Miracle

Part 10

By : AtikahKyu

Genre : Brothership

Cast : All member Super Junior

Summary :

Clap.. Byuuurrr...

"Tidak.. Bukan aku.. bukan aku yang melakukannya.." seseorang bergumam sendiri, dari nada bicara ia nampak ketakutakutan.

"WOOKIE-AH!" Teriak semua member kompak, kecuali orang itu yang masih tak berkutik ditempatnya melihat salah satu temannya yang hampir tenggelam.

Kyuhyun pov

Ketika permainan dimulai, aku langsung antusias mencari tempat bersembunyi yang strategis. Tetapi, perhatianku berpaling ke sebuah pemandangan dimana disitu berdiri wookie yang sedang dalam giliran main dan Kangin hyung di dekatnya dan ketika itu Kangin hyung memanggilku untuk menemuinya. Awalnya aku mengira ia mau mengerjai wookie dengan meminta bantuanku. Namun, ketika aku hampir sampai di tempat kangin hyung berdiri. Tiba-tiba kakiku terselengkat atau mungkin lebih tepatnya diselengkat oleh Kangin hyung hingga tubuhku menabrak wookie yang saat itu tengah berdiri di pinggir kolam.

Byuuurrr...

Suara itu.. suara itu sangat jelas terdengar di telingaku. Aku hanya menatap wookie yang terjatuh ke dalam kolam renang. Aku benar-benar sangat kaget dan bingung.

"WOOKIE-AH!" Teriak hyungdeulku yang menggema.

"Tidak.. Bukan aku.. bukan aku yang melakukannya.." Aku masih terdiam di tempatku berdiri. Melihat bagaimana hyung-hyungku berlarian berusaha menolong wookie yang terjatuh ke kolam renang, karena setahuku wookie itu tidak bisa berenang. Ku lihat Leeteuk hyung langsung menceburkan diri ke kolam dan membawa wookie ke tepi kolam.

"Tolong bantu aku mengangkatnya!" Ucap leeteuk yang baru saja berhasil membawa tubuh wookie ke tepi kolam.

Buaagghhh..

Sebuah pukulan mendarat di pipi kananku. Kurasakan ada cairan yang mengalir dari sudut bibirku yang terasa nyeri akibat pukulan barusan. Ya, Heechul hyung yang memukulku barusan.

"paboya.. Bodoh sekali.. kau mau membunuhnya, hah?" Bentak Heechul hyung di depan wajahku. Tampak Sungmin hyung dan Siwon hyung berusaha mencegah Heechul hyung yang hendak memukulku lagi.

"Kyuhyun-ah, apa maksudmu melakukan hal seperti ini. Jika kau memang marah atau tak suka pada Ryeowook, apa tak ada cara lain selain mencelakainya? Aku kecewa padamu Kyu, ku kira kau adalah anak yang baik. Tapi ternyata.. aku salah. Aku menyesal berbaik hati padamu, Kyu." Bentak Donghae hyung padaku.

"Hyung.. hyung.. dengarkan aku dulu.. Aku tak berniat melakukan hal itu pada Ryeowook.. Itu hanya kecelakaan.." Aku berusaha menjelaskan, namun mereka semua mengacuhkankan ku dan segera menyusul Leeteuk hyung dan Yesung hyung yang membawa Ryeowook ke kamarnya.

"Hyung.. dengarkan akuuu... Hyuuung.. hiks hiks.." Aku mulai menangisi semua kejadian yang menimpaku barusan. Baru saja aku merasa nyaman bersama mereka, mengapa hal ini harus terjadi lagi? Batinku terus meratap.

Aku mendongakan wajahku ke atas. Ku lihat seseorang yang ada di hadapanku sekarang, Kangin hyung... Ia menyeringai puas dihadapanku. Membuat perasaanku semakin hancur. Apa mungkin.. Kangin hyung sengaja melakukannya padaku.. pikiranku mulai kacau, hingga Kangin hyung bersuara.

"Hahaha... Tamatlah riwayatmu kali ini.. Kau berhasil jatuh dalam perangkapku.. Hahaha"

Benarkah? Benarkah Kangin hyung yang melakukannya? Tapi mengapa? Bukankah waktu itu Kangin hyung sudah meminta maaf padaku? Arrgghhh.. pertanyaan itu terus berputar di kepalaku hingga aku merasa kepalaku sangat sakit. Tetapi kupaksakan menahannya, aku harus menjelaskan semuanya pada hyung-hyungku bahwa aku benar-benar tak sengaja menjatuhkan Ryeowook.

"Hyuuung..." Aku tetap berusaha memanggil hyungdeul ku yang semakin jauh. Setelah berusaha mengerjar hyungdeulku, akhirnya aku tiba di depan kamar Ryeowook. Aku berhenti untuk menghela nafas sejenak dan memberanikan tanganku ini untuk membuka pintu yang ada dihadapanku.

Clekk...

Ketika daun pintu terbuka, semua mata langsung tertuju padaku. Aku mencoba melangkah untuk mendekati Ryeowook yang sedang tertidur dengan bibir yang sedikit membiru. Mungkin, ia kedinginan karena tercebur ke kolam barusan. Namun, tiba-tiba...

"Berhenti ! Jangan melangkah lebih dekat lagi !" Sergah Leeteuk hyung ketika aku mencoba menghampiri Ryeowook.

"Hyung.. Ta..tapi.. aku ingin melihat keadaannya.." Ucapku pada Leeteuk hyung.

"Sudah cukup, Kyu.. Kau.. KELUAR DARI SINI ATAU AKU YANG MENYERETMU KELUAR !" Leeteuk hyung mengusirku dari sini. Aku harus bagaimana? Aku harus menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Tetapi aku sungguh takut dengan tatapan itu. Tatapan Leeteuk hyung, bahkan aku tak berani mengangkat wajahku saat ini.

"H-hyung.. Hiks.. Bukan aku yang melakukannya.." Akhirnya aku tak kuasa menahan air mataku.

"KELUAR DARI SINI !" Leeteuk hyung benar-benar marah padaku. Langsung saja ia membuktikan ucapannya untuk menyeretku keluar dari kamar ini. Tangannya dengan kuat mendorongku hingga tubuhku terhempas ke dinding yang ada di depan kamar ini.

"Hyung.. sudah cukup.. Kau bisa membuatnya terluka juga. Aku tidak mau jika kita harus bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu dengannya." Kangin hyung merangkul tubuh teukie hyung.

"Kau benar, Kangin.. Sebaiknya kita kembali menemani Ryeowook saja daripada berurusan dengan anak ini." Jawab teukie hyung, kemudian pintu kamar pun ditutup.

"Hiks.. hiks.. hyuung.. Bisakah kalian percaya padaku.. Hiks.. Hiks.." Aku terus menangis di depan pintu kamar Ryeowook, tak peduli meski para pengunjung disini memandangku aneh. Kepalaku pun terasa sakit sekali, karena ketika Teukie hyung mendorongku tadi, kepalaku tak sengaja membentur tembok. Sepertinya tidak berdarah, mungkin hanya memar saja. Tanpa Kyuhyun sadari, ada seseorang yang memperhatikannya sedang menangis dari kejauhan dan mendengar semua racauannya.

Ryeowook pov

Clap..

Aku yakin telah semakin dekat dengan sumber suara.

Clap.. Byuuurrr..

Aku merasakan tubuhku berada di dalam air yang dingin. Pandanganku kabur, samar-samar aku masih mendengar suara teriakan Teukie hyung memanggilku. Namun, akhirnya semuanya menjadi gelap.

"H-hyung..."

Aku membuka mataku yang terasa berat. Ku lihat di samping kiriku ada Yesung hyung dan Donghae hyung menatapku dengan tatapan yang tak dapatku artikan. Begitu juga di sisi kananku ada Teukie hyung.

"Hyung.. wookie sudah bangun.." Donghae hyung memberi tahu yang lainnya. Tak kusangka ternyata semua hyungku ada di sini.

"Wookie, apa ada yang sakit?" Tanya Yesung hyung padaku.

"Tidak.. h-hyung.. sebenarnya.. ada apa?" Aku masih bingung, sebenarnya apa yang sedang terjadi hingga semua hyungku terlihat cemas seperti itu.

"kau tadi terjatuh ke dalam kolam renang. Itu semua gara-gara Kyuhyun yang mendorongmu. Tapi kamu jangan khawatir, sekarang kau sudah aman di sini." Jelas Yesung hyung. Aku masih tak percaya dengan apa yang diucapkan Yesung hyung. Ia bilang Kyuhyun yang melakukannya, tetapi bagaimana bisa? Setahuku Kyuhyun sangat baik denganku, walau kadang ia suka jahil.

"Kyuhyun? Aku.. tidak salah dengarkan?" Aku langsung melonjak dari tidurku.

"Hey.. Jangan bangun dulu. Mana mungkin kami berbohong padamu." Cegah Donghae hyung ketika aku berusaha bangun dari posisi tidurku.

"Sudahlah, hyung. Ini masih malam, kembalilah tidur. Aku tidak apa-apa, aku hanya ingin istirahat." Aku masih shock dengan apa yang hyungdeulku katakan. Walau mereka bilang Kyuhyun yang melakukannya, entah mengapa aku merasa bukan ia yang melakukannya. Uhh, entahlah.. aku sangat lelah sekali, lebih baik aku tidur saja.

Author pov

Pagi hari...

Semua member Super Junior bersiap-siap untuk kembali ke dorm, karena waktu liburan mereka telah habis. Di perjalanan menuju tempat parkir, tak sengaja mereka bertemu dengan para member Bangtan Boys yang kebetulan menginap di hotel yang sama dengan mereka. Mereka memang saling mengenal karena pernah dipertemukan dalam sebuah acara. Mereka pun saling menyapa.

"Anyeonghaseo, seunbae-nim..." Sapa member Bangtan Boys kepada para member Super Junior. Mereka berbincang-bincang sebentar, lalu kembali berjalan menuju tujuan masing-masing.

Di dalam mobil...

Para member Super Junior kembali menaiki mobil yang mereka tumpangi seperti ketika mereka berangkat kemarin. Di mana di dalam mobil Siwon ada Donghae, Sungmin, Yesung, Eunhyuk, Ryeowook, dan Kyuhyun. Sedangkan di mobil Leeteuk ada Heechul, Hankyung, Shindong, Kibum, dan Kangin.

Karena kejadian tadi malam, di mobil masing-masing hanya terdapat kesunyian saja. Tak ada yang berbicara sepatah kata pun. Kyuhyun pun begitu, ia duduk di kursi paling belakang sendirian karena merasa takut dengan hyungdeulnya dan juga tak enak hati dengan Ryeowook yang berada satu mobil dengannya.

Kejadian itu bahkan terus berlangsung sampai mereka kembali ke dorm. Bahkan Kyuhyun sekarang tak lagi tidur di kamar Yesung dan Ryeowook, karena Yesung hyung memintanya untuk tak lagi tidur di kamarnya. Alhasil, Kyuhyun pun harus tidur di sofa dorm karena tak memiliki kamar untuk tidur lagi.

Keesokan harinya...

Hari-hari yang dipenuhi oleh jadwal yang padat harus kembali dijalani oleh setiap member Super junior. Malam ini mereka harus menghadiri sebuah acara penghargaan. Semua berharap malam ini mereka akan dipanggil ke stage untuk menerima penghargaan yang mereka harapkan atas hasil kerja keras mereka. Namun, sudah hampir dua tahun debut, dihitung sebelum Kyuhyun bergabung ke dalam grup, tak pernah sekalipun mereka mendapatkan posisi pertama di industri musik Korea ini.

Di Backstage sebelum acara penghargaan..

"Hyung.. a..aku.. ada yang ingin aku bicarakan denganmu..." Kyuhyun menemui Leeteuk dan memintanya untuk berbicara sebentar. Namun, Leeteuk masih diam dan tidak mempedulikan Kyuhyun yang bicara padanya.

"Hyung.." Sekali lagi Kyuhyun memanggil Leeteuk.

"ApA LAGI? JANGAN MEMBUATKU KESAL !" Leeteuk malah membentak Kyuhyun. Di dalam rest room itu bukan ada member Super Junior, namun ada juga member Bangtan Boys yang memang satu ruangan dengan mereka. Karena merasa tidak enak, akhirnya para member Bangtan Boys meninggalkan ruangan. Sepertinya mereka menyadari sedang terjadi konflik di Super Junior, jadi mereka memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu sementara.

"H-yung.. sampai kapan kau marah padaku. Bahkan kau belum tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya." Perkataan Kyuhyun yang membuat semua member berkumpul.

"Sudahlah, kami sudah tahu. Kau yang sengaja menjatuhkan Ryeowook ke kolam kan. Padahal kau sudah tahu kalau ia tak bisa berenang. Kangin hyung yang melihatnya sendiri, ia kan hyung?" Eunhyuk angkat bicara. Di balas dengan anggukan Kangin.

Kyuhyun berdiri dari tempatnya, refleks ia bergerak mendekati Kangin.

"Hyung.. mengapa kau tega melakukan ini padaku? Apa salahku hingga kau memfitnahku yang telah mencelakai Ryeowook." Kyuhyun sudah tak bisa membendung emosinya, kata-kata itu bergulir begitu saja dari mulutnya.

"Apa maksudmu? Kalau salah jangan malah menyalahkan orang lain. Cihh, menjijikan.." Leeteuk masih tak percaya dengan yang Kyuhyun katakan.

Kangin mendekati Kyuhyun dan mendorongnya.

"Apa katamu? Kau mau memfitnahku dihadapan yang lainnya? Ehmm.. Kau benar-benar busuk Cho Kyuhyun !" Ucap Kangin.

Kyuhyun tak bisa mengontrol emosinya, ia membalas mendorong tubuh Kangin yang menjambak rambutnya. Namun, setelah melakukan hal itu sebuah tamparan dari Leeteuk pun melayang di wajah Kyuhyun.

Plakk..

Tampak Kangin yang sudah bersiap untuk memukul Kyuhyun. Namun, ketika tangannya hampir mengenai wajah Kyuhyun, tiba-tiba Kangin berhenti..

"HENTIKAN !"

Suara itu yang membuat Kangin menghentikan tangannya.

"Taehyung?"

*Taehyung adalah salah satu member Bangtan Boys yang dikenal dengan nama 'V'

"Lepaskan dahulu Kyuhyun hyung. Kalian semua telah salah paham !" Kata Taehyung.

"Apa maksudmu?" Tanya Leeteuk hyung.

"Maaf, bukan aku ingin ikut campur dengan urusan kalian. Tetapi itu kebaikan kalian juga, terutama Kyuhyun hyung." Lanjut Taehyung.

"Baiklah, apa maksudmu mengatakan bahwa kami telah salah paham?" Sekarang Yesung yang mengajukan pertanyaan pada Taehyung.

"Jadi, begini.. Kalian ingat kan beberapa waktu lalu kita pernah bertemu di suatu hotel?" Tanya Taehyung yang dibalas anggukan oleh semua member Super Junior.

"Malam itu, sebenarnya aku sudah tahu bahwa kalian semua ada di hotel yang sama denganku. Saat aku sedang berkeliling di hotel, aku tak sengaja melihat kalian semua sedang asyik bermain. Termasuk melihat kejadian salah satu member kalian yang terjatuh ke dalam kolam renang? Iya kan?" Jelas Taehyung.

"Jadi, kau melihatnya? Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?" Kini Ryeowook yang terlihat penasaran, karena ini bersangkutan dengan dirinya. Kangin terlihat sedikit panik.

"Maafkan aku harus mengatakannya.. Sebenarnya apa yang diucapkan oleh Kyuhyun hyung itu benar.. Bukan ia yang mendorongnya, tetapi... Kangin hyung..." Ucap Taehyung ragu.

Semua member tampak tak percaya, mereka semua menatap Kangin.

"Kangin.. benarkah yang Taehyung ucapkan barusan? Aku masih tidak percaya." Leeteuk menatap tajam ke arah Kangin. Ia hanya diam tak menjawab.

Ryeowook menyela, "Mianhae.. Aku juga ingin menambahkan. Semenjak kejadian kemarin aku berusaha mencari tahu siapa pelaku sesungguhnya, karena aku tak percaya kalau Kyuhyun yang melakukannya. Aku juga melihat Kyuhyun menangis dalam tidurnya, ia menceracau kalau bukan ia yang mendorongku jatuh ke kolam. Jadi, aku yakin apa yang diucapkan Taehyung barusan itu benar."

Leeteuk kembali membentak Kangin, "KANGIN? JAWAB AKU ApA ITU SEMUA BENAR?"

"IYA, HYUNG.. ITU SEMUA BENAR.. KAU PUAS, HAH?" Kangin balas membentak Leeteuk.

Leeteuk langsung merosot mendengar pengakuan dari salah satu dongsaeng yang sudah ia anggap body guardnya Super Junior, tetapi justru Kangin lah penyebab kekacauan ini semua.

"Apa alasanmu melakukan itu?" Tanya Leeteuk dengan air mata yang menetes.

"AKU IRI PADANYA, HYUNG.. AKU IRI PADA KYUHYUN.. Ia telah merebut posisiku sebagai main vocal di Super Junior. Padahal ia ini anak baru, bahkan ia trainee hanya dalam waktu 2 bulan. Tetapi ia merenggut keinginanku yang telah berusaha bertahun-tahun untuk mendapatkan posisi itu." Kangin pun tak kuasa menahan air matanya.

"Kau egois, Kangin-ah.. justru yang seharusnya marah itu aku. Kau tahu, karena aku seorang leader aku di trainee lebih lama daripada kalian semua. Tetapi, mereka mengatakan padaku bahwa aku itu harus berada di tengah-tengah, tidak boleh terlalu bagus atau juga jelek, part menyanyi yang sedikit juga, tetapi itu semua tak jadi masalah bagiku.. Karena aku tahu, itu memang yang terbaik bagiku.. lagi pula aku sadar, kemampuanku tak lebih baik dibandingkan Kyuhyun walau ia hanya di trainee sekitar dua bulan saja." Jelas Leeteuk pada Kangin dengan air mata yang terus mengalir mengingat bagaimana perjuangan dirinya untuk menjadi seorang penyanyi.

"Leeteuk hyung.." Kangin tak percaya mendengar semua pengakuan Leeteuk yang selama ini terlihat tegar dihadapannya.

"Kyu.. mianhae.. aku leader yang egois.. aku tak pernah mendengarkanmu yang berusaha manjelaskan kejadian yang sebenarnya."

Kyuhyun tersenyum lemah ke arah Leeteuk, tiba-tiba Kyuhyun terjatuh dari posisinya, membuat semua orang yang ada di dalam ruangan panik.

"Kyuhyun-ah.." Kangin yang ada di hadapan kyuhyun segera menyanggah tubuh Kyuhyun yang terjatuh.

Di rumah sakit..

"Dok, bagaimana keadaan Kyuhyun? Mengapa ia sampai pingsan?" Tanya Sungmin kepada dokter yang menangani Kyuhyun.

"Dia sekarang sudah baik-baik saja. Ia hanya mengalami depresi dan juga kelelahan, di tambah ada sedikit luka memar di kepalanya seperti terkena benturan. Sebaiknya, kalian hindari Kyuhyun memikirkan hal-hal yang membebani pikirannya, karena kondisi fisiknya sangat lemah. Baiklah, kalian boleh masuk jika ingin melihat keadaannya, tetapi tetap jaga ketenangan, ya!" Jelas sang dokter panjang lebar.

Semua member berhamburan masuk ke dalam ruangan untuk melihat keadaan Kyuhyun.

"H-Hyung.." Kyuhyun nampaknya sudah sadar.

"Sudah, istirahatlah.. Kau masih sakit.." Ucap Sungmin.

"Aniyo.. kajja.. kita harus datang ke acara penghargaan itu.." Kyuhyun bangkit dari posisi tidurnya.

"Kyuhyun-ah.. tapi kau.." Leeteuk yang berbicara langsung dipotong oleh Kyuhyun.

"Kajja.. bagaimana kalau kalian benar menerima penghargaan malam ini. Bukankah itu impian kalian semua.. aku tak mau merusaknya.. kajja.."

Semuanya tak ada yang bisa menolak permintaan Kyuhyun. Dengan hati-hati mereka memapah Kyuhyun ke dalam mobil untuk kembali ke lokasi acara penghargaain itu.

"Hyung.. tenanglah.. aku tidak apa-apa.." Kyuhyun berusaha menenangkan Kangin yang terihat cemas. Kangin sangat merasa bersalah pada Kyuhyun. Bagaimana bisa ia telah menyakiti anak sebaik Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah.. mianhaeyo.." Kangin meminta maaf pada Kyuhyun.

"Hyung.. sudah ku bilang berapa kali.. aku tak pernah sekalipun membenci hyung.. Jadi jangan meminta maaf lagi, ok?" Kyuhyun tersenyum pada Kangin.

"Jeongmal gomawo, Kyuhyunie.." Kangin memeluk Kyuhyun. Semua member yang ada di sana pun tak jadi marah kepada Kangin, karena melihat ketulusan hati Kyuhyun memaafkan Kangin barusan.

"Tuh kan, aku percaya.. Kyuhyun itu tak mungkin jahat padaku.." Bisik Ryeowook pada Yesung.

"Kau benar.. Mulai malam ini ia boleh tidur di kamar kita lagi, ok?" Sahut Yesung yang dibalas anggukan Ryeowook.

Di acara penghargaan..

"Pemenang untuk kategori single terbaik tahun ini adalah..."

Deg..

Deg..

Deg..

"SUPER JUNIOR DENGAN SINGLE 'U'" Teriak sang MC lantang. Para member super junior saling berpandangan tak percaya.

"Teman-teman.. kita menang.. KITA MENAANG !" Teriak Leeteuk dan mengajak seluruh member naik ke atas panggung. Mereka semua saling berpelukan dan tentunya tangis bahagia diantara mereka pun pecah. Penghargaan yang selama ini ditunggu-tunggu pun didapatkan, di saat kondisi grup yang benar-benar hampir hancur karena sebuah keegoisan. Malam itu, Super junior pun menampilkan dua buah lagu untuk mengisi acara kali ini.

"Ini benar-benar keajaiban.. It's a MIRACLE for Super Junior." Kata Leeteuk.

"Untuk itu kami semua akan mempersembahkan lagu 'U' dan juga 'MIRACLE' untuk semua orang yang hadir di sini."

Setelah lagu 'U' berakhir, penampilan mereka terus berlanjut dengan membawakan lagu andalan mereka dan lagu yang benar-benar menggambarkan bagaimana perjuangan mereka untuk mendapatkan semua ini.. 'MIRACLE'

Life couldn't get better (hey~)

Nan nol pume ango nara

Purun darul hyanghe nara (ho~)

Jamdun noui ib machul koya

Life couldn't get better (hey~)

Noui mame munul yoyo jwo

Gude ne sonul jabayo

Life couldn't get better

Itulah sebait lagu yang mereka nyanyikan. Dengan semua perjalanan yang panjang dan berliku-liku mereka tetap tak menyerah.

Leeteuk pov

"Kita tak akan pernah berhenti berjuang bersama.. because this is 'and' not 'end'.. URI-NEUN SUPER JUNI~ "

"OR~"

~THE END~