DISCLAIMER :
Apapun itu bukan milik saya
Story © Wali941
WARNING :
Typo(s), tidak terlalu menyangkut EYD atau KTT, AU, maybe, picisan, abal, alur tidak beratur, sudut pandang tidak jelas, gaje, beberapa figuran tanpa nama, dan lain-lain
Maaf jika ada kesamaan judul, cerita, nama, dan seterusnya, itu hanya kebetulan belaka
Don't Like, Don't Read
Happy Reading ^~^
SUMMARY :
Perjalanan kisah cintaku dengannya. Yang diawali dari sebuah Buku- menjadi saksi bisu antara cinta kita.
.
.
[[「Book」]]
.
.
.
Gakupo berjalan sedikit terburu-buru, sesekali ujung sepatunya menendang beberapa kerikil kecil yang tersebar dilorong koridor. Tangan kirinya tengah sibuk bermain dengan dasi hitam, rambut violet yang panjang bergerak-gerak sesuai gerakan sang pemilik.
Terlihat ruangan yang dituju telah berada didepannya. Syukurlah, pintunya masih tebuka, berarti guru yang akan mengajar belum memasuki kelas. Kemudian Gakupo melihat seseorang yang berada didepan pintu kelas 3-3.
"Are? Kamui-san?," Miku, gadis yang ia temui diperpustakaan kemarin. Miku sedang berdiri didepan pintu kelasnya, bisa dilihat gadis itu belum mengenakan dasi hitamnya sama sekali.
"Terlambat datang kesekolah, Hatsune-san?," Gakupo tersenyum, sementara gadis itu menatap Gakupo dan membalas senyumannya.
"Kau sendiri juga terlambat, kan?," Miku terkekeh, menjawab pertanyaan pemuda itu dengan pertanyaannya. Gakupo yang entah sejak kapan, kembali merasakan sesuatu yang aneh, seperti waktu kemarin. Hangat. Dan sekarang debaran jatungnya mulai berdetak kencang.
"Apa yang kalian berdua lakukan disini?!," Gakupo dan Miku menoleh ke asal suara. Terlihat seorang guru BK yang sering berpatroli saat jam pelajaran dimulai.
Waktu yang tidak pas. Gakupo melihat kearah Miku, wajahnya mulai terlihat was-was dan khawatir.
"A-ano, k-kami ingin menyelesaikan...Tugas...Ya! T-tugas sejarah yang diberikan guru kami," ucap Gakupo, berusaha mati-matian membuat sebuah alasan kecil. Gadis itu menatap bingung kearah Gakupo, sementara guru BK itu menaikkan sebelah alisnya.
"Dengan membawa tas? Dan juga guru yang mengajar dikelas kalian belum memasuki ruangan. Kalian bisa dikira bolos," ujar guru BK itu seraya melipatkan kedua tangannya didepan dada.
Ya, pemuda bersurai violet itu tau, alasan seperti itu juga tidak akan seenaknya diterima oleh guru dengan title BK dihadapannya ini.
.
.
Miku memainkan ujung rok hitamnya, sambil bibir kecilnya bergumam-gumam tidak jelas. Sementara Gakupo menyandarkan tubuhnya pada tembok, sesekali ia melirik Miku dari ujung matanya.
Oh, ini bisa dibilang kebiasaan baru. Saat Gakupo dan Miku mengikuti guru BK menuju ruangannya, mata violetnya tak lepas untuk sesekali melirik gadis disampingnya itu.
Entah mengapa ia sedikit kacau dengan dirinya jika itu tentang perasaan aneh yang ia rasakan dan Miku. Ini sedikit membuatnya muak.
Kalau bisa Gakupo akan memasukkan perasaan aneh itu dalam daftar hitam nya. Hal yang malas untuk dihadapi setelah Yuuma.
"Maafkan aku," gadis itu menoleh, menatap Gakupo bingung.
"Karena aku, kau jadi ikut dihukum oleh guru BK," lanjut Gakupo, kemudian ia menatap Miku. Ya, Gakupo dan Miku sedang dihukum oleh guru BK yang mempergok mereka sebelumnya karena datang terlambat.
Berdiri didepan ruangan BK hingga pelajaran pertama usai, itu sudah biasa bagi Gakupo.
"Tak apa-apa, seharusnya aku berterimakasih," ucap Miku, sementara pemuda yang berada disampingnya dibuat bingung.
"Berkatmu aku tidak mengikuti pelajaran metematika pada jam pertama hari ini. Itu membuatku sakit kepala," jelas Miku. Gakupo sedikit bernafas lega, kemudian menatap Miku dengan menyunggingkan seutas senyum dibibirnya.
"Kau tau, guru yang mengajariku matematika dikelas cerewet luar biasa. Kau bisa membayangkan...," Miku mulai berceloteh.
Sementara Gakupo dengan senang hati mendengarkan kata-kata yang keluar dari bibir mungil gadis itu. Ekspresi yang kadang berubah sesuai dengan yang ia ceritakan. Kemungkinan besar semua ini akan menghantui pikiran Gakupo seperti lalat.
"...Tak lupa saat ia salah menjelaskan materi, itu membuatku ingin tertawa," jelas Miku. Gakupo terkekeh pelan.
"Aku jarang mendengar seorang guru yang salah dalam menjelaskan materi," kata Gakupo.
"Setiap orang kadang berbuat salah, Kamui-san," Miku menunjukkan telunjuk kanannya pada Gakupo. Membuat pemuda itu tanpa sadar tersenyum lembut dan salah satu tangannya ia arahkan untuk mengusap lembut pucuk kepala Miku.
"Aku mengerti, Miku-sensei," ucapan Gakupo membuat gadis yang sedang ia usap kepalanya itu mengerutkan bibir.
"Mou...Jangan embel-embel 'sensei', aku bukan guru," omel Miku, seraya menyingkirkan tangan Gakupo dari kepalanya.
Sudah beberapa menit, kedua insan tersebut melalui waktu dengan canda gurau mereka. Sesekali terlihat pemuda itu mengusap ujung matanya karena efek lelucon dari Miku. Dan terkadang gadis itulah yang memegangi perutnya saat mendengar candaan dari Gakupo.
Serasa waktu hanya milik mereka berdua, ya...
Gakupo merasa dada sebelah kirinya selalu hangat, ia merasakan perasaan senang saat berada disamping gadis bersurai toska ini. Sungguh membuat pemuda ini tak ingin jauh-jauh dari gadis itu.
"Apa yang kau lakukan disini, Miku-chan?," sebuah suara menghentikan sementara kegiatan mereka beruda. Gakupo dan Miku menoleh ke asal suara.
Terlihat seorang pemuda berambut abu-abu dengan kuciran kecil dirambut belakanya. Mata merahnya menatap lembut kearah Miku, entah kenapa tatapan itu membuat Gakupo tidak menyukai pemuda yang tiba-tiba saja datang bagai hantu tak diundang.
"Oh, Honne-kun, aku sedang dihukum oleh guru BK karena datang terlambat," Miku mengembungkan pipinya, membuat Gakupo yang melihat gadis itu makin gemas.
Pemuda yang dipanggil Honne oleh Miku itu mengangguk, pandangannya ia arahkan pada pemuda disamping Miku, seketika tatapannya berubah menjadi tajam.
"Sedangkan kau?," tanya pemuda itu. Gakupo yang mengetahui kalau pemuda berambut abu-abu itu menatapnya dengan tidak suka, kembali menatap dengan sinis.
"Dengan alasan yang sama," ucap Gakupo dingin. Kemungkinan besar terlihat percikan-percikan listrik dari tatapan kedua pemuda itu, tapi itu semua hanya imajinasi belaka. Tapi, bisa saja memang ada.
Pemuda bersurai abu-abu itu menghela nafas, kemudian ia menatap Miku seraya memegang pundak gadis itu.
"Mangkanya, bangun itu lebih pagi dan bisakah kamu memangilku dengan nama kecil seperti biasa? Memanggilku seperti itu membuatku canggung," jelas pemuda itu.
"Baiklah Dell-kun," ucap Miku sambil tersenyum manis, membuat pemuda bernama lengkap Honne Dell itu tersenyum lembut dan mengacak-acak pelan rambut Miku.
Ada sesuatu yang muncul didada kiri Gakupo. Sesuatu seperti...Marah? Kesal? Entahlah, mungkin hanya perasaannya saja. Tapi, Gakupo tidak bisa terus-terusan merasakan perasaan ini.
Pemuda bersurai violet ini sekarang tidak menyukai Honne Dell, setelah apa yang diakukannya pada Miku. Sungguh, ia tidak terima pemuda itu mengacak-acak rambut Miku, hanya dirinya yang boleh melakukan hal itu.
...Jadi intinya cemburu, 'kan?
Tanpa basa-basi lagi, Gakupo dengan cepat meraih tangan Miku dan membawanya menjauh dari Dell. Kemana saja, asal tidak bersama pemuda bernama Dell itu.
"K-kamui-san! K-kita mau kemana?!," pekik Miku terkejut, ia hanya mengikuti pemuda itu yang tiba-tiba saja menariknya. Gakupo tidak menjawab, ia terus melangkahkan kakinya menjauh dari tempat itu.
Sementara Dell bingung dengan sikap Gakupo yang tiba-tiba, kemudian menganggkat bahunya. Terserahlah, ia tidak ingin ambil pusing. Kemudian Dell melangkahkan kakinya untuk memasuki ruang BK.
.
.
Gakupo terus mengumpat kesal didalam hatinya. Ia masih tidak terima atas perlakuan Dell terhadap Miku didepan ruang BK sebelumnya
Sesaat pemuda itu berpikir, kenapa sekarang ia menjadi seperti ini. Senang berada disamping gadis itu, cemburu saat orang lain menyentuhnya, dan selalu memperhatikannya.
Sungguh, Gakupo tidak tahu menahu permulaan dirinya menjadi seperti ini. Dan Miku, ia bukan siapa-siapanya. Tapi, mungkin Gakupo berharap lebih.
"...Hosh...Kamui-san...bisa berhenti sebentar?...Hosh...A-aku lelah...," Miku sedikit terengah-engah. Nafasnya jadi tidak teratur semenjak Gakupo menyeretnya hingga entah kemana.
Gakupo yang mendengar rintihan Miku, mulai menghentikan langkanya. Bisa dilihat nafas Gakupo juga tidak teratur.
"Untuk apa kau membawaku ke...Perpustakaan? Ingat, kita sedang dihukum," Miku membungkuk, berusaha menahan tubuhnya dengan menyangga pada lutut. Gakupo menggaruk tengkuknya.
"A-ano...Aku hanya ingin membantumu menyelesaikan tugasmu kemarin. Mumpung otakku masih bekerja, haha...," alasan kecil. Tapi untuk otaknya, bisa dikatakan benar. Mungkin kedepannya fungsi otak seorang Gakupo tiba-tiba rusak hanya karena terlalu banyak memikirkan gadis bermarga 'Hatsune' itu.
Sementara pemuda bersurai violet itu berpikir, ia juga tidak tau kenapa tiba-tiba ia membawa Miku ke tempat ruangan yang penuh dengan buku ini.
Haruskah ia berkata jujur bahwa Gakupo merasa cemburu saat Dell dekat dengan Miku? Itu tidak cocok dikatakan sebagai alasan.
"T-tapi b-bagaimana hu-"
"Itu nanti saja, biar aku yang mengurus," potong Gakupo. Entah kenapa bibirnya bisa mengeluarkan kata-kata segampang itu.
Miku menatap pemuda disampingnya tidak percaya.
"Woa...Benarkah? Terimakasih banyak Ga-kun!," seru Miku riang.
Deg
Gakupo merasa jantungnya berpacu dengan cepat, rasa hangat kembali mendesir didada dan sedikit hawa panas ia rasakan diwajahnya. Gadis yang berada disampingnya ini lama-lama bisa membuat Gakupo gila.
Apa maksud panggilannya itu? Miku biasa memanggilnya dengan marga 'Kamui', pake -san lagi. Dan sekarang? Gakupo senang.
"Hei, kau bisa memanggil nama kecilku," ucap Miku, seraya menyentuh pipi kiri Gakupo dengan jari telunjuknya nan lentik. Pemuda yang masih dalam keadan kacau didalam kepalanya itu, tanpa sadar bibirnya menyebutkan sesuatu.
"...Mii...-chan?,"
.
.
.
To be continue...
.
.
.
A/N : Nyiahaha :v ...Ok, apa ini? *plakk* Sebelumnya terpikir, kenapa chara male Vocaloid itu sedikit dan tiba-tiba teringat Honne Dell (Chara. Fanloid) saat melihat layar wallpaper. Sumpah! Saya lupa sama karakter yang satu ini.
Yak, tinggal mengurus untuk chap 3 nya. Dan maaf jika ceritanya malah berubah aneh atau monoton -_- Mendengarkan musik bisa memperngaruhi otak saya -"
Arigatou Gozaimasu! ^~^
Wali941 (10 Juli 2015)
Balas Review!
Vannila latte Avocado : Arigatou! Saya juga suka pair meraka berdua *senyum gaje* sebenarnya iseng-iseng dan sedih juga jarang yang ada pair meraka dalam bahasa indoneisa :'v tapi syukurlah kalo suka ^-^ Inih sudah lanjut~
Hikaru Katsumi : Arigatou! Inih sudah lanjut ^-^
Haze26 : Arigatou!Keren? Mungkin hanya perasaanmu saja *dibakar* pengen melestarikan pair mereka berdua *bawa spanduk*
ya...Sekian balas Reviewnya. Arigatou Gozaimasu ^~^
