"Khekhekhe... Aku tidak percaya aku bisa tertipu. " Suara yang berbeda dari sebelumnya terdengar dari asap yang mulai menghilang. "Kalian membuatku jadi seperti ini. " Asap menghilang dan menampilkan sosok perempuan tadi dengan beberapa bagian pakaian gosong.
Satu tangannya menutup wajahnya, namun tiga genin Konoha itu dapat melihat kulit yang sebagian terkoyak. Namun bukan daging berwarna merah muda yang terlihat melainkan kulit pucat. Kepalanya terangkat dan tangannya bergerak turun, sebuah gerakan yang membuat ketiga genin itu dapat melihat mata menyeramkan khas seekor ular. "Kalian harus menerima balasan nya. "
Deg!
Golden Shinobi
By Juubi
Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto
Rate M
Warning : Gaje, OOC, tipo dll
Enjoy it
...
.
Naruto berdiri kaku dengan kedua mata melebar, dirinya merasakan nafasnya memberat. Dia tau apa yang di lakukan lawannya sekarang, lawannya saat ini sedang mengerahkan nafsu membunuh (Ki) nya pada mereka. Sebenarnya Naruto dapat mengatasi ini, namun karena Ki yang di keluarkan secara tiba-tiba seperti ini membuat sedikit terkejut.
Menormalkan keadaan nya, Naruto sedikit menaikan intensitas chakra nya. Melihat situasi sekarang Naruto menahan diri untuk tidak mengeluh, kedua temannya nampak masih mengalami shock. Mau bagaimana lagi, merasakan Ki sebesar ini sama saja menatap langsung pada kematian.
Sasuke nampak bergetar hebat, namun tetap dapat mempertahankan posisinya. Sedangkan Sakura. Sulit mengatakan nya, gadis itu sangat memprihatinkan. Terduduk dengan ekspresi penuh ketakutan, air mata mengalir deras dari matanya. Dan mungkin sebentar lagi gadis itu akan...
Bruk!
Sakura jatuh tidak sadarkan diri, tidak sanggup lagi merasakan Ki yang terus-terusan di terimanya.
"Khu khu khu... Ada apa? " Suara yang aneh sekaligus menyeramkan terdengar, Orochimaru bicara dengan kekehan anehnya. Melihat wajah shock dari lawannya membuat kesenangan sendiri buatnya, tapi dia tidak ingin berlama-lama disini. Dengan gerakan perlahan, Orochimaru membuat handseal. "Ayo kita lihat, sampai mana kalian bertahan. "
Naruto bergerak cepat, membawa tubuh Sakura dan melompat jauh dari pohon yang kini telah hancur karena sebuah tekanan angin hasil jutsu Orochimaru. Dia tidak perlu mengkhawatirkan nasib teman laki-laki nya, dia sempat melihat Sasuke sudah lebih dulu melompat menjauh.
Sasuke mendarat di cabang pohon yang lain, nafas sedikit memberat karena kejadian barusan. Dia masih tidak percaya dengan lawan yang dia hadapi sekarang, orang itu sungguh sangat mengerikan sekaligus berbahaya. Bahkan dia harus melukai tangannya sendiri untuk bisa terbebas dari kekangan orang itu sekaligus menghindari serangan tadi.
Masih berusaha untuk menormalkan tubuhnya, Sasuke dikejutkan dengan munculnya sang lawan didepan nya. Tak bisa berbuat apa-apa, Sasuke harus rela terlempar kebelakang akibat pukulan yang diberikan Orochimaru. Tubuhnya melayang sebelum berhenti karna menabrak pohon hingga retak.
Naruto yang berada di bawah hanya bisa melihat kejadian itu tanpa berbuat apa-apa. Matanya menyipit menatap wanita atau pria yang menyerang teamnya itu. "Chakra yang kuat bahkan lebih kuat dari seorang jounin, penampilan dan prilaku serta hewan kuciyose ular. Tidak salah lagi, dia... Orochimaru.'
Satu Bunshin tercipta disamping Naruto, tanpa sebuah perintah bunshin itu pergi membawa Sakura menjauh. Sedangkan Naruto sendiri melesat ke tempat Sasuke bersamaan dengan Orochimaru yang hendak kembali menyerang Uchiha terakhir itu.
"Kau sangat mengecewakan Sasuke-kun. " Orochimaru menyeringai melihat Sasuke yang menatapnya tajam dengan dengan mata merah khas sharingan. "Kau sungguh sangat lemah. Aku jadi bosan melawan mu. "
Orochimaru kembali melesat kearah Sasuke, berniat kembali menyerang nya. Namun belum sampai dia ketempat Sasuke, dia harus berhenti dan menyilangkan kedua tangannya didepan wajah menahan sebuah tendangan dari samping. Tubuhnya terseret beberapa meter kebelakang membuktikan seberapa kuat tendangan tersebut.
Menurunkan kedua tangannya, Orochimaru menatap sang pelaku penyerangan. Seketika itu juga seringai nya kembali muncul, menatap pemuda berambut pirang yang berdiri didepan Uchiha terakhir. "Berbeda dengan Sasuke, kau sangat menarik... Jinchuriki. "
Naruto tidak ambil pusing dengan perkataan Orochimaru, dia tidak kaget lagi kalau orang seperti Orochimaru tau status nya. Melirik kebelakang, menatap Sasuke yang sudah berdiri tegak dibelakang nya. "Dia bukan lawan kita, sebaiknya kita mundur. "
"Diam. " Sasuke membalas dengan dingin, pandangan yang tajam fokus terhadap Orochimaru. Melangkah maju tidak peduli dengan Naruto yang mencoba menghalangi nya, Sasuke membuat handseal dengan cepat. "Akan ku tunjukan padanya. Kekuatan seorang Uchiha! "
"Katon: Gokakyu no jutsu! "
Bola api cukup besar melesat cepat kearah Orochimaru, membakar setiap benda yang dia lewati. Namun, meski jarak yang begitu dekat serta kecepatan yang dimiliki bola api tersebut, Orochimaru masih mampu menghindar dengan meloncat ke atas.
"Apa itu serangan mu, lemah dan juga lambat. " Orochimaru mencoba memancing emosi Sasuke, namun sepertinya itu kurang di respon oleh Sasuke. Orochimaru kembali menyeringai, dan kembali membuat sebuah provokasi. "Bahkan jutsu mu itu tidak sebanding dengan jutsu milik Itachi. "
"BRENGSEK! " Kehilangan kontrol, Sasuke menyerbu Orochimaru tanpa pikir panjang.
"Sasuke! " Naruto mendesah kesal saat Sasuke tidak mempedulikan ucapan nya. Sasuke memang sangat sensitif dengan topik tentang kakak nya, pemuda Uchiha itu akan langsung kehilangan kontrol emosi nya bila mendengar hal itu.
Mau tidak mau, Naruto harus ikut membantu. Lima bunshin tercipta dan dengan cepat menyebar.
Sasuke menyerang Orochimaru dengan membabi buta, dengan niat membunuh Sasuke melancarkan serangan nya. Namun Orochimaru dapat mengatasinya, bahkan dia dengan mudah memberikan serangan pada Sasuke.
Sasuke benar-benar marah, dirinya merasa dihina oleh makhluk didepan nya ini. Orang itu telah meremehkan dirinya, bahkan membandingkan dirinya dengan Naruto. Dengan sekuat tenaga dia menyerang, namun dengan mudahnya Orochimaru mementalkan serangan nya. Sharingan miliknya seperti tidak berarti didepan orang itu.
"Lambat, sangat lambat. " Sambil membalas serangan dari Sasuke, Orochimaru menyeringai. "Ku ingat, di umur yang sama seperti mu kakak mu sudah menjadi anbu. "
"DIAM! " Sasuke melayangkan pukulan nya mencoba menghantam wajah menyebalkan Orochimaru, namun kecepatan yang dimiliki pria ular itu mampu membuatnya menghindar. Sedetik kemudian sebuah pukulan bersarang di perut Sasuke membuatnya terdorong kebelakang.
Belum selesai sampai disitu, Orochimaru kembali melayangkan pukulan ke perut Sasuke hingga membuat pemuda Uchiha itu membungkuk dengan mulut terbuka mengeluarkan darah. Sebuah pukulan menghantam dagu Sasuke, tubuhnya melayang keatas tak kuat menahan kekuatan pukulan tersebut.
Orochimaru hendak melakukan serangan terakhir, namun niatnya dia batalkan karena sebuah kunai siap menghunusnya dari samping. Memundurkan kepala nya, Orochimaru kemudian menangkap tangan pemegang kunai. Pegangan nya dia eratkan dan dengan tenaga nya, Orochimaru melempar sang pelaku penyerangan kebelakang.
Pelaku yang tak lain adalah bunshin Naruto melayang cepat tepat kearah bunshin Naruto yang hendak menyerang dari belakang. Tabrakan tak terelakan dan kedua bunshin itu harus rela menghilang.
Tidak berhenti sampai disitu, Orochimaru segera menghadap kesamping dan melakukan tendangan memutar yang tepat mengenai perut bunshin lainnya. Bunshin itu langsung berubah menjadi kumpulan asap. Tak sampai sedetik, Orochimaru dipaksa untuk meninggalkan tempatnya untuk menghindari sebuah kunai dan shuriken.
Mendarat di cabang pohon yang lain tanpa menurunkan sikap waspada nya. Secara mengejutkan Naruto sudah berada disampingnya, bersiap melayangkan pukulan nya. Namun seberapa cepat Naruto saat ini, dirinya masih kalah cepat dengan seorang Orochimaru.
Sebuah tendangan telah lebih dulu mendarat di perut Naruto, sebelum Naruto sempat memberikan pukulan nya. Tubuhnya melayang sebelum akhirnya berhenti ketika menabrak sebuah pohon.
"Khukhukhu Naruto-kun, kau sungguh cepat. " Orochimaru tersenyum melihat Naruto yang sudah bangkit kembali. "Kau genin yang sangat menarik. "
"Kau tau, kau terlalu banyak bicara. " Naruto membalas dengan dingin. Kunai telah berada ditangannya, dan dengan itu dia melesat kembali menyerang.
Seringai Orochimaru semakin melebar. "Lidah mu tajam juga bocah. "
Naruto menggunakan seluruh tenaganya untuk mengimbangi kecepatan dan kekuatan Orochimaru, namun usaha nya itu hanya membantunya sedikit. Seorang sannin memang bukan lawannya, dia bagai binatang kecil yang sedang berhadapan dengan predator besar.
Sasuke yang sudah bangkit melihat pertarungan Naruto dengan Orochimaru. Naruto meskipun tak sebanding, mampu mengimbangi kekuatan Orochimaru. Berbeda dengan dirinya, memberikan satu serangan pun dia tak mampu. Dia merasa dirinya sangat lemah, merasa dirinya berada di bawah Naruto.
Hal itu tentu saja membuatnya emosi. Dirinya kecewa akan kekuatan yang dimiliki, dia iri dengan kekuatan yang dimiliki teman seteamnya itu. Dia jengkel karena di remehkan. Dia tidak boleh seperti ini, dia sudah bersumpah untuk menjadi kuat dan membalaskan dendam klan nya.
Dengan cepat Sasuke merangkai handseal, menggunakan sisa chakra itu mengeluarkan jutsu api nya. Dia tidak peduli kalau temannya mati karena jutsu nya ini, yang dia inginkan hanya membunuh pria ular yang sudah meremehkan nya.
"Katon: Gokakyu no jutsu! "
Naruto yang sibuk beradu taijutsu dengan sang lawan dikejutkan dengan hawa panas yang tiba-tiba dirasa tubuhnya, menolehkan kepalanya kedua mata Naruto membulat melihat bola api besar datang kearahnya.
Duuar!
Sasuke meletakan kedua tangannya diatas paha, badannya sedikit membungkuk dan nafasnya terdengar putus-putus. Dengan mata yang terpejam sebelah, pemuda Uchiha itu menatap kobaran api hasil dari jutsu nya. Mencari keberadaan musuh dan juga temannya yang mungkin terkena jutsu nya tadi.
Chakra nya sudah terkuras banyak karena beberapa kali mengeluarkan jutsu katon, di tambah beberapa luka yang dia terima memperburuk keadaan nya sekarang. Pandangan mulai mengabur namun dia tetap berusaha untuk fokus, musuhnya belum di pastikan keberadaan nya.
"Kau gila Sasuke. " Sebuah suara mengalihkan perhatian Sasuke, di tatapnya sebuah pohon yang disana ada Naruto yang sedang berjongkok disalah satu cabang pohon. Pemuda pirang itu nampak ngos-ngosan, namun dia tetap melemparkan pandangan tajam pada Sasuke. "Kau hampir membakar ku hidup-hidup. "
Sasuke tidak merespon, pemuda itu hanya mengalihkan perhatian kearah lain. Tentu saja hal itu membuat Naruto tambah kesal, pemuda Uzumaki itu hampir saja kembali mencerca teman seteamnya. Namun niatnya tidak terlaksana karena sebuah tawa aneh yang dia dengar.
"Serangan mu tadi sangat berbahaya Sasuke-kun. Kau bisa membakar ku... Juga teman mu. " Orochimaru keluar dari batang salah satu pohon, ekspresi senang nampak di wajahnya seakan-akan menemukan sesuatu yang menarik. "Ketertarikan ku pada mu naik satu tingkat. "
"Aku tidak perlu mendengar ocehan mu itu. " Sasuke membalas tajam, sharingan nya berputar pelan mengamati gerakan Orochimaru.
"Sasuke, kita harus bekerja sama. " Tanpa menatap Sasuke, Naruto berbicara. Sasuke nampak mengacuhkan Naruto, tapi Naruto belum selesai. "Tinggalkan dulu harga dirimu, itu takkan berarti kalau kau mati. Dan kalau kau mati, ambisi mu takkan bisa kau penuhi. "
"Baiklah. " Sasuke menoleh kearah Naruto, dan saat itu juga dia menangkap sebuah pil yang dilempar Naruto padanya. Tau pil apa itu, Sasuke segera menelan nya. "Kita akan kalahkan dia. "
"Khukhukhu.. Apa genin seperti kalian bisa mengalahkan ku. " Orochimaru menyeringai sambil kembali melepas Ki yang dia punya. Namun nampaknya kedua genin yang menjadi lawannya dapat mengatasi hal itu.
Naruto melesat lebih dulu, kemudian diikuti Sasuke dibelakang nya. Melihat hal itu, Orochimaru tidak tinggal diam. Sang pria ular itu merentangkan kedua tangannya kedepan.
"Sen'eijashu!"
Ular-ular dengan mulut menganga keluar dari celah lengan baju Orochimaru, melesat cepat menuju kearah Naruto. Namun Naruto tidak tinggal diam, putra youndaime Hokage itu membuat beberapa handseal sebelum mengayunkan tangannya kedepan.
"Fuuton: Kaze no Atsugai! "
Angin pemotong tercipta, memotong-motong semua ular dan terus melaju kearah Orochimaru. Tak ingin bernasib sama seperti ular-ular nya, Orochimaru melompat tinggi menghindari terjangan angin tersebut.
Saat diudara, Orochimaru mengambil satu kunai nys bersiap dengan serbuah senjata yang dilemparkan Sasuke kearahnya. Tangannya bergerak lincah menangkis semua shuriken dan kunai yang mencoba melukai dirinya.
Mendarat di cabang pohon, Orochimaru terpaksa harus kembali meloncat karena tempat dia berpijak telah hancur karena serangan Naruto. Mendarat di cabang pohon lain, Orochimaru menangkap sebuah kaki yang datang dari samping.
Menyeringai melihat Sasuke, Orochimaru berniat membalas sang Uchiha. Namun sebuah fuma shuriken membuat dirinya harus melompat menjauh dari sang Uchiha. Matanya yang tajam menatap kearah sang pelaku yang tak lain adalah Naruto, matanya kemudian melirik ketempat Sasuke. 'Mereka harus dipisahkan, kalau tidak rencana ku bisa gagal.'
"Kalian telah berhasil menghibur ku. Kurasa kalian berhak mendapatkan hadiah. " Orochimaru menatap Naruto dan Sasuke secara bergantian, seringai tercipat diwajahnya ketika membayangkan apa yang dia inginkan. "Ayo kita selesai kan permainan ini. "
"Kuchiyose no jutsu!"
Kumpulan asap besar muncul di tempat Orochimaru, hal itu membuat kedua genin itu semakin waspada. Belum hilang asap tersebut, seekor ular raksasa telah lebih dulu menerobos. Hewan melata itu meluncur cepat sambil membawa Orochimaru dikepalanya, tujuannya adalah Sasuke.
Sasuke melompat, menghindar dari lintasan sang ular. Namun secara tak terduga, Orochimaru melompat kearahnya. Mendaratkan sebuah tendangan kuat diperutnya, Sasuke serasa nafas hilang dari paru-paru. Yang dia tau kemudian punggungnya terasa amat sakit saat tubuhnya bertabrakan dengan batang pohon.
Melihat Orochimaru mengincar Sasuke, Naruto melesat menuju tempat temannya. Namun ketika dirinya hampir sampai, ular milik Orochimaru berbalik dan menyerang dirinya. Ular itu melesat cepat dengan mulut terbuka siap menelan Naruto.
"Dengan kekuatan mu sekarang, kau tidak bisa melakukan apa-apa. " Orochimaru menekan dada Sasuke yang masih bersandar tak berdaya di pohon, meskipun tidak bergerak namun Sasuke masih tetap sadar. "Kau membutuhkan kekuatan kan. Aku akan memberikan bantuan kecil pada mu. "
...
Ular itu menutup mulutnya yang didalamnya terdapat Naruto, serangan cepatnya tadi tak mampu dihindari pemuda berambut pirang itu. Ingin menyelesaikan tugasnya, ular itu melakukan gerakan menelan. Namun belum sempat dia menelan mangsanya, kepalanya sudah terbelah rapi. Dan dari sana keluar sosok Naruto.
"Aarrgh! "
Mata Naruto menajam menatap Sasuke yang bertariak penuh kesakitan. Dirinya terlambat, Orochimaru telah lebih dulu menyerang Sasuke. Dan apapun itu, Naruto tau Sasuke sangat kesakitan karena itu. Dengan gerakan cepat, Naruto melesat ketempat Sasuke. Melakukan hal yang harus dia lakukan.
Orochimaru menatap Sasuke yang menjerit kesakitan setelah menerima segel kutukan darinya, seringai mengerikan terlihat jelas diwajahnya ketika melihat tubuh Uchiha jatuh tak sadarkan diri. Membalikan tubuhnya, Orochimaru menangkap sebuah kepalan tangan yang melayang ke wajahnya.
Sebuah pukulan dilayangkan oleh Orochimaru, namun Naruto mampu menahan nya. Sekarang ini mereka saling memegang saling menahan pergerakan lawan, mencoba mengadu kekuatan mereka. Orochimaru menyeringai. "Sekarang giliran mu untuk mendapat hadiah, Naruto-kun. "
Kepala Orochimaru bergerak cepat menuju leher Naruto, mulutnya terbuka dan siap menancapkan taringnya. Naruto nampak tak bergerak, dan taring itu hampir mencapai tujuannya. Tinggal beberapa centi lagi untuk taring itu menancap, namun secara tiba-tiba insting Orochimaru yang sudah terlatih bertahun-tahun berbunyi memperingati dirinya.
Orochimaru memilih melompat menjauh dan melepaskan Naruto. Namun dia sempat merasakan hembusan angin dingin dari tubuh Naruto. Mendarat dengan mulus, Orochimaru mulai memperhatikan Naruto. Tidak terjadi apa-apa disekitar anak itu, dirinya juga tidak merasakan apa-apa. Apa mungkin insting nya tadi sala_
Mata yang mirip mata hewan melata itu melebar sempurna, dia merasakan sebuah cairan yang dia yakini bukan keringat mengalir di lehernya. Mengontrol keterkejutan, Orochimaru mulai memperhatikan dirinya lebih teliti. Sekita itu juga dia bersyukur karena telah mengikuti insting nya.
Saat ini, di lehernya terlihat garis merah tipis. Sebuah sayatan yang tidak menimbulkan rasa sakit namun tetap mengeluarkan darah. Bukan hanya itu, dua buah sobekan atau sayatan halus juga terlihat di baju bagian perut dan dadanya. Andai dia tidak menghindar mungkin dia sudah terpotong menjadi tiga bagian, dan hal itu membuatnya marah. "Kau sudah membuatku marah jinchuriki. Dan kau akan tau akibatnya kalau kau membuatku marah. "
"Sen'ei Tajashu!"
Naruto hanya diam ditempat nya, seperti tidak terancam dari serbuan ular yang lebih besar dan lebih banyak dari sebelumnya. Ular-ular itu melesat dengan cepat, mulutnya terbuka lebar menunjukan taring yang beracun. Namun ketika jarak tinggal setengah meter dari Naruto, ular-ular itu terpotong menjadi beberapa bagian.
Meski tau serangan tak berhasil, Orochimaru tak lantas menghentikan jutsu nya. Dia melakukan itu untuk mencari tau jutsu yang digunakan Naruto. Jutsu itu sengguh membuat nya penasaran.
Naruto terus berkonsentrasi terhadap jutsu nya, namun ingatan dari bunshin membuat dia sedikit goyah. Satu ekor ular berhasil masuk pertahan nya, meski hanya setengah badannya saja yang berhasil masuk. Dengan keadaan sudah terpotong dua, ular itu tetap bergerak mengincar leher Naruto. Namun Naruto sempat menghalangi nya hingga hanya tangannya saja yang kena gigit.
Gigitan tersebut membuat kosentrasi Naruto pecah, dia tidak dapat lagi mempertahankan jutsu nya. Oleh karena itu dia melompat menjauh. Namun waktu yang dia tunggu telah tiba, dengan memanfaatkan batang pohon Naruto kembali melesat ketempat Orochimaru. Tidak lupa tangannya merangkai beberapa handseal.
Melihat hal itu, Orochimaru merentangan tangannya kearah Naruto bersiap mengeluarkan ular nya kembali. Namun Naruto telah lebih dulu menyelesaikan handseal nya.
"Fuuton: Daitoppa! "
Tubuh Orochimaru terlempar kebelakang terkena hempasan angin dari jutsu Naruto. Tubuhnya melesat cepat meski sudah beberapa kali menghancurkan cabang pohon dengan punggungnya. Dia baru berhenti setelah puluhan meter terlempar.
Mata ularnya menatap kearah Naruto, sebuah seringai terbentuk diwajahnya ketika melihat Naruto membawa tubuh Sasuke menjauh. "Kau kira bisa kabur dari ku. "
Dengan kecepatan nya, Orochimaru mulai mengejar Naruto. Tak butuh waktu lama, dia sudah berhasil memperpendek jaraknya dengan Naruto. Namun ketika dia menapakan kakinya di salah satu cabang pohon, matanya membulat melihat simbol yang telah bercahaya. 'Sial.'
BOOM!
..: Golden Shinobi :..
Sakura duduk bersandar disalah satu akar pohon, dirinya nampak sangat gelisah menunggu kedua temannya kembali. Dirinya telah lama menunggu disini, bunshin Naruto sudah lama menghilang. Dia sangat khawatir, musuh yang dihadapi kedua temannya bukanlah orang sembarangan. Dia yakin itu.
Dia sungguh takut, dia tidak ingin terjadi apa-apa kepada mereka. Ingin dia kembali kesana, namun dirinya tau bila dia kembali kesana dia hanya menjadi beban. Dia tidak akan bisa melakukan apapun untuk mereka.
Sebuah suara ledakan membuat perhatian teralih, menatap asal ledakan membuatnya semakin khawatir. Pikiran negatif mulai masuk kepalanya, namun dia masih tetap tidak berani beranjak dari tempatnya. Beberapa menit terus berdiam diri, Sakura melihat pergerakan yang terus mendekat. Rasa takut mulai muncul, namun dia juga berharap kalau itu adalah temannya.
"Naruto! Sasuke! " Sakura bisa bernafas lega ketika penglihatan nya menangkap dua sosok yang dia kenali. Namun rasa khawatir kembali muncul saat melihat Naruto menggendong tubuh tak sadarkan diri Sasuke. Ketika Naruto telah medarat didepan nya, Sakura kembali bicara. "Naruto apa yang terjadi pada Sasuke? "
"Aku tidak tau, tapi sepertinya dia terkena racun. " Naruto membaringkan Sasuke dengan perlahan, dia kemudian menatap Sakura. "Sebaiknya kita segera membawanya ketempat yang aman. "
Sakura mengangguk dan dengan sedikit tergesa-gesa memeriksa keadaan Sasuke, rasa khawatir nya pada sang Uchiha itu sungguh besar. Namun dia berhenti ketika mengingat sesuatu, dengan cepat dia menoleh kearah Naruto. "Lalu, bagaimana dengan mu? "
"Tenang saja, aku baik-baik sa_ uhuk! Uhuk. " Naruto tidak sempat menyelesaikan ucapan nya, darah tiba-tiba merengsek keluar dari mulutnya. Matanya melebar ketika jantungnya mengompa lebih kencang. Dia tau kenapa hal ini terjadi, satu-satunya alasan ini terjadi karena tubuhnya sedang memproses pengeluaran racun.
Naruto sempat melihat raut terkejut sekaligus khawatir dari Sakura, namun beberapa saat kemudian pandangan menggelap.
"Naruto. Bangun Naruto! Naruto! "
...
Pohon tumbang bergelempangan di tanah, bekas gosong bahkan api masih terlihat di pohon-pohon itu. Beberapa menit tidak ada gerakan, namun beberapa saat kemudian sebuah getaran terlihat dari salah satu timbunan pohon. Getaran itu semakin lama semakim besar, dan sesaat setelah itu...
Sebuah kepala muncul, kepala yang dipenuhi rambut hitam nampak menyembul dari timbunan batang pohon. Dengan perlahan kepala itu terangkat, semakin lama semakin keatas dan menunjukan seberapa panjang leher yang dimiliki nya.
Sesaat kemudian terlihat gumpalan besar di pangkal leher itu, gumpalan tersebut dengan perlahan naik keatas hingga sampai ke kepala. Melakukan gerakan seperti mau muntah, mulut kepala itu terbuka lebar dan dari sana keluar sebuah kepala baru. Sedikit demi sedikit kepala itu semakin keluar hingga sampai setengah bagian tubuh, dan pada saat itu juga kedua matanya terbuka menampilkan mata khas seekor ular.
"Uzumaki Naruto, aku akan membalas mu. "
.
.
.
TBC
.
Yo. Bagaimana dengan chap ini, baguskah? Atau malah jelek. Tolong berikan komentar anda. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada kalian yang sudah mau men follow, fav, dan mereview ataupun yang hanya membaca fic saya ini, saya sangat berterimakasih.
Maaf, chap kali ini pendek lagi. Tapi mau bagaimana lagi, hanya itu yang saya bisa. Selain itu kesibukan sudah kembali menghampiri saya, jadi waktu saya nulis terbatas. Chap ini saja sebenarnya sudah saya selesaikan hari minggu (malam senin tepatnya), tapi baru bisa update sore ini. Maklumlah, di sekolah dilarang bawa hp dan tadi ada les.
Terakhir dan yang sangat penting. Fic MN resmi hiatus! Mungkin kalian akan kecewa, tapi mau bagaimana lagi. UN sudah dekat.
Fic yang lainnya mungkin juga akan hiatus, tapi mungkin setelah selesai arc nya. Jadi saya harap kalian dapat menerima hal ini dan mau bersabar menunggu.
Terakhir, saya minta review nya :)
..: Juubi no Kitsune :..
