hai. maaf lama update FanFic ini.
***************************
Desclaimer : BBB milik Monsta
Pair : HaliTau,Fangem,Dan AirApi
Genre : Romance & Humor
Warning : Typo, gaje , humor gagal, OOC etc.
HappyReading
***
MISI KE-4 : Buat pasangan cemburu.
AirApi~
Semenjak kejadian kencan kemarin, Api terus menghindari Air. Padahal niatnya, Air ingin meminta maaf pada Api. Air sendiri heran mengapa sikap Api berubah.
"Api kenapa ya? apa dia sangat marah?!" Batin Air bingung.
Saat istirahat tiba, Air sudah stanbay di depan kelas Api, namun...
"Hehehe, oke suzy. Jam 5 sore ya! jangan lupa. Jangan iya-iya aja tapi di ingkari." Ucap Api yang baru keluar bersama Suzy, kata-katanya seolah menyindir Air.
"Hei Api!" Seru Air memanggil Api.
Api hanya berdehem, "Hm."
Air menghela nafas, "Aku mau minta maaf soal kejadian kemarin. Sungguh! itu tidak sengaja." Ucap Air.
Api menoleh,"Udah? Yaudahlah buang-buang waktu tau nggak!" Ketus Api sembari pergi meninggalkan Air.
Air mengacak rambutnya frustasi, "Arrghh! dia benar-benar marah. Jam 5 sore Api ada apa ya sama suzy." Batin Air menatap punggung Api yang semakin menjauh.
Di kejauhan, Api terkekeh melihat ekspresi Air.
"Hahaha, semoga misi kali ini berhasil." Batin Api tersenyum lebar.
***
FanGem^
Gempa fokus membaca novel terbarunya di perpustakaan. Ia sengaja memilih tempat itu karena selain sepi, ia dapat menghayati membaca novel yang berjudul 'Devil Enlovqer' itu.
Ia asik membaca sampai ia merasakan pundaknya di tepuk seseorang, "Hei! kenapa kemarin kau meninggalkanku di sana sendirian." Ketus orang itu yang tak lain adalah Fang.
Gempa tak menanggapi ocehan Fang membuat Fang kesal, "Hei bodoh! Kau-"
"Berisik!" Bentak Gempa lalu menutup novelnya dan berjalan keluar perpustakaan.
Fang menatap kepergian Gempa cengo, "Dia kenapa? apa sedang PMS?!" Gumam Fang sambil mengejar Gempa.
Setelah satu jam berputar sekolah, Fang akhirnya menemukan Gempa. Ia berada di atap sekolah, saat Fang ingin mendekati pria itu. Ia mendengar suara...
"Hah? Jadi kau menyukaiku?" Suara itu terdengar seperti suara Gempa.
"Iya Gempa aku menyukaimu." Suara jawaban itu terdengar seperti suara wanita.
"Aku juga menyukaimu-" Cukup! Fang sudah tak sanggup mendengarkannya lagi. Ia segera pergi dari sana.
"Aku juga menyukaimu, Sebagai temanku."
***
HaliTau~
Kedua pasangan ini malah asik berduaan di taman belakang sekolah.
"Kak Hali! tau nggak perbedaan kakak sama dukun." Modus Taufan.
Halilintar mendengus, "Aku bukan dukun. Jadi beda!" Sahut Halilintar ketus.
"Kak Halilin nggak asik! Harusnya jawabnya gini 'Nggak tuh! emang apa bedanya?' gitu!" Kesal Taufan mencubit Halilintar.
Halilintar meringis, "Baiklah. Apa bedanya?" Tanya Halilintar.
Taufan tersenyum sumringah, "Kalau dukun guna-guna orang. kalo kakak guna-guna hatiku..." Ucap Taufan membuat Halilintar mendelik jijik.
Krik...
krik...
"Menjijikan bodoh!" Ketus Halilintar membuat Taufan nyengir watados.
Tak lama seorang pria yang berlari kencang dari arah berbeda menabrak Taufan hingga mereka terjatuh, lebih parahnya lagi pria itu mencium pipi Taufan.
1 detik...
Taufan cengo
2 detik...
Halilintar mendelik...
3 detik...
Halilintar kepanasan.
4 detik...
Taufan tersadar
"KYAAAAAAA..." Taufan berlari kencang meninggalkan mereka.
"Beraninya kau..." Halilintar mendelik menatap pria itu tajam. Pria itu nyengir lalu berlari secepat kilat.
"JANGAN LARI KAU! AKAN KU BUNUH KAU!" Teriak Halilintar.
Oke kita doakan semoga pria itu selamat!
***
AirApi completed~
Pukul 5 sore, sesuai janji Api menunggu suzy di depan rumahnya. Tanpa ia ketahui, Air menatap Api dengan tatapan sulit di Artikan.
"Hai Api! Maaf telat." Ujar suzy.
"Tak apa suzy! Ayo." Ajak Api menggandeng tangan suzy. Tentu hal ini membuat Air menatap sinis mereka berdua.
"Arghhh! aku ini kenapa?! Kenapa aku harus mengkhawatirkan pria bodoh itu! Apa mungkin aku jatuh cinta padanya?" Gumam Air memejamkan matanya sejenak.
sedangkan di kejauhan, Api bertos ria dengan suzy.
"Terima kasih suzy! Sekarang aku tau kalau dia pasti menyukaiku." Ucap Api merasa sangat gembira.
Suzy mengangguk, "Sama-sama Api. Kalau begitu aku pulang dulu. Bye!" Ucap Suzy melambaikan tangannya. Api pun membalasnya.
Sedangkan Air masih terdiam menatap langit biru...
"Sedang apa kau di sini?" Tanya seseorang dengan ketus.
Air terlonjak kaget, "Eh- Tidak ada!" Sahut Air datar.
"Kau mengikutiku ya? kau menyukaiku hem?" Goda Orang itu yang tak lain adalah Api.
Air mendengus menurunkan topinya untuk menutupi rona merah di pipinya, "Bermimpilah kau!" Desisnya.
"Terserah kau saja!" Ucap Api sembari berlari pergi.
Air langsung menghela nafas, "Kenapa kalau aku di dekatnya, jantungku tidak beraturan ya." Gumamnya.
***
FanGem Completed~
Gempa menulusuri koridor sekolah, ia melihat seorang pria berambut raven sedang duduk menatap langit dengan pandangan kosong.
Gempa tersenyum, "Hei Raya!" Sapa Gempa.
Mendengar suara Gempa sontak membuat Fang menoleh, "Sedang apa pria itu." Ketus Fang dalam Hati.
"Iya Gempa?" Sahut Raya.
"Em- Nanti jalan yuk!" Ajak Gempa tersenyum ramah.
Raya terbelalak tak percaya, "Denganku?" Tanya Raya. Gempa mengangguk.
"Iyalah!" Sahutnya.
Fang menggepalkan tangannya, ingin rasanya ia menonjok muka Gempa sekarang. Ia langsung meninggalkan tempat dengan wajah memerah menahan amarah.
"Yeay berhasil. Makasih actingnya Raya." Ucap Gempa.
"Sama-sama Gempa!"
TBC
OC milik saya yoo:v !
Ayo review wkwkwk...
Trima kasih untuk yg sempat membaca dan mereview FF ini.
