Miracle

Part 7

Genre : Brothership

Cast :All member Super Junior

Summary : Leeteuk dan Siwon mendekati dongsaengnya yang masih belum sadar dari pingsannya. Leeteuk menyibak rambut Kyuhyun yang berantakan itu.

"Sudahlah, hyung. Aku percaya Kyuhyun akan baik-baik saja. Sebaiknya kita banyak berdoa agar Kyuhyun segera sadar." Belum selesai Siwon bicara terdengan rintihan lirih di telinga mereka. Keduanya sontak memandang dongsaeng yang ada di hadapannya.

"Euughh.. eom..ma.. appa.." Kyuhyun menceracau dalam tidurnya.

"Suuuttt.. tenanglah.. ada hyung disini.." Leeteuk membisikan kalimat itu untuk menenangkan Kyuhyun. Ia juga menggenggam erat tangan Kyuhyun. Alhasil, Leeteuk berhasil menenangkan Kyuhyun. Siwon yang ada disampingnya hanya tersenyum haru, melihat kelembutan dari sosok Leeteuk yang selama ini ia kenal.

"Hyu...ung?" Manik mata cokelat itu mulai terbuka, tak percaya siapa yang sedang ia lihat sekarang.

Author pov

"Hyu...ung?" Manik mata cokelat itu mulai terbuka, tak percaya siapa yang sedang ia lihat sekarang.

"Eooh, Kyunnie.. Kau sudah bangun?" Tanya Leeteuk kepada Kyuhyun, namun hanya dibalas tatapan kosong oleh Kyuhyun.

"Baiklah, hyung. Aku akan memberi tahu uisa kalau Kyuhyun sudah siuman." Siwon pergi meninggalkan ruangan. Kyuhyun masih menatap Leeteuk.

"Hyu..uung.. ini di..mana?" Kyuhyun bingung dengan keadaan disekelilingnya. Setahu dia, terakhir ia sedang bertengkar dengan hyungnya di dorm.

"Kau di rumah sakit, Kyu. Oh ya, mianhae aku belum sempat memberi tahu eomma dan appamu, Kyu. Jadi, mereka belum tahu kalau kau sedang sakit." Leeteuk yang tadinya berniat menelpon kedua orang tua Kyuhyun itu pun tak jadi, karena tiba-tiba Kyuhyun menarik tangannya.

"Aniyo, hyuuung... Jangan beritahu mereka, aku tidak apa-apa. Ayo, hyung ! Aku ingin pulang." Kyuhyun mulai beranjak dari tempat tidurnya, tetapi Leeteuk yang melihatnya tersontak kaget melihat apa yang ingin dilakukan dongsaengnya itu.

"Kyuhyun-ah.. Wae geudae? Paboya.. kau masih.." Sekarang Leeteuk yang mencoba menghentikan Kyuhyun yang hendak turun dari tempat tidurnya.

"Sakit.. Itu kan yang hyung ingin katakan padaku ! Berhentilah bersikap seperti itu. Kalau kau mempelakukan aku seperti itu, aku benar-benar terlihat seperti namja yang sangat lemah.. Ckk, menyedihkan sekali.. " Walaupun ia terlihat seperti sedang marah, namun matanya mulai mengeluarkan cairan bening yang meluncur bebas di pipi mulusnya itu.

Terjadi keheningan sesaat diantara mereka. Leeteuk melangkahkan kakinya perlahan mendekati Kyuhyun. Kyuhyun yang sedang terisak pun langsung terdiam karena tiba-tiba Leeteuk memeluk Kyuhyun dari belakang.

"Kyu, berhenti merutuki dirimu sendiri. Hey, kau ini pabo atau apa sih? Lihat aku !" Leeteuk mengarahkan wajah Kyuhyun menghadap tepat di depan matanya. Kyuhyun terlihat masih menunduk.

"Hey, kubilang lihat aku !" Leeteuk kembali membentak Kyuhyun. Akhirnya Kyuhyun pun menuruti kemauan Leeteuk.

"Kyu, aku tahu kau sudah tak tahan dengan semua ini. Tapi jangan kau sembunyikan bebanmu itu sendirian. Jangan berpura-pra kuat dihadapan kami lagi. Jika kau memang lelah, katakan lelah. Memangnya kau anggap aku, aniyo.. maksudku kami semua ini apa, Kyu?"

"H-hyung..." Kyuhyun tampak bingung dengan ucapan Leeteuk.

"Ya, kami semua... Kau anggap kami apa? Kita ini saudara, Kyu. Kita adalah Super Junior. Kalau kau butuh sandaran, kami semua siap menjadi penopangmu. Jangan kau tanggung sendiri semua kesulitan yang kau hadapi." Sahut Leeteuk menggebu-gebu namun di sudut matanya nampak sembab. Sepertinya ia tak kuasa menahan tangisnya melihat dongsaeng-nya seperti ini.

"H-hyung.."

"H-hyung... mianhae. Ku kira kau membenciku, hyung. Aku takut berbuat salah pada kalian semua. Aku takut kalian tak akan pernah bisa menerimaku.." Jawab Kyuhyun yang sama-sama terisak.

"Aku mencoba melakukan semua yang aku bisa, agar kalian senang dengan kahadiranku di tengah-tengah kalian, hyuuung.. hiks..hiks..." Lanjut Kyuhyun.

Semua member yang ada di sana kecuali Kangin yang memang tak hadir, semuanya memeluk Kyuhyun dan sang leader. Tangis mereka semua pun pecah.

Disela-sela tangis mereka, Tiba-tiba Yesung angkat bicara. "Mianhae, kyu... Mulai sekarang kita semua adalah saudara.. Jangan pernah ada yang disembunyikan diantara kita semua.. Karena kita ini adalah SUpER JUNI~"

"~OR" Jawab semuanya serempak, lalu mereka tertawa lepas seakan melupakan sejenak segala kesulitan yang sedang mereka hadapi sekarang.

"Hyung.. lalu bagaimana dengan Kangin hyung?" Kyuhyun yang mendadak bertanya, menghentikan tawa mereka semua.

"Tenanglah, Kyu. Nanti kita pikirkan bagaimana sebaiknya yang harus kita lakukan padanya." Sahut Ryeowook.

"Ku mohon.. jangan marahi Kangin hyung.. Jebal.." Mohon Kyuhyun pada mereka semua.

"Ne.. kyu.." Leeteuk melemparkan senyuman pada sang maknae.

Setelah tiga hari menjalani perawatan di rumah sakit, akhirnya Kyuhyun diizinkan kembali ke dorm.

Kangin pov

Hari ini sungguh sangat menyebalkan. Semua orang terus menyalahkanku. Terus saja bela anak itu. Aku heran, sebenarnya apa sih sihir yang dipakai oleh anak itu? Sampai semua teman-temanku memihaknya. Kejadian saat itu bukannya membuatku iba padanya, justru aku malah semakin membenci dirinya. Bagaimana bisa seseorang yang lemah seperti itu masuk ke dalam Super Junior yang terkenal dengan jadwal yang super padat. Cihh, dengan melihat wajahnya saja sudah membuat orang kasihan padanya, pantas saja semua orang akan luluh jika sudah mengenalnya. Tapi aku tidak, Cho Kyuhyun. Aku sama sekali tak tersentuh sedikit pun dengan semua itu. Aku tidak akan tinggal diam Cho Kyuhyun, aku akan selalu berusaha menyingkirkanmu. Tapi bagaimana dengan yang lainnya. Pasti mereka semua terus membujuk dan menyalahkanku jika aku tetap membenci si Cho Kyuhyun itu. Apa aku harus berpura-pura minta maaf padanya? Itu sangat menjijikan sekali. Tapi hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang.

"Hyung, kuperhatikan dari tadi hanya melamun saja? Ada masalah?" Suara Kibum membuyarkan lamunanku. Apa aku harus memulai sandiwaraku sekarang? Ku rasa ini waktu yang tepat untuk memulainya.

"Aniyo... Kibum-ah, ada yang ingin kubicarakan padamu. Tapi kau jangan mentertawakanku, ya !" Aku menatap tajam Kibum.

"Iiishh.. hyung, kau menakutkan. Ada apa sih?" Kibum memundurkan tubuhnya sedikit ke belakang, mungkin karena sekarang aku terlihat sedikit menyeramkan.

"Baiklah... Begini, Kibum ah. Aku.. a..aku.. ingin meminta maaf kepada.. Kyuhyun." Akhirnya aku berhasil melontarkan kalimat itu.

"Hwaaahahahaha... "

"Kibum-aaaaah..." Aku menutup mulut kibum dengan bantal. Kibum yang mulutnya ku sumpal itu langsung terbatuk-batuk.

"Uhuk..uhuk.. hyung, kau mau membunuhku, ya?" Kibum yang diperlakukan seperti itu langsung protes kepadaku. Aku yang melihatnya terjatuh karena tersungkur bantal pun langsung membantunya berdiri. Lalu, Kibum kembali duduk di kasur, karena memang kami sedang berada di kamar. Aku meminta maaf pada Kibum atas apa yang ku lakukakn padanya.

"Hwahaha.. Mianhae..mianhae.. Habisnya kau ini cerewet, sih. Sudah ku bilang jangan tertawa." Terlihat Kibum masih mem-proud kan bibirnya.

"Iya, aku maafkan. Ok, kembali kepembicaraan awal. Jadi hyung sudah meminta maaf pada Kyuhyun?" Kibum terlihat mulai serius.

"Belum, sih." Jawabku singkat.

"Lalu?" Lanjut Kibum.

"Aku tidak tahu bagaimana mengatakan maaf padanya. Aku sungguh merasa bersalah padanya. Jadi, aku ingin kau membantuku."

"Lalu, hyung ingin aku melakukan apa?" Sepertinya kali ini Kibum setuju untuk membantuku.

"Kibum-ah, bisakah kau bilang pada yang lainnya bahwa aku ingin meminta maaf pada Kyuhyun. Aku berencana mengatakannya pagi nanti sebelum kita berangkat bekerja."

"Baiklah, hyung.. itu hal yang mudah.." Kibum menyanggupi.

"Tunggu... aku meminta bantuanmu satu lagi, tolong rahasiakan ini dari Kyuhyun." Sambungku kepada Kibum.

"Siap, hyung..." Kibum mengatakannya sambil bersikap hormat seperti tentara pada komandannya.

Author pov

Pagi Hari...

"Lho? Hyung kok ada di sini?" Kyuhyun yang baru keluar dari kamar tersentak kaget ketika salah satu hyungnya berdiri di balik daun pintu kamarnya.

"Ayo, ikut aku !" Kibum menarik tangan Kyuhyun menuju ruang tamu. Kyuhyun yang tak tahu apa-apa hanya bisa mengikuti hyungnya itu.

Ketika sampai di ruang tamu, langkah Kyuhyun pun terhenti. Ia bingung mengapa semua hyungnya berkumpul di sana. Kangin juga hadir bersama yang lainnya.

"Ada apa ini, Kibum hyung?" tanya Kyuhyun setengah berbisik kepada Kibum disampingnya. Kibum hanya diam.

"Kangin hyung ! Tugasku sudah selesai." Kibum meninggalkan Kyuhyun dan bergabung bersama yang lainnya. Kangin melangkah mendekati Kyuhyun. Sejujurnya, Kyuhyun merasa sedikit takut, kalau-kalau para hyungnya ingin mengerjai dia.

"Kyuhyun-ah.. maafkan aku.. mianhae..." Kata-kata tersebut membuat Kyuhyun terkejut. Apalagi kalau yang mengatakannya adalah Kangin. Setahu Kyuhyun, Kangin adalah orang yang paling membencinya.

"Mianhae, Kyu.. Aku sadar, apa yang telah ku lakukan padamu itu sudah kelewatan, kyu." Kali ini Kangin sambil memeluk Kyuhyun. Membuat Kyuhyun terpaku dan tak bisa bergerak karena tak percaya apa yang dilakukan oleh hyungnya yang satu ini.

"H-hyung.. Su..sudahlah.. hyung tak perlu meminta maaf padaku. Bahkan aku tak pernah membenci hyung sedikitpun." Kyuhyun membalas pelukan Kangin, tetapi ia sedikit canggung.

"Gomawo, kyu.." Mereka berdua pun melepas pelukan masing-masing.

"haah.. aku merasa lega sekali hari ini. Akhirnya kita semua bisa bersatu. Ini baru namanya SUpER JUNIOR.." Leeteuk merangkul Kyuhyun dan Kangin.

"Uri-neun Super Juni~"

"Or~"

Mereka semua tertawa lepas lalu merangkul satu sama lain.

To be Continue...