Chapter 2 Sparing
Disclaimer : Boboiboy © Monsta Studio , One Piece © Eichiro Oda sensei this story is real from my mind
Warning : AU, OOC (maybe), Typos anywhere, Gaje , Alur berantakan, rate saat ini aku kasih K+ dan bisa berubah kapan saja, de el el.
.
.
.
.
.
Happy Reading… Don't Like don't Read this Fanfiction
"BAJAK LAUT?!" Boboiboy merasa tak yakin dengan apa yang baru didengarnya.' Bajak Laut yang benar saja. Emang dijaman sekarang bajak laut masih ada?' batinnya.
"Iya, kami bajak laut." Kata luffy sanbil menunjukan seringaian khas miliknya.
"dan kami ini pemakan buah iblis. Maka nya tadi saat jatuh ke laut kami tidak bisa mengapung kembali karena laut akan menahan kami para pemakan buah iblis sehingga kalau kami sampai masuk ke dalam laut, tenaga kami akan hilang dan laut tak akan membiarkan pemakan buah iblis muncul ke permukaan." Jelas Ace.
Boboiboy masih tidak mengerti . ia kemudian memalingkan wajahnya . ' sepertinya aku mulai gila' batinnya sambil tersenyum miris.
"Buah iblis itu apa?" Tanya Boboiboy walau bingung tapi dia juga masih penasaran dengan kedua tamu yang tak sengaja ia pungut (?) itu.
"Buah iblis adalah buah mistis yang bisa memberikan penggunanya semacam kemampuan khusus tergantung dari jenis buah tersebut." kata Ace " Setiap orang yang memakan buah iblis akan memiliki kekuatan yang terkandung dalam buah itu, seperti luffy. Dia memakan buah Gomu-Gomu akibatnya tubuhnya lentur seperti karet." Lanjutnya sambil menarik pipi adiknya itu. Dan benar saja pipi Luffy melar sangat lebar. Benar-benar seperti karet. Boboiboy tertegun melihat hal itu.
"Lalu bagaimana denganmu Ace?" Tanya Boboiboy kepada Ace.
"Kalau aku karena memakan buah iblis Mera Mera jadi aku bisa mengeluarkan api dari tubuhku." Kata Ace sambil menunjukan kemampuannya. Sebuah bola api berukuran kecil tiba-tiba muncul dari telapak tangannya.
Boboiboy yang melihat itu terkejut sekaligus senang.
"AH ITU DIA. " jeritnya sambil menunjuk Ace.
"K-kenapa?" Tanya Ace bingung.
"Ace mau kah kau jadi guru untuk melatih kuasa api ku? " Kata Boboiboy sambil mengeluarkan tatapan memelas yang ia pelajari secara otodidak dari Yaya.
"Heee, jadi kau juga bisa menggunakan kekuatan api?" Tanya Luffy dengan mata berbinar.
"Tentu, bahkan tak hanya api, tetapi aku juga bisa menggunakan kuasa petir, angin, tanah dan air." Jawab Boboiboy sambil tersenyum.
"Waaahhh sukoi, ayo perlihatkan." Kata Luffy senang. Ace yang melihat tingkah adiknyaitu hanya bisa sweatdrop. 'Dia masih tidak berubah' batinnya.
"Boleh tapi jangan disini, ditaman saja." Kata Boboiboy lalu ia pergi keluar rumah diikuti Luufy dan Ace. Tak lupa ia mengunci pintu rumah.
Setelah sampai ditaman ia melihat ke-empat teman super heronya sedang erkumpul dikedai tok aba.
"Hai Boboiboy." Sapa mereka.
"Hai." Balas Boboiboy.
"Siapa dua orang dibelakangmu itu Boboiboy?" Tanya Fang.
"Oh mereka Luffy dan Ace" kata Boboiboy sambil menunjuk orang yang punya nama.
"Hai, yoroshiku." Kata Luffy
"Hai maaf mengganggu." Kata Ace sambil menunduk. Ia juga mendorong badan Luffy agar ikut menunduk.
"Hai, aku Yaya, yang ini Ying, itu Fang dan ini Gopal." Kata Yaya yang juga menganlkan temannya satu persatu.
"hai, aku Gopal kawan baik kau." Kata Gopal sambil menjabat tangan Luffy. Keempat temannya langsung melirik Gopal.
"Apa?" Tanya Gopal.
"Haaahh kebiasaan." Kata Fang.
"hahaha kau sangat lucu." Kata Luffy sambil tertawa. "Oh iya kepala dinosaurus, bukan kah kau mau menunjukan kekuatanmu?" lanjutnya.
"PFFT kepala dinosaurus? Pfffttttt" Fang berusaha menahan tawanya saat mendengar panggilan Luffy untuk Boboiboy.
"Ah maaf adik ku itu memang tak pandai mengingat nama orang. Maaf ya. " kata Ace langsung menundukkan kepalanya tanda minta maaf. Lalu ia memukul kepala Luffy keras. Karena Ace memukul terlalu keras, sampai kepala Luffy terpental ke bawah dan hampir berbenturan dengan kepala Gopal.
Semua orang (kecuali Boboiboy dan Ace ) dan 1 robot yang ada disana terkejut melihat hal itu.
"HWAAA HANTUUUUU" jerit Gopal dan Fang bersamaan. Tunggu dulu Fang? Iya Fang juga ikut menjerit karena terlalu terkejut melihat hal itu. Tak berapa lama kepala Luffy sudah kembali keposisinya semula.
" Eh tenang-tenang itu memang kemampuannya. " kata Ace.
"Hee, dia juga punya kuasa?" Tanya Ochobot yang baru sadar dari pingsannya (?).
"Iya tapi dia dapat kuasa bukan dari jam kuasa tapi dari buah iblis." Jelas Boboiboy. " Oh iya yang punya kuasa tak hanya aku tapi mereka juga punya kuasa." Kata boboiboy sambil menunjuk teman-temannya.
"Yaya bisa memanipulasi gravity, Ying Manipulasi waktu, Gopal manipulasi molekul dan Fang pengendali bayang." Lanjut Boboiboy.
"Dan aku bisa mengubah apapun menjadi makanan." Kata Gopal.
"Waaahhh bisa kau ubah ranting ini jadi daging panggang? Aku sangat lapar " kata Luffy sambil memberika sebuah ranting yang cukup besar yang entah ia dapat dari mana kepada Gopal.
"Tidak masalah, tukaran Daging Panggang." Dalam seketika Ranting itu berubah menjadi daging panggang yang sangat besar dan lezat.
"Waaaahhh." Kata Luffy lalu memakan daging panggang tersebut. "Hmmm enak sekali." Lanjutnya.
Semua orang disana dan satu robot tertawa melihat kelakuan Luffy dan Gopal yang sepertinya sangat cocok.
"Nah teman-teman aku mau pergi dulu dengan Ace, tok Aba Boboiboy pamit sebentar ya." Kata Boboiboy kepada Atok nya.
"Pergi mana?" Tanya Tok Aba.
"Cuma di situ saja." Kata Boboiboy sambil menunjuk sebuah tanah lapang dekat kedai atoknya. " Ayo Ace."
"Hn." Kata Ace mengikuti anak didepannya.
"kenapa harus disini?" Tanya Ace melihat tempatnya berdiri sekarang.
"Karena aku tak mau menyebabkan banyak kerusakan akibat ulah Api." Jawab Boboiboy yang hanya ditanggapi 'Oh' oleh Ace.
"Nah, Boboiboy Kuasa Lima." Tak berapa lama muncul lima pemuda yang memiliki wajah sama dengan Boboiboy tapi dengan jaket, topi dan warna mata berbeda.
"Lalu aku harus mengajari yang mana?" Tanya Ace bingung melihat kelima anak yang ada didepannya.
"Cuma Api." Jawab Halilintar singkat.
"Lalu kalian?" Tanya Ace kepada keempat pecahan Boboiboy alinnya.
"Kami mau membantu tok Aba sementara Air akan mengawasi kalau-kalau kuasanya diperlukan." Kata Gempa menjelaskan. Lalu ia, Halilintar dan Taufan pergi meninggalkan ketiga orang yang masih ada disana.
"Baiklah. Pertama, Api aku mau lihat kemampuanmu." Kata Ace kepada Boboiboy Api.
"Hehehe oke. Bobola Api." Dalam sekejap mata muncul sebuah bola api seukuran telapak tangan. Air berdiri agak jauh dari Ace dan Api.
"Heemmm lumayan. Coba kau lihat ini…" kata Ace sambil mengeluarkan bola api yang lebih besar dari milik Boboiboy Api.
"Waaaww hebat… bagaimana caramu melakukannya?" Tanya Api kagum melihat hal yang dilakukan Ace.
"Hehehe begini caranya, " Lalu Ace menjelaskan kepada Boboiboy Api panjang lebar. Sementara Air sudah tertidur diatas gelembung Air miliknya sambil memeluk bantal yang dipinjamnya dari mak cik kantin.
Tak perlu waktu lama bagi Air untuk terbangun dari tidurnya karena Air mulai mencium aroma benda terbakar. Perlahan ia membuka matanya. Mengerjap beberapa kali dan tiba-tiba matanya membelalak melihat pemandangan disekitarnya.
Pohot-pohon terbakar, ada bekas hangus dimana-mana. Untung saat ini tak ada orang disitu kecuali dua penjenayah api dan dirinya. Dengan sigap Air mengeluarkan bobola air dan menembakkannya ke benda-benda yang terbakar. Tak beapa lama teman-teman dan pecahannya yang lain muncul. Mungkin mereka juga kaget melihat ada asap hitam pekat yang membumbung dilangit. Selain itu dihadapannya terlihat Api yang terengah-engah. Ada beberapa luka bakar di lengannya tapi tak parah. Sementara Ace memasang kuda-kuda. Wajahnya tersenyum dan tak terlihat luka sedikitpun ditubuhnya. 'Bukannya tadi mereka Cuma unjuk kekuatan? Kenapa jadi begini?' batinnya.
Air sudah akan membantu Api tapi..
"JANGAN ADA YANG MENDEKAT!" teriak Api. Semua orang terlihat khawatir kecuali Luffy.
"Tenang Ace tak akan membunuhnya. Dia memang seperti itu." Kata Luffy sambil tersenyum. Pandangannya masih terfokus kepada Ace dan Api.
"Hehehe masih mau lanjut?" Tanya Ace dengan santai.
"Ugh aku tak akan kalah." Kata Api.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" kata Air lirih.
~~~ Flash Back On ~~~~
Beberapa saat setelah Air tertidur. Api melirik sekilas Air yang tengah tertidur sambil ada sebuah gelembung yang keluar dari hidungnya.
"Eig sudah tidur rupanya." Kata Api.
"Lalu sekarang bagaimana?" Tanya Ace setelah menunjukan teknik dasar pengendalian api.
"Heem aku bosan kalau hanya latihan pernafasan terus." Jawab Api. "Bagaimana kalau kita sparing?" lanjutnya sambil tersenyum.
"Kau yakin?" Ace agak meragukan Api. Memang kemampuan Api juga tak bias dianggap remeh. Dia hebat tapi masih belum terkontrol. Dan itu berbahaya baik bagi orang lain maupun bagi Api sendiri.
" Tentu saja. " kata Api dengan kepercayaan dirinya.
"Baiklah. Tapi ingat aku tak akan segan-segan." Kata Ace memasang kuda-kuda. Dari tangan dan kakinya mulai muncul kobaran api.
"Justru itu yang ku mau." Kata Api sambil menyeringai. Dan sparing antara dua pengguna elemen api pun dimulai. Api menyerang Ace dengan gerakan yang tidak terkontrol.
'Sudah ku duga' batin Ace. Ia dengan mudah membaca setiap gerakan Api. Tapi ia tau kalau sekali kena serangannya, walaupun Ace juga pengguna elemen api, tapi tetap saja akan menimbulkan luka yang lumayan. 'Heemmm dia hanya perlu mengendalikan emosinya' pikirnya lagi.
Semakin lama sparing itu menjadi semakin parah. Api mulai terlihat frustasi karena semua serangannya tak ada yang mengenai Ace.
"Kenapa nak?" Tanya Ace sedikit mengejek.
"Ugh sial." Emosi Api semakin naik.
'Mudah sekali terpancing emosinya' Batin Ace.
Ace mulai membalas serangan Api. Beberapa memang bias ditangkis tetapi tak sedikit yang melukainya.
Hingga tanpa sadar mereka berdua sudah membakar area sekitar mereka. Dan saat itu Air mulai terbangun.
~~~~Flash Back Off~~~~
Api kemudian mengeluarkan semuah bola api yang sangat besar. Semua orang yang melihat itu langsung panic.
"Semuanya lari." Teriak Fang.
"API SUDAH CUKUP. HENTIKAN!" Teriak Air tapi tak dihiraukan oleh Api.
"Cih apa dia mau menghancurkan satu kota!" Kata Halilintar.
"Sebaiknya kita hentikan dia." Kata Gempa mulai mencari cara untuk menghentikan Api. Namun sebelum mereka melakukan sesuatu, Ace sudah melompat dan mengarahkan tendangan apinya. Boboiboy Api terkejut karena tiba-tiba Ace sudah ada didepannya. Dengan sekali tendangan Bola Api raksasa itu hancur berkeping-keping.
Ace mengarahkan tinju apinya ke wajah Boboiboy Api.
'Ugh gawat' batin Api. Ia menutup mata. Api sudah siap menerima rasa sakit yang akan ia terima. Setelah menunggu beberapa detik rasa sakit itu tak kunjung datang. Perlahan ia membuka mata. Disana, beberapa senti dari wajahnya, tinju Ace berhenti.
"Hari ini cukup sampai sini saja. " kata Ace sambil menarik kembali tangannya lalu ia tersenyum dan mengelus rambut Api.
Api yang diperlakukan seperti anak kecil merasa malu. Wajahnya menjadi merah.
" Ace memang seperti itu. Kalau sudah berlatih Ia tak akan main-main." Kata Luffy kepada pecahan Boboiboy yang lain. Lalu ia menyunggingkan senyum andalannya. Luffy, pecahan Boboiboy yang lain dan teman-temannya mendekati Ace dan Api.
"Lebih baik kita bersatu lagi." Kata Taufan yang di setujui oleh pecahannya yang lain.
"Boboiboy bercantum semula." Setelah itu hanya terlihat satu Boboiboy. Tak berapa lama kesadaran Boboiboy menghilang.
"EH, BOBOIBOY!" teriak orang-orang disana.
~~~~TBC~~~~~
YEEEYYY CHAPTER 2 UPDATE...*nari Gaje* hahahah Famel dah gak tahan buat ngeluarin semua imajinasi tentang ff ini... maka dari itu hari ini Famel posting chapter 2 nya... kali ini kita fokus ke Pulau rintis dulu... buat yang di sunny Go harap sabar yak :v *dihajar anak buah luffy*
Zoro : Kami harus nunggu berapa chapter nih?
sabar bang-sabar... bentar lagi deh... secepatnya bakal keluar kok...
Zoro : Ya udah aku balik tidur dulu
-,-" ... yah kita biarin abang yang keren itu tidur dulu... nah akhir kata review please... dan maaf buat kemarin yang udah review tapi gak muncul di pemberitahuanku...-,-"
jaa ne...
Famel
