Desclaimer : BBB milik monsta

Pairing :HaliTau,Fangem,dan AirApi.

Genre : Romance, humor mungkin

Warning : Typo, Gaje, alur ngawur,dll.

Happy reading

***
Istirahat telah tiba, ketiga pria berparas cute ini melangkahkan kaki menuju kantin.

"Eh... itukan Halilintar,Fang dan Air."Celetuk Gempa melihat tiga prince sekolah mereka.

Taufan langsung memandang ketiga prince tersebut, "woo... iya itu mereka. Ayo kita lancarkan misi!"Ucap Taufan bersemangat.

Api dan Gempa tersenyum, "Oke semoga berhasil Taufan."Ledek Api dan Gempa bersamaan membuat Taufan merenggut kesal.

Gempa mencoba mengalihkan perhatian Fang, "Hai kak Fang, kau yang kemarin sedang 'ehem' di toilet kan?" Celetuk Gempa watados. Fang mendelik mendengar ucapan Gempa. Habislah kau Gempa...

Fang berdiri dari tempat duduknya,"Apa maksudmu?"ketus Fang menatap Gempa tak suka.

Gempa tersenyum lebar, "Ah, apa kau ingin tau? Kalau iya, kejar aku dulu."Ucap Gempa sembari berlari membuat Fang berdecak dan berlari mengejar Gempa.

"Drama..."ketus Halilintar sembari beranjak dan pergi menuju kelasnya, namun...

"HAI KAK HALI..." Teriak Taufan memasang wajah imut-imut seperti marmut(?)

Halilintar mendengus,"Minggir." Gertaknya. Taufan tidak menyerah.

"Kak aku ada hadiah untukmu mari ikut denganku."ucap Taufan dengan muka serius membuat Halilintar tertegun. Tanpa sadar Halilintar seolah terhipnotis dan mengikuti Taufan.

Api sendiri memilih meringis melihat targetnya tidur dengan iler(?) yang mulai keluar dari sudut bibirnya.

Api bergidik jijik, "menjijikan..." Gumam Api.

"Hei bangun!"Pekik Api. Air yang sebenarnya belum tertidur pulaspun terbangun dan menatap Api datar.

"Kau? Kau yang kemarin minta di bunuhkan?"Tanya Air watados. Api berdecak kesal mendengar hal itu.

"Hh... ini untukmu!" Decak Api kesal lalu meninggalkan Air.

Air menatap bingung Api, namun ia segera membuka amplop yang ntah apa isinya itu.

Dear Api,
Api, ayah akan menjemputmu pulang hari ini karena kau harus memeriksa gigimu hari ini. Jadi, jangan coba untuk kabur!

Dari ayahmu tersayang.

-

Sontak Air tertawa terbahak-bahak melihat surat itu. Sedangkan Api yang sekarang baru sampai di kelasnya segera duduk.

"Ish... menyebalkan sekali dia! Dasar tukang tidur!" Decak Api kesal. Tak lama seseorang datang.

"Hei adik manis, ini suratnya. Aku fikir ini untukmu bukan untukku." Ucap pemuda yang ternyata Air, Air langsung meninggalkan Api.

"Apa maksudnya?" Gumam Api, ia membuka surat itu dan langsung terbelalak. Lalu ia melihat ke laci mejanya.

"Astaga... suratnya tertukar! Akh bodoh sekali kau Api!" Teriak Api menepuk jidatnya berkali-kali. Ingin rasanya ia menyembunyikan mukanya di kantong. Air sendiri masih tertawa terbahak-bahak sampai ia kembali tertidur di kantin~

***
Gempa&Fang.

Kini mereka berada di belakang perpustakaan.

"HEI BERHENTI BOCAH! AKU AKAN MENENDANGMU JIKA AKU MENANGKAPMU!" Teriak Fang mencoba menangkap Gempa. Gempa sendiri masih berlari hingga ia terjatuh dan Fang menabraknya dari belakang membuat Fang menindih tubuh Gempa.

Krik...krik...

Krik...krikk...

"Turun dari badanku, bodoh!"Pekik Gempa membuat Fang tersadar.

"Kau bilang aku bodoh? Sialan."

Bugh...braak...prank...

Akhirnya Gempa pingsan tak sadarkan diri.

Fang tersentak melihat ada bungkusan berwarna ungu di samping Gempa.

"Apa ini?" Gumam Fang.

Untuk: Fang, landak duren Ungu.

"Sialan." Desis Fang, ia membuka bungkusan itu.

"Donat lobak merah?"

"WAAHH TERIMA KASIH ORANG MESUM. TADI AKU TAK SEMPAT MEMBELI DONAT LOBAK MERAH."Pekik Fang histeris memeluk Gempa tanpa sadar, Gempa sendiri masih Pingsan dan tidak mengetahui hal itu.

***
TAUFAN&HALILINTAR

"Untuk apa kau membawaku kesini?" Tanya Halilintar tajam. Taufan meneguk ludahnya dalam.

"Aku hanya ada hadiah untukmu saja." Ujar Taufan dengan wajah polos membuat Halilintar ingin menelan Taufan(?)

"Mana hadiahnya?" Tanya Halilintar mengalihkan hasratnya(?) .

"Nah sudah sampai, mari masuk." Ucap Taufan membiarkan Halilintar masuk kedalam ruangan yang gelap.

Brak...

Taufan menutup pintu. Lalu menyalakan lampu.

PYAARR...

Deg..

Tiba-tiba muka Halilintar pucat, seputih kapas.

Taufan yang melihatnya bingung,"Kau kenapa kak Hali?" Tanya Taufan dengan wajah yang benar-benar polos. Halilintar terdiam dan badannya mulai gemetar.

"Ah ini untukmu." Ucap Taufan.

Halilintar mundur, "Jangan mendekat!" Pekiknya.

Taufan makin bingung, " Kau kenapa sih?" Tanya Taufan.

Halilintar sudah mepet di tembok, Taufan maju kearah Halilintar. Ia memegang sebuah jarum.

"Di dalamnya ada kuis. Dan aku mau kita melakukan kuisnya bersama." Ucap Taufan semangat.

"Tidak! aku tidak mau!" Bentak Halilintar.

Taufan pura-pura tidak mendengar.

DOORRR...

"AAAAAAAAAAAAAA"

Ternyata Taufan meletuskan balon yang ada di tangannya.

"Lihat kak Hali, kita harus tertawa 5 macam. ayo kita lakukan." Ucap Taufan lalu mendongak dan...

"BERANINYA KAU..."

BRAAAK... BUGHH...PRANK...JDAAKK...

oh, aku harap Taufan masih hidup sekarang. Harus kau tau Taufan kalau Halilintar Phobia balon meletus.

TBC

wkwkwk, absurd banget yak. btw buat review yang sejak kapan Air bawa pisau lipat itu waktu Air ada praktek Bio pas belah katak:v jadinya dia kebagian bawa pisau:v

okee review please