Hai XD

Chapter 6 selesai ..

Semoga suka TvT *ngumpet*

.

.

.


"Beratus-ratus tahun yang lalu hidup seorang penyihir hebat di masa nya. Dia adalah pencipta pintu Leiden. Pada awalnya dia menciptakannya untuk membasmi penderitaan, tapi dia meninggal dunia sebelum pintu Leiden sempurna. Penyihir hebat itu pun hanya meninggalkan selembar kertas yang di abadikan selama ratusan tahun. Suatu hari muncul seseorang penyihir yang bermaksud untuk menyempurnakan sihir itu. Awalnya para penyihir yang menjaga kertas itu tidak percaya padanya, tapi dengan berbagai alasan merekapun menyerahkannya. Keputusan para penyihir penjaga itu adalah keputusan yang salah! Karena penyihir itu tidak bermaksud untuk menyempurnakannya, melainkan untuk merubahnya sebagai pintu pemberi penderitaan umat manusia. Dia bermaksud untuk menguasai dunia dengan tangannya. Dia ingin semuanya tunduk padanya. Setelah berhasil menyempurnakan pintu Leiden dengan versinya sendiri, dia pun melakukan uji coba. Dia mengaktifkan pintu Leiden dengan mengorbankan puluhan penyihir api suci dan penyihir api kutukan, ketika pintu Leiden terbuka…tembakan cahaya pun langsung menyebar ke segala arah dan mengakibatkan 1/3 manusia di bumi tewas. Setelah itu dia tidak bisa lagi mengaktifkan pintu Leiden karena dia sudah membunuh semua penyihir api suci dan penyihir api kutukan. Berpuluh-puluh tahun berlalu, dia pun tidak menemukan jalan yang lain untuk mengaktifkannya kembali sampai akhirnya dia meninggal dunia.

200 Tahun setelah kejadian itu, Seorang penyihir dari era yang berbeda berhasil menemukan cara untuk mengaktifkan pintu Leiden. Dan cara itu mungkin belum di ketahui oleh 7 Warlords. Suatu hari dia mengatakan pada seluruh penjuru dunia bahwa dia akan mengaktifkan kembali pintu Leiden. Sontak seluruh penyihir di dunia menolak keras keinginannya. Tapi, mengingat dahsyatnya kekuatan yang dimiliki pintu Leiden, akhirnya mereka semua pun tunduk pada orang itu. Akan tetapi ada satu desa yang menentang keras keinginannya. Mereka bahkan mengatakan akan melawan kekuatan pintu itu dengan kekuatan mereka. Namun sayang, pada akhirnya penyihir itu mengaktifkan pintu Leiden dan mengarahkannya pada desa itu. Dan dalam sekejap desa itu pun musnah. Desa itu dikenal dengan julukan Desa Terkutuk, dimana seluruh rakyatnya menggunakan sihir terlarang. Dan itu semua dianggap ancaman bagi seluruh penyihir di dunia. Jelas saja, kehancuran desa itu menjadi suatu moment menggembirakan bagi para penyihir. Mereka lebih senang pintu Leiden menghancurkan desa itu daripada menghancurkan diri mereka sendiri.

Berpuluh-puluh tahun kemudian, seseorang yang mengaku berasal dari desa Meteor, yaitu desa yang di hancurkan oleh kekuatan pintu Leiden datang menemui penyihir itu. Dan dia berkata

"Akan tiba saatnya pembalasan, dimana pengikutmu akan merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat kami"

Setelah itu dia pun dibunuh oleh salah satu bawahan penyihir itu. Dan apa kalian tau? Penyihir yang membuka pintu Leiden adalah mantan ketua 12 Dewan Sihir. Dia adalah ketua ke-89. Saat itu aku pun sudah bergabung dengan 12 Dewan Sihir maka dari itu aku sudah tau betapa mengerikannya kekuatan pintu Leiden. Ketua pada saat itu terlihat ketakutan akan pembalasan yang dikatakan orang itu. Semua orang yang berasal dari desa Meteor memiliki tanda bulan sabit di tubuhnya. Dan seseorang yang mengaku dari desa Meteor itu pun memilikinya.

Suatu hari terjadi suatu tragedi pembunuhan di dalam 12 Dewan Sihir, dimana sang Ketua di bunuh oleh Wakilnya sendiri pada saat rapat. Lalu Wakil ketua pun berkata bahwa dia tak bisa mengendalikan tubuhnya, dan akhirnya dia membunuh dirinya sendiri. Pada saat itu 12 Dewan sihir kehilangan 2 orang terpenting dalam satu waktu. Dan pada saat itu juga aku di tunjuk sebagai penggantinya.

Satu persatu teman seperjuanganku mati karena faktor usia. Tapi aku? Aku adalah pemilik sihir langka dimana aku hanya tumbuh sampai usia 20 tahun dan setelah itu aku tidak menua. Aku pun bisa hidup dengan umue yang panjang. Umurku sangat jauh diatas kalian semua.

Dunia sempat damai untuk beberapa waktu sampai akhirnya 7 Warlords muncul dan mengusik kedamaian di dunia. Kalian ingat saat tiga perwakilan datang untuk membicarakan perdamaian? Dan mereka meminta kita menyerahkan Rin, dengan begitu mereka sepakat berdamai. Untung saja aku tidak mudah percaya pada mereka. Tapi sebelum itu mereka sempat membuka sedikit bagian tubuh mereka yang tertutupi oleh jubah hitamnya. Dan apa yang aku lihat? Itu adalah tanda Bulan Sabit. Tanda mereka semua berasal dari desa Meteor. Aku benar-benar terkejut saat mengetahui bahwa Yukari juga berasal dari desa Meteor. Salah seorang dari mereka mengatakan bahwa dahulu beberapa dari penduduk desa diberikan sihir rahasia agar mereka tertidur dalam waktu yang lama. Dan saat mereka bangun, mereka tidak menua. Mereka masih sama seperti saat terakhir mereka belum tertidur. Mengingat waktu sudah berjalan cukup jauh, mereka pun merencanakan pembalasan dendam dengan balik menyerang dengan mencoba membuka pintu Leiden. Itulah alasan mengapa mereka menyerang kita semua"

Ketua menceritakan semuanya secara detail pada Rin dan pada kami semua. Sampai pada akhirnya kami pun mengetahui jika Ketua sudah hidup dalam waktu yang sangat lama.

"Jika Rin adalah pemilik api suci, maka Len adalah pemilik api kutukan?" Ucapku.

"Kau benar Kaito. Sepertinya kita harus segera menyelamatkannya" Ketua menepuk pundakku. Rin terlihat cemas. Kemudian Maika menggenggam tangan Rin.

"Kakak mu akan baik-baik saja" Ucap Maika. Rin pun tersenyum.

"Ada sedikit yang mengganjal pikiranku" Ucap Lui. "Jika Yukari berasal dari desa Meteor dan bermaksud untuk balas dendam, kenapa dia mengirim surat seperti itu?" Lanjut Lui.

Kami semua yang ada disana pun terdiam.

"Kita akan mengetahuinya setelah kita bertemu dengannya" Ucap Gakupo yang langsung meninggalkan ruangan. Luka mengikutinya. Tiba-tiba Gumi menarik tangan Luka, dan…

"Chuuu" Gumi mencium pipi Luka. Gakupo terkejut. "Hahahaha…" Gumi langsung berlari sambil tertawa. Wajah Gakupo dan Luka pun mulai merah.

"Ada apa? Apa yang terjadi?" Tanya Ketua. Gakupo dan Luka menggelengkan kepalanya dan segera pergi dari sana.

Mengingat aku mengetahui sesuatu tentang mereka berdua, aku pun segera pamit pulang pada ketua. Melihat mereka berdua membuatku teringat pada Miku, lebih baik sekarang aku segera mengunjunginya.


Setelah sampai di depan rumahnya, aku melihat Miku sedang menyiram bunga di halamannya.

"Nona apa yang sedang kau lakukan?" Tanyaku. Miku terkejut dan menjatuhkan penyiram tanamannya.

"K-Kaito!" Miku segera melompat dan memelukku. "Kau kembali…" Ucapnya sambil memelukku dengan erat.

"Hm…" Aku mengelus kepalanya.

"Di upacara pemakaman wakil ketua tadi aku tidak berani menghampirimu…" Ucap Miku.

"Tidak apa-apa. Aku mengerti" Kataku sambil mencubit pipinya.

Sore itu aku habiskan bercerita dan bermain bersama kekasihku, Hatsune Miku. Saat malam tiba, Miku mengajakku untuk makan malam bersama.

"Tadaaaaa…ini dia makanan ala Miku" Ucapnya dengan bangga.

"Waah kelihatannya enak sekali!" Kataku.

"Aaaaaa" Miku mencoba menyuapi ku. Aku pun membuka mulutku dan merasakan betapa enaknya masakan yang dibuatnya. "Bagaimana?" Tanya Miku.

"Sempurna…kau akan jadi seorang istri yang hebat!" Jawabku. Wajah Miku langsung berubah menjadi merah.

Saat langit semakin gelap aku bermaksud untuk pamit pulang tapi Miku memelas untuk ditemani karena ada film horror yang ingin dia tonton tapi tidak berani kalau sendirian. Akhirnya aku pun mengalah dan menuruti keinginan gadis kesayanganku ini. Akan tetapi…filmnya saja belum mulai, tapi dia sudah tidur. Aku tidak mungkin membiarkannya tidur di sofa, akhirnya aku menggendongnya ke kamarnya. Aku membaringkannya dikasur, dan untuk pertama kali aku melihat wajahnya yang sedang tidur. Dia benar-benar sangat manis.

Aku takut dia akan mencariku saat terbangun nanti, makanya aku memutuskan untuk tidur di sofa ruang tamu. Tapi saat aku tertidur, tubuhku terasa sedikit berat. Dan saat aku membuka mataku, Miku tengah tertidur dengan menjadikan dadaku sebagai bantalnya. Aku hanya bisa tersenyum dan mencium kepalanya.

"Kaito..Kaito.." Panggil seseorang yang tidak lain adalah Miku. Aku membuka mataku dan melihat Miku tepat dihadapanku. "Ohayoooo" Ucapnya dengan semangat.

"Ohayo" Kataku sambil beranjak bangun dari sofa.

"Hari ini ayo kita piknik…" Ajaknya.

"Aku belum mandi…" Balasku sambil mencubit-cubit pipinya.

"Kalau begitu ayo cepat mandi" Miku menarik tanganku dan mendorongku ke kamar mandi.

"Kau sendiri sudah mandi?" Tanyaku.

"Tentu saja sudah.." Jawabnya yang sedang membuka kulkas.

"Begitu ya…padahal tadinya aku akan mengajak mu mandi bersama" Kataku.

Brugh…Miku menjatuhkan buah-buahan yang ada di dalam kulkas. Aku pun hanya menahan tawa sambil menutup pintu kamar mandi.

Tidak lama kemudian aku pun selesai mandi dan berganti pakaian menggunakan sihir. Miku sudah bersiap dengan topi di kepalanya dan juga tas pikniknya.

"Ayo pergi…" Katanya sambil menggandeng tanganku.

"Kita akan pergi kemana?" Tanyaku.

"Pantai…" Jawabnya dengan semangat.

Kami berdua pun pergi ke pantai.


Saat sampai disana, Miku terlihat terkejut saat melihat banyak orang menggunakan bikini. Aku merasakan tangan Miku gemetaran.

"Ada apa?" Tanyaku.

"Aku tidak mau kau melihat gadis lain selain aku, kita ke tempat lain saja" Jawabnya sambil menarik tanganku.

Aku pun hanya bisa mengikuti kemana Miku menarikku. Tiba-tiba langkahnya terhenti…

"Kaito! Ini dimana?!" Miku panik.

"Hmmm…dimana ya…" Aku berpura-pura tidak tau.

"Bagaimana ini?! Kita tersesat" Miku semakin panik. Aku semakin tidak bisa menahan tawa.

"Baiklah…" Aku langsung menggendong miku dengan ala pengantin. Miku terkejut. "Aku akan membawamu ke tempat sejarah cinta kita" Kataku. Aku pun menggunakan sihir teleportasi. Dan kali ini benar-benar berhasil.

Kami pun sampai di danau dekat sekolah. Disinilah tepat ku menyatakan cinta pada Miku. Danau yang jernih dimana kunang-kunang akan muncul di sore hari.

"Miku…" Panggil ku.

"Hm?"

"Jadilah pacarku" Ucapku yang sedang mengulangi perkataanku saat itu.

"Iya…" Miku langsung memelukku dengan erat.

Aku pun menurunkan Miku. Kemudian kami pun makan bersama di pinggir danau. Setelah selesai kami bermain sebentar disana tapi langit biru cerah tiba-tiba berubah menjadi mendung.

"Sepertinya hujan akan turun..ayo berteduh di sekolah" Kataku. Miku menganggukkan kepalanya.

Saat kami sudah berada di dalam sekolah, hujan pun mulai turun. Dan yang mengejutkanku adalah…hujan itu berwarna merah…merah…seperti darah.

"Miku…" Panggilku.

". . ." Miku terdiam dan terlihat cukup terkejut.

Tiba-tiba Lily datang sambil berlari.

"Kaito! Awas!" Teriak Lily.

Tanpa aku sadari bayangan hitam menyerupai tangan muncul begitu saja, aku berhasil menghindar. Tapi tidak dengan Miku.

"K-Kaito…" Panggil Miku yang dililit oleh bayangan tangan itu.

Aku pun segera memanggil Excalibur.

"Kalau kau menebasnya, maka dia juga akan terkena dampaknya!" Ucap Lily. Aku pun langsung terdiam.

"Kaito…" Panggil Miku yang ketakutan.

"Miku! Bertahanlah!" Aku mencoba menarik tangan Miku. Tapi dengan cepat Miku pun terhisap kedalam bayangan itu.

"MIKUUU!"

Sekarang aku benar-benar panik karena Miku di culik bayangan itu! Bayangan milik Yukari! Aku yakin itu! Aku tidak bisa tinggal diam…kekasihku sedang dalam bahaya…

"Miku….." Aku segera membuka pintu dan hendak pergi keluar. Akan tetapi Lui langsung menghalangiku.

"Jangan keluar. Hujan ini mengandung racun" Ucap Lui.

"Tapi Miku dalam bahaya!" Balasku dengan panik. Kemudian Maika datang dan menamparku.

"Tenangkan dirimu. Jika mereka menculiknya hanya untuk memancingmu keluar, maka pacar mu itu tidak mungkin dibunuh" Ucap Maika.

Miku…tunggu aku…aku pasti akan menyelamatkanmu…


Gimana pendapat kalian? TvT di chapter selanjutnya aku bakal berusaha lebih keras lagi...

makasih banyak loh buat kalian yang udah baca sampe sini QwQ terharu amfuuuun *gulingguling*

Mohon maaf kalau ada jalan cerita yang kurang di mengerti, maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan di kokoro (?) kalian semua QwQ *kabur naik salamander (?)*

Sampai jumpa di chapter 7 XD