Maaf lama update, Author lagi sibuk bgt!
Desclaimer : BBB milik Monsta
Pair : HaliTau,Fangem,dan AirApi
Genre : Romance&Humor-mungkin.
Warning: OOC, Typo, Gaje, EYD ancur etc.
Happy reading.
***
FanGem.
Fang kesal karena harus menunggu bocah yang tepatnya adik kelasnya itu, hari ini mereka akan berkencan ke Toko buku. Dan menyebalkan memang, ada ya kencan ke toko buku?
Fang berdiri di dekat pintu masuk Gramedia. Tak lama kemudian, pria yang di tunggu Fangpun datang.
Fang mendengus, "Lama sekali sih! Aku capek tau menunggumu." Kesal Fang.
Gempa menggaruk pipinya yang tak gatal, "Maaf, tadi ibuku menyuruh membantu masak. Jadi, aku telat kesini." Sahut Gempa.
"Apa? Masak?" Kaget Fang.
Gempa mengangguk, "Iya. Memangnya kenapa?" Tanya Gempa bingung.
"Jadi bocah ini bisa masak... hem... cocok sih jadi... eh apa sih yang aku pikirkan." Keluh Fang dalam hati.
Gempa memiringkan wajahnya yang polos itu, "Kau kenapa?" Tanya Gempa.
Fang menganga melihat Gempa, "Manis sekali..." keluh Fang dalam hati.
"Heloo... Fang!" Teriak Gempa.
"Apa sih kau ini!" Geram Fang.
Gempa menggeleng innocent, "Ayo masuk, aku harus cepat membeli novel terbaruku." Ucap Gempa menarik tangan Fang.
Fang memerah saat tangannya di tarik lembut oleh gempa.
DUAAAKK...
"GEMPAAAAAAA!" Teriakan Fang menggetarkan bumi hingga di kabarkan hampir runtuh *okeiningaco*
"Maaf Fang, aku terlalu bersemangat." Ucap Gempa dengan wajah di manis-maniskan.
Fang mendengus dan mengelus jidatnya yang tadi mencium pintu Gramedia, "Terserah!" Jutek Fang.
Setelah satu jam berkeliling, Fang mulai jenuh. Ia melirik ada wanita cantik yang sepertinya ber-ras sama dengannya. Ia pun mendekatinya.
"Hai. Namaku Fang." Ucap Fang mengulurkan tangannya.
Gadis itu menautkan alis bingung, namun sedetik kemudian ia tersenyum, "Namaku Ying." Ucap Ying tersenyum manis membuat Fang merona.
Gempa yang melihat hal itu mulai merasa panas, "Sialan. Kok aku nggak suka ya liat Fang sama orang lain." Dengusnya dalam hati lalu membayar Novelnya dan berlari pulang tanpa Fang ketahui.
***
AirApi
Air mendengus kesal saat tidur nyenyaknya di ganggu oleh Api.
"Hei cepat bangun, katanya mau jalan-jalan." Pekik Api di via telepon.
Air mendengus, "Ya, lima menit lagi..."
5 jam kemudian...
"Hei Api, maaf aku ketiduran lagi tadi." Ucap Air watados via telepon.
Api di sana mencak-mencak ga karuan, "TERSERAAHHH! MEMANGNYA AKU PERDULI? HAH! KAU MAU TIDUR ATAU MATI BUKAN URUSANKU!"
KLIK!
Telepon di matikan oleh Api, Air menghela nafas, lalu berfikir bagaimana caranya agar Api tidak ngambek tapi... hei sejak kapan ia jadi begini? Ah, gara-gara adik kelasnya itu ia jadi begini sekarang...
Api POV
Akhh! Dasar keboo sialan! Janji sendiri di ingkari. Tidur aja terus sampai koid kalo bisa. Sebel, bete, pusing pala Api deh...
API POV OFF
***
Halitau
Halilintar kini berada di depan rumah Taufan, hari ini mereka akan kencan ke pasar malam. Kebetulan dekat dengan rumah Taufan.
"Hai kak Hali." Sapa Taufan ceria.
Halilintar menoleh, "Manis..." Gumam Halilintar menatap Taufan tidak berkedip.
"Heii... Hali..." ucap Taufan mengibaskan tangannya di depan muka Halilintar.
Halilintar tersadar, "Ah iya ayo." Ucap Halilintar berjalan mendahului Taufan.
Taufan mendengus, "Hei tunggu aku!" Teriak Taufan.
Kini mereka sudah sampai di pasar malam, lihat banyak wahana yang bisa di naiki.
"Halilin, kita naik itu yuk." Ajak Taufan menunjuk Komedi putar(?)
Halilintar mengangguk pasrah, dengan semangat Taufan menarik tangan Halilintar.
Merekapun menaiki wahana itu, "Wah... indah sekali kalau di lihat dari atas seperti ini." Ujar Taufan dengan tatapan kagum.
"Taufan..." panggil Halilintar.
Taufan yang merasa di panggilpun menoleh, "iya?"
"Kenapa kau mengajakku kesini?" Tanya Halilintar.
Taufan terdiam sebentar, "eng- karena dulu ayahku berjanji akan membawaku kepasar malam bersama keluarga besarku. Tapi... kecelakaan itu membuat mimpiku hangus..." Lirih Taufan membuat Halilintar terkejut.
"Aku sangat merindukan mereka." Lirih Taufan.
Halilintar reflek memeluk Taufan, Taufan yang merasa di pelukpun membalas pelukan Halilintar.
"Sudah, sekarang ada aku. Jadi, kau jangan sedih." Ucap Halilintar tanpa sadar.
Taufan terkejut mendengar hal itu, "Berarti kau suda jatuh cinta padaku?" Tanya Taufan ceria.
Halilintar terbelalak, "KAU GILA?" pekik Halilintar.
Taufan langsung mencium pipi Halilintar membuat Halilintar terdiam, pipinya merona.
"Akh, inikan tidak ada di daftar Misi kami." Batin Taufan tiba-tiba.
Komedi putar sudah berhenti, Merekapun turun...
"Hei, Kenapa kau diam saja hali?" Tanya Taufan.
Halilintar tersadar, "Tidak." Sahutnya pelan.
Taufan terkekeh senang melihat perubahan Halilintar.
"Aku rasa aku memenangkan misi ini Gempa, Api. "Batin Taufan Senang.
TBC
Maaf lama Update, jaringan tidak bisa di ajak kompromi.
sorry pendek, Gaje dll. Karena imajinasi sampai sini saja.
oke review please
