Selamat datang di Last Chapter..

Makasih yang udah baca sampai sini TwT *terharu*

Langsung aja deh..

.

.

.


Dua hari kemudian, Miku dan teman-temannya di makamkan di bukit Surga. Yukari tidak berhenti menangisi perpisahan dengan teman-teman yang sudah di kenalnya sejak kecil. Begitu juga denganku. Air mataku tak berhenti mengalir ketika peti mati Miku di masukkan kedalam tanah. Semua orang yang datang ke pemakaman, mereka menaburkan bunga dan meminta maaf atas kesalahan kakek nenek moyang mereka.

"Miku…"

"Kaito…kau harus kuat" Gakupo merangkulku.

Di saat yang bersamaan, Ketua mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin 12 Dewan Sihir. Hal itu jelas saja membuat semuanya terkejut. Kami semua membujuk Ketua untuk menarik kembali kata-katanya. Tapi…

"Aku sudah tua…lebih tua dari pada yang kalian kira…" Ucap Ketua yang tiba-tiba kulitnya perlahan mulai keriput.

"K-kenapa kau menua? Bukankah kau tidak bisa menua?!" Tanya Rin. Ketua hanya tersenyum.

"Dia sudah menggunakan sihir terlarangnya" Jawab Meiko. "Dia akan menua setelah menggunakan sihir pertahanannya. Saat meteor Miku menghujani seluruh penjuru bumi, Sihir pertahanan Dell menjangkau seluruh umat manusia yang berada di bumi. Dan mereka semua selamat tanpa luka sedikitpun" Lanjutnya.

"Ketua!" Lily langsung memeluknya dengan erat. Ketua mengelus kepalanya.

"Aku pun akan menua jika melakukan hal yang sama" Kata Meiko.

"Jadi kau juga bisa melakukannya?" Tanya Len. Meiko mengelus kepalanya.

"Begitulah. Aku dan Dell adalah teman sejak kecil. Aku juga mantan anggota 12 Dewan Sihir. Tapi aku keluar saat Dell di angkat menjadi Ketua"

"Hee? Kenapa?" Ring penasaran.

"Aku tidak sudi di perintah oleh orang berhati lembut sepertinya" Jawab Meiko. Ketua pun hanya tersenyum.

Ketua pun melangkah mendekatiku. Lalu dia menyentuh bahuku.

"Aku angkat kau Kaito Shion sebagai Ketua 12 Dewan Sihir yang baru" Ucap Ketua. Aku tentu saja terkejut.

"Tapi aku…"

Kemudian semua orang yang ada disana berteriak agar aku mau menerimanya. Mereka mendorongku untuk menjadi ketua yang baru. Meskipun berat….

"Aku akan menggantikan seluruh tugas dan tanggung jawab anda" Kataku. Ketua pun tertawa lalu dia mendekati Yukari.

"Dan aku perintahkan kau Yuzuki Yukari untuk mengabdi seumur hidupmu pada dunia sebagai salah satu dari 12 Dewan Sihir" Ketua menunjuk Yukari yang masih menangis.

"Kenapa?" Tulis Yukari.

"Itu adalah hukuman yang terbaik untuk semua perbuatanmu" Jawab Ketua. Yukari pun menganggukan kepalanya.


Dan sekarang…aku menyandang posisi sebagai seorang Ketua. Saat masuk kedalam gedung utama 12 Dewan Sihir, Lily, Gumi, Rin, Luka, Yukari, Lui, Luo, Oliver, Maika, dan Ring berjajar di jalan menuju kursi utama. Aku pun berjalan melewati mereka dan duduk di kursi tersebut. Gakupo yang sekarang menjadi Wakilku pun berdiri tepat di sampingku.

"Sebagai Ketua yang baru, Aku meminta kalian semua untuk melakukan perjalanan ke berbagai kota yang berbeda. Laporkan setiap kejadian yang kalian alami padaku" Kataku.

"Ketua, kami biasa pergi berkelompok. Apa kali ini kami harus pergi seorang diri?" Tanya Ring. Aku pun menganggukan kepalaku.

"Tapi…aku belum pernah berpetualang sendirian" Kata Rin yang cukup cemas.

"Aku memang biasa melakukan perjalanan seorang diri. Jadi aku tidak masalah" Sahut Maika.

"Aku selalu bersama Lily" Kata Gumi. Kemudian Yukari maju dan menarik tangan Kaito keluar dari ruangan.

"Ada apa?" Tanyaku.

"Ada sesuatu yang ingin aku lakukan. Apa kau mengizinkanku?" Tulis Yukari.

"Baiklah…" Kataku. Kami berdua pun kembali masuk kedalam. Lalu Yukari memintaku, Rin, Lily, Gumi, Lui, Ring, dan Luka untuk berjajar sambil meletakan tangan kanan di dada dan tangan kiri ke depan seperti akan menyentuh sesuatu.

"horen Berufung O ihr, die in einen Bund mit eingageben haben. Ich befehle Ihnen, unsere Versprechen zu brechen und schwort mit ihnen"

Yukari mengucapkan mantra sihir ciptaannya sendiri. Kemudian Zellaby yang muncul di samping Yukari pun meminta kami semua untuk menutup mata. Ketika menutup mata, kami masih bisa melihat terangnya cahaya yang muncul. Kemudian aku merasakan tangan seseorang yang menggenggam tangan kiriku. Aku berpikir jika itu adalah tangan Yukari. Selain itu aku juga merasakan seseorang menyentuh tangan kanan yang ada di dadaku.

"Anda semua boleh membuka mata.." Ucap Zellaby mewakili Yukari. Perlahan aku pun membuka mataku. Saat melihat seseorang di hadapanku, air mataku tiba-tiba kembali mengalir.

"Miku.." Panggilku.

"Onii-chan!" Rin terkejut.

"Apa maksud semua ini?" Tanya Gakupo yang melihat tangan Luka di pegang oleh Aoki, tangan Lily oleh Ai, Tangan Rin genggam Len, Gumi oleh Iroha, Ring oleh Pico, dan Lui oleh SeeU, dan tanganku di genggam oleh Miku.

"Lihat dada kalian…" Tulis Yukari. Aku dan Lui punlangsung melihatnya, kecuali yang lainnya. Karena mereka seorang wanita jadi mereka tidak mau melihatnya. Aku dan Lui menemukan lingkaran sihir berbentuk menyerupai hati.

"Apa maksudnya ini?" Tanya Lui.

"Tuanku menggunakan sihir ciptaannya sendiri. Dia dapat membuat kontrak dengan mereka yang sudah tiada. Dengan syarat mereka harus menuruti seluruh perintah dari pemilik lingkaran sihir di tubuhnya" Jelas Zellaby.

"Aku masih tidak mengerti" Kata Luka.

"Satu hari setelah kami semua meninggal dunia, Yukari yang memang bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal pun datang pada kami. Lalu menjelaskan segalanya pada kami. Kami semua pun sepakat untuk mengikat kontrak dengannya" Jelas Aoki.

"Lalu kenapa kau memberikan lingkaran sihir ini pada kami?" Tanya Lui yang masih bingung.

"Aku sudah punya Zellaby. Aku tidak mau punya banyak pelayan" Tulis Yukari. "Jadi aku memindahkan kontraknya pada kalian. Dengan begitu kalian tidak akan berpetualang sendirian" Tulis Yukari lagi.

Kami semua pun terdiam.

"Kalau Zatsune hanya bisa memiliki satu orang pelayan, Yukari bisa memiliki lebih dari itu. Selain itu Yukari juga bisa merebut pelayan milik orang lain dengan sihirnya. Contohnya saja ketika dia merebut Len dari Zatsune" Ucap SeeU.

"Karena itu…"

"Kami akan menebus seluruh dosa kami dengan berjuang bersama kalian" Ucap Aoki, SeeU, Ai, Pico, Iroha, dan Miku.

"Kau tidak mengatakan hal seperti mereka?" Tanya Rin pada Len.

"Sejak awal aku kan tidak bersalah" Jawab Len dengan entengnya.

"Jadi…sekarang Pico adalah pelayanku?" Ring terkejut.

"Perintahmu akan menjadi kebahagiaanku" Ucap Pico. Wajah Ring pun merah seketika.

"Aku mengerti…" Kata Lily yang langsung memeluk Ai yang memang masih kecil. Padahal saat pertempuran Ai di bunuh oleh Lily, tapi sekarang Ai malah menjadi pelayan Lily.

"Nah! Mulai sekarang kita berjuang bersama! Kita tunjukan pada dunia jika Air dan Api dapat menyatu!" Ucap Gumi dengan semangat.

"Yosh! Kita lakukan!" Iroha ikut bersemangat.

Aku masih tidak percaya dengan apa yang di katakan mereka. Tapi…Miku sekarang berdiri tepat di hadapanku. Aku pun membelai pipinya untuk meyakinkan jika ini bukanlah mimpi lalu aku mencubitnya.

"K-Kaito! Sakit!" Katanya. Ketika sadar ini bukanlah mimpi, aku pun langsung menarik tangannya dan langsung memeluknya dengan erat. Teman-teman yang melihat pun hanya tersenyum.

Setelah itu…Maika adalah orang pertama yang pergi untuk berpetualang.

"Sampai jumpa lagi semuanya…" Dia pergi menggunakan sihir teleportasinya.

"Kalau begitu kami juga pergi" Lui dan SeeU melambaikan tangan mereka.

Tidak lama kemudian…Rin dan Len pun pergi.

"Sampai nanti" Rin melambaikan tangannya. Dia pergi sambil bergandengan tangan dengan Len.

Satu persatu dari mereka pun mulai meninggalkan tempat ini. Sampai akhirnya hanya tersisa aku, Luka, dan Gakupo.

"Kau akan pergi sekarang?" Tanya Gakupo. Luka menganggukan kepalanya. "Berhati-hatilah" Gakupo memeluk Luka. "Aoki…ku percayakan dia padamu"

"Serahkan padaku" Ucap Aoki. Mereka berdua pun pergi dengan teleportasi cahaya Luka.

"Sekarang giliranku untuk pergi, ya…Ketua kalau kau butuh bantuan segera hubungi kami" Ucap Gakupo sambil melambaikan tangannya dan lalu menghilang. Sekarang hanya tersisa aku dan Miku.

"Sepi ya…" Ucap Miku.

"Begitulah…" Aku mengelus kepalanya.

Kemudian aku dan Miku pun berjalan-jalan di taman. Disana kami bertemu dengan 'Mantan' Ketua dan juga Meiko. Aku dan Miku pun segera menghampiri mereka.

"Jadi…Yukari benar-benar melakukannya ya" Ucap Meiko sambil menarik-narik rambut Miku. Miku pun langsung bersembunyi ke belakangku. "Kau mau aku tusuk dengan Holy Lance?" Meiko menakut-nakuti Miku.

"Hentikan itu.." Kataku. Meiko dan tuan Dell pun tertawa lepas.


2 Minggu kemudian aku mulai mendapatkan laporan dari ke-11 anggota lainnya.


[Maika di kota Morron]

Aku bertemu dengan banyak bandit disini. Tapi saat mengetahui jika aku adalah salah satu dari 12 Dewan Sihir, mereka langsung memohon untuk menjadi pengikutku. Apa boleh buat, aku pun mengajak mereka dalam perjalananku kali ini. Aku tidak menemukan masalah di tempat ini jadi rasanya hari rabu nanti aku akan melanjutkan perjalananku ke kota Auria.


[Gumi dan Iroha di kota X'arc]

Disini aku dan Iroha mendapat banyak cobaan! Sebenarnya sih bukan kami tapi masyarakat yang ada disana yang mendapat cobaan…hehe. Mereka mengalami kekeringan lalu aku pun membantunya dengan sihir airku dan setelah itu mereka juga tidak memiliki api untuk memasak jadi Iroha menggunakan sihirnya. Jadi aku minta padamu untuk segera mendatangkan bantuan ke kota ini. Aku dan Iroha benar-benar tidak tega melihat keadaan mereka.


[Luka dan Aoki di kota Scarlet]

Aku dan Aoki menemukan masalah kesehatan di tempat ini. Gas beracun muncul dari sebuah lubang yang ntah disebabkan oleh apa. Jadi Aoki mengkristalkan sumber gas itu, lalu aku membantu menyembuhkan mereka yang terkena penyakit akibat gas tersebut. Aoki yang tidak pernah tersenyum pun akhirnya bisa tersenyum saat anak-anak kecil di tempat ini mengajaknya bermain. Warga kota menginginkan kami untuk tinggal lebih lama lagi, jadi kami rasa kami baru bisa melanjutkan perjalanan minggu depan.


[Oliver di kota Skyny]

Aku tidak tau mau melaporkan apa…tapi di kota ini aku tidak mendapatkan keluhan apapun dari masyarakat. Jadi aku rasa aku akan langsung melanjutkan perjalananku ke kota Magnum.


[Gakupo di kota Asura]

Aku merasa seperti berada di kampung halamanku. Rasanya seperti pulang ke rumah. Di tempat ini aku bertemu dengan banyak samurai, mereka memintaku untuk mengajarinya berbagai macam jurus. Tentu saja aku mengajarkannya. Tapi aku mengajarkan jurus tanpa sihir. Jadi apa kau mengizinkanku untuk tinggal lebih lama disini? Yaa..walaupun kau melarangku, aku akan tetap tinggal lebih lama disini! Hahahaha!


[Yukari di kota Mortem ]

Saat aku datang ke kota ini aku tidak bertemu dengan siapapun. Jadi aku akan segera melanjutkan perjalananku ke kota Amnesia. Dimana seluruh penduduknya mengalami penghapusan ingatan setiap harinya.


[Ring dan Pico di kota Whitewind]

Aku dan Pico mengalami banyak pengalaman yang menarik di kota ini. Makanan di kota ini cepat sekali busuknya, jadi Pico yang menggunakan sihir es pun membuatkan kulkas khusus di setiap rumah. Sementara aku membantu para petani untuk mempercepat pertumbuhan tanamannya dengan sihir suaraku. Jadi aku menyanyi di ladang mereka. Aku senang bisa membantu mereka meskipun suaraku sempat hilang karena terlalu banyak menyanyi.


[Luo di kota Rozaria]

Makanan di tempat ini sangat lezat.


[Lui dan SeeU di kota Yupa]

Semua warga disini bekerja sebagai pengerajin sepatu. Jadi aku membelikan sepasang sepatu untuk SeeU karena dia selalu berjalan tanpa menggunakan alas kaki. Mungkin aku juga akan membelikan sepasang untukmu sebagai oleh-oleh.


[Lily dan Ai di kota Floria]

Di kota ini hanya ada padang rumput. Jadi aku memanggil para peri untuk menaburkan bibit bunga, sementara Ai menghipnotis warga untuk segera menyiramnya. Dia anak kecil yang harus di waspadai! Hahaha.


[Rin dan Len di kota Orange]

Aku dan Len menemukan kota yang seluruhnya berwarna oranye! Selain itu aku juga menemukan jeruk yang ukurannya lebih besar dari biasanya! Kau tau? Saat aku makan moci rasa jeruk, Len merebutnya dariku dan itu membuatku marah. Aku menyuruh Len untuk tidur di lantai selama 3 hari. Apakah aku adik durhaka? Tapi setelah ini aku akan minta maaf dan akan mengajaknya ke kota Bananapi, kota dimana pisang berkuasa disana.


Laporan mereka bermacam-macam dan itu membuatku tertawa saat membacanya. Sebagai seorang ketua, aku hanya bisa diam dan menunggu laporan. Memang membosankan tapi setidaknya aku bisa menghabiskan waktuku bersama Miku.

Pintu Leiden sudah musnah. 7 Warlords pun lawan yang menjadi kawan. Permusuhan berubah menjadi persahabatan. Pintu kedamaian yang di nantikan semua umat manusia pun terbuka lebar. Meskipun begitu, 12 Dewan Sihir tetap tidak boleh melalaikan tugasnya.

"Kaito! Ayo kencan!"

"Hm..baiklah..ayo!"

Orang yang aku sayangi, orang yang pernah terbunuh olehku, sekarang kembali hadir di hadapanku. Nyawanya yang sekarang menyatu dengan nyawaku. Jadi aku tidak perlu khawatir untuk kehilangannya yang kedua kalinya. Sihir Yukari memang luar biasa.

"Miku! Genggam tanganku" Kataku. Miku pun langsung menggenggamnya dengan erat.

"Kaito…" Miku tersenyum.


Menjadi salah satu dari 12 Dewan Sihir adalah suatu kebanggaan yang luar biasa bagiku.

Bertemu dan berpacaran dengan Miku adalah kebahagiaan terindah bagiku.

Berjuang mengejar masa depan yang cerah bersama mereka semua adalah kesenangan yang tak terhingga bagiku.

Haku-san, aku sudah menepati janjiku untuk menghancurkan pintu Leiden. Dan sekarang aku akan menepati janjiku untuk terus berjuang bersama mereka semua. Teman-temanku yang luar biasa.


=Tamat=

.

.

.

12 Magic Councils VS 7 Warlords berakhir disini. Terimakasih banyak untuk kalian yang sudah baca sampai terakhir. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang di mengerti. Di fic yang lainnya saya akan berjuang untuk bikin cerita yang lebih baik lagi & lebih menarik lagi :3

-Salam hangat-
Rii :3