Chapter 9 muncul (?)
Semoga suka XD
.
.
.
"Bunuh Miku dan Pintu Leiden akan menghilang"
"Aku..aku tidak bisa melakukannya…" Ucapku dalam hati.
"Yukari…" Miku melemparkan bola api raksasa itu ke atas. Dan tanpa di duga-duga langit dunia milik Luo pun retak dan dunia milik Luo pun hancur. Aku dan Miku pun kembali ke tempat Luo dan yang lainnya berada. Luo yang menyadari dunia sihirnya hancur pun langsung terjatuh lemas.
"Aku tak menyangka dia sekuat ini…" Ucap Luo. Luka pun langsung menggunakan sihirnya untuk memulihkan Luo.
"Bagaimana Kaito?"
"Huh? Siapa kau?" Tanyaku pada seorang pria yang sepertinya baru aku lihat.
"Dia ketua.." Sahut Lui.
"Ha?" Aku pun menatap kembali pria tersebut. "HAAAAAA?!" Aku terkejut saat melihat wajah sesungguhnya dari ketua. Wajahnya tak setua yang ada di pikiranku selama ini.
"Ini bukan saatnya untuk terkejut" Gakupo datang dan merangkulku. "Apa kau berhasil menyadarkannya?" Tanya Gakupo.
"Maafkan aku.." Kataku.
"Aku mengerti.." Gakupo pun langsung kembali pergi dan menyerang SeeU.
Di samping itu, Miku langsung berjalan mendekati Yukari yang ternyata menghianatinya.
". . ." Yukari menatap Miku dengan santai. "Hentikan kebodohan ini" Tulis Yukari.
"Aku tak melakukan sesuatu yang bersifat kebodohan. Kau lah yang melakukan kebodohan" Balas Miku dengan mata merahnya yang semakin terlihat menakutkan.
"Miku…" Yukari berbicara. "Ma—" Yukari yang belum sempat menyelesaikan kalimatnya langsung di cekik oleh Len.
"Bagus Len!" Teriak Pico yang ternyata masih hidup. Lantas, siapa dari mereka yang sudah mati?
Aku melihat Lily yang sedang bersandar di pohon. Dia kelihatan sangat kelelahan, aku pun bertanya pada Gumi. Kemudian Gumi pun menunjuk pada jasad seorang gadis kecil yang kalau tidak salah namanya adalah Ai. Gadis kecil yang bertemu dengan ku dan Rin sebelumnya.
Miku langsung berjalan melewati Yukari yang masih di cekik Len. Disana Miku melihat Aoki sedang menjaga jasad Ai yang dia simpan di dalam Kristal. Saat Miku mendekat, Aoki pun mengeluarkan Ai dari kristalnya kemudian memberikannya pada Miku.
"Kasihan sekali…" Ucap Miku yang membelai pipi Ai kemudian menggendong dan memeluknya.
Yang ada di pikiranku sekarang adalah…apakah Miku akan membangkitkannya kembali? Atau tidak.
"Anda tidak boleh melukai Tuan saya" Tiba-tiba Zellaby datang dan langsung menyerang Miku. Aoki yang ada disana pun tentu saja langsung melindungi Miku dengan sihirnya. Aku yang melihat Yukari masih di cekik Len langsung mencoba menolongnya dan akhirnya Len melepaskan tangannya dari Yukari.
"Dimana Rin?" Tanyaku pada teman-teman.
"Rin tidak sadarkan diri saat mengetahui jika Len yang sebenarnya sudah mati" Jawab Maika.
"Apa?!"
"Miku membangkitkannya dengan sihir dan membuatnya menjadi pelayannya" Lanjut Maika.
Miku menatap sinis Yukari dan aku. Dia pun pergi menjauh dari tempat pertempuran dan meletakkan jasad Ai di bawah pohon sakura. Miku pun mengangkat tangannya ke atas, Aourora berwana hitam pun kembali terlihat di langit.
Ke-4 Anggota 7 Warlords yang masih hidup pun langsung berpindah ke belakang Miku.
"Apa yang akan dia lakukan?" Tanya Maika yang fokus melihat Aurora di langit.
"Dunkelheit Schmerz…"
"Oh tidak…" Luka panik.
"Tidak ada cara lain, serang dia sekuat tenaga sebelum dia mengucapkan keseluruhan mantranya" Ucap Ketua yang terlihat cukup kelelahan.
"Maj—"
"Menghindar 12 Dewan Sihir!" Teriak seorang wanita yang entah darimana asalnya. Kami pun dengan segera menjauh saat melihat ratusan bahkan ribuan tombak berjatuhan dari langit. Lui dan Oliver pun langsung menggunakan sihir pertahanan untuk melindungi kami semua.
"Itu Holy Lance" Ucap Ring yang terkejut.
"Hanya ada satu orang yang bisa menggunakannya…" Gakupo melihat ke arah menara di tengah hutan.
"Meiko Sakine…" Lanjut Maika yang terkesima melihat ribuan tombak bercahaya jatuh dan menghujani Miku dan teman-temannya.
"Dia masih hidup rupanya…" Ketua tersenyum sambil membersihkan darah yang keluar dari mulutnya dengan tangannya.
Tidak lama kemudian kami melihat sepasang sayap berukuran sangat besar yang langsung menutupi Miku dan yang lainnya.
"SeeU…" Ucap Yukari dengan suara yang pelan.
"Apakah meleset?" Tanya Gumi yang terlihat kaget.
"Itu tidak mungkin, sayap itu muncul ketika tombak itu sudah menghujani mereka" Jawab Lui yang juga terlihat kaget.
Tidak lama kemudian sayap itu pun perlahan menghilang. Aku dan yang lainnya pun belum bisa melihat apa yang terjadi pada mereka.
"Sepertinya aku hanya berhasil membunuh satu dari mereka" Sahut seorang wanita bernama Meiko.
Setelah sayap itu menghilang, kami melihat gadis bernama SeeU merentangkan tangannya seakan-akan menghalangi Miku dari tajamnya tombak Meiko. Dia pun jatuh ke tanah bersimbah darah. Dia terluka sangat parah, sementara itu Iroha, Aoki, dan Pico berhasil selamat walaupun mereka sempat terkena serangan mengerikan itu. Miku juga selamat…tanpa luka sedikitpun.
Tiba-tiba Iroha mendekat dan menyerang dengan cepat. Aku menyadari jika serangannya tidak sekuat saat dia menyerang kami di sekolah. Luka itu telah melemahkannya. Iroha memaksakan diri untuk menyerang kami semua. Tidak ada satupun dari teman-temannya yang mencoba menghentikannya. Darah terus keluar dari tubuh Iroha.
"Mati kau, Iblis" Ucap Rin yang terbangun dan langsung menusuk bagian jantung Iroha dengan ujung tongkatnya. Iroha pun jatuh berlumuran darah.
"R-Rin…" Gumi terkejut.
Dia seperti bukan Rin. Raut wajahnya seperti mengatakan bahwa dia sudah tidak peduli dengan apapun lagi. Dia sudah tidak takut pada apapun lagi. Mata birunya yang cantik itu pun berubah menjadi berwarna sama seperti api nya.
"Gomenne…Zatsu…" Ucap Iroha untuk yang terakhir kalinya sebelum Rin membakarnya dengan api sucinya. Miku hanya diam tanpa melakukan apapun.
"Semuanya berantakan" Ucap Pico yang juga terluka. Miku mulai melangkahkan kakinya perlahan ke arah kami.
"Stieg der Dunkelheit"
Miku pun berjalan dengan sabit besar di tangannya, tiba-tiba Miku menghilang dari pandangan kami.
"Di atas!" Ucap Gumi.
Kami yang tidak menyadarinya pun langsung terkena serangan langsung darinya. Dan serangan itu adalah salah satu serangan langsung tergila yang pernah aku lihat! Serangan itu meninggalkan lubang sedalam kurang lebih 15 meter dan dengan diameter kurang lebih 40 meter. Beruntungnya kami masih bisa bertahan. Rambut panjang Miku yang tadinya terikat dua pun menjadi tergerai.
"Apa kalian baik-baik saja?" Tanya Ketua.
"Luo, Lily, Oliver, Lui, dan Maika tidak sadarkan diri dan mengalami luka cukup parah" Ucap Luka dengan panik.
"Dia benar-benar monster.." Gakupo menahan sakit di tangan kirinya.
"Aku tidak akan memaafkanmu!" Rin langsung maju menyerang Miku tapi Aoki dengan segera mengurung Rin dalam penjara kristalnya. "Keluarkan aku!" Ucap Rin sambil memukul-mukul penjara itu.
"Das letzte eis"
Pico menggunakan sihir es yang waktu itu berhasil merenggut nyawa Haku.
"Kalau kalian berani bergerak, aku tak akan sungkan untuk mengarahkan benda ini padanya" Ucap Pico sambil memegang pisau dari es itu. Rin di jadikan sebagai sandera, bagaimana ini….
"Pico…mati…"
"Yu..ka..ri.." Pico langsung terjatuh ke tanah dan sihirnya pun menghilang. Aoki pun langsung melemparkan Kristal berbentuk mawar pada Yukari, tapi Zellaby berhasil menangkisnya.
"Aoki…" Yukari memanggil Aoki.
"Entfermen singen…Yukari"
Miku menggunakan sihir yang lagi-lagi asing bagiku. Sebuah lingkaran sihir muncul di leher Yukari dan saat Yukari mengucapkan sesuatu, suaranya tidak keluar sama sekali dan itu membuatnya shock.
"Tanpa suara kau tak bisa membunuh kami" Ucap Aoki. Yukari pun memandang sedih pada Miku, air matanya pun mengalir ke pipinya. "Aku benci mengakuinya, tapi kau kuat Yukari" Lanjut Aoki. Rin yang masih berada dalam penjaranya pun semakin dalam bahaya, tubuh Rin sedikit demi sedikit berubah menjadi Kristal.
"Apa yang kau lakukan pada Rin?!" Tanyaku sambil mengarahkan Excalibur pada wajah Aoki.
"Menjadikannya Kristal lalu menghancurkannya" Jawab Aoki.
"Aku tidak akan membiarkannya!" Ucap seseorang yang aku kenal.
"LEN?!"
"K-Kau!" Aoki terkejut, begitu juga dengan Miku.
"K-kenapa kau?!" Aoki menahan serangan Len.
"Sayang sekali nona Aoki, tuan Len sudah tidak menjalin kontrak dengan nona Zatsune. Tuanku sudah mengubah kontraknya dengan sihir ciptaannya sendiri. Sekarang tuan Len berada di bawah perjanjian dengan Tuanku, Yuzuki Yukari" Ucap Zellaby.
"LEN!" Panggil Rin.
"Bertahanlah! Aku pasti akan menyelamatkanmu" Ucap Len. "Dan kau! Kau akan menerima akibatnya karena sudah melukai adik perempuanku!" Len memukul Aoki dengan api kutukannya. "Dan ini untukmu yang sudah memanipulasi ingatanku!" Len mengarahkan naga apinya pada Miku.
Aoki pun terhempas cukup jauh, penjara kristalnya pun hancur tapi sebagian tubuh Rin tetap menjadi Kristal. Sedangkan Miku berhasil menetralkan sihir milik Len. Miku menatap sadis kami semua. Dia mengangkat tangannya dan…
"Omnia Magna Stella Rex Prae"
"Kata-kata itu…" Ketua terkejut.
"HENTIKAN ZATSUNE!" Teriak Meiko yang terlihat ketakutan.
Yosha XD
Chapter 9 berakhir disini, chapter 10 segera menyusul :3
Fansnya Fairy Tail pasti pernah denger kata "Omnia Magna Stella Rex Prae" XD lupa? coba liat episode waktu Natsu V.S Zodiak ke-13 punya Yukino X3
Yaaaay ... jaa ne :3
