Hamparan laut biru dan pasir putih menyambut pagi hari ini dengan ceria. Kicauan burung yang bertengger diatas pohon kelapa menambah nyamannya suasana. Terlihat jejak kaki-kaki mungil tercetak diatas pasir putih bersih nan indah itu.

"Papa bilang kita tidak liburan. Tapi kita ke pantai!~" Teriak Kibum bocah kecil yang sedaritadi asyik berlari kesana-kemari diatas pasri bersama Kyuhyun. Sementara Siwon tersenyum gemas sambil berjalan dibelakangnya.

"Papa Siwon mungkin ingin membuat kejutan untuk kita Bummie? Apa benar Papa Siwon?" Tanya Kyuhyun.

"Apa kalian senang?" Bukannya menjawab, Siwon malah bertanya balik. Membuat Kibum dan Kyuhyun saling bertatapan.

"Tentu saja! Kami sangaaaat senang!" Seru keduanya sambil mengangkat kedua tangan mungil itu tinggi-tinggi kemudian tertawa bersama.

Ya ketiganya sedang berada di sebuah desa yang terletak di pinggiran pantai. Saat ini mereka sedang berada di Mokpo dan baru sampai tadi subuh, setelah turun dari terminal Siwon memilih pergi ke sebuah tempat ibadah untuk menumpang istirahat dan sekalian berdo'a disana. Setelah berhasil membeli roti untuk Kibum dan Kyuhyun, Siwon mengajak keduanya untuk kembali melanjutkan perjalanan.

"Papa. Kenapa kita berhenti disini? ini rumah siapa?" Tanya Kibum polos saat mereka sampai didepan sebuah rumah yang berdiri sekitar 800 meter dari bibir pantai.

"Ini rumah Paman Leeteuk." Jawab Siwon.

"Paman Leeteuk? Nugu?" Tanya Kibum dan Kyuhyun bersamaan.

"Nanti kalian berkenalan sendiri saja. Ayo sekarang kita ketuk pintunya dulu." Jawab Siwon membimbing KiHyun cara mengetuk pintu yang baik,sopan dan benar.

Tok..

Tok..

Tok..

"Anyeonghaseyo~" Ucap Siwon.

"Anyeonghaseyo~"Dan diikuti KiHyun menirukan Siwon.

Tak ada sahutan dan tak ada tanda-tanda pintu akan dibuka. Ketiganya masih setia menunggu hingga datanglah seseorang yang menyapa mereka dengan ramah.

"Maaf permisi. Apa kalian sedang mencari pemilik rumah ini?" Tanya orang itu ramah. Siwon membalasnya dengan senyuman dan membungkukkan badan. Lagi-lagi KiHyun menirukan apa yang Siwon lakukan setelah terlebih dahulu menyaksikannya.

"Benar. Apakah Leeteuk Hyung ada dirumah, emmm Tuan..." Jawab Siwon menggantung bingung harus memanggil orang di depannya ini apa.

"Shindong, panggil aku Shindong saja." Jawab namja gempal bernama Shindong itu.

"Ah Ne, baiklah Shindong-ssi" Jawab Siwon.

"Sepertinya Leeteuk Hyung sedang pergi ke gereja, ini hari minggu biasanya dia pulang setengah jam lagi." Ucap Shindong memberitahu dan Siwon hanya ber-oh ria.

"Ohh~Begitu ya" Gumam Siwon mangut-mangut.

"Rumahku disebelah sana. Kalau kalian mau mampirlah dulu sekalian menunggu Leeteuk Hyung pulang. Ah kalau boleh tahu, kalian ini siapanya Leeteuk Hyung?" Tawar Shindong diakhiri pertanyaan karena kepo.

"Ah iya aku sampai lupa. Namaku Siwon, aku datang dari Busan. Aku saudara jauh Leeteuk Hyung, tepatnya saudara dari Ibuku" Jawab Siwon ramah.

"Waah. Tak kusangka Leeteuk punya saudara setampan ini. Apa adik-adik kecil ini adikmu, mereka imut dan manis. Anyeong aegyadeul, siapa namamu?" Tanya Shindong ramah pada kedua bocah kecil yang memasang tampang imut dan manis ini.

"Namaku Kibum, Ahjussi" Jawab Kibum.

"Dan aku Kyuhyun." Jawab Kyuhyun.

"Senang bertemu denganmu Ahjussi~" Lanjut keduanya serempak membuat Shindong tak bisa menahan tawanya melihat tingkah lucu dua makhluk mungil menggemaskan di depannya. Tak segan Shindong mencubit pipi kedua bocah itu yang saat ini tengah tersipu malu.

"Ahahaaaa...Jeongmal kyeopta!" Kagum Shindong. "Adikmu manis sekali Siwon-ssi" Lanjutnya.

"Ahh, gamsahamnida Shindong-ssi" Jawab Siwon sungkan.

"Papa. Kami boleh tidak main di pantai lagi?" Tanya Kibum yang menarik-narik celana hitam Siwon.

"Nanti lagi sayang" Jawab Siwon.

"Papa? Dia memanggilmu Papa?" Tanya Shindong curiga, tadi dia mengatakan anak-anak ini adiknya dan Siwon tidak menjelaskan.

"Shindong-ssi. Jangan salah paham. Mereka bukan seperti yang kau bayangkan, aku belum menikah. Mereka memanggilku Papa setelah mereka masuk play group." Siwon mencoba menjelaskan.

"Hahaha..Tidak usah panik begitu. Aku tak masalah. Ah jadi bagaimana? Ayo kita mampir kerumahku sekalian sarapan." Jawab Shindong.

"Terimakasih tawarannya Shindong-ssi. Kami menunggu Leeteuk Hyung pulang saja lagipula kami sudah sarapan tadi di gereja" Tolak Siwon halus membuat Shindong sedikit kecewa.

"Ayolah~ Aku koki terhebat di desa ini. kau pasti belum pernah mencicipi masakan khas daerah ini kan?" Shindong tetap berusaha membujuk Siwon. Namun Siwon tetap berusaha menolak dengan cara sehalus mungkin hingga sebuah suara menginterupsi keempatnya.

"Anyeonghaseyo~" Sapaan itu membuat semuanya menoleh. Setelah tahu siapa orang itu Siwon langsung berhambur memeluk seseorang itu.

"Ahh Hyungie, kau sudah datang. Aku menunggumu." Ucap Siwon.

"Hey! Hey! Siapa kau?" Ketus Leeteuk saat Siwon memeluknya erat dan mencoba mendorong tubuh Siwon agar menyingkir dari hadapannya. Siwon pun merasa terkejut dan melepaskan pelukannya lalu menatap orang itu tak percaya.

"Lee-Leeteuk hyung, kau tak mengenaliku?" Tanya Siwon panik.

Orang yang dipanggil Leeteuk itu mengernyitkan keningnya dan menatap Siwon dengan tatapan aneh. Disingkirkannya telapak tangan Siwon yang masih setia bertengger pada bahunya. Siwon menganga tak percaya dengan sikap Leeteuk, aneh sekali. Saudaranya apa sudah melupakannya?

"Tentu saja tidak! Hahaha~" Ucap Leeteuk tiba-tiba sambil memeluk Siwon dengan erat. Siwon pun mendesah lega dan membalas pelukan Leeteuk. Sementara Shindong yang tadinya ikut menganga kini juga mendesah lega. Lalu? Lalu? KiHyun?

Eh? Mana KiHyun?

"Kuenya enak ya, Kyu?" Ucap Kibum.

"Eum." Jawab Kyuhyun singkat karena di mulutnya barusaja dimasuki kue rasa cokelat yang mereka dapat dari tas kantong yang tadi dibawa Leeteuk. Dasar anak-anak, mereka berjongkok disamping ketiga orang dewasa itu tanpa merasa bersalah sedikitpun karena sudah mencuri kue Leeteuk.

.

.

.

Singkat cerita, Siwon,Kibum,dan Kyuhyun sudah mandi dan sudah wangi. Ketiganya duduk di ruang tengah, KiHyun asik bermain robot-robotan milik Leeteuk. Sepertinya itu mainan lama karena bagian-bagian dari robot itu sudah tidak ada, namun mereka tetap asik saja memainkannya.

"Leeteuk Hyung, aku-"

"Sudah, aku sudah tahu. Maaf tadi aku mengerjaimu sedikit." Sela Leeteuk sambil terkekeh. "Donghae sudah mengirim pesan untukku." Sambungnya.

"Kukira dia berbohong padaku." Lega Siwon.

"Sekarang kau mau bagaimana?" Tanya Leeteuk.

"Entahlah, aku merasa tidak enak dengan Sungmin. Dia pasti kecewa denganku. Aku benar-benar geram dengan mafia itu, bisa-bisanya dia memfitnahku." Jawab Siwon kesal.

"Tenanglah, aku tahu Sungmin bukan orang yang seperti itu. Oh iya, apa kau sudah melihat kabar berita hari ini?" Tanya Leeteuk sambil tangannya masuk merogoh tas kantong yang tadi ia bawa sepulang dari gereja. Siwon menggeleng lalu menerima uluran surat kabar dari Leeteuk.

"Shit !" Umpat Siwon.

"Huss! Jaga bicaramu." Peringat Leeteuk sambil melirik KiHyun yang menoleh bersamaan saat Siwon mengumpat. "Eung, anak-anak, kalian main di halaman saja, ne? Tapi jangan main di pantai, ok?" Titah Leeteuk dan KiHyun pun ber-tos ria kemudian berlarian menuju halaman rumah.

"Sekarang apalagi? Aku di fitnah masuk penjara, dasar mafia keparat!" Umpat Siwon yang meremas surat kabar tak berdosa itu mentah-mentah. Leeteuk hanya mendesah maklum, mungkin emosi Siwon masih memuncak sehingga ia membiarkan saudara jauhnya itu meluapkannya dahulu.

"Kurasa itu malah menjadi keuntungan bagimu." Ucap Leeteuk. Siwon menoleh seakan bertanya –"Maksud Lo?"-

"Semua orang mengira kau dipenjara, padahal tidak. Kau bisa menggunakan kesempatan itu untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya kemudian menjebloskan mafia itu ke penjara." Terang leeteuk memberi solusi.

Siwon terdiam, matanya menatap vas mini yang ada diatas meja, sepertinya ia menimang-nimang usul dari Leeteuk. Leeteuk menunggu jawaban Siwon, ia berharap Siwon mempunyai fikiran yang sama dengannya.

"Memang ada benarnya. Tapi, bagaimana jika nanti saat aku beraksi mereka semua mengenaliku? Aku akan disangka buronan yang kabur dari penjara, hyung." Keluh Siwon setelah menemukan kelemahan dari usul Leeteuk.

"Menyamar." Saran Leeteuk singkat.

.

.

.

"Hahahaha...Hahahaha...Hahahaha...Aku akan menjadi orang terkaya di dunia! Hahaha, Siwon sudah hancur!" Tawa menggema disebuah ruangan luas namun terlihat kosong, hanya ada 3 kursi dan itupun sudah di tempati oleh 3 orang berpakaian jas hitam-hitam.

"Hahaha, kau benar Bos. Tak akan ada yang bisa mengalahkan Bos Kangin. Hahahaha..." Sahut Eunhyuk yang ikut-ikut tertawa.

"Hahaha..." Tawa Kangin tiba-tiba perlahan meredup. Dia melihat salah satu anak buahnya hanya tersenyum tipis disaat yang lain tertawa puas. Kangin pun menegur salah satu anak buahnya tersebut.

"Donghae-ya? Ada apa? Kenapa kau tidak tertawa? Apa kau tidak senang dengan ini semua?" Tanya Kangin.

"Eung, aniyo. Aku senang Bos." Jawab Donghae ragu. Kangin pun heran dengan sikap aneh yang tiba-tiba terjadi pada Donghae, anak buah kesayangannya selain Eunhyuk.

"Aaaahhh~ Aku tahu, Bos. Dia menunggu janji Bos." Tebak Eunhyuk membuat Donghae menatapnya penuh terimakasih karena sudah mengingatkan Bosnya.

"Janji? Janji apa?" Tanya Kangin yang memang lupa.

"Bos kan sudah berjanji akan memberi izin pada Donghae untuk kembali ke Mokpo setelah sukses menghancurkan Siwon. Kasihan Bos dia sudah 2 tahun tidak pulang kampung." Jawab Eunhyuk.

PLAK !

Kangin menggeplak jidatnya sendiri karena baru ingat janjinya, diapun merasa bersalah dengan Donghae.

"Astaga! Maafkan aku Donghae-ya. Baiklah-baiklah kau boleh pulang ke Mokpo dan kembalilah kemari sesukamu." Ucap Kangin. Sontak EunHae menganga tak percaya.

"Se-sesuka ku?" Tanya Donghae.

"Iya." Jawab Kangin bangga.

"Bos? Tidak salah? Bukankah di perjanjian waktu itu hanya 3 hari?" Tanya Eunhyuk memastikan.

"Tak ada yang salah. Semua rencanaku berhasil karena berkat Donghae, jadi ini bisa dikatakan hadiah plus upah karena kerjamu yang memang baik. Bersenang-senanglah di Mokpo hahahaha." Jawab Kangin menjelaskan. Donghae pun tersenyum senang dan memeluk Kangin. Sementara Eunhyuk merasa terharu dengan adegan live yang sedang tayang dihadapannya. Dia tidak merasa iri atau apa karena dia juga mendapat hak yang sama dengan Donghae, namun Eunhyuk memilih liburan ke paris saja agar bisa cuci mata. Yadongnya kaga ilang2.

.

.

.

"Maukah kau menikah denganku?" Ucap Kibum yang berjongkok di hadapan Kyuhyun sambil mengulurkan mahkota dari rumput-rumput dan tanaman-tanaman liar, sepertinya Kibum sendiri yang membuatnya. (inspirasi dari film heart)

"Menikah?" Tanya Kyuhyun polos.

"Eum. Menikah, mau kan?" Tanya Kibum sambil menggoyang-goyangkan hand made nya, isyarat agar Kyuhyun menerimanya.

Dan benar saja, Kyuhyun menerima hand made itu walau masih ragu. Kibum pun berdiri dan tersenyum lebar. Kemudian merebut kembali hand made nya membuat Kyuhyun bingung.

"Nah sekarang kita suami istri, aku suaminya dan Kyunnie istrinya. Arachi?" Ucap Kibum sambil memakaikan mahkota rumput itu diatas kepala Kyuhyun.

Chuuupp~

"Hehe." Kibum nyengir setelah berhasil mengecup bibir merah dan mungil milik Kyuhyun.

"Bummie ngapain?" Tanya Kyuhyun polos sambil memegangi bibirnya.

"Mencium Kyunnie, kita kan sudah menikah. Jadi Bummie boleh mencium Kyunnie disitu." Jawab Kibum. Setelahnya Kibum menggandeng tangan Kyuhyun dan masuk ke dalam rumah.

Siwon dan Leeteuk masih duduk di sofa, tampaknya mereka sedang serius sampai-sampai tidak memperhatikan duo kecil itu masuk ke dalam kamar yang akan menjadi tempat tidur mereka dan Siwon nanti malam. Kibum menutup pintu kamar kemudian berdiri menghadap Kyuhyun.

"Kenapa masuk kamar Bummie?" Tanya Kyuhyun sambil menggaruk kepalanya, sepertinya rumput itu membuatnya sedikit gatal.

"Biasanya orang yang sudah menikah, setelahnya masuk kamar." Jawab Kibum namun dia juga bingung. Terbukti ia menggaruk tengkuknya dan tatapannya kemana-mana.

"Lalu, setelah masuk kamar. Apa yang mereka lakukan?" Tanya Kyuhyun polos. Kibum menatap Kyuhyun dan nyengir.

"Hehe, molla."

TBC