Idol Nest

Judul: Idol Nest (Sarang Idola)
Fandom: Naruto
Pairing: [Sasuke U. , Sakura H.] , S. Gaara
Genre: Drama & Romance
Rated: Teen (13+)
Disclaimer: © 2002 Masashi Kishimoto
Author: Reisouren
Warning: Don't like Don't Read!

Summary:
Ini adalah kisah Haruno Sakura, seorang gadis SMA biasa yang sangat tergila-gila dengan sebuah grup musik pria, The Cotton, dan seorang membernya yang bernama Sabaku Gaara. Di saat yang bersamaan, Uchiha Sasuke, sang sahabat, menyembunyikan sebuah fakta! Sebuah fakta yang membuat Sakura dekat dengan sang idola, sekaligus yang mendatangkan dilema untuknya.

.

.

.

Chapter 9: Omake: Untold Story

Kediaman Uchiha, 10 tahun yang lalu

Dua orang anak berbeda gender tengah syahdu bercengkrama di ruang keluarga. Mereka berceloteh tentang banyak hal. Lebih tepatnya, anak perempuanlah yang asyik berceloteh sementara anak lelaki mendengarkannya sambil memberikan respon –dan sesekali tertawa. Sampai si anak lelaki tak sengaja melihat benda bulat yang tertempel manis di dinding.

Manik kelamnya melebar.

"Sakura, gawat! Ini sudah jam sembilan malam!" serunya memutus celotehan anak perempuan. Anak perempuan yang dipanggil Sakura ini pun menolehkan kepalanya ke atas –melihat jam dinding. Mata hijau besarnya pun sontak membulat.

"Aah, bagaimana ini, Sasuke-kun! Ibuku pasti mencariku." Air muka Sakura mendadak cemas. Sama halnya dengan Sasuke. Anak lelaki itu berusaha berpikir di tengah kecemasannya. Bagaimana pun, ia tidak mau dimarahi orang tua Sakura karena membiarkan anak gadis mereka bermain di rumahnya terlalu malam.

"Aku akan mengantarmu. Kita naik sepeda saja ya, aku belum bisa menyetir mobil," ujarnya sambil melangkahkan kaki menuju pintu keluar. Diikuti dengan Sakura di belakangnya.

"Baiklah, ayo cepat!"

Sebelum tangan mungil itu menjangkau knop pintu yang setinggi hidungnya, seseorang menarik bagian belakang kerah kausnya. Membuat anak lelaki itu terseret kebelakang.

"Aah~ Aniki! Lepaskan! Aku mau mengantar Sakura pulang!" serunya meronta-ronta. Tapi aniki-nya tak lantas melepaskannya. Ia malah berusaha mati-matian menahan seringai –pemandangan ini sungguh lucu.

"Itachi-nii! Aku mau pulang! Ibuku pasti mencariku!" Sakura menimpali, berharap Itachi melepaskan Sasuke. Itachi pun menghela nafas dan melepaskan anak itu. Membuatnya meringis dan mengusap-usap tengkuknya yang terasa agak panas.

"Tidak, ibumu tidak akan mencarimu, Sakura-chan. Aku sudah meneleponnya untuk membiarkanmu menginap malam ini. Lagi pula, besok hari sabtu (sekolah libur)," jelas Itachi sambil tersenyum.

"Menginap?" tanya Sasuke dan Sakura kompak. Itachi mengangguk. Tangannya pun terjulur ke depan, mengelus-elus puncak kepala mereka berdua.

"Ya. Nah, sekarang, tidurlah. Ini sudah jam tidur. Ayo cepat, Sasuke! Hush...hush." Itachi mendorong-dorong kecil punggung mereka berdua.

"Dan, Sakura-chan, kau bisa memakai kamar tamu," ucapnya pada gadis kecil itu. Bukannya mengangguk atau melangkah menuju kamar yang disebut Itachi, Sakura malah tergeming di tempatnya. Menatap onyx Itachi dengan emerald-nya yang bulat.

"Itachi-nii, aku tidak bisa tidur sendiri," ujarnya.

Itachi terlihat berpikir.

"Ah, benar juga. Selama ini kau kan selalu tidur dengan Sasori ya. Baiklah, kalau begitu, kau tidur dengan Sasuke saja ya." Itachi tersenyum.

"Baik!" jawab Sakura dengan riang. Poni pink yang menutupi dahinya sedikit bergoyang –begitu pula dengan bagian rambut sebahunya yang lain. Helaian tipis itu terasa sangat lembut jika dielus. Mata hijau bulatnya juga terlihat bersinar. Lucu.

"Duh, pantas saja Sasori sangat menyayanginya."

.

~IDOL NEST~

.

Mereka berdua memasuki kamar Sasuke. Kamar bernuansa biru dengan lukisan air laut dan awan di dindingnya. Bagian pinggir kasurnya dikerangkengi oleh kayu berpernis kecokelatan membentuk seperti sebuah kapal. Sepertinya mereka akan berpetualang mengarungi samudera malam ini!

"Asyik! Akhirnya ada orang yang menemaniku tidur!" seru Sasuke, melompat ke kasur. Ia pun terlentang dengan tangannya dijadikan bantal. Menyadari seseorang ikut naik ke kasurnya, ia lantas bergeser sedikit –menyediakan tempat.

"Memangnya kau tidak pernah tidur dengan Itachi-nii?" tanya Sakura. Ia pun memosisikan dirinya di samping Sasuke. Kepalanya menoleh ke samping, melihat anak lelaki yang juga tengah menoleh ke arahnya. Mereka tiduran sambil saling berpandangan.

"Tidak pernah. Aniki hanya sesekali datang ke kamarku untuk bercerita," jawab Sasuke. Dari nadanya ia terlihat kecewa –dan sedikit kesal.

"Begitu ya. Kalau aku sih selalu tidur dengan Nii-san," ujar Sakura. Tanpa memberikan respon, Sasuke bangkit terduduk. Tangannya terjulur meraba dinding di samping tempat tidur untuk mencari letak sakelar. Ia pun menekannya, membuat lampu di kamarnya padam.

"Kyaaaaaaa!"

Suara teriakan yang melengking menggema di ruangan itu saat Sasuke mematikan lampunya. Ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah sahabatnya ini, tapi, sepertinya Sakura sangat ketakutan.

"Kenapa?" tanyanya polos.

"Aku takut gelap, Sasuke-kun," jawab Sakura –suaranya bergetar. Sasuke tersenyum dan menyentuh dahi Sakura yang tertutup poni.

"Sakura, bukalah matamu," ucapnya. Butuh beberapa menit untuk membujuknya sampai anak perempuan itu mau menuruti apa yang dikatakan Sasuke.

"Lihat di atas!" seru Sasuke. Telunjuknya mengarah ke atas –ke langit-langit kamarnya.

Dan Sakura terpana seketika!

Bukan kegelapan yang ia lihat di sana, melainkan keindahan yang terlukis di seluruh bagian langit-langit kamar. Sebuah lukisan galaksi bima sakti yang bisa menyala dalam gelap! Begitu pula dengan lukisan air laut dan awan di dinding kamar. Sejenak Sakura merasakan dirinya berada di sebuah kapal besar dan tidur di atas geladaknya sambil menatap langit bebas.

"Waah, itu indah sekali Sasuke-kun!" Emerald Sakura tengah berbinar-binar sekarang. Memantulkan cahaya lembut dari bima sakti.

"Indah bukan?" Sasuke menimpali. Onyx itu selalu terpana melihat lukisan yang dibuat ayahnya saat ia berumur empat tahun. Di kamar Itachi juga ada lukisan semacam ini –lukisan ayam.

"Kau tidak takut lagi?"

"Uun." Sakura menggelengkan kepalanya.

Hening. Mereka sibuk mengamati keindahan yang tersuguh di atas kepala mereka. Tak ada yang membuka suara sampai Sakura memutuskan untuk mengutarakan apa yang ia pikirkan. Sebuah ide yang baru muncul saat melihat lukisan itu.

"Sasuke-kun..." panggilnya.

Sasuke yang mulai mengantuk itu pun hanya merespon, "Hn?"

"Kalau aku sudah besar, kau nikahi aku ya?" pinta Sakura. Sasuke mengernyitkan dahinya, lalu menoleh ke arah Sakura.

"Memangnya kenapa?" tanyanya. Suaranya terdengar agak melemah khas orang mengantuk.

"Agar aku bisa tidur di kamarmu setiap malam," jawab Sakura sambil tersenyum lebar. Sasuke terlihat berpikir sampai ia memutuskan untuk berkata,

"Baiklah."

Dan bima sakti itu adalah saksi dari janjinya.

.

~IDOL NEST~

.

"Kau masih mengingatnya, Sasuke-kun?" suara lembut gadis pink di sebelahnya terdengar begitu ia selesai bercerita. Mereka berdua tengah duduk di bangku taman kediaman Uchiha. Sasuke tertawa kecil mengingat sosok kecilnya yang periang, tak jauh berbeda dengan Sakura yang sekarang.

"Tentu saja, mana mungkin aku lupa. Kau melamarku waktu itu."

Sasuke menyeringai.

"Dan baru sekarang aku menyadari bahwa kau berotak mesum," tambahnya. Pipi Sakura bersemu merah –salah tingkah.

"Apa? Ma-maksudku kan bukan...bukan..."

"Bukan apa?" Obsidiannya memicing.

"Bukan seperti yang kau pikirkan!" teriaknya kecil sambil memukul bahu Sasuke main-main. Sasuke pun terkekeh. Namun rupanya, pergerakan Sakura membuat obsidiannya tak sengaja melihat benda kecil yang melingkari leher Sakura. Alisnya pun bertautan, ia memutuskan untuk bertanya.

"Sakura..." panggilnya.

Gadis yang masih terlihat sebal itu hanya merespon "Hm?"

"Darimana kau mendapatkan kalung itu?" tanyanya dengan telunjuk mengarah pada benda yang membuatnya heran. Sakura menundukkan kepalanya, melihat benda yang Sasuke tunjuk.

"Ah, kalung perak ini-"

"Itu emas putih, baka," potong Sasuke sambil menjitak pelan kepala Sakura. Mata hijaunya lantas mendelik tajam pada Sasuke.

"Ya, kalung ini..." Sakura menghentikan ucapannya. "Hey, tunggu! Darimana kau tahu ini emas putih, hemm?" tanyanya dengan mata yang dipicingkan.

Sasuke menyenderkan punggungnya sambil mengerling bosan.

"Bukankah semua orang bisa membedakannya?"

Sakura pun ikut menyenderkan punggungnya dan mendesah berat. Ia menatap Sasuke melalui ekor matanya. Pemuda itu terlihat sedang memperhatikan air mancur patung cupid yang sedang membelakangi mereka.

"Ck, bilang saja kau yang membuangnya. Lain kali jangan buang-buang barang mahal, Sasuke-kun!" nasehat Sakura. Diam-diam Sasuke pun tersenyum. Siapapun yang memungutkannya, itu adalah ide bagus.

"Sakura," panggil Sasuke lagi.

Seperti sebelumnya, gadis itu hanya merespon "Hm" pendek tanpa menoleh. Sasuke pun berdecak, kemudian terkekeh.

"Tatap lawan bicaramu, Sakura."

Menyerah, Sakura pun memutar kepalanya ke arah Sasuke, "Memangnya ada ap-"

Sasuke langsung mengecup bibir Sakura sebelum gadis itu sempat melanjutkan perkataannya. Awalnya Sakura sempat terkejut, namun kini ia pun ikut memejamkan matanya dan membalas ciuman Sasuke. Mereka menahan ciuman yang dalam itu beberapa menit, kemudian melepaskannya tidak rela. Baik wajahnya maupun wajah Sakura memerah tipis.

"Bagaimana Itachi, kau dapat angle-nya?" seseorang berbisik di balik tiang beton di depan pintu masuk yang cukup lebar untuk menutupi tubuh mereka berdua sekaligus. Itachi pun memberikan jempolnya pada Sasori. Mereka kompak melenguh 'owwh' saat melihat foto sempurna adik-adik mereka tercinta yang sedang –ekhm.

"Lihat latarnya, patung cupid. Uh, perfecto!" kagum Itachi. Sasori pun mengangguk menyetujui.

"Nanti kau cetak foto itu besar-besar ya. Aku minta duplikatnya," pinta Sasori. Mereka pun terkikik-kikik sebelum mendengar seseorang berteriak.

"ITACHIIIII!"

"O-ow, kita ketahuan."

-The End-

Reisouren deshita!

Yatta! Monogatari oshimai .

Ekhm, hai kawan! Silent readers dan reviewers yang author hormati. Akhirnya ni fic selese juga. Fuh~ bener-bener melegakan! Well, ada banyaaaaak kesalahan yang author buat dalam penulisan fic ini yang harap kalian maklumi. Termasuk ketidak-konsistenan gaya menulis –author lagi nyari gaya nulis yang pas nih, susah juga ya.

Ah, dan, author lagi nyoba nulis fic baru yang entah kapan publish-nya. Niatnya sih ngasih judul 'Mission Complete', tapi kumaha nanti aja deh. Kalo dah publish, mampir baca lagi ya hehe *peace* ^^V (sekedar info, itu fic fanon)

Thanks to my lovely reviewers yang setia mendukung perkembangan iNest *ciumin atu-atu*:

GaemSJ, kyuaiioe, MyAngelic Angel, hanazono yuri, Sasara-chan, sjxjs, TikaChanpm, desypramitha26, Aoi Yukari, Jun30, ikalutfi97, rahillah.r5, Yuki Kanashii, Hermione Lu Malfoy, misakiken, Sabaku AiHaru, Chiharu Kazawa, adrienna, Qulby Nakajima, CherryAsta, dianarndraha, , imahkakoeni, Forehead Poke, Niwa-chann, Belyuva Sasuko, Takumidieva, .129357, SantiDwiMw, namichi, Nikechaann, cherrytakumi08, Imee-chan Uchiha, Fruitpip Agaricdancer, AAAlovers, neko, Lynn, Rose718, dan reviewers lain yg ngereview lebih dari tgl 23 Juli 2015.

(cape juga ya kopas satu-satu #gapenting)

See you next time~

Salam kenal,

Reisouren

-Orei ga todokeru youni-

Semoga rasa terimakasihku tersampaikan