Lay menjadi lebih waspada pada Leo sejak kejadian yang menimpa Suho, ia takut jika Kris terpancing amarahnya dan malah membuat dirinya lemah hanya karena Leo. Lay sebisa mungkin menghindari Leo, bahkan saat ia melihat Leo atau tak sengaja bertatapan dengan Leo, ia akan menghindarinya dan pergi dari tempat itu. Ia akan merasa lebih aman jika Kris berada di sampingnya, ia akan bermanja-manja dengan Kris dan menghindari bertatapan dengan Leo. Dan tentu saja Kris juga berusaha untuk selalu berada di samping Lay. Namun, beberapa urusan dengan profesor Lee terkait ritual yang harus ia jalani membuatnya harus pergi dari sisi Lay untuk sementara waktu
"Aku sudah selesai membuat ramuan untuk ritual, namun masih ada satu bahan yang kurang" ucap profesor Lee
"Apa itu profesor?" Tanya Suho
"Darah. Sekantong darah" jawab profesor
"Darah siapa?" Tanya Kris
"Sekantong darah dari mate kalian" jawab profesor Lee
"Mate? Maksud anda, Kyungsoo dan Lay?" Tanya Suho
"Tentu saja, memangnya mate kalian siapa lagi?" Tanya profesor Lee
Suho dan Kris terdiam
Kris berjalan santai menuju taman belakang asrama, Lay yang memberitahunya bahwa sekarang ia berada di sana. Menunggu Kris dengan nasi goreng kimchi buatannya. Lay belajar membuatnya dari Kyungsoo yang ibunya masih orang Korea jadi Kyungsoo bisa mengajari Lay membuat nasi goreng kimchi
"Mari kita lihat seberapa hebat kau memasak makanan Korea, Lay Zhang" ucap Kris lalu tersenyum miring
Lay memang selalu menghabiskan waktunya untuk memasak dan mencoba menu baru jika ia merasa bosan dengan gitarnya. Dan Kris akan selalu meledeknya dengan mengatakan,"Kau bisa menjadi seorang istri yang baik, kenapa tidak operasi kelamin saja? Kau terlalu cantik dan seksi untuk ukuran laki-laki", dan tentu saja Kris harus menerima pukulan spatula dari Lay, entah itu di lengan atau dahi mulusnya. Kris tertawa begitu mengingat itu, namun sekarang Lay tidak bisa karena tentu saja Lay berstatus sebagai 'wanita' dalam hubungan mereka saat ini
Kris menghentikan langkahnya saat melihat Lay berbincang dengan Leo, Kris mengendap-endap untuk lebih dekat dengan mereka berdua dan dapat mendengar apa yang mereka bicarakan
"Ada apa Leo?" Tanya Lay malas
"Aku merindukanmu Lay, kenapa kau menghindariku akhir-akhir ini?" Tanya Leo balik
"Kris sakit, dan dia harus aku rawat. Makanya aku selalu ada di dekatnya" jawab Lay
"Benarkah? Tapi Kris tak terlihat sakit sama sekali" ucap Leo
"Kris tidak akan menampakkan wajah sakitnya di hadapan semua orang, dia punya topeng untuk itu" jawab Lay
"Lay, bolehkah aku mengatakan sesuatu?" Tanya Leo
"Katakanlah setelah itu aku pergi" ucap Lay
Kris menajamkan pendengarannnya , ia masih belum berniat keluar dari tempat persembunyiannya
"Aku mencintaimu Lay" ucap Leo
Baik Kris maupun Lay menampilkan reaksi yang sama, mata membulat. Namun, Kris lebih ke ekspresi marah sedangkan Lay dengan ekspresi terkejutnya
"Kau bercanda?" Tanya Lay
"Tidak aku serius. Aku juga tidak tahu bagaimana bisa seperti ini, tapi aku langsung jatuh cinta padamu saat aku melihatmu di pesta waktu itu" jawab Leo
Lay menghela nafasnya dan menatap Leo malas,"Leo maafkan aku, tapi aku sudah punya seseorang yang mencintaiku lebih darimu dan aku juga mencintainya" ucap Lay
"Aku bisa menjadi yang kedua untukmu" jawab Leo
"Tidak Leo, aku tidak akan menduakannya" ucap Lay
"Kenapa tidak? Apa karena seseorang itu adalah Kris?" Tanya Leo
Lay langsung menatap Leo tajam
"Apa hebatnya dia? Oke baik dia lebih tinggi dariku dan lebih tampan dariku, tapi apa dia benar-benar mencintaimu? Kau yakin dia tidak bermain di belakangmu? Bukankah akhir-akhir ini dia menghindarimu?" Tanya Leo bertubi-tubi
"Jaga ucapanmu Leo, Kris ada urusan dengan profesor Lee sehingga dia tidak selalu bersamaku" jawab Lay
"Apakah profesor Lee seorang dokter?" Tanya Leo
"Ya, beliau adalah dokter pribadi Kris. Dan jika kau tidak ada urusan lagi denganku, aku pergi" ucap Lay
"Dan apakah dia lebih pintar dariku masalah ini?"
Leo menarik tangan Lay lalu menekan tengkuk Lay dan mencium bibir Lay. Lay terlalu terkejut akan perlakuan Leo yang tiba-tiba, dan saat Leo mulai melumat bibirnya, ia sadar bahwa ia telah terperangkap oleh Leo. Ia berusaha melepaskan ciuman itu namun Leo menahannya dan terus melumat bibirnya, lidah Leo bahkan memaksa masuk ke rongga mulut Lay. Lay tetap mengatupkan kedua bibirnya kuat-kuat dan air mata lolos dari mata indahnya
BUG!
Lay bernafas lega saat ciuman itu berhasil terlepas, bibirnya sedikit terluka karena Leo sempat menggigit bibirnya. Ia tersenyum saat mendapati Kris dengan wajah marahnya menghadapi Leo
"Kenapa kau berani melakukan itu padanya? Kau sudah melakukan tindak pelecehan seksual disini!" teriak Kris
"Pelecehan seksual? Itu belum seberapa disbanding dengan kalian yang berciuman bahkan melakukan French kiss di–"
BUG!
"Apa maumu hah?! Apa tidak cukup Suho membunuh Melanie?! Haruskan aku membunuhmu sekarang?! Dasar brengsek!" pekik Kris
BUG! BUG! BUG!
Lay hanya bisa diam melihat Kris menghajar Leo dengan membabi buta, Leo sudah pantas mendapatkan nya. Ia sangat berbahaya bagi nyawa Kris dan akan lebih baik jika ia mati terlebih dahulu. Lay mencoba bangkit dan menarik Kris untuk berhenti memukuli Leo yang sudah pingsan
"Sudah hentikan, dia hampir sekarat. Jika kau membunuhnya disini, maka kau bisa dikeluarkan" ucap Lay
Kris menetralkan nafasnya saat mendengar ucapan Lay. Ia berbalik dan mendapati Lay tersenyum, darah masih mengalir dari bibir Lay. Sedetik kemudian, senyum Lay memudar dan Lay menundukkan kepalanya
"M-Maafkan aku Kris, dia menahanku sehingga aku tidak bisa lepas darinya" ucap Lay pelan
"Aku tidak akan membiarkanmu lepas dari pengawasanku lagi" ucap Kris lalu mengangkat dagu Lay dan mengusap pipi lelaki itu
"T-Tapi aku–"
Ucapan Lay terpotong karena Kris langsung mencium bibirnya dan menghisap bibirnya bawahnya yang berdarah. Kris melumat lembut bibir cherry yang menjadi candunya itu, Lay tersenyum dalam ciuman itu dan mulai menutup matanya, membalas ciuman Kris. Kris ikut tersenyum dan menarik pinggang Lay untuk merapatkan tubuh mereka, ia juga menekan tengkuk Lay untuk memperdalam ciuman mereka. Lay dengan otomatis akan melingkarkan lengannya di leher Kris dan menekan tengkuk lelaki berambut pirang itu
Setelah ciuman yang memakan waktu 3 menit itu, Kris langsung menarik Lay menuju tempat rahasia miliknya dan Suho. Bisa dibilang markas dia dan Suho, yaitu di belakang rak buku perpustakaan. Beruntung di perpustakaan itu hanya ada beberapa anak, jadi tidak akan yang mencurigainya untuk masuk ke ruangan rahasia itu
"Ini tempat apa?" Tanya Lay
"Tempat rahasia" jawab Kris
Ia sibuk mengambil beberapa snack dan minuman dari kulkas kecil di sudut ruangan dan membawanya ke hadapan Lay
"Waa kau memang sangat pengertian! Aku memang lapar" ucap Lay senang
"Eits!" Kris memukul tangan Lay
"1 snack, 1 minute kiss" ucap Kris lalu mengedipkan sebelah matanya pada Lay
"Jangan membuatku kesal Kris" ucap Lay malas
"Apakah aku membuatmu kesal Changsa Prince?" Tanya Kris
"Tentu saja. Kau membuatku kesal karena aku tidak bisa memakan snack-snack itu!" rajuk Lay
Kris terkikik geli lalu mencubit pipi Lay,"Kenapa kekasihku ini bisa sangat menggemaskan?" Tanya Kris
Lay menepis tangan Kris kasar,"Pipiku bisa melar!" protes Lay
Kris terkikik geli dan duduk di samping kekasihnya itu,"Baiklah, kau boleh makan semuanya" ucap Kris
Lay memekik senang dan mengambil bungkus snack terbesar sementara Kris menyalakan televisi yang ada disana
"Ah ya, bagaimana tentang ritualnya?" Tanya Lay
"Masalah itu, profesor sudah berhasil membuat ramuannya. Hanya saja ada satu yang kurang" jawab Kris tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi
"Apa itu?" Tanya Lay
"Darah dari mateku" jawab Kris
"Mate?" Tanya Lay heran
"Darah dari pasanganku, yaitu kau" jawab Kris
Lay terdiam sejenak dan berpikir, sedetik kemudian ia berteriak
"BOLEH! AMBILAH DARAHKU SEBANYAK-BANYAKNYA! KRISSS! KAU AKAN MENJADI MANUSIA!" pekik Lay
Kris terlonjak dan menutup telinganya saat mendengar jeritan Lay. Setelah memastikan Lay selesai berteriak, ia menatap Lay lesu
"Iyaa… tapi kau harus menunggu. Maukah kau menungguku?" Tanya Kris
"Menunggu?" Tanya Lay heran
"Profesor bilang tidak mudah untuk membuat aku dan Suho menjadi manusia secara langsung. Semuanya butuh proses dan prosesnya sangat panjang. Setelah kami meminum ramuan itu, kami akan menghilang dan kalian harus menunggu kami. Kalian tidak boleh melupakan kami atau kami tidak akan kembali pada kalian" jelas Kris
"Memangnya berapa lama aku dan Kyungsoo harus menunggu?" Tanya Lay
"Entahlah, mungkin sampai setahun sebelum kalian meninggal. Tapi paling singkat lima tahun" jawab Kris
TBC
Oke, ini chapter 13 dan full KrisLay! Aku usahain dua chapter lagi selesai yeay! Ini aku nulis mepet sekali T.T Aku juga lagi kena flu T.T Jadiii see you in the next chapter!
