The Truth
Cast
Kim Joonmyeon
Zhang Yixing
Luo Zhixiang (Show Luo)
Other GF geges
Disclaimer
The cast aren't mine, but the story are mine! Plagiarism? Karma does exist, btw.
Genre
Romance.
Summary
"Apa kau ingin aku carikan seseorang yang lain? Yang lebih spesial daripada si dia, mungkin?" / Sequel are updated! / Pengumuman pemenang challenge di dalem, hehehe / RnR?
Warning
GS, Typo, OOC, AU. Kesempurnaan hanyalah milik Tuhan semata, kawan o/
.
Happy Reading! ^^
.
"Hey, kau ada masalah?"
Yixing menolehkan kepalanya kepada sumber suara. Sudah terkonfirmasi dengan jelas bahwa yang menanyakan hal barusan adalah Zhixiang—sahabatnya.
"Ah, Xiaozhu-ge. Aku kira siapa," Yixing tersenyum singkat, lalu kembali memperhatikan lapangan basket yang terlihat sepi. Jelas saja, sekarang sudah jam pulang sekolah. Tidak banyak anak yang berada di sekolah kalau bukan mereka yang merupakan anggota organisasi sekolah dan yang mengikuti tutor teman sebaya, juga orang-orang yang kurang kerjaan (dalam kasus ini, Zhixiang-lah orangnya).
"Jawab aku, Zhang. Karena tidak biasa kau berada di atap sekolah kalau tidak ada masalah," balas Zhixiang yang kini tengah duduk sembari menyandar pada railing yang berada di belakangnya.
"Apa salah jika kita tidak menjawab pernyataan cinta seseorang karena terlalu gugup, gege?"
"Tidak juga, kalau kau sudah minta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Itu menurutku."
Yixing mengangguk paham, lalu kembali bertanya, "Tapi kalau orang itu tidak mau mendengarkan aku, aku harus bagaimana?"
Zhixiang tersenyum licik sembari menatap Joonmyeon yang sudah berada di pintu atap semenjak Yixing berbicara—memperhatikan Zhixiang dan Yixing dalam diam.
"Lupakan saja dia. Cari yang baru. Kalau kau memang tidak bisa melupakan dia, kita berlima beserta Luhan bisa membantumu melupakan dia. Lelaki tidak hanya dia, Little Lamb. Masih banyak lelaki yang jauh lebih baik lagi daripada dia."
Senyum Zhixiang melebar, setelah melihat rahang Joonmyeon menjadi kaku barang sejenak. Menurutnya, ini adalah balasan yang setimpal. Siapa suruh membuat domba kecil sekaligus adik kesayangannya patah hati?
"Apa kau ingin aku carikan seseorang yang lain? Yang lebih spesial daripada si dia, mungkin?"
"Errr... bisa jadi? Aku tidak tahu lagi, gege."
Rahang Joonmyeon semakin mengeras. Dengan segera pangeran sekolah itu meninggalkan atap, setelah memberikan Zhixiang tatapan mematikan yang hanya dibalas dengan senyum remeh oleh sahabat Yixing itu.
."Mau aku ikut aku makan di tempat yang biasa bersama yang lain?"
"Kalau gege yang traktir, aku ikut, hehehe."
"Ya sudah, ayo!"
Joonmyeon memperhatikan Zhixiang yang berjalan bersama Yixing menuju gerbang. Zhixiang yang menepuk-nepuk kepala Yixing, mengacak-acak rambut Yixing, bahkan bisa dengan bebasnya mencubit pipi Yixing. Membuat Joonmyeon semakin benci dengan Zhixiang. Sebenarnya, Joonmyeon tidak menyukai Zhixiang semenjak awal, apalagi setelah kejadian di atap beberapa hari yang lalu, rasa tidak sukanya cenderung berubah menjadi benci.
"Yixing! Xiaozhu!"
Perhatian Joonmyeon beralih pada seseorang yang melambaikan tangannya pada Yixing. Orang itu masih terlihat tampan, dan matanya sarat akan intelegensi yang kuat. Apa ini yang dimaksudkan Zhixiang sebagai pengganti Joonmyeon di atap kemarin?
Yixing memeluk orang itu sebentar, lalu tersenyum lebar. Orang itu mengatakan sesuatu dalam bahasa Mandarin—Joonmyeon tidak mengerti secara keseluruhan, hanya beberapa kata—yang membuat Yixing dan Zhixiang tertawa. Lalu Luhan dan Sehun datang, dan mereka mengobrolkan sesuatu dengan bahasa Mandarin—lagi—yang membuat Luhan dan Sehun pergi. [[Joonmyeon menebak jika Luhan dan Sehun akan pergi kencan.]]
Mereka bertiga—Yixing, Zhixiang, dan orang itu—segera memasuki mobil dan pergi ke arah yang berlawanan dengan rumah Yixing. Membuat Joonmyeon bertanya-tanya, mereka akan pergi kemana?
Yixing menyedot isi jus kotak yang sedang dipegangnya, sementara mata gadis Tiongkok itu terpaku pada buku serial fantasi yang berada di pangkuannya. Hari ini benar-benar panas, hingga peluh Yixing yang sebesar biji jagung menetes dengan deras. Namun gadis itu tidak ambil pusing, karena angin sesekali berhembus dan mengeringkan semua peluh-peluhnya itu.
Tiba-tiba, suasana menjadi teduh. Yixing yang heran, segera membalikkan badannya.
"Oh. Halo, Joonmyeon-sshi," sapa Yixing. Namun dengan cepat, Yixing beralih kepada bukunya lagi. Tapi gadis itu tetap tidak bisa fokus. Jantungnya berdetak gila-gilaan, membuat kecepatan membacanya jadi berkurang. Bahkan untuk memahami satu paragraf, Yixing harus membaca paragraf itu dua kali, sebelum dia sepenuh paham. Apalagi sekarang, Joonmyeon sudah berpindah ke hadapannya. Membuatnya semakin tidak fokus.
"Yixing, aku ingin bicara."
"Bicara saja, aku sudah pasti akan mendengarkan."
"Tidak sebelum kau menatapku," ujar Joonmyeon sembari mengambil buku Yixing dan menutupnya. Yixing menghela nafasnya.
'Apalagi ini, Tuhan?'
"Aku... minta maaf."
"Minta maaf untuk apa? Masalah kemarin aku yang salah," kata Yixing dengan suara kecil. Karena ia tidak berani menatap langsung ke mata Joonmyeon, Yixing lebih memilih menatap bukunya yang dipegang Joonmyeon alih-alih menatap pemuda berdarah Korea itu.
"Tidak, aku yang salah. Kalau saja aku mau untuk bersabar sedikit lebih lama, mungkin... kita sudah berpacaran, sekarang," Joonmyeon mengangkat dagu Yixing, namun hal itu tidak berarti Yixing akan menatapnya. Tetapi, Joonmyeon menyadari suatu hal, wajah Yixing sudah memerah dengan hebat.
"Tatap aku, Zhang Yixing," pinta Joonmyeon dengan suara lembutnya. Perlahan namun pasti, Yixing menatap Joonmyeon, dia dapat melihat Joonmyeon tersenyum padanya.
"Jadi, aku ingin mengulangi semuanya. Zhang Yixing, be mine?"
Yixing tersenyum, hingga lesung pipinya nampak, "I'm yours, Kim Joonmyeon. I'm yours."
.
.
.
END
.
.
.
Yeay! Akhirnya sekuel selesai, yahaaa~!
Buat yang nanya cowok yang nungguin Yixing sama Xiaozhu itu siapa, yuk liat lagi Go Fighting, terus cari member yang paling pinter, hahaha xD
Nah sekarang pengumuman buat challenge yang kemarin. Maaf kalo telat seminggu, aku beneran sibuk, nggak punya waktu buat nge-update cerita [[meskipun keliatannya aku kayak kurang kerjaan di line, tapi serius, di real life-ku aku emang sibuk, bahkan sampe sehari mandi cuma sekali ._.]]
The winner is:
Two Moon : Shigetsu Hotarubi Ai no Tegami by hibiki kurenai nee-san.
Cerita ini mulai dari diksi, alur, ide ceritanya, bahkan caranya nee-san ngegabungin prompt sama ff dia yang sebelumnya, it was almost perfect! Bahkan cerita ini bikin aku tenggelam di alurnya, soalnya waktu baca ini, beneran nggak bisa diganggu! Bahkan sama mas-mas / mbak-mbak ppl sekalipun [[aku bacanya di sekolah, kondisi lagi jam pelajaran otw istirahat. Hal yang sama aku berlakuin ke semua peserta dan ff yang ikut challenge ini]]
Kenapa kok nggak yang Bagram, the Crescent Tear-Drops Café? Kan yang bikin orangnya sama, pastinya juga hasil nggak jauh beda. Jawabannya simple, dari beberapa orang yang aku suruh [[sebenernya maksa, sih]] mereka sukanya sama yang Two Moon : Shigetsu Hotarubi Ai no Tegami. Dan aku sendiri, juga lebih suka yang Two Moon.
Di yang Bagram, the Crescent Tear-Drops Café, ada satu segmen yang ngerusak feel sewaktu baca. Iya, waktu bagian Yixing yang tiba-tiba marah itu bisa bikin orang males baca, untung itu di bagian terakhir. Jadi kita bakal nyelesain baca ff itu, suka nggak suka. Coba kalau di awal, mungkin orang bakal ninggalin ff ini gitu aja. [[Ini tanggapan temen saya yang Haehyuk shipper. Kalo saya sih enjoy-enjoy aja, kan Yixing orangnya emang 4D. Tapi jujur, waktu Yixing marah, itu agak ganjil. Mungkin nee-san udah agak capek waktu bikinnya ya?]]
Buat reward yang sudah aku janjiin, nee-san tinggal chat via line aja, kekeke~ Aku tunggu nee-san~
Last, thankyou and mind to review? :33
