Be Mine Please~


Balasan Review ^^ :

Hanazono Yuri : Ok Senpai! ^^ RnR lagi ya~

Kiki Kim : Makasih senpai ! iya nih senpai bad di penulisannya aku T-T mohon bantuannya yah ! ^^ ,tanda apa senpai ? oh ya RnR lagi ya~ :3

nchie .ainie : ok! ^^ ,silahkan RnR lagi ya!


"Hm! kau mau pulang kan? ayo kita pulang bersama Hinata-chan!"

"Y-ya.. a-ayo.. oh ya a-aku di jemput oleh mobil pribadi, b-bagaimana k-kalau kita naik mobil itu.. b-biar aku antar kau s-sampai rumahmu S-Sakura-chan~" tawar Hinata.

"Um.. maaf Hinata-chan.. bukannya aku menolak~ tapi aku memang tidak bisa~, aku harus langsung ke kafe untuk kerja sambilan~ mungkin lain waktu?" jawab sakura dengan nada bersalah.

"A-ah t-tak apa S-sakura-chan~ k-kalau begitu dimana letak k-kafenya? aku mau mampir setelah pulang, dan mengganti pakaianku~" ujar Hinata sambil tersenyum.

"Um! letaknya di jalan Ryouyama tidak jauh kok dari sekolah kita! sekitar~ um~ 20meter!"

"B-baiklah, aku permisi ya Sakura-c-chan... sampai bertemu di Kafe... Jaa ne~"

"Ya! hati-hati ya Hinata-chan~ Jaa ne!"

"Uhm~ k-kau juga~" Hinata pun menuju mobilnya, ia melambaikan tangannya pada Sakura sambil tersenyum lembut.

Mobil jemputan Hinata pun melaju meninggalkan sekolah.

"Wahh dapat teman baru! yes! manis lagi~ hihihi~" ujar Sakura sambil terkekeh.

ia pun menaiki sepedanya, dan mengayuhnya meninggalkan Sekolahnya menuju Kafe tempatnya bekerja.


Sakura sampai di tempat kerjanya, ia memarkirkan sepedanya.

"Hahh~ akhirnya sampai~ ngh~" Sakura merenggangkan tubuhnya, ia masuk ke dalam Kafe

"Maaf aku baru datang~ tadi aku daftar untuk Eskul.. maaf Takashi-ji!" ujar Sakura sambil membungkukan badannya.

"Ahh,tak apa Sakura~ aku mengerti keadaanmu~ sekarang kau mulailah bekerja ya!" ujar pria bernama Takashi itu sembari tersenyum.

"Um! tapi... dimana Ino?" tanya Sakura

"Ahh.. gadis berisik itu... dia sedang keluar sebentar aku menyuruhnya belanja..."

"Ohhh ku-" ucapan Sakura terpotong karena, sebuah suara nyaring membuatnya dan Takashi kaget.

"JIDAT!" teriak seorang gadis bersurai pirang, ya Yamanaka Ino.

"YA AMPUN INO PIG! KAU INI MENGEJUTKANKU SAJA!" teriak Sakura kesal, sedangkan Takashi, ia hanya menutup kedua telinganya.

"Pelankan suara kalian! INO! SAKURA! kalian bisa membuat pelangganku kabur!" ucapnya.

"Ehh? Ma-maaf Takashi-Ji." ucap mereka bersamaan sambil membungkuk.

"Ya..ya lanjutkan pekerjaan kalian~"

"BAIK!" ucap mereka lagi-lagi bersamaan. Takashi menuju dapur untuk memasak.

"Huh~ ini semua gara-gara kau Ino Pig! lihat Takashi-ji marah pada kita!" ujar Sakura kesal pada sahabatnya.

"Habisnya kau juga sih! kemana saja!? aku dari tadi bekerja sendiri! tahu! dasar JIDAT!"

"Iya.. maaf aku baru pulang, tadi aku mendaftarkan diriku untuk ikut Eskul musik~"

"Iya-iya..~, Eh Eskul musik? wahh itu bagus Sakura! kau kan memang berbakat!."

"Ya... aku juga berfikir begitu~"

"Lalu... bagaimana... hari pertamamu disekolah!?" kini pertanyaan Ino mulai menjerumus(?),yahh kalian pasti tahu apa maksudnya.

"Biasa saja~" jawab Sakura singkat.

"Ahh! kau ini! maksudku~ apa... ada pria..tampan? atau apa mungkin? hm? hm?" Ino menyikut Sakura pelan.

"Apa maksudmu!? jangan aneh-aneh Ino Pig! sudah lanjut bekerja!" Sakura berjalan menghampiri pelanggan yang akan memesan.

"Huh.. dasar jidat jelek~ aku kan penasaran!" gumam Ino.

Tak lama pintu kafe terbuka, masuklah seorang gadis dengan mata lavendernya.

"Permisi~" ucap gadis itu.

"Ya! Selamat datang!" ucap Sakura dan Ino serempak.

"Eh? Hinata-chan! wahh kau benar-benar datang!" ucap Sakura dengan nada gembira.

"T-tentu saja~ S-sakura-chan... masa a-aku berbohong.." ujar Hinata dengan senyuman manisnya.

"Hihihi.. ,ehh iya.. silahkan duduk Hinata!" ucap Sakura, Hinata pun duduk di meja dekat pintu keluar.

"kau mengenalnya Jidat? siapa gadis cantik itu?" bisik Ino.

"Iya Ino.. ayo.. sini.. ku perkenalkan!" Sakura menarik Ino menuju Hinata.

"Hinata~ ini Ino! dia sahabatku, yah.. memang sih dia ini berisik dan menyebalkan! tapi dia ini baik!" Sakura memperkenalkan Ino pada Hinata.

"Ah.. i-iya.. N-namaku Hyuuga Hinata.. s-salam kenal I-ino-san~"

"E-eh.. em.. ya.. salam kenal juga Hinata..,aku Yamanaka Ino... senang bertemu denganmu~" ucap Ino, ia tersenyum pada Hinata.

"Uhm.. b-begitu pun aku~" Hinata membalas senyuman Ino.

"Ahh.. oh ya! Hinata-chan~ kau mau memesan apa?"

"Um.., C-capucino saja S-sakura-chan~"

"Baiklah! segera datang!, nah.. Ino temani dia dulu ya! mengobrol lah! hehe!" Sakura tersenyum.

"Baiklah!" Ino duduk di dekat Hinata.

"Mmm.. Hinata-chan... kau.. sekelas dengan si Jidat itu?" tanya Ino.

"J-jidat? m-maksudmu.. S-sakura-san?" Hinata menatap Ino bingung.

"Ahahaha iya, aku memanggilnya Jidat karen Dahinya kan lebar!"

"Uhm.. I-iya~ t-tapi kami b-baru mengenal sepulang s-sekolah tadi.."

"Ohhh begitu ya! bagaimana dia di sekolah?"

"E-entahlah Ino-chan~ t-tapi menurutku dia b-baik..."

"Hm.. aku jadi makin penasaran~"

tak lama Sakura datang membawa Capucino untuk Hinata, "Ini dia! Capucinonya Hinata-chan!" ujar Sakura, ia menaruh Capucino di meja Hinata.

"Ahh terimakasih Sakura-chan~" Hinata tersenyum manis.

"Nahh.. kalian sedang membicarakan apa?" Sakura duduk bersebelahan dengan Ino dan Hinata.

"Ahh kami hanya membicarakanmu Jidat.."

"Apa? kalian membicarakan apa tentangku! heh Ino! awas ya kau cerita macam-macam pada Hinata!" ucap Sakura.

"Yahh sudah terlambat, aku baru saja mengatakan kalau kau ini menyebalkan, aneh, bodoh, ceroboh, dan penyuka sesama jenis.." ucap Ino asal membuat perempatan jalan muncul di dahi Sakura.

"APA!? Dasar INO PIG! tarik UCAPANMU TADI!" volume Sakura meningkat.

"Aku hanya bicara jujur kok~" Ucap Ino dengan nada santai.

"Hihihi...kalian ini~" Hinata hanya tersenyum geli melihat kedua sahabat barunya itu.

"DASAR INO PIG !"

"J.I.D.A.T"

"INO PIG!"

"Jidat!"

Dan merekapun saling bercanda ria, tertawa, meledek, dan bercerita, hmm.. ku rasa... sudah terjalin persahabatan yang indah ya? hihi..


Pagi ini, terlihat Sakura sedang menyiapkan sarapan untuknya dan adiknya, Keiji.

"Haahh~ akhirnya selesai!" ucap Sakura, lalu ia memanggil adiknya "KEIJI~! SARAPAN!" teriaknya.

"IYA KAK~!" Keiji pun keluar dari kamarnya dan menuju ruang makan.

"Ayo... kita sarapan dulu! sebelum sekolah!"

"Iya kak!" Keiji pun duduk di kursinya, begitu pun Sakura.

"Ittadakimasu~!" ucap mereka bersamaan, lalu mereka menyantap Omlete masing-masing.

"Hmm~ makanan kakak memang lezat! walau hanya sebuah telur!" ujar Keiji sambil tersenyum lebar.

"Ahh.. kau ini! bisa saja! ya... baguslah kalau kau suka, maaf ya.. kakak belum bisa membuatmu bahagia~" ujar Sakura dengan nada lirih.

Keiji yang melihat ekspresi kakaknya, menggenggam tangan kakaknya erat "Kak! aku bahagia kak! asalkan aku selalu bersama kakak!" Keiji tersenyum.

"Hum! terimakasih Keiji! sekarang ayo kita habiskan sarapan kita! dan berangkat ke sekolah~!" kini senyuman Sakura kembali nampak, Keiji senang sekali, tapi ia menyembunyikan sesuatu dari kakaknya, ia belum bisa mengatakan pada kakaknya untuk membayar uang sekolahnya, ya... Keiji tidak tega kalau harus melihat ekspresi sedih kakaknya.., apa lagi jika kakaknya tahu bahwa ia belum bayaran sekolah maka Sakura akan bekerja lebih keras dari biasanya, ia akan mengambil banyak kerja sambilan, dan itu buruk untuk fisik dan mentalnya, Keiji tidak mau seperti itu, karena ia sangat menyayangi kakaknya.

"Selesai!" ucap kenji yang telah menghabiskan makanannya.

"Hm! aku juga selesai!"

Keiji pun menaruh piring kotor miliknya dan kakaknya ke wastafel

"Nanti saja di cucinya Keiji! kita hampir terlambat!" Sakura bangkit dari duduknya.

"Baik kak!"

kedua kakak beradik ini pun keluar dari rumah, setelah mengunci rumah Sakura mengeluarkan sepeda mininya.

"Ayo Keiji! kita berangkat!" ujar Sakura sambil menggepalkan tangannya ke udara, Sakura pun menaiki sepedanya.

"Baik kak!" ucap Keiji tak kalah semangat, Keiji naik dibelakang di boncengan, dan mereka pun melaju menuju sekolah dengan perasaan senang dan bersemangat.


Setelah sekitar 10 menit mereka sampai di Sekolah Keiji, sekolah dasar.

"Sampai!" Sakura menghentikan laju sepedanya.

"Hm~!" Keiji pun turun dari sepeda kakaknya.

"Do'akan aku ya kak!" ucap Keiji pada kakanya.

"Tentu keiji! FIGHTING!" Sakura menggepalkan tangannya ke udara sambil tersenyum.

"Hu'um! kakak juga! berjuanglah!"

Sakura mengusap pucuk kepala Keiji dengan lembut, "Iya~" Sakura tersenyum lembut.

"Jaa ne kak!" Keiji pun berlalu meninggalkan kakaknya.

"Hahh..~ berjuanglah Keiji~ semangat~" gumam Sakura sambil tersenyum kecil, dan ia pun melanjutkan perjalanannya menuju sekolahnya.

.

.

.

.

.

TSUZUKU~ ^-^


TBC minna~ ^^

Gimana? chp sekarang? , Sengaja Auth bikin chp sekarang lebih ke arah Family dan Friendship.

:3 maaf kalau masih jelek! sekali lagi auth katakan, auth masih pemula~ jadi mohon bimbingannya minna-san~

soal Takashi-ji.. dia juga OC :3 gomen kalau Readers gak suka~ :3

RnR ya~ tanpa RnR Auth bukanlah apa-apa T-T

Matta Ashita minna-san, di chp selanjutnya~ ;)

-CherryBlossomPink25-