Atarashii Sensei no Akashi-san

Disclaimer: Tadatoshi Fujimaki

Genre: drama, slice of life, school life, and friendship. (banyak banget)

Warning! Mungkin ada typho, miss-typho,

EYD berantakan (padahal udah di chek plus edit .TwT.) OOC, AU.

DLDR and RnR pliss!

©Hell13


Chapter 6: Kise Ryouta


Suasana tenang menyelimuti kelas, saat Akashi memberikan soal untuk pelajaran Matematika. Beberapa anak terlihat serius mengerjakan, ada yang berpikir keras sambil mengerutkan dahinya yang memang sudah berkerut bawaan dari lahir. Ada juga yang berwajah datar seakan soal tersebut tidak ada apa-apanya atau karena sudah menyerah mengerjakannya makanya pasrah, entahlah. Ada yang memutar-mutar pensil bercorak kodoknya sambil terus membenarkan letak kacamata yang sebenarnya tak perlu dibenarkan, mungkin dia nervous. Ada juga yang asyik mengemut permen, padahal Akashi sudah melarangnya. Namun semua ketenangan itu hanya sementara, karena seorang bocah pirang tengah mencoba bertanya pada temannya yang berambut hijau.

"Psst!.. Midorimacchi!" bisik si Pirang, yang dipanggil terlihat kesal karena mengganggu konsentrasinya.

"Apa sih Kise!" omelnya.

"6 tambah 5 hasilnya berapa?"

"65!" jawab si Surai emerald, Midorima, asal. Sambil berpikir betapa bodohnya temannya itu.

"Ooh, terimakasih Midorimacchi." Ucap si Pirang Kise, sambil tersenyum dan kemudian menulis jawaban dari Midorima di kertasnya. Midorima dan teman-temannya yang mendengar percakapan tadi menahan tawa dan berpikir, Kise itu terlalu polos atau bodohnya sudah expert?

Akashi mengambil jawaban murid-muridnya setelah bel pulang terdengar dan meminta mereka untuk menunggu jemputan karena di luar sedang hujan deras. Beberapa menit kemudian seseorang datang untuk menjemput Midorima.

"Shin-chan~!" terdengar suara cempreng dari arah pintu, di sana sudah ada seorang remaja SMP berambut hitam yang terbelah dua sedang berlari ke arah Midorima.

"Takao! Kenapa kau yang menjemputku! Dan berhenti memanggil ku dengan sebutan itu, aku ini laki-laki tau!" protes Midorima, sambil mencoba melepaskan pelukan Takao.

"Memangnya mau siapa lagi, ibumu sedang mengasuh adikmu kau tau itu dan untuk panggilanmu, kau itu imut Shin-chan, makanya aku panggil begitu" Ucap pemuda bernama Takao itu, ceria.

"Maaf, Anda siapa?" tanya Akashi menginterupsi dua orang didepannya, karena Akashi juga belum pernah melihat Takao sebelumnya.

"Eh? Ah! Kau guru baru itu ya?" Takao malah bertanya balik.

"Ya, aku Akashi Seijuro." Ucap Akashi. Takao pun mengambil tangan Akashi dan menyalaminya.

"Aku Takao Kazunari, tetangga Shin-chan. Ibu Shin-chan sedang menjaga adiknya, jadi dia menyuruhku menjemput Shin-chan." Jelas Takao, Akashi pun mengangguk paham.

"Tapi, dimana ayahnya?" tanya Akashi, seingatnya di gambar Midorima kemarin, Midorima menggambar ayahnya.

"Oh itu-"

"Takao! Sebaiknya kau cepat, atau aku pulang duluan!" teriak Midorima, memutuskan omongan Takao. Takao pun berpamitan pada Akashi sambil meminta maaf, kemudian dia menyusul Midorima yang sudah duluan berjalan ke pintu kelas. Akashi hanya diam melihat mereka pergi.

Beberapa saat kemudian ayah Kuroko datang menjemput, juga kakak dari Murasakibara yang mirip dengannya sepertinya kakaknya masih SMP. Di susul Momoi dan Aomine yang di jemput ibu Aomine, karena Momoi tetanggaan jadi mereka pulang bersama. Tinggal Kise yang masih belum juga dijemput.


"Ryouta, apa tidak ada yang menjemputmu?" tanya Akashi setelah 15 menit berlalu sejak Momoi dan Aomine pergi.

"Umm.. Nee-cchi sedang bekerja, jadi mungkin dia terlambat." Ucap Anak bersurai pirang itu.

"Bagaimana dengan orangtua mu?"

"Eh? Umm.. I,itu…" Anak itu seakan enggan berbicara, jadi Akashi memutuskan untuk tidak memaksanya.

"Baiklah, ayo ikut aku." Ajak Akashi, Kise menatapnya bingung.

"Kau pasti lapar. Sambil menunggu wali mu menjemput, sebaiknya kita makan." Jelas Akashi, Kise pun menurut mengikuti Akashi ke ruangannya.

Akashi memasak sebisanya, dia sebenarnya tak pernah memasak. Tapi jika hanya memasak udon dia masih bisa, jadi mereka pun makan udon malam itu.

"Hooaa.. masakan Tuan kelihatannya enak! Akashi-san hebat!" seru anak itu dengan mata berbinar menatap makanan di depannya, Akashi hanya tersenyum.

Mereka pun menghabiskan makanan mereka bersama. Kise makan dengan lahap, sampai-sampai beberapa nasi tercecer dimulutnya, sehingga Akashi harus membersihkannya. Anak itu sedikit malu, saat Akashi membersihkan mulutnya, tapi Akashi hanya menatap lembut padanya.


Jam sudah menunjukan pukul 08.00, hujan juga sudah lama berhenti. Namun wali Kise masih belum juga datang. Kise juga sudah lama tertidur di kasurnya, sepertinya anak itu kelelahan. Akashi pun memutuskan untuk memeriksa jadwal besok sambil menunggu wali Kise datang. Hingga akhirnya tepat jam 09.00 malam kakak Kise datang.

"Maafkan aku karena baru menjemputnya." Ucap kakak Kise memohon maaf atas keterlambatannya, dia berkali-kali membungkukan badannya. Akashi tentu saja menghentikan itu dengan mengatakan tidak apa-apa, karena Kise sama sekali tak merepotkan. Gadis itu pun akhirnya berhenti meminta maaf. Kakak perempuan Kise atau gadis itu sangat mirip dengan Kise, hanya berambut panjang.

Akashi yang sadar hari sudah malam, tidak tega membiarkan gadis itu pulang sendiri, apalagi sambil menggendong Kise. Jadi dia memutuskan untuk ikut mengantar Kise dan kakaknya pulang.

"Bagaimana kalau aku mengantar kalian. Aku juga ingin membeli sesuatu di toko." Ucap Akashi beralasan.

Dia tidak suka mengaggap wanita lemah karena tidak tega walau memang dia tidak tega, setidaknya ia tak mengatakannya langsung. Toh itu juga kewajibannya sebagai laki-laki.

"Umm.. baiklah." Kakak Kise pun setuju.

Akashi menggendong Kise, sementara kakaknya berjalan disampingnya. Lama mereka hanya berjalan dengan diam. Tidak ada satu suara pun yang keluar dari mulut mereka, hanya ada suara alunan jangkrik malam menemani perjalanan mereka. Akashi menikmati angin malam musim panas juga pemandangan purnama yang jernih.

"Umm.. Ano, Tuan. Sepertinya aku belum memperkenalkan diri. Aku Yuri Kise, kakak ke dua dari Kise." Ucap Yuri, memperkenalkan diri dengan membungkuk hormat.

"Ah! Maafkan aku juga, aku sungguh tidak sopan. Namaku Akashi Seijuro, wali kelas baru Ryouta." Ucap Akashi membungkukan badannya sedikit, karena dia sedang menggendong Kise.

"Aku sudah tahu kok, Ryouta yang menceritakannya." Ucap gadis itu tersenyum, Akashi pun ikut tersenyum.

Rumah Kise cukup jauh, rumah itu juga tidak besar. Hanya rumah kumuh sederhana, Akashi hanya diam memperhatikan rumah itu. Mereka disambut Kakak Kise yang lain, dia juga kakak perempuan Kise. Namanya Reiko Kise. Akashi tidak melihat tanda-tanda orang tua Kise, dia merasa aneh akan hal itu. Namun dia diam saja. Saat kakak Kise mengajak Akashi untuk mampir, Akashi menolak. Dia tidak enak berkunjung selarut itu, apalagi yang tinggal di rumah itu hanya ada perempuan dan anak laki-laki. Jadi Akashi memutuskan untuk langsung pamit dengan alasan ingin mampir ke toko dahulu sebelum toko itu tutup.


Akashi sudah sampai sekolah kembali, dia sedang berjalan dilorong kelas. Lorong kelas itu telihat gelap, hanya sinar rembulan yang masuk sebagai alat penerangan. Akashi jadi ingat kata-kata Riko sebelum ia pergi, katanya di sekolah ini ada penunggunya. Hantu itu selalu memakai jubah hitam dengan hoddie yang menutup sebagian wajahnya. Hantu itu juga, selalu membawa kampak sebagai senjata untuk mengahabisi korban yang ia temui. Akashi biasa saja mendengar cerita itu, dia tidak takut dan tidak percaya dengan hal seperti itu. Jadi dia tetap berjalan dengan tenang, namun tiba-tiba ia menghentikan langkahnya. Saat ia menengok ke arah jendela di sana ada bayangan seseorang dengan jubah hitam dan hodie yang menutupi sebagian wajahnya, Akashi juga sempat melihat bayangan kampak yang dipegang orang itu. Mata Akashi pun membulat sempurna. Mungkinkah ini hantu yang dimaksud Riko-san?


TBC


A/N: Mwahahaha... i'm back! kemaren dua hari aye kuliah jadi ga update, sorry dorry morry... (grinn)

eh, iya special untuk use my imagination-san! selamat karena anda berhasil menjawab bahwa ini adalah cerita semacam, Gakusen, GTO, dan manga-manga yang bertemakan guru yang memecahkan masalah muridnya! hahaha...

hadiahnya dikau boleh req, siapa chara yang bakal masuk di chapter besok, tapi jangan himuro ama kagami ya...

untuk yang lain, coba tebak apakah yang dilihat Akashi itu hantu atau penjahat atau yang lainnya? dan kira-kira siapa dan apa? mwahahaha...

alah dari pada aye banyak bacot, yang emang udah ngebacot, mending aye ngucapin TERIMA KASIH BANYAK! atas review, follow, fav, dan yang baca penpik abal, aneh dan gaje ini... lalalala.. RnR pliss!