Golden Shinobi
By Juubi
Disclaimer Naruto belongs to Masashi Kishimoto
Rate M
Warning : Gaje, OOC, tipo dll
Enjoy it
...
.
.
Rumput hijau bergoyang lembut ketika terpaan angin membelai nya, hamparan rumput itu begitu menenangkan bagi siapa saja yang melihatnya. Di tengah hamparan rumput tersebut, sebuah pohon yang cukup besar serta rindang berdiri kokoh. Pohon yang indah walau hanya ada satu di luasnya padang rumput.
Di bawah pohon tersebut, seorang perempuan cantik duduk dengan nyaman. Rambut merah panjang nya melambai pelan di terpa hembusan angin. Mata indah yang sewarna dengan rambutnya memandang lembut kedepan, memandang hamparan hijau rumput dan birunya langit. Bibir tipis berwarna merah muda alami itu membentuk sebuah senyum ketika memandang langit biru cerah, sebuah warna yang telah menjadi warna favoritnya.
Mata merahnya kemudian melirik kebawah, menatap seorang pemuda yang tengah terlelap. Pemuda berambut pirang itu dengan nyaman nya menjadikan pangkuan sang perempuan sebagai bantal. Kyubi tersenyum, tangannya dengan lembut membelai rambut sang pemuda.
Tatapan nya melembut, tangan yang tadinya berada di kepala berpindah ke pipi bergaris Naruto. Mengusap kulit yang sedikit kasar itu pelan sebelum berhenti untuk beberapa saat. Aktivitas yang tadi mengusap berubah menjadi menusuk-nusuk pelan pipi itu dengan telunjuk. "Kapan kau bangun? "
Suara yang begitu halus keluar, meski tau sang pemuda takkan menjawab. Diam seakan menunggu jawaban sang pemuda, Kyubi diam sambil memandang wajah tenang Naruto. Lama dia melakukan itu, dia bahkan tidak bosan malah ingin lebih lama lagi memandang wajah itu.
"Menunggu mu membuat ku lelah. " Dengan perlahan dan hati-hati, Kyubi mengangkat kepala Naruto dari paha nya. Kemudian dengan perlahan dia pindahkan ke tanah yang di penuhi rumput halus. Setelah itu Kyubi merentangkan sebelah tangan Naruto, dan kemudian menjadikan nya bantal untuk dirinya berbaring.
Sekali lagi Kyubi menggunakan waktunya untuk memandang wajah Naruto, berbaring disamping pemuda ini membuat nya bisa lebih teliti memandang wajah itu. Beberapa detik kemudian tangan Kyubi bergerak ke wajah Naruto, dan dengan perlahan kepalanya juga bergerak mendekat.
Cup
Bibir manis Kyubi mendarat mulus di pipi Naruto, ciuman nya sedikit lebih kesamping membuat sudut bibir mereka bersentuhan. Menekan nya sedikit lebih kuat, Kyubi meresapi sensasi yang dia dapatkan. Bahkan dengan berani dia mengeluarkan lidahnya. Lama dia bertahan dalam posisi itu, menikmati sensasi yang dia rasakan saat menyentuhkan bibirnya pada pipi Naruto. Saat dirinya menarik kepalanya menjauh, sebuah senyum manis terlihat di wajahnya.
Kembali membaringkan kepalanya pada lengan Naruto, Kyubi mulai memejamkan matanya. Tak lupa dirinya memeluk tubuh Naruto, mencari kehangatan disana. "Selamat tidur, Naruto. "
...
Kelopak mata itu terbuka, memperlihatkan iris biru seindah langit tanpa awan. Beberapa kali mata itu mengerjap, menyusuaikan penglihatan nya pada cahaya yang masuk. Hal pertama yang Naruto lihat ketika pandangan nya sudah normal adalah wajah cantik Kyubi, wajah itu nampak begitu cantik karena efek cahaya. "Kyu... "
Kyubi menjauh dari Naruto ketika pemuda itu berusaha bangun, dirinya tidak bisa menahan senyuman nya melihat Naruto telah sadar. "Bagaimana perasaan mu? "
"Cukup baik kurasa. " Naruto memijit keningnya sebentar sebelum menatap kearah Kyubi. "Berapa lama aku tidak sadar? "
"Entahlah, aku tidak tau waktu di dunia nyata. " Kyubi menjawab santai sambil mengangkat bahunya. "Tapi kurasa cukup lama. " Lanjutnya.
"Aku tidak menyangka akan seperti ini. " Naruto sedikit menerawang. "Tidak sadarkan diri karena racun ular menjijikan itu. "
"Seharusnya kau bersyukur karena hanya tidak sadarkan diri. " Kyubi menyahut, dan kali ini ada nada kesal di suaranya. "Racun itu mampu membunuh orang dalam sekejap. " Kyubi kemudian sedikit membusungkan dadanya dan sedikit menaikan dagunya, memasang pose angkuh. "Dan harusnya kau berterimakasih padaku karena telah mengeluarkan racun itu dari tubuh mu. "
"Iya iya... Terimakasih sudah menolong ku, Kyu-chan. " Naruto tersenyum geli melihat perubahan ekspresi di wajah Kyubi. Namun tak lama itu Naruto memasang ekspresi serius, meski tetap santai. "Ngomong-ngomong soal racun, apa_ "
"Racun nya sudah sepenuhnya keluar dari tubuhnya. " Kyubi telah lebih dulu bicara sebelum Naruto menyelesaikan ucapan nya. "Tapi sepertinya efeknya masih ada di tubuh mu. "
"Efek? " Kening Naruto mengkerut. "Efek seperti apa maksudmu? "
Kyubi kembali mengangkat kedua bahunya tanda tak tau. "Kau akan tau sendiri nanti. " Kyubi kemudian mengalihkan pandangan kearah lain. "Dan lagi, sebaiknya kau segera bangun. Sejak tadi aku merasakan beberapa chakra disekitar mu. "
Kali ini Naruto sedikit terkejut dengan informasi yang baru saja dikatakan Kyubi. Beberapa chakra berarti beberapa orang, sedangkan yang mungkin berada disekitarnya hanya anggota teamnya. Selain itu dirinya dan mungkin juga Sasuke tidak sadarkan diri, dan yang hanya tersisa...
'Oh shit!' Kedua mata Naruto melebar ketika mengingat hanya Sakura yang berjaga. Dan mengingat kemampuan gadis itu, membuat dirinya panik sekaligus khawatir. Dengan sedikit tergesa-gesa, Naruto menatap Kyubi. "Baiklah Kyu, aku pergi dulu. "
..: Golden Shinobi :..
Naruto membuka matanya, hal pertama yang dia lihat adalah kayu yang menyurupai akar. Tak butuh waktu lama, dirinya menyadari tempat dia sekarang. Menolehkan kepalanya, Naruto mendapati seseorang yang dia kenal. "Shika? "
Shikamaru yang tadi menghadap kedepan menoleh kearah Naruto. "Kau sudah bangun. " Satu alis dari pewaris klan Nara itu kemudian terangkat. "Kau suka sekali tidur ya. "
"Dan dari mana aku belajar hal itu. " Naruto membalas ejekan Shikamaru, membuat teman seangkataan nya itu memutar matanya bosan. Naruto kemudian berusaha bangun. "Ugh! "
"Kau tidak apa-apa? " Shikamaru segera membantu Naruto, membantu pemuda pirang itu bangun dan kemudian menyandarkan di batang pohon.
"Kurasa tidak apa-apa. " Naruto tersenyum kecil, meyakinkan temannya itu tentang keadaan nya. Jujur saja, dia merasakan sakit seluruh tubuhnya. Dan lagi tangan kirinya terasa kaku dan tidak bisa digerakan.
Pandangan Naruto beralih ke sekitar, dirinya dapat melihat anggota teamnya dan juga team sepuluh. Naruto melihat Chouji yang duduk tak jauh Shikamaru, kenapa dirinya baru sadar hal itu ya. Pemuda bertubuh gend- besar itu melempar senyum pada Naruto, dan tentu saja Naruto membalas dengan senyuman nya.
Pupil mata Naruto kemudian beralih pada pemuda yang duduk bersandar di pohon tak jauh dari mereka, Naruto dapat melihat perubahan pada temannya itu. Aura disekitar Sasuke lebih dingin dan tidak mengetakan dari biasanya. Naruto terus memperhatikan Sasuke, dan secara tak sengaja Sasuke menoleh membuat tatapan mereka bertemu. Ugh... Tatapan itu...
Naruto memilih kembali mengalihkan pandangan nya, dan kali ini dia menatap ketempat dua orang perempuan. Ino nampak sedang merapikan rambut Sakura yang telah... Eh, sejak kapan rambut Sakura jadi sependek itu, apa gadis itu memotong nya.
Tatapan Naruto kembali kearah Shikamaru, yang ditatap telah lebih dulu menghela nafas. "Apa yang terjadi waktu aku tidak sadar? "
"Terlalu merepotkan untuk menceritakan nya. "
"Tapi aku tetap ingin mendengar nya. "
Shikamaru kembali menghela nafasnya.
...
Team tujuh sekarang sedang beristirahat di salah satu pohon raksasa dihutan, team sepuluh yang tadi bersama mereka baru saja pergi. Naruto duduk bersila disalah satu akar pohon yang mencuat keluar, tak jauh dari nya ada Sasuke. Pemuda Uchiha itu duduk bersandar dibatang pohon, satu kakinya dia tekuk untuk menjadi penyangga tangannya. Sedangkan dengan satu-satunya perempuan dikelompak itu, duduk di tanah menatap kedua temannya bergantian.
"Sakura. " Naruto membuka pembicaraan, tatapan pemuda itu terarah pada Sakura yang juga menatap dirinya. "Bagaimana keadaan mu? "
Sakura tersenyum membuat matanya terpejam kerena itu. "Kurasa aku lebih baik dari sebelumnya." Jawab Sakura jujur, meski di tubuhnya masih terlihat luka-luka akibat bertarung. Sudut bibirnya sedikit membiru, beberapa luka ledam juga nampak terlihat ditubuhnya terutama tangannya. Bahkan ada juga luka-luka sayatan di kedua belah tangannya.
Tapi jujur, Sakura benar-benar merasa lebih baik dari sebelumnya. Pertarungan dirinya dengan ninja oto tadi membuat dirinya merasa berguna didalam teamnya, dia merasa bisa berjalan bersama dengan teamnya. Meskipun dirinya tetap berada dibelakang kedua temannya.
Bertarung untuk melindungi kedua temannya seperti tadi menimbulkan rasa bangga tersendiri untuk nya. Namun dari pertarungan tadi juga memberi dia pelajaran, bahwa dia masih lemah dan masih harus banyak belajar. Dunia ninja memang berat.
Naruto mengangguk singkat atas jawaban Sakura, baginya itu sudah cukup. Mendengar cerita dari Shikamaru sebelumnya tau seberapa besar usaha Sakura. Dan karena hal itu, penilaian nya terhadap gadis ini naik.
"Naruto. " Perhatian Naruto fokus pada Sakura ketika gadis itu memanggil nya. Dapat dia lihat rasa tidak enak dari Sakura saat menatap dirinya. "Kau sendiri, bagaimana keadaan mu? " Lanjut Sakura.
"Cukup baik. " Naruto tersenyum tulus, tatapan kemudian beralih ketangan kirinya. Ada sebuah perban yang membalut pergelangan tangannya yang terkena gigitan ular waktu itu, mungkin Sakura yang melakukannya. "Tapi sepertinya efek racun itu belum hilang. "
Naruto mencoba menggerakan tangannya, namun itu sangat susah. Dia hanya bisa menggerakan jari-jarinya, itupun dengan tenaga yang lumayan. Penyembuhan yang biasa dilakukan tubuhnya juga melambat, racun itu sungguh sangat merepotkan.
Mengingat soal racun, Naruto jadi teringat sesuatu. Dengan sedikit cepat dia memandang ketempat Sasuke. "Oh ya, teme apa kau baik-baik saja? "
Sasuke menatap Naruto dengan pandangan, tidak ada suara yang keluar seakan-akan dia tidak berniat menjawab pertanyaan Naruto. Namun beberapa saat kemudian, pemuda Uchiha itu mengalihkan pendangan nya. "Seperti yang kau lihat. "
"Apa itu artinya kau baik-baik saja? "
"Hn. "
"Kau membuat ku bingung, teme. " Naruto nampak kesal, namun sekali lagi Sasuke nampak tidak peduli. Pemuda itu hanya diam, membuat suasana menjadi hening. Namun itu tidak bertahan lama.
"Apa yang terjadi waktu itu? "
"Hah? "
"Apa yang terjadi waktu itu? " Sasuke menatap kearah Naruto, ekspresi dingin nya sekarang terlihat lebih serius. "Apa kau berhasil mengalahkan pria itu? "
Naruto memandang Sasuke untuk beberapa saat, mencoba memahami perasahan pemuda itu. Sudah lama dia melihat tatapan itu dari Sasuke, tatapan kecemburuan dan ke irian. Beberapa saat diam, akhirnya Naruto menghela nafas. Pandangan sedikit menerawang. "Orang itu berada di level yang berbeda dari kita. "
"Dia tidak berada di level genin, chunin, bahkan jounin. Dia berada di level kage, jadi mana mungkin aku atau kita dapat mengalahkan nya. " Perkataan Naruto tentu saja membuat kedua temannya terkejut.
"Apa maksudmu? Sebenarnya siapa dia? " Sakura segera memberikan pertanyaan beruntun.
"Dia adalah Orochimaru, salah satu ninja bergelar Sannin. " Naruto menatap Sakura serius hingga tanpa sadar membuat Sakura meneguk ludahnya. "Jadi mana mungkin kita bisa menang darinya. "
"Lalu, bagaimana kau- maksudku kita bisa selamat? " Naruto mengalihkan tatapan nya kearah Sasuke.
Naruto kemudian mengangkat kedua bahunya. "Aku berhasil mengecohnya, dan berhasil kabur darinya. Tentu saja dengan membawa mu. " Jawab Naruto santai.
Suasana kembali menjadi sunyi setelah Naruto menyelesaikan ucapan nya, masing-masing dari mereka tidak lagi mengeluarkan suaranya. Beberapa detik terus seperti itu, sampai...
Syut!
Tap
Naruto memandang benda yang baru saja dia tangkap, pandangan nya kemudian beralih ke pelaku pelemparan yang tak lain adalah Sasuke. Menatap lagi gulungan yang dia pegang, Naruto menyadari gulungan itu adalah pasangan gulungan milik mereka.
"Gulungan kita sudah lengkap. " Sasuke bicara tanpa menatap Naruto. "Sekarang kita harus pergi ke tujuan untuk menyelesaikan test ini. "
Naruto menyimpan gulungan tadi di fuin penyimpan, setelah itu dia menatap Sasuke. Ketika tatapan mereka bertemu, Naruto menggelengkan kepalanya. "Kita tak bisa bergerak sekarang. " Tanpa mempedulikan tatapan tak suka dari Sasuke, Naruto kembali melanjutkan perkataan nya. "Hari sudah sore, bergerak saat malam sangat beresiko. "
"Bukan kau yang mengambil keputusan disini. " Sasuke membalas dingin, terasa jelas aura pertentangan antara dirinya dan Naruto. "Lebih cepat kita pergi lebih bagus. "
"Sasuke. " Nada suara Naruto jauh lebih serius, ada penekanan di kata yang dikeluarkan Naruto. "Kau tau sendiri, kondisi kita tidaklah dalam keadaan yang baik. Sakura masih kelelahan dan butuh istirahat, tubuhku juga belum pulih seutuhnya. Dan kau, kurasa kau juga sadar tentang keadaan mu saat ini. "
Sakura hanya diam melihat perdebatan kedua temannya, tidak ada sedikit pun niatan pada dirinya untuk masuk ke pembicaraan. Dirinya merasa belum pantas untuk itu, biarlah mereka yang kuat yang memutuskan. Namun sejujurnya dia setuju dengan pendapat Naruto, teamnya memang butuh istirahat.
"Lagipula masih tersisa tiga hari lagi dari waktu yang ditentukan. " Naruto kembali mengeluarkan pendapat nya. "Masih banyak waktu bagi team kita. "
"Cih. " Hanya itu yang keluar dari Sasuke sebelum dia berjalan menjauh.
..: Juubi no Kitsune :..
Seperti yang dikatakan Naruto, teamnya bergerak keesokan harinya. Perjalanan mereka berjalan mulus, tidak ada hambatan yang berarti. Kondisi mereka juga sudah membaik, Naruto berkat kemampuan yang dia miliki sudah sembuh seutuhnya. Dia hanya butuh meditasi beberapa saat untuk memulihkan kondisi nya.
Sekarang Naruto dan dua teman seteamnya berkumpul dengan peserta lainnya untuk mendengarkan intruksi dari Hokage. Hokage memberitaukan bahwa akan ada babak penyisihan sebelum masuk babak ketiga. Alasan diadakan babak ini, karena peserta yang ada masih tergolong banyak.
Setelah intruksi singkat tadi selesai, mereka berkumpul ketempat sensei nya. Team tujuh berdiri menunggu dimulai nya babak ini, team tujuh berada di dekat team sembilan. Sebenarnya team sembilan lah yang menghampiri team tujuh. Sebenarnya hanya Gai dan Lee, namun dengan sedikit terpaksa dua anggota lainnya menyusul.
Tak jauh dari team tujuh dan sembilan, team yang berasal dari Konoha team delapan dan sepuluh berkumpul. Membentuk kelompok mereka sendiri.
...
Pertarungan demi pertarungan sudah terlewati, Naruto hanya menyaksikan itu dengan pandangan biasa. Menurutnya tidak ada yang menarik dalam pertarungan antar genin, semuanya nampak biasa baginya. Naruto hanya memberikan perhatian lebih pada pertarungan dua teman seteamnya dan satu teman sejak kecilnya.
Uzumaki Naruto vs Inuzuka Kiba
Naruto memandang Kiba yang dengan semangat memasuki arena, dapat dia lihat senyum penuh percaya diri dari pemuda anjing itu. Senyum kecil muncul di bibir Naruto, bersamaan dengan itu dia menyusul Kiba ke arena.
"Aku tidak menyangka kita akan bertemu disini. " Naruto membuka pembicaraan saat dirinya sudah berhadapan dengan Kiba.
"Yah, mungkin ini hari sialmu karena harus berhadapan dengan ku. " Kiba menyeringai sombong, satu gigi taringnya nampak terlihat disudut bibirnya.
"Mungkin juga ini hari keberuntungan ku, hahaha... " Naruto terkekeh karena lelucon nya sendiri, namun itu hanya sesaat. Setelah menghentikan tawanya, Naruto menatap Kiba kemudian Akamaru yang berada di atas kepala Kiba. "Kau selalu bersama nya, apa dia tidak merepotkan mu. "
"Dia itu patner ku, dia takkan merepotkan ku. " Kiba tersenyum bangga. "Lagipula Akamaru akan_ "
"Kiba... " Naruto memotong perkataan Kiba, ekspresi pemuda berambut pirang itu nampak serius. "Tadi itu, aku bicara dengan Akamaru. "
Suasana menjadi hening ketika Naruto mengatakan itu, Kiba masih berusaha memproses ucapan Naruto. Setelah otak pemuda Inuzuka itu selesai memproses, Kiba menunjuk Naruto dengan wajah super kesal. "APA MAKSUDMU MENGATAKAN ITU KUNING BRENGSEK! "
Naruto kembali terkekeh.
Sedangkan Hayate yang mendengarkan pembicaraan dua Shinobi Konoha itu hanya bisa menghembuskan nafas pasrah. Dia tidak tau menjadi wasit dia pertandingan ini sungguh sangat merepot. Tak mau lebih repot, Hayate mengambil tindakan.
"Apa kedua peserta telah siap. " Dapat Hayate lihat Kiba memasang kuda-kuda bertarung, anjing pemuda itu juga telah turun dari atas kepala majikan nya. Sedangkan Naruto hanya memberikan anggukan singkat pada Hayate. "Baiklah, pertarungan... Di mulai! "
"Akamaru, kau tidak perlu ikut. Aku saja sudah cukup mengalahkan nya. " Kiba maju dengan penuh percaya diri, bersiap menyerang Naruto yang masih berdiri ditempatnya. Menurut Kiba yang berteman dengan Naruto waktu di Akademi, Naruto memiliki fisik yang kuat. Tapi dalam segi kecepatan, dia berada diatas pemuda Uzumaki itu.
Ya, setidaknya itu yang Kiba tau.
Pukulan pertama dilayangkan oleh Kiba, namun dengan mudah di tahan Naruto. Kiba kembali menyerang, dan Naruto terus bertahan. Naruto terus menahan ataupun menghindari serangan, sedikit demi sedikit dirinya melangkah kebelakang.
Sebuah pukulan kembali di layangkan oleh Kiba, mengarah langsung ke wajah Naruto. Namun Naruto lebih dulu memiringkan tubuhnya, membuat pukulan bahkan Kiba melewati tubuhnya. Belum menyerah, Kiba menggunakan kaki depannya sebagai rem. Dengan cepat memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan kearah Naruto.
Naruto dengan mudah menangkap kaki Kiba, mencengkram nya dengan kuat. Tangan nya yang lain kemudian ikut mencengkram, dan dengan kuat menariknya. Melempar Kiba ke udara.
Kiba mendarat dengab sempurna di tempat awal dirinya tadi, tepat disamping Akamaru. Matanya lurus menatap Naruto dengan wajah penuh kekesalan, si kuning tengik itu sedang mengejeknya dengan senyum menjengkelkan.
"Sepertinya Akamaru lebih baik dari mu. " Naruto kembali berdiri santai, mencoba membuat Kiba lebih kesal.
"Sombong juga kau, Naruto. " Kiba berucap keras, kembali memasang kuda-kuda nya bersiap menyerang. "Kau belum melihat semua kemampuan ku. "
Naruto menyeringai. "Kalau begitu, tunjukan lah. "
Kiba kembali berlari kearah Naruto, kali ini dengan gerakan zig-zag. Kecepatan pemuda bertambah, dalam waktu singkat dia sudah berada disamping Naruto. Tangan Kiba bergerak, bersiap memberikan cakarnya ke wajah Naruto.
Naruto menarik wajahnya menjauh, menghindari cakaran milik Kiba. Belum selesai sampai disitu, Naruto kemudian menangkap pergelangan tangan Kiba. Sedetik kemudian lututnya melesat, mendarat tepat di perut Kiba.
Kiba terdorong kebelakang, namun dalam sekejap dia kembali menyerang Naruto. Seperti sebelum nya Naruto berhasil menghindar dan dengan mudah membalas serangan Kiba. Kiba berusaha keras menyerang Naruto, dia juga bertahan dengan baik. Namun seperti yang dia tau, Naruto memiliki kekuatan lebih besar darinya. Tangannya mulai merasa sakit menahan setiap serangan Naruto.
Sebuah cakaran kembali menyerang kewajah Naruto, namun pemuda Uzumaki berhasil menghindar dengan berjongkok. Posisi yang menguntungkan buatnya, dengan tangan terkepal Naruto berniat menyerang dagu Kiba.
Kraup!
Gerakan Naruto terhenti, dan hal itu digunakan Kiba untuk menjaga jarak dengan Naruto. Mata Naruto sedikit melebar ketika merasa sedikit sakit di pergelangan tangannya, menatap ke bawah Naruto melihat Akamaru yang tengah menggigit tangannya.
"HUWAA!"
Akamaru terlempar ketika Naruto menghentakan tangannya, namun untungnya Kiba menangkap anjing berbulu putih itu. Dengan konyol Naruto berlari bolak-balik sambil memegang tangannya. "Kenapa kau menggigit ku, Akamaru! "
Kiba sweatdrop melihat ke panikan Naruto, beberapa saat kemudian ekspresi menjadi kesal, lebih kesal dari sebelumnya. "BERHENTI MAIN-MAIN, IDIOT! "
Naruto berhenti seketika, kemudian menatap Kiba dengan wajah kesal. "Siapa yang main-main, tangan ku gigit Akamaru. Bagaimana kalau nanti aku kena Rabies. "
"Akamaru itu anjing yang bersih, bodoh. " Kiba menyahut sengit. "Mana mungkin dia ada penyakit seperti itu. "
...
"Bodoh. " Neji yang menatap interaksi dua orang itu memutar matanya bosan. Pertarungan yang dia lihat tidak sesuai dengan harapan nya. Dia pernah melihat kekuatan Naruto, dan dia sangat ingin mengetahui lebih banyak. Namun harapan nya untuk mempelajari kekuatan Naruto hilang saat melihat tingkah Naruto saat ini.
"Berhenti main-main, baka! " Sakura nampak emosi melihat tingkah Naruto. Sungguh dia sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran pemuda itu, kadang bersikap serius kadang juga bersikap konyol.
"Naruto! Serius, tunjukan semangat masa muda mu! " Kali ini Lee yang berucap, berteriak kepada Naruto.
Sedangkan di tempat team sepuluh dan delapan, mereka nampak sweatdrop melihat kejadian di bawah. Namun itu tidak bertahan lama ketika Shino membuka suaranya. "Naruto nampak sedang bermain-main. "
"Dia memang seperti itu. " Chouji yang tak pernah lepas dari kripik kentang nya, merespon perkataan Shino. "Sejak dari Akademi dia suka sekali memancing emosi Kiba. "
"Dia membuat kesalahan kalau melakukan itu. " Kurenei, guru pembimbing team delapan ikut berkomentar. "Kalau Kiba sudah serius, tidak ada lagi harapan buat nya. "
Kurenei begitu yakin dengan muridnya, namun siapa yang tau apa yang akan terjadi ke depan.
...
Kiba menggeram kesal, dengan cepat dia mengambil sesuatu dari saku nya dan kemudian melempar nya kearah Akamaru. "Akamaru! " Benda yang berupa pil itu segera di telan Akamaru, dan tak lama kemudian bulu di tubuhnya berubah merah.
"Jujin Bunshin! "
Akamaru berubah menjadi Kiba, namun bukan hanya itu. Dengan perlahan chakra keluar di seluruh tubuh terutama bagian tangan dan kaki Akamaru, hal yang sama juga terjadi pada Kiba. "Shikyaku no Jutsu! "
Bagai hewan, Kiba dan Akamaru berlari dengan dua tangan dan kakinya. Kecepatan nya meningkat jauh dari yang sebelumnya, dan tak butuh waktu lama mereka berdua sudah berada di tempat Naruto. Serangan Naruto pertama berhasil dihindari Naruto, namun dalam sekejab serangan lain datang.
Naruto sedikit kewalahan, Kiba dan Akamaru berhasil membuat nya repot. Setiap dia ingin membalas selalu saja di halangi, Kiba dan Akamaru saling menjaga dan membantu. Dan karena hal itulah, mau tidak mau Naruto jadi lebih serius. Terbukti dengan kuda-kuda nya yang berubah dan pandangan nya yang lebih tajam.
Kiba dan Akamaru menyerang Naruto dari dua arah berbeda secara bersamaan, namun sebelum serangan itu sampai, sang target telah lebih menghilang. Kiba terkejut, namun berkat refleks dan insting nya yang meningkat, dirinya berhasil menghindari tendangan Naruto yang muncul di atasnya.
Kiba berhasil menghindar namun tidak dengan Akamaru, anjing yang telah berubah jadi seperti Kiba itu terlempar terkena tendangan Naruto. Kiba marah, dia melesat menuju Naruto yang baru saja mendarat. Posisi Naruto yang membelakangi nya menjadi kesempatan emas.
Tangan Kiba melayang lurus menuju ke kepala Naruto, namun dia dibuat terkejut ketika Naruto mampu menghindari serangan nya tanpa mengubah posisinya. Belum hilang keterkejutan nya, Kiba merasakan tangannya dicekram kuat dan sesaat kemudian dirinya merasa tubuhnya melayang.
Bruak!
Naruto menatap Kiba yang baru saja menghantam dinding, tatapannya kemudian beralih ketempat Akamaru berbaring. Tangan Naruto bergerak kearah pipi, menghapus darah yang keluar dari bekas cakaran Kiba, dia sedikit meringis ketika merasa sedikit perih disana. Menghembuskan nafas, Naruto mencoba menormalkan nafasnya yang sedikit memberat.
"Cukup hebat Kiba. " Naruto memulai pembicaraan, membuat Kiba yang masih meringis memperhatikan dirinya. "Tapi itu belum cukup untuk mengalahkan ku. "
"Jangan sombong dulu. " Kiba bangkit, begitupun juga Akamaru. Sebuah senyum atau tepatnya seringai muncul pada dua wajah yang identik itu. "Pertarungan kita belum selesai. "
Naruto ikut tersenyum, matanya dia pejamkan dan kepalanya bergeleng pelan. "Tapi sepertinya sebentar lagi akan berakhir. "
"Akamaru! " Tanpa mempedulikan ucapan Naruto sebelumnya, Kiba kembali melesat. Tiga bola berwarna ungu dia lempar ke tempat Naruto, dan bersamaan dengan itu dia melompat ke udara sambil bersiap memutar tubuhnya.
"Gatsuga! "
Kiba dan Akamaru memutar tubuhnya layaknya bor, melesat dengan kecepatan tinggi menuju tempat Naruto yang sudah di penuhi asap pekat. Suara dentuman terdengar, dan dua bor itu melesat keluar dari kumpulan asap. Dalam sekejap dua bor itu memutar arah, kembali menyerang tempat Naruto. Hal itu terus terjadi, sudah beberapa kali Kiba dan Akamaru keluar dan masuk kumpulan asap itu untuk menyerang Naruto.
Kiba menghentikan tekniknya begitupun dengan Akamaru, mereka berdua berdiri di tempat berbeda namun dengan pandangan yang sama. Menatap kumpulan asap yang sudah bercampur dengan debu karena jutsu nya.
"Ba-bagaimana bisa? " Kiba manatap shock kedepan, terkejut bukan main melihat orang yang berada di balik debu tersebut. Terlihat Naruto dengan pakaian yang sudah lesuh dan kotor, namun kondisi pemuda itu nampak baik-baik saja.
Kiba tidak percaya dengan ini, Naruto mampu menghindari setiap serangan nya pada saat penglihatan pemuda itu nol. Asap tadi itu tentu saja menghalangi pandangan Naruto, Kiba saja menggunakan penciuman nya untuk mengetahui keberadaan Naruto. Tapi dengan Naruto, bagaimana pemuda itu mampu mengetahui kedatangan dirinya?
"Akamaru! " Kiba kembali memberi perintah, dia berlari dan kembali memutar tubuhnya. Menggunakan jutsu nya lagi untuk menyerang Naruto dari dua arah yang berbeda.
Naruto melompat rendah dan memutar tubuhnya di udara membuat serangan Kiba dan Akamaru hanya melewati bagian atas dan bawah tubuhnya. Kiba dan Akamaru tidak berhenti, mereka berbelok dan kembali menyerang Naruto.
"Maaf Kiba, sepertinya hanya sampai disini. " Naruto berguman sambil membentuk handseal dengan cepat. Ketika handseal nya selesai, dia merentangkan kedua tangannya. Tangan kanan mengarah ke Kiba, sedangkan tangan kiri mengarah ke Akamaru. Ketika Kiba dan Akamaru sudah dekat, Naruto bergumam lemah.
"Fuuton: Daitoppa! "
Buum!
Bruak! Bruak!
Angin super kuat yang keluar dari telapak tangan Naruto tak mampu ditahan oleh Kiba dan Akamaru, kedua patner itu terlempar ke belakang dengan cepat hingga menabrak dindin bangunan hingga retak.
Akamaru kembali ke waujud anjing nya, jatuh tak sadarkan diri. Sedangkan Kiba, telah terbaring di lantai tanpa sedikit pun menunjukan tanda-tanda akan bangun. Melihat hal itu, Hayate segera mengambil tindakan.
"Pemenang pertarungan ini... Uzumaki Naruto. "
.
.
.
.
TBC
.
Mohon review
.
.
Juubi out
