Chapter 4 : Pencarian dimulai
Disclaimer : Boboiboy © Monsta Studio , One Piece © Eichiro Oda sensei this story is real from my mind
Warning : AU, OOC (maybe), Typos anywhere, Gaje , Alur berantakan, rate saat ini aku kasih K+ dan bisa berubah kapan saja, de el el.
.
.
.
.
.
Happy Reading… Don't Like don't Read this Fanfiction
"A-Apa penjenayah api yang lain?!" kata Adudu terkejut saat melihat Ace.
"Hehehehe. Kali ini biar kutunjukan padamu cara menggunakan api." Kata Ace kepada Boboiboy.
Mendengar hal itu, Adudu langsung bertindak. "Probe." Panggilnya kepada robot ungu yang berada disebelahnya.
"Baik Mode : Mega Probe." Seketika Probe berubah menjadi sebuah robot tempur.
"Seraaaangg!" teriak Adudu. Tepat sebelum Probe menembakan senjatanya, terdengar sebuah teriakan dari langit lebih tepatnya dari arah rumah Boboiboy.
"AACCCCEEEEE…" rupanya itu Luffy yang meluncur dari atap rumah Boboiboy menuju taman. Dan luffy sukses menabrak Probe membuat robot itu dan majikannya terjungkal kebelakang.
"Oh Luffy kau sudah bangun rupanya." Kata Ace melihat adiknya yang kini berdiri diatas Probe.
" Haduuh pening kepalaku. Hei kau menyingkir dari sana!" kata Adudu saat melihat Luffy yang berdiri diatas Probe.
Luffy yang mendengar perkataan Adudu langsung menoleh. Ia menatap lekat-lekat alien hijau berkepala kotak itu.
Terjadi keheningan disana.
1 detik…
2 detik…
3 detik…
"Waaaaawww ada tofu berwarna hijau… " kata Luffy. Matanya berbinar da nada air liur menetes dari mulutnya. "Kira-kira bias dimakan tidak ya?" lanjutnya sambil mendekati Adudu.
Melihat hal itu membuat semua orang disana pingsan dengan tidak elitnya.
"Dey dia ini alien lah bukan tofu." Kata Gopal.
"Oh benarkah?" Kata Luffy sambil kembali menatap Adudu lekat-lekat. "Tapi dia terlihat enak." Katanya.
"Errgghh, Probe cincang dia." Perintah Adudu.
"Baik cik boss." Jawab Probe menjalankan perintah Adudu. Sebuah pisau bergerigi menggantikan posisi tangan Probe. Ia lalu mengarahkan senjatanya ke Luffy. Luffy berhasil menghindar, tapi lengannya sedikit tergores dan mengeluarkan darah. Semua orang disana menahan nafas melihat kejadian itu.
" Kau berani melukai adik ku!" Kata Ace. Emosinya sedikit naik melihat darah yang keluar dari lengan Luffy. Ace kembali mengeluarkan api dari tangan dan kakinya yang tadi sempat ia hilangkan saat luffy dating.
"Probe serang dia!" kata Adudu lagi.
"Baik" kemudian probe menembakkan berbagai peluru kearah Ace.
"Heh kau meremehkan ku ya?" Kata Ace yang langsung mengeluarkan tinju Api dan membuat semua peluru itu hangus terbakar. "Enkai Hibashira" katanya sambil melompat diudara. Sebuah pilar api langsung muncul dan mengarah tepat kea rah probe.
"GYAAA PANAS!" jerit probe saat api milik Ace mengenai tubuh besinya. Tak lama kemudian tubuhnya meledak dan kembali ke mode biasa. Sementara itu Adudu hanya bengong melihat kekuatan Ace.
"Sekarang giliran kau." Kata Ace sambil menunjuk Adudu.
"E-eh tu-tunggu dulu." Keringat dingin mengalir di wajah kotaknya.
Belum sempat Ace mengarahkan tinju apinya, Adudu sudah terkena sebuah bola api. Semua orang menengok ke arah si pemilik kuasa Api yang satu lagi.
"GYAAAA " jerit Adudu yang tubuhnya menjadi gosong seketika.
"Incik Boss!" teriak Probe melihat tuannya itu. Kemudian dia membawa pergi Adudu dari tempat itu.
"Nah pengganggu sudah pergi. Sekarang ayo kita sparing lagi." Kata Boboiboy Api kepada Ace. Dia tak tahan melihat kekuatan Ace. Ada sebuah gejolak dalam dirinya saat melihat bagaimana Ace dengan ahlinya mengendalikan api.
"Heh, baik lah bocah." Kata Ace santai tanpa ada maksud apapun. Namun kata-katanya justru sedikit menyulut emosi Api.
"Jangan panggil aku bocah." Kata Boboiboy Api dengan penekanan disetiap kata.
"Apa aku perlu membuat kungkungan Bayang biar kalian tak membakar taman ini?" Tanya Fang.
"Mungkin iya." Jawab Yaya. "Err Luffy mungkin lukamu harus diobati." Lanjutnya saat melihat darah masih mengalir dilengan Luffy.
"Are? Oh ini hahahaha hanya luka kecil. Tak masalah. Kalian lebih baik segera berlindung. Aku mau melihat pertarungan mereka. Hihihihi sudah lama aku tak melihat Ace berlatih. Jangan khawatir aku akan menjaga si dinosaurus." Kata Luffy sambil menunjukan senyum andalannya.
Melihat senyum Luffy membuat pipi Yaya sedikit merona. "Baiklah." Kata Yaya.
"Dey macam mana ni. Tak apa kah membiarkan mereka?" Tanya Gopal yang sudah ketakutan.
"Tenang saja, Ace tak akan membunuhnya kok." Jawab Luffy santai. Mendengar itu justru membuat Gopal pingsan.
"Baiklah. Kungkungan Bayang." Sedetik kemudian muncul sebuah kubah dari bayangan yang melingkupi Boboiboy Api, Ace dan Luffy. Dan sesaat kemudian sparing antara dua pengendali api kembali dimulai.
-000-
"Minna coba kemari!" teriak Franky. Tek berapa lama semua anggota topi jerami berkumpul.
"Ada apa Franky?" Tanya Ussop kepada cyborg nyentrik dihadapannya.
"Hehe aku sudah berhasil membuat mesin antar dimensi." Jawab Franky dengan bangga sambil membuka sebuah kain yang menutupi sebuah mesin.
"Waaahh hebat sekali." Kata Ussop, Choper dan Brook bersamaan.
"Kerja bagus Franky." Kata Nami.
"Hehehe. sengkyu" Franky terkekeh saat hasil penemuannya itu dipuji teman-temannya.
"Sebenarnya dimensi tempat Luffy itu dimana?" Tanya Zoro.
"Oh itu aku sudah mencoba melacaknya dan hasilnya Luffy berada di sebuah tempat bernama Pulau Rintis." Jelas Franky.
"Pulau Rintis? Nama yang aneh." Kata Brook sambil mengusap dagu tengkoraknya.
"Tapi apa ini akan langsung membawa kita langsung ke dimensi tempat Luffy berada?" Tanya Robin. Mendengar pertanyaan itu semua anggota yang lain hanya terdiam menunggu jawaban dari si empunya mesin.
"Yah sebenarnya tidak langsung membawa kita ke tempat Luffy. Tapi setidaknya kita bias mencoba kan?" Kata Franky yang dibalas dengan anggukan yang lainnya. Walau Franky itu sering terlihat konyol, tapi terkadang dia juga bisa serius.
"Hohohoho. Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita berangkat sekarang." Kata Brook.
"Ayo!".
"Baiklah…" Franky kemudian menyalakan mesin tersebut. Tak lama muncul sebuah gelombang energy. Mereka berdelapan melangkahkan kaki memasuki gelombang energy itu.
Beberapa saat kemudian pemandangan yang mereka lihat adalah sebuah desa yang dikelilingi hutan.
"Jadi, ini dimana?" Tanya Sanji.
"Entah. Bagaimana kalau kita coba Tanya ke anak berambut kuning itu." Usul Nami.
"Hei nak boleh kami tau ini dimana?" Tanya Ussop kepada anak berambut kuning itu.
"Em, ini desa konoha. Kalian siapa?" Jawab anak itu.
"Bukan tempat ini ya?" Kata Chopper lirih.
"Kalau begitu kita coba ke tempat selanjutnya." Kata Franky. Tak lama kemudian mereka menghilang dari tempat itu meninggalkan si anak berambut kuning cengo melihat kejadian yang baru saja terjadi didepan matanya.
Setelah meninggalkan desa itu, kedelapan anggota topi jerami kembali muncul disebuah tempat yang terdapat banyak bongkahan es seperti dikutup.
"Heemm sekarang kita Tanya kesiapa?" kata Chopper.
"Ah biar ku coba Tanya ke anak itu." Kata Robin sambil menunjuk seorang anak laki-laki berkepala botak dengan ada tato panah dikepalanya.
"Sumimasen, maaf mengganggu." Kata Robin saat mendekati anak laki-laki itu.
Anak itu diam sesaat. Ia mengamati Robin lekat-lekat.
"Oh, kami tak bermaksud jahat. Kami hanya sedang mencari teman." Kata Robin menyadari tatapan curiga anak itu.
"Oh ini dikutub selatan." Jawab anak itu akhirnya. Robin lalu menoleh ke teman-temannya.
"Yah, kita coba lagi." Kata Nami.
"Terima kasih." Kata Robin sebelum dia dan teman-temannya kembali berpetualang kedimensi lainnya.
"Sama-sama." Kata anak itu. "Hm orang-orang aneh." Lanjut anak itu.
Kemudian mereka kembali muncul disebuah tempat lebih tepatnya sebuah pulau. Pulau yang terbilang kecil itu ada sebuah rumah berbentuk kubah.
"Itu manusia?" Tanya Ussop menunjuk seorang kakek-kakek dengan sebuah tempurung kura-kura dipunggungnya.
"Mungkin." Kata Sanji yang berdiri disampingnya.
"Oke kali ini biar aku yang tanya." Kata Nami mendekati kakek itu."Permisi, kalau boleh tau ini dimana?" tanyanya.
Mendengar suara Nami, kakek itu menoleh dan wajahnya langsung merona. Sebuah darah menetes dari hidung kakek itu. Dan tiba-tiba kakek itu memeluk Nami.
"Hai nona ada yang bias kubantu?" kata kakek itu dengan wajah mesum.
"KYYAAAAA Lepaskan Kakek mesum!" teriak name yang secara reflex menendang kakek itu. "Ayo kita pergi ketempat lainnya." Kata Nami masih emosi. Dan mereka pun kembali melanjutkan pencarian kedimensi lain.
-000-
Sementara itu di sebuah ruangan yang berada di markas besar angkatan laut para petinggi Angkatan Laut sedang menyusun rencana untuk menemukan dan menangkap Ace serta Luffy dan anggotanya yang lain.
"Untuk mencari Ace dan Luffy biar aku saja yang pergi." Kata Admiral Aokiji.
"Aku akan menemanimu." Kata Akainu.
"Hhehehe kalau kalian pergi aku juga." Sambung Kizaru. Semua orang yang berada diruangan itu menahan nafas saat ketiga Admiral itu berniat menangkap Ace dan kelompok topi jerami.
"Kenapa kalian bertiga yang harus pergi? Bukankah masih ada laksamana yang berada di bawah kalian yang bias menangani kelompok topi jerami dan Ace?" Tanya Sengoku.
Ketiga Admiral itu hanya terdiam.
"Baiklah Aokiji kau pergi mencari keberadaan kelompok topi jerami dan Ace si tinju api. Dan bila kau perlu bantuan, Akainu akan langsung ketempatmu." Kata Sengoku memecah ketegangan diruangan itu.
"Bagaimana denganku?" Tanya Kizaru.
"Kau tetap berjaga disini." Kata Sengoku.
"Baik kalau begitu, aku permisi." Kata Aokiji yang kemudian langsung meninggalkan ruangan itu. Sebenarnya dia sudah punya rencana sendiri untuk menemukan Luffy dan Ace.
"Aokiji." Panggil seseorang dibelakangnya. Aokiji melirik si pemanggil.
"Ada apa Grap?" Katanya saat mendapati Monkey D. Grap yang merupakan kakek dari Ace dan Luffy berdiri dibelakangnya.
"Apa kau sudah punya rencana?" Tanya Grap berusaha menyembunyikan kekhawatirannya. Walau bagaimanapun Luffy dan Ace adalah dua cucunya.
"Aku akan menghubungi Kuma. Tenang saja aku tak akan membunuh kedua cucu mu." Jawab Aokiji dan ia kembali berjalan menjauh dari ruangan itu. 'Terlalu berbahaya untuk mengungkapkan rencanaku disini' Batinnya.
~~~~Tobe Continiue~~~~
Haaiii minna... Famel kembali... kali ini chapternya lebih singkat... oh iya Famel minta maaf soalnya telat update... dan untuk fic ini Famel berencana gak bikin panjang... mungkin sebentar lagi juga finish... soalnya Famel sudah mulai kehabisan inspirasi... dan selain itu juga ada beberapa ide fic yang siap dibuat ... nah Famel gak mau berpanjang lebar... untuk itu seperti biasa kritik, saran dan review please...
