Be Mine Please~
Balasan Review :
nchie .ainie : iya.. cuma chp itu kok~ ^^ karena ini berdasarkan Real Story sahabatku, makasih udah nge hargain, RnR lagi ya ^^
Kiki kim : Hooo hehe maaf dah kalau bikin geli~ , iya senpai.. sengaja nyeritain kehidupan Sakunya dulu, seperti yang auth bilang ini berdasarkan Real Story sahabatku~ ^^, RnR lagi ya~
AAAlovers : iya belum chp kemarin khusus family ama friendship~ RnR lagi ya
Lady Bloodie : benarkah? loh aku tahu dari novel jepang loh~ '-' sama ada di kamus..~ tapi yah itukan pendapatmu ^^ . oke deh~ makasih saran dan kritiknya senpai~ , RnR lagi ya.
hanazono yuri : di chp ini senpai~ , RnR lagi ya~
Setelah sekitar 10 menit mereka sampai di Sekolah Keiji, sekolah dasar.
"Sampai!" Sakura menghentikan laju sepedanya.
"Hm~!" Keiji pun turun dari sepeda kakaknya.
"Do'akan aku ya kak!" ucap Keiji pada kakanya.
"Tentu keiji! FIGHTING!" Sakura menggepalkan tangannya ke udara sambil tersenyum.
"Hu'um! kakak juga! berjuanglah!"
Sakura mengusap pucuk kepala Keiji dengan lembut, "Iya~" Sakura tersenyum lembut.
"Jaa ne kak!" Keiji pun berlalu meninggalkan kakaknya.
"Hahh..~ berjuanglah Keiji~ semangat~" gumam Sakura sambil tersenyum kecil, dan ia pun melanjutkan perjalanannya menuju sekolahnya.
Sakura pun akhirnya sampai di sekolahnya, ia memarkirkan sepedanya di tempat biasanya.
"Akhirnya sampai! hah~ untung saja aku belum terlambat~" ucap Sakura, tapi baru saja ia akan melangkahkan kakinya menuju kelasnya ia melihat sesosok yang ia kenal, rambut ravennya, dan mata Onyx-nya yang tajam.
'Sasuke-senpai? mau kemana dia? ... hm.. aku jadi penasaran, aku ikuti saja... bel masuk belum berdering kan?' batinnya, Sakura lalu mengikuti Sasuke tanpa sepengetahuannya tentunya.
Tepat di depan ruang musik, Sasuke menghentikan langkahnya ia lalu masuk ke ruangan itu.
'Ruang musik? mau apa dia kesana? apa dia.. ikut Eskul musik juga? tapi... ah sudahlah nanti saja memikirkan itu yang terpenting sekarang aku harus ikuti si Rambut ayam itu!' batin Sakura, ia lalu perlahan membuka pintu ruangan musik dan mengintip di celah pintu, terlihat Sasuke mengambil sebuah biola putih yang cantik.. bukan bukan itu intinya... tapi Sasuke mulai menggesek senar biola itu dengan lihai, Sasuke sangat lihai memainkan biola itu.
'Indahnya... jadi si rambut ayam itu... bisa bermain biola yah~ hebat~'
tapi ternyata ada pemandangan yang lebih mengejutkan, Sasuke menitikkan air mata, beberapa liquid bening membasahi pipinya, dan mulai terdengar isakan pilu, yah... memang lagu yang Sasuke mainkan cukup menyayat hati, tapi... apa mungkin Sasuke yang sedingin Es itu bisa terbawa perasaan begitu?
"Hhh.. H-hiks..." isak Sasuke pelan.
"S-sasuke-senpai~" gumam Sakura pelan, Sakura menggigit bibirnya, ia masih tidak menyangka bahwa Sasuke yang ia kenal beberapa hari yang lalu dingin itu.. bisa terlihat serapuh itu.
'Ada apa sebenarnya dengan Sasuke? masa iya dia.. terbawa perasaan? tidak..pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan!'
lalu Sasuke menghentikan permainannya, dan terduduk di sebuah kursi, kini isakan kecilnya mulai menjadi tangisan yang mulai terdengar cukup keras.
"ARRGHH!IBU! KENAPA KAU TINGGALKAN AKU! HIKSS~ HHH... ke-kenapa!? kenapa kau biarkan aku tinggal dengan MANUSIA SIALAN ITU!" Teriak Sasuke disela tangisannya, ia membanting biolanya, yang membuat biola itu patah.
"Hhhh~ I-ibu~ aku merindukanmu~" ucap Sasuke pelan, Sasuke berusaha berdiri menguatkan dirinya namun sedetik kemudian Sasuke jatuh dan ia menopang tubuhnya dengan kedua lututnya sambil mengacak rambutnya frustasi.
"S-sasuke-senpai...a-ada apa denganmu~" Sakura mulai menitikkan air mata, entah mengapa hatinya sakit melihat Sasuke serapuh itu, ia ingin membantu Sasuke, ia ingin memeluk Sasuke, ia ingin menghapus air mata Sasuke, ia ingin membuat sasuke TENANG.
'Tidak! aku tidak boleh hanya melihatnya! aku harus membantunya! iya!' batin Sakura, namun baru saja ia akan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam Ruangan musik namun bel masuk berdering.
KRING~!
"U-uh~s-sudah masuk? hm~ mungkin nanti saja saat istirahat aku menemuinya~" gumam Sakura, lalu ia pun melangkah pergi.
Namun tanpa sepengetahuannya, Onyx Sasuke mmelihat sekelebat surai merah mudanya.
"Sakura~" gumam Sasuke pelan, lalu Sasuke berdiri dan menghapus air matanya, ia pun mengambil biolanya yang sudah rusak itu, dan keluar dari ruang musik, tapi ia tidak langsung menuju kelasnya ia menuju toilet untuk merapikan dirinya, yah... bisa dibilang keadaan Sasuke sangat berantakan. Sasuke menyalakan keran air, ia lalu mebasuh wajahnya dengan air.
Sedangkan Sakura, ia sedang termenung di bangkunya, ia terus saja memikirkan keadaan Sasuke, bisa dikatakan Sakura benar-benar mengkhawatirkana Sasuke.
'Apa si Ayam itu.. baik-baik saja?' batin Sakura.
tanpa sadar Kakashi memerhatikan Sakura sedari tadi.
"Ya.. baik Haruno-san... bisa kau jelaskan tentang pelajaran yang baru saja saya jelaskan?" ujar Kakashi, sambil melipat kedua tangannya di depan dada, tatapannya menyiratkan kekesalan.
"E-ehh? i-iya? apa? kenapa? Kakashi-sensei?" Sakura terlihat seperti orang bingung, tidak.. tepatnya memang bingung.
"Hahh~ Haruno Sakura! apa kau tidak mendengarkan ku!? sedari tadi!?" kini nada Kakashi mulai meninggi.
"Ma-maaf Kakashi-sensei tadi saya hanya sedang melamun, maaf! sa-saya tidak akan mengulanginya! saya mohon jangan hukum saya~" ucap Sakura sembari membungkuk.
"Hah~ baiklah! untuk kali ini.. ku maafkan~ tapi kalau kau ulangi lagi~ bersiaplah untuk berdiri di koridor sekolah!" ucap Kakashi tegas.
Sedangkan teman-teman sekelasnya hanya tertawa melihat tingkah laku Sakura.
"HAHAHAHAHAAHAH~!" gelak tawa anak-anak menggelegar di kelas itu.
"Uhm~ eheh~" Sakura hanya menunduk malu.
"Sudah-sudah! kita lanjutkan pelajaran, dan kau Haruno-san... kembali duduk"
"Baik Sensei!" ucap semuanya serempak.
"B-baik.. Kakashi-sensei~" Sakura pun kembali duduk di kursinya, ia berani bertaruh pasti wajahnya sangat merah.
dan tanpa Sakura sadari sepasang mata lavender memerhatikannya.
"Ada apa dengan Sakura-chan~" gumam Hinata.
'Semoga dia baik-baik saja Kami-sama~' batin Hinata.
.
.
.
.
Sedangkan di kelas 3-A ya.. kelas Sasuke, Sasuke mengetuk pintu kelasnya, ia tahu ia terlambat masuk ke kelasnya.
"Masuklah~" ucap seorang guru yang sedang mengajar.
Sasuke pun membuka pintu kelasnyaa, "Maaf saya habis dari belakang Yamato-sensei" ucap Sasuke datar.
"Ya.. tak apa Sasuke... duduklah dibangkumu" ujar guru yang bernama Yamato itu.
"Hn" Sasuke pun duduk dibangkunya, bangku paling belakang dan paling pojok, baru saja sasuke menduduki bangkunya, sebuah suara yang khas yang ia kenali menyambar indra pendengarannya.
"Oi! TEME! kau ini dari mana saja! tumben sekali ya.. kau ini terlambat! tapi kulihat tas-mu sudah ada! kau habis dari mana!?" ujar pemuda dengan rambut kuning jabriknya pada sahabatnya Sasuke.
"Bukan urusanmu Dobe." jawab Sasuke datar, matanya hanya fokus pada gurunya.
"Hahh! kau ini TEME! aku kan sahabatmu tentu saja itu menjadi urusanku!"
"Berisik kau DOBE!, Yamato-sensei sedang menjelaskan jadi dengarkanlah!"
"Hahh~ pelajarannya Yamato-sensei itu pelajaran paling membosankan~~~!"
"Ya Uzumaki Naruto... bisa kau ulangi?" ucap Yamato pada pemuda berambut kuning jabrik itu, yang kita tahu bernama Naruto.
"E-eh? I-iya Se-sensei?"
"Aku kurang jelas mendengarnya.. bisa kau ulangi?" Yamato mengarahkan deathglear andalannya pada Naruto.
Naruto menelan ludahnya GLEK , "Ng~ a-aku bilang pelajaran Yamato-sensei itu pelajaran paling menyenangkan~ i-iya kan Sasuke?" Naruto melirik Sasuke dengan tatapan kode seolah mengatakan 'Katakan Iya Teme'
namun Sasuke hanya menatap datar Naruto, "Hn? bukankah kau mengatakan pelajaran Yamato-sensei itu pelajaran paling membosankan?" ucap Sasuke datar di iringi seringainya.
'Sialan kau TEME!' batin Naruto kesal.
"UZUMAKI NARUTO! BERDIRI DI KORIDOR! SEKARANG!" teriak Yamato-sensei yang amarahnya telah meluap.
"BA-BAIK! sensei!" Naruto berdiri, ia bergidik ngeri melihat gurunya, ia kembali melnatap sahabatnya kini tatapannya seolah mengatakan 'Awas kau TEME habis kau! habis!'
Sasuke membalas tatapan Naruto dengan tatapan 'Kau yang akan habis DOBE, dan aku tidak peduli~'
"CEPAT NARUTO!" teriak Yamato-sensei lagi.
"I-iya! SENSEI!" Naruto pun berlari keluar kelas, dan berdiri di koridor.
'Awas kau Sasuke TEME!' batin Naruto kesal.
dan kelas 3-A itu pun pecah dengan tawa murid-muridnya.
sedangkan Sasuke hanya tersenyum kecil, ya.. jujur saja memang Naruto lah yang sampai sekarang bisa membuatnya senang dan tersenyum, ia beruntung bertemu sahabat kuningnya itu.
"Baiklah... kita lanjutkan pelajaran." ucap Yamato-sensei.
"Baik Sensei!" ucap semuanya serempak, tentunya terkecuali Sasuke ia hanya menatap sekitarnya dengan tatapan datar nan dingin.
dan pelajaran di kelas 3-A maupun 1-C pun kembali berjalan.
Jam istirahat tiba, dikelas 1-C terlihat Sakura sedang membereskan buku-bukunya.
tiba-tiba sebuah suara lembut memanggilnya, "A-ano.. S-sakura-chan~ m-mau ke kantin bersamaku?" ucap Hinata.
"Hmm... tentu Hinata" ucap Sakura dengan ramah dan di sertai senyuman manisnya, namun ia baru saja teringat akan Sasuke.
'Eh... aku harus menemui si Rambut ayam itu dulu~' batinnya.
"Mmm... ano.. maaf yah Hinata-chan.. kurasa kau duluan saja... aku ada urusan penting... sebentar kok!" ucap Sakura sambil memegang tangan Hinata dan menatapnya dengan tatapan bersalah.
"A-ahh~ t-tidak apa kok... S-sakura-chan~ aku bisa pergi sendiri... aku akan menunggumu di kantin yah~" Hinata tersenyum manis.
"Ya! tentu! terimakasih ya Hinata-chan! aku pergi dulu~! Jaa!" Sakura pun berlari keluar kelas.
"U-uhm.. a-aneh..~" gumam Hinata, namun ia berusaha menghilangkan pikiran buruknya tentang Sakura ia yakin Sakura akan baik-baik saja, Hinata pun berjalan menuju kantin.
.
.
.
.
Dan di kelas 3-A, tidak terlihat adanya Sasuke di situ, hanya ada Gaara, Naruto, dan seorang pemuda berkulit pucat bernama Sai.
"Huahhh! Yamato-sensei itu keterlaluan! kaki ku pegal sekali! dan lagi si TEME itu! dia tidak membantuku lagi! hahhh!" ucap Naruto kesal sambil merenggangkan badannya.
"Itu salahmu sendiri Naruto, kau tahu kan bagaimana sifat Yamato-sensei... harusnya kau itu tidak bicara seperti itu pada guru kita yang satu itu, itu hak Sasuke tidak membantumu karena memang itu murni kesalahaanmu." ucap Gaara dengan senyumannya.
"Itu benar Naruto, kau tidak boleh seperti itu pada Yamato-sensei~" tambah Sai.
"Ya..ya..ya.. terserah kalianlah... eh.. omong-omong... dimana Sasuke?"
"Hm.. entahlah... mungkin...dia di taman belakang.. seperti biasanya..." ucap Gaara.
"Hmm..~ aku lapar... ayo kita ke kantin saja...soal Sasuke nanti saja~" kini Sai yang bicara.
"Ya! kau benar juga Sai! ayo!" lalu Naruto merangkul kedua sahabatnya itu, dan berjalan menuju kantin.
Namun tak di sangka saat melewati Ruang olahraga, mereka berpapasan dengan Hinata, sontak saja Naruto menyapa Hinata dengan cengiran khasnya.
"Hai! Hinata-chan! kenapa kau sendiri!? kemana teman-temanmu siapa itu... Sakura... yang kau ceritakan semalam di telepon!" ujar Naruto.
"A-ah .. H-hai ... N-naruto-s-senpai~, m-mm S-sakura.. a-ada urusan sebentar, j-jadi d-dia akan m-menyusulku s-saja k-katanya~" ucap Hinata tergugup-gugup dengan wajah yang merah, ya Hinata memang menyukai Naruto sejak ia masuk sekolah ini.
"Aahh begitu ya... padahal aku penasaran sekali dengannya! Ehehehe!, loh~ Hinata-chan!? kenapa wajahmu merah!? a-apa kau sakit!?" ujar Naruto panik, dan langsung melepaskan rangkulannya pada kedua sahabatnya.
"T-tidak k-kok N-naruto-senpai~, a-aku b-baik...b-baik saja~" Hinata berusaha menahan malu yang sudah mengebul itu.
"Kau yakin Hinata-chan!? tapi wajahmu merah loh!" Naruto lalu memegang kening Hinata, ia mendekati wajah Hinata untuk memeriksa keadaanya, ya memang berlebihan kalau hanya untuk memeriksa keadaan seseorang, tapi.. itulah Naruto.
"Ya ampun Naruto kau hanya akan membuatnya tambah memerah." ucap Gaara sambil menahan tawanya.
"N-naruto-s-senpai~" dan benar saja yang dikatakan Gaara, wajah Hinata makin memerah.
"Apa? katamu Gaara? apa maksudmu?" ucap Naruto polos.
"Hinata-chan itu menyukaimu Naruto~" ucap Sai tak kalah polos dengan senyuman palsunya.
"APA!? H-HINATA-CHAN M-MENYUKAIKU!?" ujar Naruto dengan wajah tidak percaya.
"Hmm.. haha .. Naruto.. kau ini benar-benar tidak peka yah~" komentar Gaara.
"B-benarkah itu? Hinata-chan?" kini pandangannya beralih pada Hinata yang kini Wajahnya benar-benar sudah merah.
"U-uhh! Pe-permisi! N-naruto-senpai!, Gaara-senpai!, Sai-senpai! uhm~" Hinata malah berlari menuju kantin dengan wajah yang sangat merah.
"Ehh! Hinata-chan!" baru saja Naruto akan mengejar Hinata, tapi Gaara menahannya.
"Sudahlah Naruto biarkan Hinata menenangkan dirinya, jangan sampai kau buat dia pingsan karena berhadapan denganmu." ucap Gaara.
"Itu betul Naruto~" tambah Sai.
"T-tapi..~"
"Sudahlah... Naruto ayo... kau bilang mau makan kan? ayo kita ke kantin tapi..jangan di tempat Hinata berada..~ ok?" kini Gaara yang merangkul Naruto dan Sai menuju Kantin.
Kini Sakura ada di depan kelas 3-A, ia mencari sososk pemuda berambut raven itu, ya... Sasuke, namun nihil Sakura tidak melihat Sasuke dikelasnya hanya ada beberapa murid, ia juga tidak melihat Gaara.
"Kemana si pantat ayam itu!?" gumam Sakura.
'Eh tunggu, ia pasti di taman belakang!' batin Sakura, ia pun berlari menuju taman belakang.
dan benar sajaa dugaannya, Sasuke ada disana... namun ia sedang tertidur sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Hosshh..hoshh ketemu!" ucap Sakura dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Uhm.. tapi..dia tidur~" Sakura pun mendekati Sasuke perlahan, dan duduk di sebelahnya.
'Dia tertidur..., Kami-sama.. wajahnya damai sekali benar-benar berbeda~ ia juga terlihat makin Tampan' batin Sakura, tanpa sadar Sakura tersenyum.
Sakura menatap wajah Sasuke dengan seksama, baru saja ia mau menyentuh hidung Sasuke sebuah suara baritone mengejutkannya.
"Apa yang sedang kau lakukan? Nona?" ucap Sasuke, dan ia pun membuka sebelah matanya menampilkan Onyx yang kelam,Onyx nya menatap tajam EMerlard Sakura, Onyx-Emerlard-Onyx-Emerlard, selama beberapa detik tetap begitu hingga Sakura sadar, Sontak saja Sakura terkejut dan menjadi Salah tingkah.
"A-ahhh" Sakura segera menarik tangannya, "B-bukan a-apa! a-aku hanya duduk disini...kau bilang ini tempat umum kan?" ucap Sakura tergagap-gagap.
"Hn, memang aku bilang begitu.. tapi kalau kau menggunakan hakmu untuk mengganggu orang lain... itu tindakan salah"
"Aku tidak bermaksud mengganggumu kok! mmm.. a-aku hanya penasaran melihatmu tidur disini!"
"Ya... nona penguntit~"
"Apa!? PENGUNTIT!? A-aku bukan penguntit!"
"Lalu... apa yang kau lakukan di ruang musik tadi pagi, kalau bukan menguntit?" ucap Sasuke dengan seringai khasnya. SKAK MAT!
'Gawat dia mengetahui aku, kalau aku mengikutinya!' batin Sakura, Sakura hanya dia membatu sembari meremas roknya.
"Hn... kenapa kau diam Pinky? perkataanku benarkan?"
"..."
Sakura masih diam.
"Jelaskan kenapa kau begitu ingin tahu tentangku~"
Ia masih diam.
"Baiklah~ kau tidak mau menjelaskan? akan ku buat kau menjelaskannya~" Sasuke mengunci gerakan Sakura, kembali Onyxnya memerangkap Emerlard Sakura.
DEG!
'K-kami-sama~ k-kenapa aku tidak bisa bertindak apapun! ada apa denganku!' batin Sakura, kini detak jantung Sakura berpacu cepat.
Sasuke mendekati wajahnya pada wajah Sakura.
"..."
Hening di antara mereka.
Onyx-Emerlard-Onyx-Emerlard... terus seperti itu.
"..."
kini jarak mereka tersisa beberapa senti.
"..."
Onyx-Emerlard-Onyx-Emerlard
tetap begitu, hingga jarak antara mereka terhapuskan bibir mereka saling bersentuhan, hembus angin di musim Semi menemani mereka.
"U-uhh" hanya itu yang keluar dari mulut Sakura, Sasuke tersenyum puas.
Ciuman itu terus berlangsung, hingga kedua kelopak mata mereka tertutup, menyembunyikan kedua manik Onyx dan Emerlard mereka, Bunga-bunga sakura pun berterbangan tertiup angin.
Cinta mereka... mulai bersemi... tepat di musim Semi~.
.
.
.
.
TSUZUKU ^.^
TBC MINNA!
hehe gimana? Feel SasuSakunya? :3 xD mohon maaf kalau masih jelek!
Sekali lagi mohon bantuannya para Senpai! ;)
Oke... Mata Ashitta Di Chp selanjutnya..~
-CherryBlossomPink25-
