Akashi menyusuri lorong kampus yang mulai sepi. Senja mulai datang. Memberikan sinar oren kuning yang indah. Suara kakinya terpantul pada lorong yang membisu. Tak jauh dari tempatnya berdiri, ia bertemu dengan teman SMA Kuroko, Furihata Kouki. Lelaki itu sedang berdiri di depan greenhouse.
"Kouki….. sedang apa kau di sini?" Akashi menyapa dengan nada dingin. Yang dipanggil merasakan bulu kuduknya berdiri. Ia menoleh dengan pelan, berusaha meredakan debar jantungnya.
"Akashi-kun… hisashiburi da na…." balas Furihata.
"mmhh…..?" Akashi memandang Furihata tajam, menunggu kelanjutan perkataan pemuda di depannya.
"aku sedang menunggu seseorang…" jawab Furihata.
"siapa….." Akashi maju selangkah.
"Furihata-kun…." Suara dikejauhan adalah jawaban untuk Akashi. Ia melihat Kiyoshi-senpai yang berjalan kearah mereka.
"omatase…." Kata Kiyoshi setelah ia sampai.
"kalau gitu… jaa Akashi-kun…." Furihata berjalan meninggalkan Akashi yang terbengong.
Hari ini Akashi tidak ada jadwal kuliah. Dan entah kenapa kakinya membawanya ke kerumunan orang yang bercosplay. Dengan iseng, Akashi berjalan berkeliling. Dan tanpa sengaja ia menemukan seorang gadis dengan pakaian merah gaya loli. Gadis itu terlihat sangat cantik dimata Akashi.
Akashi berjalan menghampiri si gadis dengan warna mata coklat tersebut. Matanya telah terkunci pada sosok cantik nan baby face yang duduk dengan manisnya. Sementara si sosok berusaha menahan debar jantungnya. Ia tak mengira kalau Akashi akan menemukannya di sini.
Apa kalian tau siapa si gadis itu? Akashi juga bertanya-tanya dalam hatinya. Siapakah malaikat yang begitu cantik yang sekarang berada di depannya. Akashi terpesona dengan sosok di depannya. Dan tanpa sadar Akashi melongo menatap gadis di depannya.
"suimasen….." Akashi berkata sopan.
"n…na…ni…?" si gadis menjawab dengan keringat dingin.
"kimi wa…." Upil Akashi hendak menetes (?) karena ia melihat gadis cantik di depannya.
"eh…..ano…." suara gadis di depan Akashi menyadarkan pemuda itu.
"maaf….." Akashi menguasai dirinya.
"….." wajah si gadis memucat.
"kalau aku boleh tau, siapa nama mu?" Akashi bertanya dengan gaya sok cool.
"….." jantung si gadis berdetak kencang mendengar pertanyaan si surai merah.
"Furizawa Kamiki desu….." jawab si gadis sepuluh detik kemudian. Keringatnya semakin deras mengucur.
"Aku Akashi Seijurou. Kau bersekolah dimana?" Akashi mendekati si gadis.
"a…a…aku…." Belum sempat si gadis meneruskan kalimatnya, dering handphonenya menyelamatkan dirinya.
"maaf sebentar ya….." si gadis mengangkat teleponnya dan berjalan menjauh dari Akashi yang memandanginya dari belakang. Pandangan Akashi tak lepas dari tubuh si gadis. Dan si surai merah itu menunggu si gadis hingga ia kembali.
"maaf menunggu….." senyum paksa terlukis di bibir si gadis.
"akan ku ulang pertanyaan ku tadi…. Kau bersekolah di mana?" tatapan Akashi tak lepas dari si gadis.
"aku…..sudah bekerja….." si gadis menundukkan matanya, menghindari tatapan liar si merah.
"sou ka…. Apa aku boleh mengantarmu pulang?" suara Akashi terdengar kalem.
"eehhh…." Si gadis loli terkejut. Wajahnya yang putih semakin pucat.
"daijoubu ka? Kau terlihat pucat…." Akashi benar-benar khawatir.
"daijoubu….." Si gadis menepuk pipinya.
"kalau begitu aku akan menunggu mu." Kata Akashi mutlak.
"eehhhh…?!" si gadis sweatdrop plus jantungan.
-skip-
Mereka pulang bersama. Si gadis masih dengan kostum lolinya. Akashi yang berjalan di samping si gadis mengerutkan kening.
"kenapa kau tidak ganti baju?" suara Akashi menusuk seperti biasa.
"a…a..aku… tidak bawa baju ganti….." si gadis berjalan beberapa langkah menghindar dasi si merah.
"hmmm….." Akashi melirik sekilas.
Dan perjalanan itu telah sampai di rumah si gadis.
"koko desu ka?" Akashi memastikan.
"ha'i. sampai sini saja…" Si gadis hendak melangkahkan kaki, tapi tangan putih Akashi menahannya.
"na…na..na..ni….iiii…" suara si gadis bergetar.
"boleh aku minta nomer telpon mu….." perintah Akashi dengan nada meminta (?).
"ha'i… 0989…." Si gadis menyebutkan nomor telponnya.
"….. biar aku miscall dulu…." Kata Akashi. Tak lama handphone gadis itu berdering. Si gadis menunjukkan handphonenya pada Akashi.
"sip….arigatou… Kamiki-san. Jaa…." Akashi berjalan meninggalkan si gadis.
Dalam perjalanan sunyi itu, Akashi merenung. Ada seorang gadis cantik yang ia kira masih SMA, dan suka cosplay yang sudah bekerja. Tapi itu bukan masalah. Akashi bertekad untuk mendapatkan si gadis.
