Miracle
Part 6
By : AtikahKyu
Genre : Brothership
Cast : All member Super Junior
Summary : "Huuh.. Ne, kita kembali ke dorm. Tapi jika nanti malam kondisimu memburuk, kami akan membawamu ke rumah sakit walaupun kau tidak mau." Jawab Leeteuk seakan menyerah dengan keinginan maknaenya itu.
"Gomawo, hyung... Mian..hae a-aku membuat kalian semua.. khawatir." Ucap Kyuhyun kembali terbata-bata membuat yang lain kembali cemas.
"Ne.. Sekarang tidurlah, akan aku bangunkan saat kita sampai nanti." Yesung merebahkan kepala Kyuhyun ke pundaknya lagi, dan Kyuhyun segera memejamkan matanya sebelum hyungdeul-nya mengomel padanya.
Author pov
Semenjak kejadian waktu itu, hubungan Kyuhyun dengan para hyungdeul-nya semakin membaik, walaupun masih ada sedikit kecanggungan diantara mereka. Malam ini hujan turun cukup deras mengguyur kota Seoul. Para namja tampan sedang berada di dalam mobil menuju ke lokasi selanjutnya. Kyuhyun yang baru pulih dari sakitnya pun tampak hadir bersama para hyung-deulnya, walaupun ia masih belum merasa sehat sepenuhnya. Ya, begitulah Kyuhyun, maknae super junior yang terkenal keras kepala, selalu berusaha kuat di depan teman-temannya.
"Akhirnya kita bisa tampil bertiga belas lagi." Kata Hankyung sambil meregangkan tubuhnya yang mulai merasa pegal. Terlihat yang lainnya hanya membalas dengan senyuman canggung. Padahal di dalam lubuk hatinya, mereka semua nampak senang mengetahui dongsaengnya dapat tampil bersama mereka lagi setelah sakit kemarin.
Tetapi, lain halnya dengan member Super Junior yang satu ini. Kangin, dia terlihat biasa-biasa saja. Sejak awal kedatangan Kyuhyun dia sama sekali tidak menyukainya. Apalagi semenjak kejadian kemarin, walaupun ia yang menggendong Kyuhyun saat Kyuhyun sakit kemarin, di dalam hatinya ia sungguh tak sudi melakukan itu. Ia terpaksa melakukannya karena tak ingin dimarahi oleh Teuki hyung dan yang lainnya.
Kangin pov
"Cihh.. apanya yang senang? Bertiga belas katanya? Dia hanya beban di sini?" Gumamku pelan ketika mendengar apa yang barusan Hankyung hyung katakan. Namja lemah seperti Kyuhyun tak pantas ada di sini. Memangnya dia sanggup bekerja seperti kami yang mempunyai jadwal sangat padat. Aku tak pernah sudi atas kehadirannya di tengah-tengah Super Junior sejak awal kedatangannya.
"Kangin, apa yang barusan kau katakan? Kau..." Heechul hyung sepertinya mendengar gumamanku, lantas ku potong saja perkataannya.
"Aiisshh.. Apa sih, hyung? Aku ini sedang menikmati pemandangan tahu." Jawabku berbohong padanya.
"Oooh... begitu. Mungkin aku salah dengar." Sahut Heechul hyung singkat. Untunglah ia tidak bertanya yang tidak-tidak.
Author pov
Sesaat lagi para member Super Junior akan tiba di lokasi terakhir. Karena sedikit terlambat mereka harus berlari menuju backstage agar tidak terlambat. Kyuhyun yang memang masih kurang sehat terlihat tertinggal di belakang yang lainnya. Kangin yang memperhatikan Kyuhyun memperlambat larinya, hingga ia dan Kyuhyun sejajar. Kangin memperlambat larinya bukan untuk menunggu Kyuhyun. Ia berencana menubruk Kyuhyun dengan bahu besarnya.
Bruughhh..
Kyuhyun terjatuh karena tersungkur oleh bahu besar Kangin.
"Aaaaww.." Rintih Kyuhyun ketika tubuhnya membentur tanah.
"Oooh.. mianhae, aku sengaja melakukannya. Kau ini, benar-benar lemah.. Ciih, bagaimana bisa kau terpilih menjadi member Super Junior." Kangin yang melihat Kyuhyun terjatuh akibat ulahnya, bukannya menolong Kyuhyun justru ia malah mencibirnya.
"Ka..ngin, hyung? Ku pikir kalian..." Kyuhyun masih tak percaya apa yang barusan terjadi. Ia pikir semua hyungnya sudah tidak membencinya seperti dulu. Tetapi ia salah besar. Mereka bersikap seperti itu kemarin karena mereka takut disalahkan jika terjadi apa-apa terhadap dirinya, makanya mereka berusaha perhatian pada Kyuhyun saat sakit. Semua hal itu terus berputar-putar di pikiran Kyuhyun. Namun ia berusaha tetap kuat, lalu ia pun berlari kembali lagi menuju backstage.
Donghae pov
Ku pikir kami semua akan terlambat menghadiri acara ini. Memang cukup melelahkan setelah harus berlari dari mobil menuju backstage. Tapi untung saja kami tidak terlambat. Seperti biasa Leeteuk hyung mengabsen kami semua untuk memastikan semuanya sudah berkumpul.
"Satu"
"Dua"
"Tiga" Kami semua mulai berhitung hingga sampai...
"Dua belas" Ryeowook mengatakannya dengan keras. Namun setelahnya, seharusnya ada Kyuhyun yang berkata tiga belas. Namun, aku tak kunjung mendengarnya juga.
"Dimana Kyuhyun?" Tanya Teuki hyung kepada kami semua. Semua member saling berpandangan satu sama lain begitu juga aku.
"Tadi Kyu ada di sebelahku, hyung. Mungkin ia tertinggal di belakang." Jawabku pada Teuki hyung.
Kangin yang sedari tadi diam saja tiba-tiba bersuara.
"Sudahlah, anak lemah sepertinya tak usah dipikirkan. Bahkan kemarin penampilan kita tak ada yang berbeda walaupun tanpa dia."
Aku yang berada di sebelah Kangin hyung langsung menyenggolnya agar ia berhenti bicara seperti itu. Karena ku lihat Kyuhyun sekarang sudah berada di depan kami dengan wajah yang menghawatirkan. Aku tahu pasti dia mendengar apa yang barusan dikatakan Kangin. Tetapi ia masih tersenyum seakan-akan ia tak menghiraukan apa yang barusan terjadi.
"Mianhaeyo, hyung. Aku sudah di sini. Maaf, aku terlambat." Kyuhyun membungkukan badannya berkali-kali meminta maaf pada kami semua. Ku lihat Teuki hyung melirik tajam ke arah Kangin. Namun, aku langsung menepuk pundaknya agar tidak terjadi perselisihan di sini.
"Baiklah, kalau sudah berkumpul semua. Berikanlah penampilan terbaik kalian ! Tetap semangat ! Uri neun super Juni~" Seru Tekie hyung kepada kami semua.
"Or~" jawab kami serempak.
Akhirnya, kami semua berhasil tampil seperti biasanya, menghibur para elf di luar sana.
Author pov
Setelah terlepas dari berbagai aktivitas yang sangat melelahkan hari ini, semua member langsung berebut duduk di sofa ketika tiba di dorm. Selelah apapun mereka, biasanya saat sudah berkumpul dengan yang lainnya maka lelah pun seakan dilupakan oleh mereka. Tetapi hari ini sepertinya tidak, mereka benar-benar nampak kelelahan. Tak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Semuanya hanya diam dan merebahkan tubuh mereka di sana. Terlihat Ryeowook bersandar pada Yesung, Donghae di dekat Eunhyuk, dan begitu pula yang lainnya. Namun, hanya satu namja yang belum memiliki couple di sini rupanya. Kyuhyun, dia hanya duduk di dekat Sungmin. Saat ini ia menganggap bahwa hanya Sungminlah yang sudah mulai bisa dekat dengannya selain Ryeowook, Yesung, dan Kibum. Kyuhyun memejamkan matanya, hari ini ia merasa sangat lelah sekali. Ditambah lagi kondisinya yang memang masih belum sehat. Juga perkataan Kangin yang selalu terngiang di telinganya itu, membuat Kyuhyun menjadi sakit kepala memikirkannya. Keadaannya saat ini sudah tidak karuan. Sudah sejak siang tadi ia belum makan dan tidak meminum obat yang seharusnya ia minum sehari tiga kali.
Tiba-tiba Kyuhyun berlari menuju kamar mandi. Sungmin yang disebelahnya nampak bingung dengan kelakuan dongsaengnya itu.
Huueeekk...
Terdengar suara orang yang muntah di kamar mandi. Semua member saling berpandangan.
"Siapa itu ?" Tanya Ryeowook yang juga mendengar suara tersebut.
Hueeeek... Uhuk.. uhuk..
Suara itu terdengar lagi. "Aku rasa itu Kyuhyun. Barusan kulihat ia berlari ke kamar mandi. Chankaman, aku akan memastikannya dulu." Ujar Sungmin, ia pun langsung beranjak menuju ke kamar mandi untuk memastikan asal suara itu.
Tok..tok..tok...
"Kyu, apa kau di dalam ?" Sungmin mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi. Belum ada jawaban yang terdengar.
Uhuk...
Hanya terdengar suara orang yang terbatuk-batuk. Sungmin mulai merasa khawatir.
"Kyu... Kyu, hyung mohon jawab, Kyu. Kau baik-baik saja? Buka pintunya, Kyu."
Akhirnya, setelah menunggu sebentar, Kyuhyun pun membuka pintu kamar mandi itu.
"Aigooo... apa kau masih sakit, Kyu?" Sungmin yang melihat Kyuhyun yang sangat pucat di balik pintu kamar mandi itu langsung memapahnya. Semua member ternyata sudah berkumpul di depan kamar mandi.
"Aniyo, hyuung. Aku baik-baik saja, aku hanya tersedak saja. Kajja, kalian harus istirahat." Kyuhyun mencoba berbohong dengan memberi senyuman pada hyung-hyungnya. Namun, raut wajahnya itu tak bisa membohongi. Mulai dari bibir dan kulit yang memucat, sampai keringat yang sudah membanjiri dahinya itu.
"Kyu, tapi..." Leeteuk baru saja akan berbicara, namun terlanjur di potong oleh Kangin.
"Sudahlah, hyung. Dia itu lemah sekali. Biarkanlah dia seperti itu, supaya terbiasa dengan aktivitas kita yang sangat padat ini. Dia ini tidak tahu diri, sudah tahu tidak mampu masih saja mau bergabung bersama kita. Dasar lemah, kau hanya penghambat kami !" Ujar Kangin emosi ke arah Kyuhyun.
"Kangin, jaga ucapanmu !" Leeteuk juga terpancing emosi akibat ulah Kangin ini. Namun, Kyuhyun menarik tangan Leeteuk agar Leeteuk bisa tenang.
"Apa? Hyung, mau marah kepadaku? Apa yang barusan kukatakan itu salah, hah?" Balas Kangin berapi-api.
"Kau.."
"Kau sadar tidak, hyung? Semenjak kedatangan dia ini, dia hanya bisa menghambat kita semua. Sedekit-sedikit sakit, dasar kau namja yang lemah. Aku sangat membencimu tahu. Aku muak denganmu, cihh.." Setelah meluapkan seluruh emosinya Kangin berlalu meninggalkan teman-temannya yang masih berdiri di sana, ia berlari menuju kamarnya.
"Sudah, hyung. Aku memang baik-baik saja. Aku.." Ucapan Kyuhyun tiba-tiba terputus. Ia memejamkan matanya erat-erat, menahan rasa sakit di dadanya yang semakin menjadi-jadi. Sedari tadi Kyuhyun sudah merasakan rasa sakit itu, ia merasa sangat sesak hinggak akhirnya terbatuk dan muntah di kamar mandi.
"Omo... Kyuhyun, bertahanlah. Hey, bantu aku memapah Kyuhyun !" Sungmin kaget melihat namja disampingnya yang tiba-tiba saja merosot.
"Euughh.. Nan.. nan.,gwen..chan..na. Aku tidak apa-apa. A-aku bi..sa jalan sen..diri..hyuu..ung." Kyuhyun menjawab dengan terbata-bata.
"Babo.. Kau pikir kami bodoh? Lihat tubuhmu sekarang, bahkan orang yang melihatnya pun tahu kau akan pingsan. Aku akan membantumu, Kyu. Jangan membantah !" Ucap Heechul kesal melihat dongsaengnya yang masih keras kepala di saat keadaannya sudah seperti ini. Ketika tangan Heechul hendak merangkul Kyuhyun, Kyuhyun menepisnya.
"Sudah ku.. katakan.. aku bi..sa sendi...ri hyu...uung. Aku bukan namja yang lemah. Jadi jangan buat aku terlihat lemah dihadapan kalian." Kyuhyun berusaha menormalkan suaranya seakan-akan ia tak mau terlihat lemah di hadapan hyung-deulnya.
Kyuhyun mulai melangkah meninggalkan teman-temannya yang masih menatap kearahnya dengan heran. Mereka tak habis pikir, bagaimana dengan kondisi yang seperti itu ia masih saja keras kepala. Beberapa langkah setelah Kyuhyun berjalan, ia pun akhirnya terjatuh dengan kepala yang membentur dinding.
"Aigooo.. Kyuhyun-aah.." Teriak semua member berbarengan. Leeteuk langsung memangku tubuh Kyuhyun yang terkulai lemah dengan pelipis yang berdarah akibat terbentur.
"Kyu.. babo.. sudah ku bilang barusan, kau masih saja bandel." Walau pun itu yang Leeteuk katakan, namun air matanya sidah terjatuh saat melihat kondisi maknae saat itu.
"Euugh.. sa..kit.. hyuu..ung.." Rintih kyuhyun memegangi kepalanya.
"Ireona, kyu. Hyung, akan membawamu ke rumah sakit." Kata Yesung panik.
"A..niyo. Tak per..lu.." Ucap Kyuhyun lirih.
"Kau ini bodoh atau apa sih? Sudah seperti ini masih bilang seperti itu !" Yesung berteriak padahal di hatinya ia sungguh sangat menghawatirka Kyuhyun.
"Hyung, aku bukan namja lemah seperti yang kalian bilang. Aku berjanji tak akan menyusahkan kalian. Hanya luka seperti ini aku tak akan mati, hyung. Aku ini bukan namja yang lemah. Aku dan kalian bekerja bersama-sama. Kalau kalian baik-baik saja mengapa aku tidak?" Kyuhyun terisak karena mengingat perkataan Kangin ketika di backstage tadi. Akhirnya, semua member tahu alasan Kyuhyun bersikap keras kepala di saat kondisinya yang benar-benar sakit seperti ini.
"Kyu.. berhenti ! Jangan katakan itu lagi. Kau itu bukan namja yang lemah, percayalah pada hyung. Kau tahu, betapa kuatnya kau di kondisimu yang seperti ini masih bisa tampil di atas panggung dengan sangat baik. Jadi, hyung mohon, jebal.. lukamu itu harus segera di obati, Kyu." Dengan air mata yang mengalir sedari tadi, Leeteuk mencoba membujuk Kyuhyun agar mau di obati.
"Hyung... Mian..haeyo.. Ja..ngan mena..ngis, jebal.. baiklah, a-aku mau minum obat dan lukaku ini juga diobati.. je..bal.. jangan menangis.. Uhuk..uhuk.." Ucapan Kyuhyun terputus, matanya tertutup rapat sempurna.
"Kyuhyun-aah.." Teiak Leeteuk hyung melihat kondisi dongsaengnya yang sangat miris. "Mianhae.. jeongmal mianhae, Kyu..." Ucap Leeteuk disela-sela tangisnya sambil memeluk tubuh sang dongsaeng.
"Kajja, hyung. Kita harus membawa Kyuhyun ke rumah sakit. Dia harus segera diobati, hyung." Terlihat Siwon dengan kunci mobil yang sudah ada di tangannya, ia segera membawa Kyuhyun ke dalam mobilnya itu. "Teuki hyung, ikutlah bersamaku. Yang lain, tetap di sini."
Di rumah sakit..
Dua orang namja terlihat cemas di depan ruangan yang bertuliskan IGD. Apalagi namja yang satunya, sedari tadi hanya mondar-mandir, di wajahnya tersirat kekhawatiran. Leeteuk tak bisa tenang sebelum ia mengetahui kondisi dongsaengnya yang sangat mengkhawatirkan itu. Hingga pintu tersebut terbuka, dan keluarlah seorang uisa dari ruangan tersebut.
"Uisa, bagaimana keadaan Kyuhyun?" Leeteuk yang sedari tadi memang menunggu sang uisa keluar, lantas menanyakan keadaan Kyuhyun.
"Ia masih belum sadar. Tetapi kondisinya sudah mulai stabil." Uisa tersebut menjelaskan keadaan Kyuhyun kepada Leeteuk dan Siwon.
"Sebenarnya Kyuhyun sakit apa? Kenapa dia muntah-muntah seperti itu." Sekarang Siwon yang bertanya.
"Begini, daya tahan tubuh Kyuhyun itu lemah. Mungkin ini dikarenakan kondisi paru-parunya yang buruk. Dan satu lagi, sepertinya Kyuhyun mengalami depresi. Hal ini juga yang membuat kondisinya menurun. Karena sesak yang dideritanya, membuat ia menjadi sulit bernafas hingga terbatuk-batuk dan muntah." Jelas uisa lagi.
"Kamsahabnida, Uisa. Boleh kami masuk sekarang?" Leeteuk sudah tak sabar ingin melihat dongsaengnya itu.
"Oh, ne.. Silahkan kalian berdua masuk! Ku sarankan jangan bebani Kyuhyun dengan hal yang membuat ia tertekan, ya." Ujar sang Uisa sebelum akhirnya meninggalkan mereka berdua.
Leeteuk dan Siwon mendekati dongsaengnya yang masih belum sadar dari pingsannya. Leeteuk menyibak rambut Kyuhyun yang berantakan itu.
"Sudahlah, hyung. Aku percaya Kyuhyun akan baik-baik saja. Sebaiknya kita banyak berdoa agar Kyuhyun segera sadar." Belum selesai Siwon bicara terdengan rintihan lirih di telinga mereka. Keduanya sontak memandang dongsaeng yang ada di hadapannya.
"Euughh.. eom..ma.. appa.." Kyuhyun menceracau dalam tidurnya.
"Suuuttt.. tenanglah.. ada hyung disini.." Leeteuk membisikan kalimat itu untuk menenangkan Kyuhyun. Ia juga menggenggam erat tangan Kyuhyun. Alhasil, Leeteuk berhasil menenangkan Kyuhyun. Siwon yang ada disampingnya hanya tersenyum haru, melihat kelembutan dari sosok Leeteuk yang selama ini ia kenal.
"Hyu...ung?" Manik mata cokelat itu mulai terbuka, tak percaya siapa yang sedang ia lihat sekarang.
To Be Continue...
