimisan" jelas profesor Lee
"Dia pergi seenaknya dan pulang dengan keadaan mengenaskan. Oh Suho.. bagaimana nasibmu bisa seperti ini? Kasihan dirimu yang malang" ucap Luhan
BLETAK!
"Doakan untuk kesembuhannya! Bukan malah mengejeknya!" sahut Sehun
"Ya! Aku lebih tua darimu bodoh!" balas Luhan
BLETAK! BLETAK!
"Kalian ini ada orang sakit malah bertengkar, sana keluar" usir Xiumin
"Kalian pulanglah, biar aku yang menjaga Suho disini" sahut Kyungsoo
"Tapi–"
"Baiklah… Ayo semua pulang! Aku akan memasakkan hot pot khas Cina untuk kalian!" seru Lay
Kris,Lay,dan Chen segera mendorong ketujuh orang itu keluar dari ruangan profesor Lee dan menyisakan Suho yang masih tak sadar,Kyungsoo, dan profesor Lee
"Profesor, Suho bilang kalau… kalau Key itu hanya suruhan" ucap Kyungsoo
"Suruhan?" Tanya profesor Lee
Kyungsoo mengangguk,"Saat dia akan mengucapkan siapa bosnya, dia langsung pingsan. Aku yakin Suho habis bertarung dengan orang itu" jelas Kyungsoo
"Dan dia habis menerkam satu orang" lanjut profesor Lee
"Apa? Menerkam satu orang?" Tanya Kyungsoo tidak percaya
"Aku harus memberitahumu ini. Saat mereka menjadi manusia, Kris akan memegang peran antagonis atas sikap dinginnya pada orang lain, berbeda dengan Suho yang baik pada siapapun. Tetapi, jika mereka menjadi serigala, maka kebalikannya. Suho bahkan bisa menerkam Kris jika ia super duper mega sangat marah. Dan anehnya, dia hanya bisa menurut padamu" jelas profesor Lee
Kyungsoo terdiam mendengar penjelasan profesor Lee, ia masih ingat pertama kali bertemu dengan Kris dan Suho dalam wujud serigala mereka. Ia juga ingat saat Suho memperlakukannya dengan sangat baik dan penuh kasih sayang. Tapi, kenapa bisa serigala seganas Suho tunduk padanya?
"Kenapa bisa begitu prof?" Tanya Kyungsoo
"Maksudmu?" Tanya profesor Lee tak mengerti
"Maksudku, jika memang Suho serigala yang sangat ganas, kenapa dia hanya tunduk padaku?" Tanya Kyungsoo
"Karena dia mencintaimu"
DEG!
TBC
Hai hai kalian semua :D Bulan Desember ini aku rencana update 3 chapter ya? Sisanya lanjut di Januari mungkin hehe :D Tunggu aja neee :D
Oh ya, aku ada tawaran untuk kalian. FF-ku yang Winter Story itu, setelah selesai aku akan buka open request ff. Tapi sesuai musim ya. Untuk periode Januari sampai Maret, aku nerima request dengan tema Winter. Tapi, castnya EXO+OC ya hehe :D Lagi pengen bikin soalnya :D Bagi yang mau, kalian PM aku dengan format nama cast,genre,dan sekilas plotnya
Makasih bagi yang udah reviews plus baca, meskipun siders gak apa deh wkwk^^
