Haloo! I'm Comeback. Maaf tidak bisa membalas review kalian satu persatu. Tapi aku senang ada yang menyukai FF gaje ini *pelukatuatu* . Oh iya, maaf tidak bisa nulis panjang-panjang karena saya menggunakan HP bukan Laptop. Laptop error *hiks..
_
Desclaimer : BBB milik Monsta kecuali Taufan *digampar.
Pair : HaliTau,Fangem,dan AirApi.
Genre : Romance
Warning: Gaje, typo, EYD ancur T.T , Yaoi, etc.
A/N : Hali,Fang dan Gempa gajadi tsundere deh:3 masih bingung cara mengekspresikan mereka eh tapi.. pokoknya baca aja deh wkwkwk
HAPPY READING.
***
Hari ini Taufan, Gempa dan Api akan melaksanakan rencana mereka.
Misi Pertama: Berkenalan dengan Pasangan masing-masing.
Gempa&Fang~
Gempa berjalan mengikuti Fang dari belakang, sesekali Fang menoleh saat merasa ada yang mengikutinya.
Gempa bersembunyi di balik tiang, "Huh, syukur dia nggak curiga." Batin Gempa mengelus dada. Gempa segera mengikuti Fang kembali, ternyata Fang menuju arah toilet.
Fang menoleh, "Aku merasa ada yang mengikutiku."Gumam Fang. Fangpun masuk kedalam toilet.
Gempa berdiri di depan pintu toilet sambil menempelkan telinganya, "Enghh... ahh.. hufttt" Terdengar suara yang membuat sekujur badan Gempa merinding.
Brukkk...
Karena terlalu asik menguping, Gempa terjatuh karena pintu itu terbuka.
Fang menaikkan alis bingung, "SIAPA KAU? KAU MENGINTIP YAAA!" Pekik Fang membuat Gempa sweetdrop~
Gempa mengulurkan tangannya, "Aku gempa, adik kelasmu. Btw, tadi kau sedang 'ehem'?" Tanya Gempa watados.
TAAK..
Satu jitakan mulus mendarat di dahi Gempa, "Mesum! Aku sedang Boker tau!" Jawab Fang lalu meninggalkan Gempa yang bengong.
***
Api&Air.
Api menuju Uks, karena menurut informasi. Air senang berada di Uks untuk tidur.
Api berdecak, "Aku tak membayangkan akan berbicara dengan makhluk datar kayak tembok." Ketusnya sambil memasang wajah cemberut.
Sesampainya di Uks, Api melihat Air yang sedang tertidur dan... mengorok?!
GROKKK...
GRROOOKKK..
Api memandang ilfeel Air, ia meringis merasa menyesal karena memilih Air, "Hei, bangun. Aku ingin berkenalan denganmu!" Pekik Api tepat di telinga Air. Sayangnya, Air tidak terganggu sama sekali. Ingin rasanya Api menjedotkan kepalanya ketembok.
"Hei kau bocah jelek, tukang tidur. Bangun bodoh!" Teriak Api yang geregetan melihat Air tak kunjung bangun.
"OH TUHAN! CABUT NYAWAKU SEKARANG SEBELUM AKU MATI FRUSTASII!" Teriak Api menjedotkan kepalanya ke tembok.
"Hn, siapa yang mati frustasi?" Tanya seseorang membuat Api menoleh lalu tersenyum lebar.
"AKHIRNYA TUHAN... AKHIRNYA KAU BANGUN JUGA! KYAAAAA..."Teriak Api gaje sambil memeluk Air yang belum sepenuhnya sadar.
Air menatap orang di depannya bingung, "Kau siapa?" Tanya Air datar.
"Perkenalkan aku Api, aku adik kelasmu, aku anak teladan. Aku senang bermain, aku blablabla..." Api dengan senangnya menceritakan tentang dirinya.
Air menatap Api datar, "Ooh..." sahutnya ber'O' ria.
Api mendelik, "Aku sudah menceritakan panjang lebar dan hanya di jawab 'Ooh' . YA TUHAAN... BUNUH AKU SEKARANG... BUNUH!" Teriak Api frustasi.
"Hn, oh iya, aku membawa pisau lipat tadi. Apa kau ingin aku bantu?" Tanya Air watados.
Api melotot, "A-Apaa?"
"Kau minta di bunuhkan? Kebetulan aku membawa pisau. Jadi aku akan membantumu sobat." Ujar air tenang.
"KYAAA... TAUFAN... GEMPA... TOLONG AKUUUU!"
"Loh, kok kabur?" Air hanya kebingungan dengan muka polos.
***
Taufan&Halilintar.
Taufan memerhatikan Halilintar yang asik mendengarkan musik di kelas. Seketika Taufan punya ide bagus untuk mengerjai pria itu.
Ia mendekati Halilintar, "BANGUN ADA PAK GURU ZOLA!" Teriak Taufan tepat di telinga Halilintar yang sedang mendengarkan musik, namun karena suara Taufan melengking membuat Halilintar terkejut.
Taufan senang melihat Halilintar menatapnya, "Hai perkenalkan namaku Taufan." Ucap Taufan tersenyum lebar sambil mengulurkan tangannya.
Halilintar tersenyum tipis,"Aku halilintar." Sahut Halilintar menjabat tangan Taufan.
KRETEK..
"KYAAA... SAKITT... SAKITT! LEPASKAN!"
"Kau mengangguku! Dan kau akan tau akibatnya." Desis Halilintar.
BUGHH...BRAAKK...PRANKK...
***
Di markas Taufan,Gempa dan Api.
"Astaga Taufan! apa yang terjadi dengan wajahmu?" Tanya Gempa khawatir.
Taufan mendengus kesal, "Di hajar oleh Halilintar." Dengusnya.
Api tertawa,"Kan sudah aku bilang. Halilintar itu berbahaya." Ucap Api yang masih saja tertawa.
Taufan menatap sengit Api, "Tak apa, aku belum menyerah."Sahut Taufan.
Gempa menghela nafas, "Mari aku obati." Ucap Gempa. Taufan mengangguk lalu duduk di samping Gempa.
"Oh ya Api, bagaimana dengan perkenalanmu tadi?" Tanya Taufan.
Api mendengus kesal karena di ingatkan dengan kejadian tadi, "Ia mau membunuhku." Ucapnya dengan wajah cemberut.
"Kok bisa?"Tanya Gempa.
"Ya... tadi aku frustasi dengannya sampai berteriak ingin di bunuh. Eh dia nanggapin beneran, yaudah aku kabur." Sahut Api membuat Taufan tertawa lalu meringis memegangi pipinya.
"Eng... kalau aku tadi, aku fikir Fang sedang 'ehem' jadi ya... "
"Kau menuduhnya?" Tebak Taufan. Gempa mengangguk.
"Dia mengatakan aku mesum." kesal Gempa memikirkan ekspresi Fang.
"Kita tidak boleh menyerah, kita harus jalani rencana kedua, oke?!" Ucap Taufan.
Api dan Gempa tersenyum,"Oke." sahut mereka bersamaan.
Misi pertama: sukses walau ada peristiwa tidak mengenakan:v
Misi ke-2 : Memberikan hadiah.
Taufan,Gempa dan Api sedang berkumpul di kelasnya.
"Hm... sesuai rencana, habis istirahat nanti kita akan memberikan mereka hadiah. Oh iya, apa yang kalian berikan?" Tanya Taufan.
Api dan Gempa saling pandang, "Rahasia." Sahut mereka bersamaan. Taufan mendengus.
"Setelah Memberikan hadiah, pastikan kita memeluk mereka dan mereka membalasnya. oke?" Usul Taufan. Gempa dan Api mengangguk.
Di kelas Halilintar, Fang dan Air.
Fang memecah keheningan, "Aku kemarin bertemu pria aneh dan mesum." Cerita Fang dengan wajah kesal.
Air menoleh, "Aku bertemu pria yang ingin di bunuh, tapi ketika aku menawarinya, ia malah berlari meninggalkanku. Apa yang salah?" Ucap Air polos.
Halilintar tertawa, "Kenapa tidak kau bunuh langsung saja Air." Ucap Halilintar.
Air menatap Halilintar datar, "Aku tak sekejam kau!" Decaknya.
"Aku bertemu pria berisik dan aneh. Langsung saja aku menghajarnya." Ucap Halilintar watados. Fang menganga dan Air menatapnya datar.
KRIKK...KRIKKK...
"Lebih baik nanti kita istirahat bersama. Supaya mereka bisa menghampiri kita bersamaan." Ujar Halilintar.
Fang berfikir, "Benar juga." Sahutnya.
"Hn."
"Aku tau ada yang di inginkan dari ketiga pria itu." Ucap Halilintar. Fang mengangguk saja dan Air memilih tidur.
TBC
terima kasih yang sudah mau me-review FF gaje ini.
sampai jumpa/lambai-lambai/digampar.
