Happy Reading

.

.

.

Oke, Jongin cukup pusing melihat tingkah kekasihnya ini. Hari sudah berganti dan ia masih didiami oleh gadis cantiknya ini. Bahkan semalam ia hanya bisa memeluk gadis ini dari belakang saat tidur. Karena Sehun tidak mau memutar badannya menghadap Jongin dan masuk dalam dekapan hangat lengan kekar pria tan ini seperti biasanya.

FYI mereka telah tinggal bersama semenjak masuk ke Universitas.

Sekarang Sehun dengan teganya meninggalkannya sendiri dihari libur ini.

Jongin keluar dari selimut dan turun dari ranjang. Tubuhnya yang hanya berbalut sehelai boxer pendek ia bawa keluar kamar. Jongin berniat mencari smartphonenya yang entah ia taruh dimana semalam. Berkeliling apartemen dengan tubuh topless nya, hingga ia menemukan benda persegi tipis berlayar sentuh itu ada diatas meja makan. Jongin langsung mengambilnya dan memainkan smartphonenya. Tidak lama kemudian benda tipis itu menempel ketelinga.

"Ayo angkat sayang." Ucap Jongin tidak sabar, panggilannya belum diangkat Sehun.

Hingga panggilan ketiga, Sehun masih belum mengangkat. Jongin masih berusaha menghubungi gadisnya ini. Jongin membuka lemari es, mengambil sekaleng softdrink. Meminumnya sembari menunggu Sehun mengangkat panggilannya.

"Yeoboseo" akhirnya panggilannya diangkat.

"sayang kamu dimana?" tanya Jongin langsung.

"Di kampus." Jawaban singkat ia dapatkan dari seberang sana.

"ini hari libur, kenapa kamu ke kampus?" Jongin tidak percaya bahwa kekasihnya ini rajin sekali. Dihari libur pun masih ke kampus.

"rapat BEM." Jongin yang mendengarnya hanya memutar matanya malas 'rapat BEM lagi?'

"rapat lagi? Acara apalagi yang akan kalian adakan?" tanya Jongin gusar.

"Night party." Jongin menghela nafas lelah.

"nanti pulang aku jemput ya." Ujar Jongin lemah.

"humm."

"I love you." Ujar Jongin.

Tut tut

Belum sempat ucapan cintanya dibalas, sambungan telepon sudah putus.

Jongin sangat lemas kali ini. Ini hari libur, waktu untuknya bisa berduaan dengan kekasih hatinya menghabiskan hari. Padahal hari ini Jongin mau mengajak Sehun ke pantai Busan. Rencana tinggal rencana, karena Sehun telah meninggalkannya sendiri di apartemen. Tanpa sapaan selamat pagi, tanpa morning kiss dan tanpa morning 'hot' untuknya.

.

.

.

Night party yang akan diadakan tiga minggu lagi membuat anggota BEM sibuk. Hari senin besok mereka sudah harus mengumumkan acara ini di mading kampus. Setiap rencana yang sudah matang harus sudah mereka selesaikan sebelum senin pagi. Jadilah para anggota BEM ini sibuk menyelesaikan semuanya termasuk memilih panitia yang akan ikut terlibat dalam sebuah rapat. Rapat yang diadakan dihari Minggu dan membuat mereka harus mengorbankan hari libur yang hanya ada seminggu sekali itu.

Sehun sibuk mencatat notulen rapat. Posisinya yang sebagai sekretaris BEM membuatnya harus cekatan. Tangannya tidak berhenti mengetik beberapa point penting jalannya rapat di notebook tipis kesayanganya. Sebuah notebook 10" keluaran Apple pemberian Jongin sebagai hari jadi mereka yang ke-900 hari kala itu. Saat Sehun bertanya kenapa ia diberi notebook. Jongin mengatakan bahwa ia tidak tega melihat Sehun menenteng laptop yang besar itu setiap hari ke kampus.

Rapat berlangsung sengit karena ada beberapa anggota yang ingin menonjolkan diri. Hampir semua anggota rapat berdebat dimeja rapat dan membuat Minho pusing sendiri melihatnya.

"Cukup. Ini rapat bukan pasar. Berhenti ribut. Kita ini mencari jalan tengah bukan menambah masalah." Minho akhirnya angkat bicara.

Semua yang ada didalam rapat langsung diam dan kembali duduk dikursi mereka.

"Bagaimana pendapatmu Sehun?" tanya Minho melihat Sehun hanya diam sedari tadi tidak ikut berdebat dengan rekannya yang lain.

Sehun akhirnya membuka suara, menyampaikan beberapa pendapat dirinya tentang acara yang akan mereka adakan. Banyak yang setuju dengan ide Sehun. Rapat kembali berjalan lancar dan Sehun kembali mengetik di notebooknya.

Drrrrttt Drrrttt

Sehun merasakan smartphonenya bergetar. Ia membiarkannya begitu saja karena rapat masih berjalan.

Smartphone itu tidak berhenti bergetar sedari tadi. Sehingga mau tidak mau Sehun izin keluar untuk mengangkat panggilan yang masuk.

"Yeoboseo." Sapanya.

"sayang kamu dimana?" tanya seseorang diujung sana.

"Kampus." Jawab Sehun singkat sesekali menoleh kebelakang. Takut ada yang memanggilnya kembali keruang rapat.

"rapat lagi? Acara apalagi yang akan kalian adakan?" Sehun bisa mendengar suara gusar kekasihnya.

"Night party." Jawab Sehun masih menoleh kebelakang.

"nanti pulang aku jemput ya." Kini Sehun merasa bersalah mendengar suara lemas Jongin.

"humm." Jawab Sehun dan menoleh kebelakang. Ternyata ia telah kembali dipanggil masuk kedalam ruang rapat.

"I love you." Sehun masih bisa mendengar ucapan cinta dari Jongin. Namun sayang ia tidak sempat membalasnya karena sudah terlanjur memutuskan line telepon. Ia sedikit berlari menuju ruang BEM.

.

.

.

Waktu masih menujukkkan pukul sebelas siang. Sedangkan Sehun sudah dipastikan akan selesai sore nanti. Jongin merasa harinya sangat buruk. Setelah membersihkan diri dan sarapan sereal seadanya yang selalu tersedia di lemari. Akhirnya Jongin memilih untuk pergi keluar apartemen. Ia memasuki mobilnya dan mengendarainya ke suatu tempat.

Mobil yang dikendarai oleh Jongin berhenti didepan sebuah rumah mewah. Ia menekan klakson mobil hingga berbunyi. Tidak lama pagar tinggi didepannya terbuka. Segera Jongin mengendarai mobilnya masuk kedalam. Ia keluar dari mobil yang telah ia parkirkan. Ia berjalan masuk kedalam rumah mewah tersebut.

"hoaa Kai-ah tumben." Seseorang yang sadar Jongin yang hadir diantara mereka langsung bersorak.

Lima orang lainnya yang ada disana langsung menengok, dan benar saja ada Jongin.

Jongin hanya mengangkat bahunya cuek dan mengambil posisi duduk di gazebo sebelah kolam berenang tersebut. Tangannya mengambil asal minuman kaleng yang ada disana.

"Kenapa Kai? Tidak berkencan?" tanya Kyungsoo.

"Tidak." Jawab Kai singkat dan meneruskan meminum softdrink ditangannya.

"Wah langka sekali. Kau kehabisan 'stock' hyung?" tanya V dengan tidak sopannya menyebut teman kencan Jongin dengan kata 'stock'.

"Tidak." Lagi-lagi jawaban Jongin singkat.

Teman-temannya langsung merasa ada yang tidak beres dengan Jongin.

"Kau kenapa Kai?" Tanya Suho.

Bagi mereka semua, Jongin itu merupakan seseorang yang misterius. Diantara mereka semua, hanya tempat tinggal Jongin yang tidak diketahui. Begitu pula dengan Jongin yang punya rekor yang paling sering berganti teman kencan. Jongin memang selalu berkencan dengan setiap orang berbeda setiap minggunya, tapi mereka tidak tahu siapa yang dihati Jongin. Saat ditanya kenapa Jongin berkencan dengan gadis sebanyak itu. Ia hanya menjawab bahwa ia tidak tega menolak ajakan kencan para gadis itu. Benarkah Jongin? 'Uh alasan klasik seorang playboy.'

Jika ada yang berpikir Jongin orang yang tertutup. Maka jawabannya adalah BENAR sekali. Jongin sangat amat tertutup ke teman-temannya ini. Mungkin inilah kenapa hubungannya dan Sehun tidak tercium sama sekali dikampus. Sehun yang tidak suka mengumbar kemesraan dan Jongin juga tertutup. Jadilah seperti tidak saling kenal dikampus.

Sekarang Jongin yang tidak pernah bisa ikut berkumpul saat hari libur, tiba-tiba hadir. Ada apa?

Ya, Jongin memang tidak pernah berkumpul dengan para 'sahabat' nya ini saat hari libur. Kenapa tidak? Tentu saja Jongin lebih memilih untuk menghabiskan harinya bersama Sehun. Biasanya pasangan kekasih ini selalu pergi keluar kota menghabiskan weekend mereka. Mereka jarang pergi berkencan di dalam kota Seoul, pasti selalu memilih luar kota bahkan luar negeri kalau liburannya lama.

Kembali lagi pada kehadiran Jongin yang tiba-tiba hadir dihari libur.

"Tidak apa-apa hyung." Jawab Jongin meyakinkan teman-temannya.

"ya sudah." Suho yang paham Jongin tidak akan bercerita memilih tidak mau mengambil pusing.

"kami berencana akan pergi ke taman hiburan. Kau mau ikut?" Taemin memberi tahu rencana mereka dan mengajak Jongin.

"ayo." Setuju Jongin. Setidaknya ia tidak mati kebosanan menunggu Sehun. Dalam keadaan seperti ini Jongin sangat amat bersyukur punya sahabat seperti mereka.

Jadilah siang itu mereka pergi ketaman hiburan, menghabiskan waktu menaiki berbagai wahana layaknya anak kecil. Bertingkah seperti orang gila dengan tertawa terbahak-bahak saat salah satu diantara mereka ada yang melakukan tingkah yang memalukan. Mengambil foto sebanyak-banyak dengan SLR milik Chanyeol. Tidak lupa pula mengambil selfie dengan menggunakan kamera smartphonenya.

Saat ini mereka telah keluar arena taman bermain. Mereka memutuskan untuk makan dan istirahat dulu disebuah cafe. Sembari menunggu makanan datang. Kyungsoo dan Baekhyun memilih untuk berselancar didunia SNS. Mereka meng upload foto-foto mereka saat di taman bermain tadi. Termasuk foto selfie mereka dengan Jongin. Foto berdua dengan Jongin lalu bertiga dengan Jongin yang berada ditengah merangkul dua gadis cantik ini. Ketiganya sama-sama tersenyum manis kekamera, terakhir foto mereka bertujuh.

'Hari yang indah, yang tidak pernah hadir kali ini ada diantara kami. :*'

Inilah caption yang ditulis Baekhyun di SNSnya.

Semoga ini tidak membawa petaka untuk Jongin nantinya.

.

.

.

Jongin pamit duluan setelah mereka selesai makan di cafe itu. Ia telah berjanji untuk menjemput kekasih hatinya dikampus sore ini. Jongin mengendarai mobilnya menuju kampus. Begitu sampai diparkiran depan ruangan BEM kampus Jongin hanya duduk diam didalam mobil menunggu Sehun. Tangannya mengetik pesan untuk Sehun.

To : LOVE

Baby, aku diparkiran.

Sent

Sembari menunggu balasan dari Sehun. Jongin menatap kepintu ruangan BEM yang masih telah terbuka.

Drrrtt drrrtt

Jongin membuka smartphone nya. Ada balasan dari Sehun.

FROM : LOVE

Sebentar, aku beres-beres dulu.

Jongin menghela nafas. Pesan Sehun terlihat dingin sekali. Tidak ada emot apapun. Biasanya Sehun akan membalas dengan manis. 'Sehun masih marah.' Pikir Jongin

Tidak lama kemudian, Jongin melihat Sehun keluar dengan Minho. Sehun hanya tersenyum manis ketika Minho asyik berbicara. Jongin menjadi geram sendiri melihatnya. Segera saja ia keluar mobil dan menghampiri keduanya.

"baby." Panggil Jongin.

Sehun menengok melihat Jongin yang berwajah datar telah dihadapannya. Sehun jadi sedikit takut melihatnya.

"Minho oppa aku pulang duluan ya." Pamit Sehun.

"kami duluan Minho-ssi." Jongin mengambil notebook yang dipelukkan Sehun dan memegangnya dengan satu tangannya. Sedangkan tangannya yang satu lagi menggandeng Sehun.

Sehun hanya menurut saat Jongin membawanya kedalam mobil.

Selama dijalan mereka hanya diam.

"kamu sudah makan?" tanya Jongin masih dengan suara dinginnya.

Sehun hanya menggeleng. Jongin hanya menghela nafasnya dan memutar kemudinya kearah sebuah cafe.

Mereka memakan makanannya dengan diam. Suasananya sangat amat canggung.

Setelah makan, mereka keluar dan kembali ke apartement secepatnya.

Begitu sampai di basement. Sehun keluar mobil duluan dan langsung menuju lift tanpa menunggu Jongin.

Jongin hanya mengusap wajahnya lelah. Ia mengambil Notebook Sehun di jok belakang. Kemudian keluar mobil, berlari menyusul Sehun. Masalah ini harus segera selesai secepatnya.

Jongin masuk kedalam apartemen dan melihat Sehun sedang duduk di kursi meja makan sambil meminum minuman dinginnya. Ia segera mengambil posisi duduk disebelah Sehun.

"mau balas dendam dengan 'flirting' bersama Minho-ssi." Ucap Jongin dingin.

"Siapa yang flirting?" tanya Sehun cuek.

"kamu." Jawab Jongin

"kapan?"

"kamu pikir aku tidak lihat kamu yang tersenyum manis mendengar ocehan Minho-ssi. Bahkan kemarin ia merangkulmu" Suara Jongin meninggi.

"itu yang kamu bilang flirting? Lalu bagaimana kamu dengan Baekhyun dan Kyungsoo? Kamu bahkan merangkul pinggang mereka, memeluk mereka didepanku." Balas Sehun dengan suara tinggi tidak mau kalah.

"Mereka hanya sahabatku Sehun." Ujar Jongin makin meninggi.

"dan Minho oppa juga temanku." Balas Sehun.

"kamu tidak boleh dekat dengannya. Jangan makan berdua lagi dengannya." Ucap Jongin.

"kalau begitu berhenti bermesraan dengan Baekhyun dan Kyungsoo." Ucap Sehun.

"aku tidak bermesraan dengan mereka." Jawab Jongin. Selama ini ia merasa tidak bermesraan dengan dua gadis cantik itu. Ia merasa skinship nya dengan mereka biasa saja. Namanya sahabatkan?

Sehun menatap Jongin dengan mata berkaca-kaca.

'masih saja menyangkalnya'inner Sehun.

Sehun yang lelah segera masuk kekamar mereka dan menutup pintu keras. Ia perlu menenangkan diri.

Jongin hanya mengusap wajahnya frustasi.

'kenapa jadi malah semakin panas begini?'

.

.

.

Sehun duduk diam diranjang, ia tidak mau menangis walau matanya sudah berkaca-kaca. Ia memilih untuk mencari hiburan sendiri sembari mendinginkan kepalanya. Ia memilih membuka smartphonenya. Ia membuka SNS nya yang ternyata ada notifnya. Ia segera membalas komentar teman-temannya di SNS lalu menelusuri timeline, melihat-lihat apa-apa saja yang di share teman-teman SNSnya. Hingga ia berhenti disebuah foto.

Mata Sehun terfokus ketiga foto teratas dari sembilan foto yang digabung dalam satu frame itu. ia menggigit bibirnya menahan marah. Matanya melihat caption yang tertulis disana.

'Hari yang indah, yang tidak pernah hadir kali ini ada diantara kami. :*'

Matanya mulai berair melihat emot terakhir caption tersebut. Matanya kembali ketiga foto yang ia perhatikan tadi. Air mata telah mengalir di pipinya.

Ia keluar kamar dan kembali kehadapan Jongin. Ia menaruh smartphonenya kehadapan Jongin.

Jongin melihat apa yang diperlihatkan Sehun didepannya.

"bukankah semalam sudah aku katakan. Berhenti 'flirting' dengan Baekhyun dan Kyungsoo." Ucap Sehun lirih dengan air mata yang masih mengalir dipipinya.

Jongin menjadi merasa bersalah melihat Sehun menangis. Sepertinya ia sudah keterlaluan hingga Sehun menangis seperti ini.

Jongin bangkit dari duduk dan memeluk Sehun, membawa diri mereka pindah kesofa.

"Maaf." Bisik Jongin lirih.

"kamu sudah bosan denganku?" tanya Sehun dengan suara tercekat.

"Jangan bertanya seperti itu. aku tidak akan pernah bisa bosan denganmu."

"lalu kenapa masih seperti ini hiks?"

"Maaf."

"jangan meminta maaf, berjanjilah tidak melakukannya lagi. Kamu berubah semenjak ber'sahabat' dengan mereka." Ujar Sehun.

Jongin langsung termenung mendengar ujaran Sehun.

'Benarkah ia berubah?'

"Aku berjanji Sehun, aku tidak akan skinship lagi dengan mereka." Janji Jongin setelah sadar dari renungan sesaatnya.

Sehun yang mendegar janji Jongin memeluk pria tan itu, menelusupkan wajahnya keleher beraroma manly itu. Membiarkan pria itu kembali merenung.

Jongin membalas pelukan Sehun dan mengelus lembut punggung gadisnya ini.

"apakah aku benar-benar berubah?" tanya Jongin lirih.

Sehun hanya mengangguk sebagai jawabannya.

"apakah itu menyakitimu?" tanya Jongin lagi.

Sehun kembali mengangguk. Jongin merasakan leher dan bahunya basah. Gadisnya ini kembali menangis. Berarti ia telah terlalu banyak menyakiti Sehun.

"Maaf sayang, maaf, aku menyesal." Jongin mengeratkan pelukannya pada Sehun, mengucapkan kata maaf berulang-ulang.

Sehun hanya mengangguk, ia tidak mau mengangkat wajahnya dari leher kekasihnya ini.

.

.

.

TBC

Thankyou buat yang reviews di chapter sebelumnya

Maknae lines 1994 : Sudah di repost, silahkan dibaca :)

Risty662 : mian, ada kesalahan teknis, sekarang sudah bisa dibaca. :)

zakurafreeze : humm, hamil enggak ya? baca aja lanjutannya. kalau penasaran silahkan kunjungi storyofourstories_._wordpress_._com, ini sudah end dan ada side story and sequelnya.

GaemGyu92 : hehehe, makasih udah baca, ini permintaan beberapa readers buat publish disini juga. :)

MinnieWW : story ini sudah tamat, jika penasaran silahkan kunjungi storyofourstories_._wordpress_._com, ada side story dan sequelnya juga disana.

Yessi94esy : *sodorin muka jongin* silahkan di tabok sesuka hati. makasih ya reviewnya :)