Chapter 3 Serangan Pertama
Disclaimer : Boboiboy © Monsta Studio , One Piece © Eichiro Oda sensei this story is real from my mind
Warning : AU, OOC (maybe), Typos anywhere, Gaje , Alur berantakan, rate saat ini aku kasih K+ dan bias berubah kapan saja, de el el. dan maaf untuk judul chapter ini mungkin tak sesuai dengan isinya
.
.
.
.
.
Happy Reading… Don't Like don't Read this Fanfiction
Enam jam berlalu sejak Boboiboy pingsan. Teman-temannya sudah kembai kerumah masing-masing. Tok aba yang mengetahui cucunya pingsan langsung menutup kedainya. sementara Ace dan Luffy berada di kamar Boboiboy, menunggu bocah bertopi dinosaurus itu sadar.
Tak berapa lama Boboiboy perlahan mulai membuka matanya.
"Ugh, apa-apa yang terjadi?" katanya denga suara pelan.
"Oh, Ace, dia sudah sadar." Kata Luffy yang duduk disamping tempat tidur Boboiboy. Ace yang sedari tadi bersandar dekat pintu segera mendekat.
"Luffy kau panggi kakek Boboiboy." Kata Ace yang langsung dilaksanakan oleh sang adik. Beberapa saat kemudian Luffy sudah kembali bersama Tok Aba dan Ochobot.
"Oh cucu atok. Bagaimana keadaanmu?" Tanya Tok Aba sambil memeluk cucu satu-satunya itu.
"Ugh, Boboiboy tak apa tok. " jawab Boboiboy. Lalu pandangannya beralih kepada Ace.
"Tadi kau pingsan." Kata Ace melihat raut kebingungan Boboiboy.
"Tadi kau terlalu lama berpecah. Selain itu Api juga terlalu banyak mengeluarkan kuasa." Lanjut Ochobot.
"Dah lah tu. Sekarang lebih baik kita makan malam dulu." Kata Tok Aba.
"Yeeeyy makan." Kata Luffy dengan riangnya yang langsung mendapatkan jitakan dari Ace.
"Maaf atas ketidaksopanan adikku yang bodoh ini ya." Kata Ace sambil membungkukan badannya.
"Iya tak apa. mari makan." Kata tok Aba sekali lagi. Boboiboy yang masih lemas dibantu berjalan oleh Ace.
"Maaf ya. Tadi sepertinya aku kelewatan." Kata Ace sambil sedikit melirik beberapa luka yang kini tertutup plaster di beberapa bagian tubuh Boboiboy.
"Hehehe tak masalah. Lagipula sepertinya Api juga sangat senang denganmu." Jawab Boboiboy sambil terkekeh pelan. Lalu mereka makan malam bersama.
Sementara itu disaat yang sama diatas kapal Sunny Go.
"Jadi bagaimana Franky kau sudah dapat sinyalnya?" Tanya Nami.
"Ehm sudah tapi-"
"Tapi apa?" kali ini Ussop yang bertanya.
"Sinyal Luffy mengarah ke dunia yang berada di tempat yang sangat mustahil." Kata Franky. Ada sedikit keraguan didalam suaranya.
"Maksudmu." Kini Zoro juga ikut bergabung.
"Mungkin maksud Franky, Luffy dikirim ke dimensi lain oleh Bartholomew Kuma." Jelas Robin dengan nada datar.
"APA?!" teriak anggota lain kecuali Franky, Robin dan Zoro.
"Jadi bagaimana cara kita ketempat Luffy?" Tanya Chopper mulai panic.
" Hemmm, oh aku punya ide. Kita buat saja mesin antar dimensi." Kata Brook.
"Emang semudah itu membuat mesin antar dimensi?" Tanya Ussop.
"Mungkin aku bisa membuatnya." Kata Franky dengan keyakinan penuh.
"Kau yakin?" sebenarnya tidak masalah . semua anggota kelompok topi jerami tau kemampuan Franky dalam menciptakan mesin. Hanya saja…
"Serahkan padaku. Setibanya kita dipulau selanjutnya aku akan segera mulai membuat mesin itu." Kata Franky.
"Baiklah Franky. Kami serahkan padamu." Kata Nami sambil tersenyum sementara anggota yang lain hanya saling pandang dan ikut tersenyum.
-000-
Bulan sudah meninggi di Pulau Rintis. Waktu menunjukan pukul 11.30. Ace dan Luffy tidur di sebuah kamar tamu yang memang selalu Tok Aba sediakan bila anak dan menantunya menginap. Perlahan terdengar suara pintu terbuka dari salah satu kamar dilantai dua. Dari balik pintu itu muncul sosok seorang pemuda dengan jaket dan topi berwarna jingga –Api-. Rupanya kebiasaan buruk Api yang suka menyelinap pada malam hari masih belum bisa hilang. Api berjalan sambil jinjit. Ia berusaha meminimalisir suara. Saat akan membuka pintu, ia dikejutkan oleh suara berdeham seseorang dibelakangnya.
"Kau mau kemana malam-malam begini?" rupanya Luffy sudah berdiri dibelakangnya. Pemuda yang ternyata hanya berbeda 2 tahun dari Boboiboy itu menyilangkan tangannya didepan dada.
"Eh hai… hehehe aku hanya mau jalan-jalan sebentar." Kata Api sambil tersenyum kaku.
"Mau aku temani?" Tanya Luffy yang langsung membuka pintu dan melangkah keluar rumah mendahului Api.
"Eh? Tu-tunggu aku." Kata Api. Tak lupa ia mengunci pintu.
Sepanjang jalan mereka berdua tak megucapkan sepatah katapu.
"Ehm jadi sebenarnya East Blue itu tempat seperti apa?" Tanya Api mencoba memecah keheningan.
"Yaah bisa dikatakan tempat yang sangat indah. Penduduk disana juga sangat ramah. Penduduk disana berbeda dengan penduduk ditempat lain yang akan langsung ketakutan bila ada bajak laut datang." Jelas Luffy masih terus berjalan sambil menatap langit. Terjadi keheningan lagi.
"Jadi bagaimana menurutmu?" kali ini Luffy yang bertanya.
"Apanya?" bukannya menjawab Api justru balik bertanya karena ia merasa bingung dengan pertanyaan Luffy.
"Ace. Bagaimana menurutmu?" kali ini Luffy menatap Api.
"Dia orang yang menyenangkan dan sangat penyayang. Karena aku anak tunggal dan tak pernah merasakan memiliki seorang kakak, yahh aku sebenarnya tak tau bagaimana sebenarnya seorang kakak itu." Kata Api sambil menundukan kepalanya.
"Hihihi. Dulu saat masih kecil Ace sama sekali tak mau menerimaku sebagai adiknya. Dia selalu kesal dan menjauh tiap kali aku mendekat padanya. Aku sebenarnya juga kesal karena selalu diabaikan olehnya, tapi suatu hari dia menyelamatkanku. Dari situ aku mulai tau kalau Ace itu sebenarnya oang yang baik dan penyayang. Bahkan saat aku melawan Crocodile dia dating dan membantuku." Kata Luffy mengingat kenangannya saat masih kecil bersama Ace dan seorang sahabatnya.
"Kau melawan buaya (Crocodile)?" Tanya Api dengan polosnya.
"I- bukan bukan crocodile buaya. Tapi Crocodile salah satu anggota Shichibukai yang menyebalkan." Jelas Luffy.
"Oh, sepertinya banyak orang-orang kuat ya diduniamu." Kata Api.
"Yaah begitulah." Jawab Luffy singkat. Tak terasa mereka terus berjala sampai di pantai.
Lagi-lagi terjadi keheningan diantara mereka. Api terus memandangi langit sementara luffy memandangi luasnya samudra.
"Kau mau tidak masuk kelompokku?" Tanya Luffy tiba-tiba.
"Eh?" Api sedikit terkejut mendengar pertanyaan mendadak dari Luffy.
"Kita bisa mengarungi luasnya laut. Bertemu dengan musuh-musuh yang kuat. Bersama." Kata Luffy.
"…" Api hanya diam. Ia berpikir sejenak. "hehehe tidak terima kasih. Aku mau tetap disini bersama teman-temanku dan terus membatu tok aba." Kata Api akhirnya.
"Hihihihi bagus." Kata Luffy ambigu. "Mau latihan denganku?" Tanya Luffy.
"Eh, tapi-" Api sedikit gugup mendengar ajakan Luffy.
"Hahaha aku hanya bercanda. Aku tau kau masih lelah setelah melawan Ace tadi siang." Kata Luffy sambil menunjukan senyum andalannya. "sudah mau pulang?" tanyanya lagi.
"Em iya." Kata Api lalu mulai berjalan kembali kerumah. Untung saat ini sedang libur sekolah, jadi tak masalah baginya (Boboiboy) kalau bangun kesiangan. Sesampainya mereka di rumah, Api dan Luffy langsung menuju kamar mereka masing-masing. Seperti biasa Luffy langsung tertidur begitu tubuhnya menyentuh kasur sementara Api, ia sebenarnya belum mengantuk, jadi dia terus menatap langit-langit kamarnya. Ia merenung memikirkan dirinya bukan sebagai Boboiboy tapi sebagai Api. Entah apa yang membuatnya berbeda dari pecahannya yang lain. Kenapa pecahannya yang lain menganggap Api liar, sulit dikendalikan padahal dia yang muncul lebih dulu tapi kenapa Boboiboy justru lebih cepat menguasai elemen air? Padahalkan Api muncul juga karena Boboiboy sendiri yang merasa tertekan akibat banyaknya beban yang ia tanggung sebagai super hero saat kecil dulu. Lama kelamaan mata Api menjadi berat dan iapun jatuh kedalam dunia mimpi.
-000-
"Hoaam" Ace mengerjapkan matanya beberapa kali. Sinar matahari masuk kedalam kamarnya melalui jendela yang sudah dibuka. Ace melirik sekilas adiknya yang sedang tidur dengan posisi yang sangat aneh. Setelah merasa semua 'nyawanya sudah terkumpul, Ace mulai mandi. Saat keluar dari kamar mandi Ace menggelengkan kepalanya melihat Luffy masih saja tidur.
"Ehm Boboiboy?" panggilnya saat keluar kamar.
"…" hening. Tak ada tanda-tanda dari Boboiboy, tok Aba maupun Ochobot.
"kemana mereka ya?" kata Ace sambil menggaruk belakang kepalanya. Saat melewati dapur, ia melihat secarik kertas diatas meja.
"Selamat Pagi Ace, Luffy, di meja sudah ada nasi goreng buat sarapan. Terus kalau sudah selesai kalian menyusul saja ke kedai atok. Ini sudah atok buatkan petanya. Boboiboy dan Ochobot juga ada di kedai membantu atok membuka kedai. Jangan lupa nanti kalau keluar rumah kunci pintu ya. Salam Tok aba." Kata Ace membaca tulisan yang ada dikertas itu. Lalu matanya berbinar senang saat melihat sepiring nasi goreng lengkap dengan ayam dan telur.
"Waaaahhh sepertinya enak. Itadakimashu" katanya lalu dengan lahap menyantap sarapan didepannya. Selesai sarapan, Ace lalu keluar rumah. "Oh iya Luffy gimana ya?" katanya saat teringat Luffy yang masih tertidur. " Ah biarlah, paling dia bangunnya nanti sore atau besok pagi." Lanjutnya lebih kepada diri sendiri. Ia mulai berjalan sesuai dengan peta yang diberikan tok Aba. Tak lupa sebelum pergi, ia mengunci pintu terlebih dahulu.
Sementara itu di kedai tok aba…
"Hei Boboiboy." Sapa keempat teman super heronya.
"Hai" jawab Boboiboy singkat.
"Mana tok Aba?" Tanya Gopal yang menyadari ketidakhadiran Tok Aba.
"Pergi beli koko. Nah mau pesan apa?" Tanya Boboiboy kepada teman-temannya.
"Aku special ice chocolate." Kata Gopal " Tapi aku hutang dulu ya" lanjutnya yang langsung mendapat lirikan dari teman-temannya.
"Heem ye lah." Kata Boboiboy.
"Aku juga special ice chocolate." Kata Yaya, Ying dan Fang bersamaan
"Hem siap." Kata Boboiboy. Lalu dengan cekatan ia membuat pesanan ke-empat temannya dan tentu saja ia dibantu Ochobot.
"Mana kedua orang asing itu?" Tanya Fang tiba-tiba.
"Maksudmu Ace dan Luffy? Mungkin sebentar lagi mereka kemari soalnya tadi mereka masih tidur pas aku dan Ochobot ke kedai." Kata Boboiboy.
Tak berapa lama terdengar suara langkah kaki.
"Huufft capeknya." Ternyata itu Ace yang baru saja sampai setelah mengitari Pulau Rintis karena mengikuti peta yang dibuat Tok Aba.
"Oh Ace kau baru sampai rupanya. Dari mana sa…ja." Kata Boboiboy yang langsung diam seketika saat melihat si pemakan buah iblis mera mera. Keempat temannya sontak langsung mengikuti arah pandangan Boboiboy. Seketika itu juga mereka langsung menujukan ekspresi berbeda-beda. Boboiboy masih dengan wajah cengonya, Yaya dan Ying mengerjap beberapa kali lalu wajah mereka menjadi sangat merah, Gopal sudah pingsan Ochobot kalau saja dia bukan robot mungkin ia sudah membelalakkan matanya dan Fang, ada setetes darah keluar dari hidungnya.
"Ada apa? Kalian kenapa?" Tanya Ace yang memperhatikan badannya yang tak pakai baju tapi pakai celana tentu saja. " Ada yang aneh ya?" lanjutnya masih bingung. Oke ini memang penampilan Ace biasanya. Hanya menggunakan celana selutut, sepatu boot dan topi koboi tanpa mengenakan baju.
Tiba-tiba Yaya dan Ying langsung mendekati Ace.
"KYAAA DASAR MESUM, RASAKAN INI TUMBUKAN PADU/ SERIBU TENDANGAN LAJU!" teriak kedua gadis itu bersamaan saat menggunakan kuasanya kepada Ace. Ingat saat ini Yaya dan Ying sudah beranjak remaja. Dan tentu saja melihat seorang pria bertelanjang dada membuat mereka bereaksi seperti itu.
"GYAAAAAA" detik itu juga Ace terbang entah sampai mana.
Melihat hal itu menyadarkan Boboiboy, Gopal dan juga Ochobot dari keterkejutan mereka.
"Gawat jangan sampai Ace jatuh di laut. Ochobot aku kejar Ace dulu." Kata Boboiboy buru-buru "Boboiboy Halilintar! Gerakan Kilat!" sedetik kemudian Boboiboy sudah pergi dari kedai.
"Dey Fang lap lah dulu mimisan kau tu." Kata Gopal dengan ekspresi jijik melihat darah yang keluar dari hidung Fang.
"Eh" buru-buru Fang mengelap mimisannya dengan punggung tangannya.
Tak berapa lama Boboiboy yang saat ini dalam mode Taufan sudah kembali sambil membawa Ace di Hoverboardnya. Tak lupa ia sudah menyuruh Ace pakai baju.
"Hebat juga kau masih bisa selamat dari amukan kedua gadis itu." Kata Fang sambil menunjuk Ying dan Yaya.
"Ah tapi tenaga mereka benar-benar luar biasa." Kata Ace setelah turun dari Hoveroard.
"Jadi kau tadi berjalan keliling pulau rintis denga penampilan seperti itu?" Tanya Boboiboy yang sudah kembali ke wujudnya yang biasa.
"Yaah begitulah. Mungkin karena itu orang-orang menatapku dengan pandangan aneh." Kata Ace.
"Hahahaha, kau ini." Kata Gopal yang tertawa saat membayangkan Ace yang berjalan keliling Pulau Rintis sambil dipandangi orang-orang.
"Oh iya Luffy mana?" Tanya Boboiboy menyadari ketidakhadiran Luffy.
"Ah dia masih tidur, biarkan saja mungkin Luffy akan bangun nanti sore atau besok pagi." Jawab Ace santai sambil duduk disalah satu bangku. Yaya dan Ying langsung menjaga jarak dengan Ace. Menyadari hal itu Ace langsung refleks meminta maaf kepada kedua gadis itu.
"Maaf, maafkan aku. Aku sungguh tak tau hal itu. Sekali lagi maaf." Kata Ace sambil membungkuk.
Yaya dan Ying yang melihat kesungguhan hati Ace akhirnya memaafkannya.
"Oh iya sebelum itu sebagai perkenalan, kau mau coba biscuit aku tak?" Tanya Yaya yang kemudian mengeluarkan sekeranjang penuh biscuit buatannya. Keempat temannya yang lain ketakutan saat melihat biscuit Yaya.
"Hem boleh." Kata Ace sambil mengambil satu keeping biscuit Yaya. Boboiboy dan yang lainnya menatap horror Ace, tapi belum sempat biscuit itu masuk kemulutnya, tanpa sengaja Ace mengeluarkan apinya karena terkejut mendengar sebuah suara ledakan.
'DUAR'
Lalu suara iu disusul oleh sebuah tawa yang sangat cempreng.
"Bhuahahahahaha keluar kau Boboiboy. Serahkan Bola kUasa padaku." Rupanya itu Adudu yang muncul dengan senjata barunya.
"Jangan harap. Boboiboy Kuasa-" Boboiboy menghentikan ucapannya saat Ace tiba-tiba berdiri didepannya.
"Serah kan ini padaku." Kata Ace sambil tersenyum. Seketika itu pual muncul api dari tangan dan kakinya.
~~~~ToBeContiniue~~~~
Halooo. masih adakah yang menunggu kelanjutan fic ini? krik krik krik krik... heeemmm ternyata si jangkrik ya yang masih setia menunggu :v
oke gak perlu berlama-lama... pertama Famel mau mengucapkan terima kasih atas para reader yang sudah mereview fanfic ini... terima kasih atas kritik saran dan masukannya... Famel akan dengan senang hati menerima semua itu... dan behubung ini sudah malam maka Famel tak akan banyak bicara... akhir kata... Review Please...
famel
