Miracle

Part 4

By : AtikahKyu

Genre : Brothership

Cast : All member Super Junior

Summary : Hari ini memang benar-benar melelahkan bagi semua member, terutama bagi Cho Kyuhyun seorang member baru yang merupakan maknaenya Super Junior ini. Apa malam selanjutnya ia akan tetap tidur seperti ini? Kita tunggu saja.

Kyuhyun pov

"Kyuhyun-ah, sudah waktunya bangun. Kajja, cepatlah bersiap !" Suara Ryeowook hyung memekik di telingaku. Ia membuka tirai tendaku sambil mengguncangkan pelan tubuhku. Kelopak mataku terasa sangat berat sekali. Ingin sekali aku melanjutkan mimpi indahku, tapi apa daya hari ini adalah hari yang sangat penting bagiku, karena hari ini kami semua akan rekaman single terbaru kami yang berjudul 'U'.

Semalaman aku terjaga dari tidurku. Aku belum terbiasa tidur hanya dengan beralaskan kasur lantai saja. Untung saja aku membawa tenda kesayanganku ini. Setidaknya aku bisa bermain game ditemani oleh laptop yang setia mendampingiku kapan saja untuk membunuh rasa jenuhku ini tanpa harus menggangu Yesung hyung dan Ryeowook hyung yang sedang tertidur. Baru sekitar jam dua pagi aku mematikan laptopku dan merebahkan tubuhku ke kasur dan aku mulai terlelap.

Setelah mandi aku menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi dengan yang lainnya. Ketika hampir sampai di ruang makan, kulihat Ryeowook hyung dan Sungmin hyung sedang menyajikan makanan di meja makan. Lantas muncul niatku untuk ikut membantu mereka berdua.

"Ohh.. kau, Kyuhyun-ah. Gomawo.." Sungmin hyung tampak terkejut ketika aku tiba-tiba datang dan langsung membantunya membawa setumpukan mangkuk.

"Tak masalah hyung, aku senang bisa membantumu." Ucapkan dengan melemparkan senyuman padanya. Aku pun senang sekali karena ia juga membalas senyumanku.

Tiba-tiba muncul Donghae hyung dengan sebuah handuk yang masih menyangkut di bahu kekarnya itu.

"Waahh.. Sepertinya kita mempunyai maknae yang sangat rajin ya, hyung?" Tampaknya Donghae hyung ingin menggodaku, terlihat dari senyum jahil yang terpatri di wajah namja yang mendapat sebutan Fishy itu.

"Kyuhyun-ah?" Tanya Donghae hyung padaku sambil menatap wajahku lekat-lekat membuatku sedikit risih akan tingkahnya itu.

"Waeyo, hyung?" Aku menundukan kepalaku untuk menghindari tatapannya itu. "Matamu, Kyu?" Lanjutnya sambil menunjuk mataku.

"Wae dengan mataku?" Refleks aku memegang kedua mataku dengan kedua telapak tangan.

"Kantung matamu menghitam, apa kau tidak bisa tidur semalam? Kau terlihat seperti pandakyu." Ujar donghae hyung dengan wajah polosnya membuatku ingin tertawa. Benar saja, bahkan bukan hanya aku yang ingin tertawa, justru Sungmin hyung dan Ryeowook hyung sudah tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah polos Donghae hyung saat ini.

"Hahaha.. mianhae, hyung. Mungkin aku hanya sedikit mengantuk saja." Jelasku padanya sambil tertawa.

"Jika kau tak keberatan, malam ini kau bisa tidur dikamarku bersama Sungmin hyung. Iya kan, hyuuung?" pinta donghae hyung sambil melirik ke arah Sungmin hyung yang sedang duduk di menata meja makan.

"Tarserah padamu.. Aku sih setuju saja." Jawab Sungmin hyung santai. Lalu Donghae hyung menatapku kembali, ia sudah tidak sabar mendengar jawabanku.

"Baiklah, hyung. Malam ini aku akan tidur di kamarmu. Gomawo atas bantuanmu, hyung." Aku menyetujui ajakannya. Jujur saja aku mulai merasa tenang, hari ini aku tak perlu pusing memikirkan akan tidur dimana. Haha... Sepertinya hal ini tetap berlanjut sampai malam-malam berikutnya. Karena Donghae hyung selalu memaksaku untuk tidur di kamarnya.

Satu Minggu Kemudian...

Setelah melaui berbagai proses yang panjang. Akhirnya dua hari yang lalu MV single 'U' telah dirilis. Baru sekitar satu jam setelah MV tersebut dirilis, MV kami telah ditonton oleh ribuan viewer. Rasa senang sudah pasti kami rasakan mendengar hal tersebut.

Hari ini Super Junior akan tampil disalah satu program acara musik yang sangat populer di Korea. Tentunya, untuk yang pertama kalinya kami akan membawakan single terbaru kami di program tersebut, dan tampil dengan tigabelas anggota. Seperti biasa sebelum beraktivitas kami harus mengisi perut kami terlebih dahulu. Kali ini terlihat Teukie hyung sudah duduk manis di meja makan. Sesekali ia melihat kearahku seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Seorang maknae itu harus bisa memasak. Kalau begitu maknae, buatlah beberapa ramen!" Teukie hyung tiba-tiba berkata seperti itu membuatku langsung menhentikan aktivitasku. Aku bingung sekali, ini kali pertama aku membuat ramen untuk banyak orang.

Ketika aku mencoba memasaknya, nampaknya aku tidak memasukkan air dengan baik. Dengan segala yang ku bisa, itu malah menjadi Ramen Sungai Han. Ku bawa mangkuk yang berisi ramen itu ke meja makan. Leeteuk hyung mencoba menyuap ramen itu ke mulutnya. Aku mulai merasa khawatir. Dan tiba-tiba...

Triiiing...

Bunyi gemerincing sumpit yang dilempar. Kulihat Leeteuk hyung melempar sumpit yang ia pegang, dan ia berkata. "Siapa yang membuat ini?" Semua member menatap ke arahku. Aku hanya bisa tersenyum, lalu meminta maaf.

"Mianhaeyo.. hyung...a-aku yang membuatnya.." Aku langsung pamit ke kamar Donghae hyung karena alasan ada barang yang tertinggal. Di dalam kamar air mataku kembali menetes. Tak bisakah aku berbuat sesuatu agar hyung-hyung ku senang dengan kehadiranku? Pikirku menyalahkan diriku sendiri. Tanpa kusadari di belakangku sudah ada Donghae hyung.

"Kau kenapa?" Tanya Donghae hyung heran melihatku menangis.

"Orang itu lagi, hyung." Jawabku singkat.

"Nuguya? Leeteuk hyung?" Tanyanya lagi. Aku hanya membalas dengan sebuah anggukan. "Uljima.. uljima... Sebenarnya Leeteuk hyung adalah orang yang baik. Ia bersikap seperti itu karena dia belum terlalu mengenalmu. Kajja... kita sarapan dulu !" Ajak Donghae hyung setelah berusaha menghiburku.

Akhirnya pagi itu kami sarapan dengan nasi goreng yang dibuat oleh Hankyung hyung, karena ramen Sungai Han yang ku buat tadi tak layak untuk dimakan.

.

.

Sepanjang perjalanan aku selalu diliputi oleh kecemasan. Bagaimanapun ini adalah first stageku sebagai bagian dari Super Junior.

"Jangan terlalu gugup, Kyu. Nanti kau malah jadi lupa. Percayalah kau dapat melakukannya dengan baik, kita kan sudah berlatih dengan maksimal." Ujar Sungmin hyung berusaha menenangkanku yang terlihat gelisah sedari tadi.

"Ne, hyung. Terima kasih, aku sudah sedikit tenang sekarang." Jawabku meyakinkan Sungmin hyung. "Baguslah kalau seperti itu." Sahutnya sambil menepuk pelan pundakku.

.

.

Di belakang panggung..

"Ingat ! Berikanlah penampilan terbaik kalian, diluar sana para ELF menunggu kita.. URI-neun SUPER JUNI- .." Teriak Leeteuk memberi semangat. "OR~~" Jawab kami serempak.

"SUPER JUNIOoooR..."

Terdengar dari belakang panggung nama kami telah dipanggil. Kami semua langsung berlari menuju stage yang disambut oleh teriakan para ELF.

Cause I Can't stop...

No I can't stop...

Lagu kami dimulai, aku tidak terlalu gugup. Sepertinya para ELF tidak masalah akan kehadiranku sebagai member baru di Super Junior. Hingga pada saatnya partku menyanyi...

Najimakhan mokssoriro

Nal gonggyeokhani nal igilsun eopseo.. woo.. yeah..

Tiba-tiba aku tersentak kaget ketika para ELF serempak meneriakan sesuatu ketika aku sedang menyanyi.

Turunkan Kyuhyun... Turunkan Kyuhyun...

Super Junior adalah dua belas

Turunkan Kyuhyun... woooo..oo..o..

Terikan para ELF berulang-ulang, hampir saja aku lupa dengan gerakan selanjutnya karena tidak fokus. Hatiku rasanya sakit sekali, ingin rasanya aku menagis saat ini juga. Namun, aku harus tetap kuat. Aku tidak mau menghancurkan penampilan Super Junior. Aku akan tetap melakukan yang terbaik, ini adalah penampilanku yang pertama. Aku berusah menenangkan diriku sendiri. Sampai lagu berakhir dan kami turun dari panggung pun, teriakan itu masih terus berkumandang.

Di belakang panggung...

Semua member melihat ke arahku. Kulihat Leeteuk hyung menghampiriku.

"Kuatlah, Kyuhyun-ah.. Ini semua hal yang wajar yang terjadi padamu. Bahkan ini juga pernah terjadi saat pertama kali kau datang ke dorm waktu itu. Kau harus bisa melewati semua ini, Kyuhyun-ah." Ucapnya tanpa senyuman, aku pun mengangguk mengerti. Aku tahu bahwa sebenarnya Leeteuk hyung adalah leader yang bijak, hanya saja ia masih terkesan bersikap tidak suka padaku. Menyadari hal itu, membuat air mataku ingin menetes. Buru-buru aku pamit ke toilet pada mereka.

Aku menangis sesenggukan atas hal yang menimpaku barusan. Lalu aku membasuh wajahku agar tidak terlihat seperti orang yang habis menangis.

"Kyuhyun-ah..." Suara di belakangku yang sontak membuatku terkejut.

"Yesung hyung. Sejak kapan kau ... ada disini?" Tanyaku padanya, aku takut ia melihat aku menangis barusan.

"Sejak kau ada disini." Jawab Yesung hyung sambil bersandar di dinding.

"J-jadi h-hyung melihatku t-tadi..." Ucapku terbata-bata. Belum sempat kuselesaikan kalimatku, ia langsung memotongnya,

"Gwenchana.. aku mengerti bagaimana perasaanmu, Kyu." Yesung hyung berjalan mendekatiku.

"Uljima... Aku tahu kau adalah orang yang kuat, kau pasti bisa melewati semua ini. Hal ini mungkin akan terjadi selama beberapa hari ke depan. Tetapi percayalah, ini tak akan berlangsung lama. Mereka pasti bisa menerima kehadiranmu." Tak ku sangka seorang Yesung hyung yang terkenal aneh bisa berkata seperti itu. Bahkan ia memelukku, dan aku merasa nyaman berada di dekatnya. Aku telah salah menilainya sebagai hyung yang jutek dan terkesan tidak peduli , dibalik semua itu dia adalah sosok hyung penyayang, tegas, dan bijaksana.

"Aku senang bisa memiliki hyung seperti mu, Yesung hyung. Gomawo..." Ia tersenyum atas perkataanku.

"Kajja, kita kembali... yang lain pasti sedang menunggu." Aku mengangguk dan berjalan di samping Yesung hyung menuju belakang panggung.

Seharian ini aku jadi mengenal sosok Yesung hyung, ia yang selalu mengajakku bersamanya. Sekarang aku sudah mulai dekat dengan beberapa member seperti Yesung hyung, Sungmin hyung, Ryeowook hyung, Kibum hyung, dan juga Donghae hyung. Aku senang sekali, karena sekarang aku tak sendirian lagi walau hyung yang lain masih belum bisa menerimaku.

To be continue...