Blue

Chapter 3 : There's a Lie Between The Truth

Genre : Romance, Hurt/Comfort,

Rate : T - M

Status : 1 of ?

Desclaimer : Pengennya SasuNaru punya user tapi apa mau di kata yang namanya Naruto dan seperangkatnya cuma punya MK. Huhuhu T.T tapi ini Fict murni punya user kok nggk bohong.

Pair : SasukeNaru slight SasuSaku, KakaNaru, ItaKyu.

Warning : BL, MPREG, GAJE, typos, Alur ngaco, Judul nggk sesuai cerita. Dsb

Balasan Review,untuk kali ini hanya review untuk yang nggk login ya?

Guest1

Ini sudah di lanjut .. arigatou reviewnya

desuka

sudah dilanjut ne … arigatou reviewnya

Guest2

Mau tidak mau sakura harus di buat mandul, kalo nggk user takut terlalu rumit dan ff ini malah nggk rampung nanti…. arigatou reviewnya

Guest3

Ia bisa,,, di dunia imajinasi semuanya bisa terjadi… arigatou reviewnya

Krisan

/matiiin obornya/ jangan nanti nggak bisa slese ffnya kalo sasuke krisan-san bunuh. … arigatou udah review lagi. :)

tini ajah

itulah keluarga Uchiha… arigatou reviewnya

Retnoelf

Sudah di lanjut … arigatou reviewnya

Guest4

Sasu jelas harus ngemis cinta, naru single parent? Kasian :(…. arigatou reviewnya

hunkailovers

Siap laksanakan komandan!... arigatou reviewnya

Buat yang udah login dan sempet sempetin buat review ff author, user haturkan arigatou gozaimasu!

.

.

.

.

And the story begin!

" Eugh" erangan pemuda pirang memecahkan keheningan ruangan berbalut warna putih serta berbau obat. Dengan gesit satu satunya wanita di sana berdiri dan menghampiri si pasien. Dan setelah memastikan si pasien telah membuka mata. Ia memandang penunggu lainnya dengan raut wajah lega. Yang di tanggapi dengan berdirinya salah satu dari pemuda penunggu berdiri dan bergegas memanggil dokter.

" Naru sayang, apa ada yang sakit?" Tanya Mikoto pelan pelan.

" Euggh… Naru dimana Kaa- chan?" Tanya Naru lirih masih belum benar benar bisa mengenali kondisi di sekitarnya. Mikoto mengulurkan segelas air mineral untuk Naruto.

" Arigatou Kaa-chan." Ucap Naru sedikit lebih keras ketimbang perkataannya yang pertama setelah selesai meneguk air pemberian sang ibu.

" Sudah merasa baik?" Tanya Mikoto lembut.

" Ne," Naruto memberi jeda dalam perkataannya. " Astaga! Kaa-chan! tunggu… Sasu! Kaa- chan Sasuke… Sasuke, bagaimana dengan Sasuke? Arghhh!?" Tanya Naruto tergesa, kaget, Khawatir dan berbagai ekspresi lainnya yang sulit di gambarkan. Selain itu ia juga tergesa gesa untuk bangun hingga infusnya tertarik dari tanggannya. Menimbulkan luka sobek dan aliran darah yang membuat Mikoto memekik kaget.

" Astaga Naru!" pekik Mikoto. Reflesk Itachi yang sedari tadi hanya mengamati, menahan tubuh Naruto untuk turun dari ranjangnya.

" Tenanglah Naru, Sasuke baik baik saja! Kasihan kandunganmu jika kau melakukan gerakan tiba tiba saat keadaanmu belum benar benar prima seperti saat ini." Kata Itachi berbohong untuk menenangkan .

" hikz.. hikz.. apa benar Sasu baik baik saja?" Tanya Naruto yang mulai menangis pelan.

" Ya, Sasu baik baik saja. Naru, sekarang beristirahatlah." Kata Itachi pendek dan di setujui dengan anggukan oleh Mikoto ketika Naru juga meminta jawaban Mikoto dengan memandang Ibu mertuanya itu.

" Lalu di mana Sasu sekarang? kenapat tidak datang untuk Naru, Nii-chan?" Tanya Naruto sedih, walau sudah tidak mengeluarkan air mata. Tapi masih kental di dengar suara seraknya.

" Sasu…"

CEKLEK….

" Biarkan kami memeriksa tuan Naruto terlebih dahulu." Kata seorang dokter berbaju rapi menghampiri perbincangan menyedihkan ketiga orang dalam ruangan Naruto. Memotong perkataan Itachi.

.

.

.

User31

.

.

.

Alam bawah sadar Sasuke

" Di mana ini?" batin Sasuke bingung. Di depannya sekarang hanya terlihat ruangan kosong yang begitu luas dengan dominasi warna putih. Lama ia terus memandang sekelilingnya, ia kemudian menemukan sebuah titik yang membuatnya berjalan mendekatinya. Semakin dekat ia berjalan pada titik itu, titik itu semakin jelas. Menunjuk pada sebuah rumah asri dengan taman bunga di halaman depannya, membuatnya teringat dengan rumah impiannya dengan Naruto.

Tatapan menyelidik ia layangkan pada penampakan rumah di depannya. Bunga bunga bermekaran indah beserta kupu kupu yang berterbangan di sekelilingnya seolah tengah bermain di sana. Pandangan mata Sasuke terhenti pada sebuah sosok lelaki yang tengah duduk berongkok dengan topi jerami di kepala pirangnya sambil memegang sekop kecil untuk tanam menanam bunga. Dan ketika sosok itu menoleh padanya, Sasuke di buat terkejut olehnya.

Mata sapphire itu masih biru begitu murni dan suci tak ternoda seperti birunya langit di musim panas, rambutnya masih pirang, gurat gurat tipis di sekitar pipi yang mirip kumis rubah itu juga masih sama, bahkan kulit tan yang di hujani sinar mentari itu terlihat sangat mempesona di mata Sasuke saat ini. Tapi ada sebuah keganjilan dari sosok yang ia kenali sebagai 'istrinya' itu, perut yang biasanya datar itu terlihat lebih membuncit dari biasanya. ' Apa Naru sedang sakit?' batin Sasuke.

" Okaeri ne Suke!" sosok Naruto itu berucap lembut diiringi dengan senyuman matahari milik Naruto. Membuat Sasuke tertegun dan tanpa sadar tersenyum lembut membalas senyuman Naruto.

Tapi senyuman lima jari milik sang 'istri' menghilang! berganti, ruang hampa yang tadinya di dominasi oleh warna putih seketika berubah menjadi warna abu abu. Bahkan rumah asri di depannya berubah menjadi sebuah layar besar yang isinya sungguh membuat Sasuke menyesali hidupnya.

Kilasan kilasan adegan perselingkuhan Sasuke dengan Sakura silih berganti memenuhi layar di depan Sasuke. Lalu sebuah adegan membuat Sasuke tertohok hatinya. Ia melihat Naruto dengan berjalan sendirian menatap dirinya dengan Sakura tengah beradegan intim. Terkejut, Naruto berlari menjauhi keduanya dengan penuh airmata yang sialnya karena keterkejutannya dan reflexnya berlari membuat tubuhnya tidak seimbang, belum seberapa jauh Naruto menjauhi keduanya, ia jatuh. Lalu terlihat aliran darah di sekitar kakinya yang nampaknya berasal dari selangkangannya.

" ARGGGGHH!" Naruto berteriak kesakitan sambil memegangi perutnya.

" NARUTO!" reflek Sasuke berteriak dan berlari menghampiri Naruto. Ia mencoba menolongnya. Namun saat ia berusaha menyentuh Naruto, ia merasakan tubuhnya transparan. Ia memandang khawatir wajah Naruto. Tapi berkali kali ia mencoba memegang Naruto, hal yang sama terjadi ia tak bisa menyentuhnya. Ia hanya akan menembus bagian tubuh Naruto yang ia pegang.

Dan semuanya berubah, ia mendapati dirinya di sebuah ruangan, ruangan ayahnya saat ia memberikan surat cerainya kepada sang ayah bersama Sakura sebelum ia di pukuli oleh bodyguard bodyguard ayahnya. Tapi ada yang berbeda, ada Naruto di sana yang menatap dirinya hampa, wajahnya menyiratkan rasa kecewa yang dalam.

Setelah melihat surat cerai yang di berikan Sasuke, Naruto berjalan menuju balkon di belakang kursi ayahnya, berucap pelan pada perutnya dan mengelusnya pelan.

" Sepertinya ayahmu sudah tak menyayangi kita ne Menma?" ucap Naruto sebelum menjatuhkan dirinya dari lantai tertinggi di perusahaan Uchiha dari ruangan sang petinggi Uchiha.

" NARUTOO!" Sasuke berteriak sangat kencang, bersamaan dengan itu ia tersentak bangun dari pingsannya. Dibumbui dengan ringisan pelan karena terlalu terburu buru membangunkan diri. Keringat dingin membasahi dahinya. Seluruh wajahnya menampakkan ekspresi ngeri. ia baru saja bermimpi buruk, sangat buruk , ia kehilangan Narutonya.

" Tidak, Naru, tidak maafkan aku…" lirih Sasuke merenungi mimpinya. Kepalanya ia tolehkan untuk melihat keadaan. Lalu berhenti ketika ia melihat sosok sang kakak tengah memandanginya dengan sengit.

" Aku tak berharap kau bangun secepat ini Ototou, tapi karena kau seorang Uchiha, itu tidak mengherankan." Sahut Itachi berjalan mendekati Sasuke.

" Kakak?"

" aku kesini bukan untuk menjenguk mu Sasuke, aku kesini menjadi perwakilan ibu dan ayah yang malu karena perselingkuhannmu itu. Aku hanya akan menyampaikan sebuh pesan." Terang Itachi mengenai keberadaannya.

" Apa maksudmu?" Tanya Sasuke heran. 'Perwakilan? Apa aku belum di keluarkan dari keluarga Uchiha?' batin Sasuke. "Ishh…" ia meringis pelan merasakan sakit akibat gerakan tiba tiba yang ia buat padahal badannya jelas penuh luka.

" Ayah berpesan untuk memberitahukanmu sesuatu." Kata Itachi memberi jeda untuk melihat ekspresi wajah Sasuke. Puas dengan apa yang ia lihat. Itachi melanjutkan perkataannya.

" Karena permintaan ibu, kau tak di keluarlan dari keluarga Uchiha. Kau masih bekerja untuk Uchiha. Kau tetap menjadi CEO di Uchiha Corp. tapi kau tak di izinkan menginjakkan kaki di mansion Uchiha tanpa izin. Juga menemui Naruto baik itu di dalam atau di luar mansion Uchiha." Jelas Itachi.

Sasuke terkejut. " Hanya itu?" Tanya Sasuke tak percaya. Tak ada ia ingat dalam sejarah para Uchiha, jika ada Uchiha yang melakukan kesalahan hanya mendapat hukuman sedemikian rupa. Paling tidak ia harusnya di pukuli hingga koma. Tapi ini? Sasuke tak habis pikir karenanya.

" Ah, aku lupa. Untuk sementara kau masih berstatus suami Naruto. Kami belum memberitahunya tentang perselingkuhanmu dengan sekretarismu itu juga kami belum menunjukkan surat perceraianmu dengannya. Akan sangat berbahaya jika psikisnya terguncang karena berita perselingkuhanmu dan surat cerai yang kau tanda tangani. Akan sangat berbahaya untuk bayi yang tengah di kandungnya."

" Bayi?" Tanya Sasuke ambigu.

" Ya dan kudengar, nama keponakanku Menma. Uchiha Menma!" jawab Itachi penuh penekanan.

" Menma?" Sasuke terkejut, ia memimpikan Naruto memegang perutnya dan memanggil nama Menma, jadi Naruto benar benar hamil?' batin Sasuke. 'apa yang telah kulakukan.'

" Heh… sungguh miris, dengan dalih ingin memiliki keturunan kau berselingkuh. Tapi sayangnya kau tak memastikan dulu latar belakang orang yang akan kau jadikan selingkuhan. Apa kau tau jika Sakura itu mandul?" ejek Itachi sinis. Setelah puas melihat wajah lebam Sasuke yang berbalut ekspresi shock. Ia meninggalkannya.

" Tapi Sasuke, karena kau sudah menyakiti adik ipar kesayanganku, jangan berharap kau bisa hidup dengan tenang setelah ini." Ancam Itachi lalu membanting pintu ruang rawat Sasuke dengan keras.

.

.

.

User31

.

.

.

Kediaman Haruno

Setelah Sakura terbangun tidurnya, sudah sehari sejak kejadian kekerasan yang dialami Sakura di kediaman Uchiha. Sakura menatop kosong kamar merasa bingung dengan keadannya sekarang. Perasaan takut dan was was menghantui dirinya sekarang. ia memiliki firasat buruk, sungguh sangat buruk. Ia semakin ketakutan ketika mendengar suara pintu kamarnya dibuka dan menampakkan wajah salah satu dari bodyguard Uchiha, yang ia kenalai sebagai Kakashi Hatake, yang ia lihat ketika ia menemui ayah Sasuke di mansion Uchiha tengah melangkah masuk ke dalam kamarnya di sertai ibunya.

" Sakura sayang, Tuan Hatake datang untuk menjengukmu." Kata sang ibu lembut. Sakura tak percaya itu, ia sangat tau ada maksud lain dari kedatangan Kakashi kemari. Ketika keluarga Uchiha tau ia berselingkuh dengan Sasuke, mereka tak akan membiarkannya bernafas dengan lega.

" ah silahkan tuan, kami tak menyangka perwakilan komisaris sendiri yang datang untuk menjenguk Sakura. Saya sungguh merasa terhormat." Kata ibunya mempersilahkan Kakashi untuk duduk di dursi di sebelah ranjangnya. Tepat menghadapnya.

Nyali Sakura menciut. Ia bahkan tak bisa menatap wajah Kakashi. Ia menatap gelisah sang ibu yang menatapnya sayang.

" Sungguh tidak sopannya aku, aku akan turn dan mengambilkan minuman untuk anada."

" Terimakasih nyonya. Anda tak perlu repot!" Jawab Kakasih sopan.

" Ibu tidak, kau di sini saja, aku malu berdua saja bersama Kakashi di sini." Ucap Sakura cepat saat ibunya mulai berajak dari tempatnya,

" Ibu tidak akan lama sayang, Ibu hanya turun ke dapur untuk mengambil camilan dan minuman untuk tuan Hatake.' Jawab ibunya.

" Saya permisi dulu, tuan Hatake." Kata Ibu Sakura meninggalkan Sakura berdua dengan Kakashi.

Kakashi berdiri dan membungkukkan badannya untuk menghrmati ibu Sakura. Setelah ibu Sakura menghilang dari balik pintu. Dan setelah memastikan sosok ibu Sakura telah jauh, Kakashi mendekati Sakura di ranjangnya. Ia melihat ekspresi ketakutan yang tersirat jelas di wajahnya.

" Tenanglah nona, aku tidak di perintah untuk menyakitimu di sini. Tuan Uchiha, hanya menitipkan salam untukmu nona. Semoga engkau lekas sembuh." Ucap kakashi dengan sebuah senyum ambigu. Melihat itu Sakura membalasnya dengan senyum canggung, menduga duga apa yang akan di lakukan selanjutnya oleh Kakashi.

" Ngomong ngomong, bagaimana keadaan anda sekarang nona?" Tanya kakashi berbasa basi.

" Ba… ba..baik." Sakura menjawab dengan gugup.

" Syukurlah kalau begitu. Aku turut senang mendengarnya." Respon Kakashi lagi lagi dengan senyum ambigunya.

"ii…i… iya." Sakura masih menjawabnya dengan gugup.

" Apa kau sudah bisa berdiri?" Tanya Kakashi ramah, tapi terdengar menangutkan di telinga sakura.

" Nee…"

" Bagus jika begitu.." jawab Kakashi masih menyunggginkan senyum ambigunya.

Melihat mata sakura yang masih belum mau menatap matanya. Kakashi menghampiri Sakura dan memaksanya untuk berdiri.

" Hanya ikuti perintah ku Nona, Segeralah berkemas dan berpakaian dengan rapi. Atau aku tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi selanjutnya jika kau menolak untuk menurut. " Bisik Kakashi pelan sinis dan menusuk. Ia melepaskan sakura dengan kasar. Lalu menyuruhnya untuk berganti pakaian dan menyiapkan dirinya. " jangan mencoba mencari bantuan Nona, aku mengawasimu." Ancam Kakashi.

Mendengar suara langkah mendekat, Kakashi segera mendudukkan dirinya kembali ketempat semula. Sedang sakura berjalan menuju kamar mandi sesuai dengan apa yang Kakashi perintahkan.

" Oh, dimana Sakura?" Tanya ibu Sakura setelah menghidangkan minuman dan camilan di depan Kakashi.

" Nona Sakura sedang membersihkan diri Nyonya." Jawab Itachi ramah dan penuh sopan santun.

" Begitukah?" Tanya Ibu sakura yang di jawab anggukana dan senyum menawan oleh Kakashi.

" Ah nyonya, saya meminta maaf sebelumnya. Sebenarnya komisaris memerintahan saya untuk menjemput nona Sakura. Beliau menginginkan nona Sakura untuk ikut bersama komisaris menghadiri pembukaan sebuah museum di berlin." Ucap kakashi.

" ah begitu, tapi sakura baru saja sembuh. Apa tidak apa apa jika sakura ikut? Apa malah tidak merepotkan nantinya?" Tanya ibu sakura merasa tak enak hati.

" undangan ini hanya undangan biasa bukan undangan rapat atau bisnis yang membutuhkan tenaga eksta. Selain itu sakura bisa beristirahat di Pesawat selama penerbangan juga bisa langsung beristrahat di hotel." Jelas Kakashi untuk meyakinkan Ibu Sakura.

" Semuanya terserah Sakura tuan. Saya tentu menizinkan jika ia mau mengikutinya." Jawab Ibu Sakura dengan tersenyum.

" Terimakasih Nyonya."

CEKLEK…

" Aku sudah memintakan izin untukmu nona, sekarang aku akan menunggumu di luar. Silahkan mempersiapkan diri anda sebaik baiknya." Kata Kakashi dengan mata tajamnya menatap Sakura, memperingatinya untuk tidak melakukan tindakan cerobah atau memberitahu ibunya yang tidak tidak. Lalu menatap Ibu sakura lembut dan setelahnya ia minta undur diri dari tempatnya.

.

.

.

User31

.

.

.

" Kerja bagus Kakashi. Aku menunggu kabarmu selanjutnya." Ucap Fugaku dalam telphonenya.

"Hn" trademark Uchiha menjadi salam penutup percakapannya.

~tut~ sambungan terputus.

Fugaku menatap seorang di depannya datar. Membiarkan keheningan di antara mereka. Berat hatinya untuk mengawali percakapan dengan serang yang terbaring di hadapannya saat ini. Sedang pasien yang terbaring di ranjang ruang rawat itu menatap langit langit ruang inap dengan pandangan kosong, bimbang, gelisah dan menyesal.

" Langsung saja ayah, apa yang ingin kau bicarakan?" pasien itu memecahkan keheningan. Ia tak akan mampu beriam diri terlalu lama dengan aura ayahnya yang menekap. Aura ingin membunuh dan benci yang dalam.

" Hanya hal sepele Saske, Naruto akan sudah keluar dari rumah sakit pagi ini, dan karena ia terus terusan meminta untuk bertemu denganmua. Besok ia akan datang membesukmu." Jeda Fugaku meminum air yang tadi di sediakan oleh perawat atas perintahnya.

"Kami memberitahunya bahwa kau tengah terbaring di rumah sakit karena menyelamatkan sakura yang hamper di perkosa, sehingga kau mengalami lebam lebam itu. Dan jangan berani mengucapkan hal yang tidak perlu di hadapannya nanti. Cukup tanggapi ia." Sambung Fugaku. Sasuke terdiam. Memikirkan hal ini.

" Kami terpaksa membohonginya karena ia sedang hamil, jadi jangan pernah mengungkit tentang perselingkuhanmu di depannya. Atau ku pastikan kau akan mati sebelum kau sempat melihat anakmu nanti." Anacam Fugaku sadis.

Fugaku berdiri, merapikan lipatan jasnya ketika ia sedang duduk tadi. Dan mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.

" Naru benar benar hamil?" Tanya Sasuke kepada Fugaku, tapi terdengar lebih seperti bertanya pada dirinya sendiri. " tapi bagaimana bisa?" kembali sakuke bertanya. " kami sama sama lelaki." Yakin Sasuke untuk mengelak.

" Dia hermaphrodit. Ah lagi,mungkin kau ingin tau kabar teman selingkuhanmu. Aku mengirimnya pada Orochimaru untuk menjadi seorang jalang disana. Sesuai dengan apa yang telah ia lakukan." Ucap Fugaku singkat setelahnya pergi meninggalkan Sasuke sendiri di ruangannya.

" ARGGHHHHH!?" Jerit Sasuke yang di dengar Fugaku membuat ia menyunggingkan senyum sinis. Tidak Sasuk tidak berteriak karena mendengar kabar berita mengenai sakura, ia menjerit karena frustrasi. Sangat sangat frustrasi.

Sasuke mengobrak abrik rambutnya kesal dan frustrasi. " ARGGHHHH!" lagi ia berteriak tak kuasa merasakan sesak di hatinya. Sungguh ia menyesal. Seorang Uchiha Sasuke sekarang tengah meneteskan airmatanya. Menangisi kesalahannya yang telah meninggalkan seorang yang berharga seperti Naruto hanya karena alasan bodohnya " apa yang telah kulakukan padamu dobe?" lirih Sasuke menutup part ini.

.

.

.

User31

.

.

.

Pemuda pirang tengah tersenyum senang, memasak berbagai makanan di dapur Uchiha. Memotong tomat tomat segar dan meraciknya menjadi sup. Mengolah tomat menjadi jus. Dan lain sebagainya dengan olahan utama tomat. Tomat adalah menu favorit suaminya. karena selama lima bulan belakangan suaminya sudah jarang memakan masakannya, hari ini mengganti kejutan ulang tahun suaminya ia sangat semangat menyiapkan semuanya.

" Ne, Naru kenapa bukan pembantu saja yang menyiapkannya? Kau baru saja keluarr dari rumah sakit, lebih baik kau beristirahat saja sayang." Mikoto menghampiri Naruto yang tengah berkutat dengan papan penirisannya.

" Tak bisa Kaa-chan, karena ini pengganti kejutan untuk suke, harus Naru yg menyiapkannya. Lagi pula Naru juga sudah dokter sudah bilang kalau Naru sudah bisa beraktifitas seperti biasa ttebayou!" jawab Naruto lucu.

" Apa kau yakin?" Tanya Mikoto masih khawatir.

" Seratus persen yakin ttebayou!" jawabnya lagi.

" baiklah, ah tapi apa kau sudah mempertimbangkan usulan tousanmu?" Tanya Mikoto.

" Emh… Naru akan berangkat tapi setelah Sasuke mengizinkan tteba. Lagi pula itu untuk keselamatan Naru dan Menma. Naru tak akan menolak ttebayou!" jawab Naruto dengan senyum 100 Wattnya.

Mikoto yang meihatnya terenyum gembira. Ia sungguh merasa beruntuk memiliki menantu seperti Naruto. Manis, lucu dan sangat menggemaskan. Ia sungguh tak sabar melihat perpaduan Uchiha – Uzumaki untuk segera lahir nanti.

" Ah kaa-chan nanti akan ikut memberi kejutan Sasu di rumah sakit kan?" Tanya Naruto penuh harap.

" Tentu aja sayang, Itachi dan tousanmu juga akan ikut." Jawab Mikoto tersenyum teduh. 'kami tak mungkin membiarkan kalian berdua terlalu lama, berbahaya untukmu Naru.' Batin Mikoto.

" Jadi ada yang bisa kaa-san bantu?" Tanya Mikoto.

.

.

.

User31

.

.

.

" Hikz…hikz…kumohon tuan lepaskan aku. Hikz… hikz.." wanita pirang dengan tubuh polos, tangan berantai dengan ranjang. Di ruang yang temaram. Di hadapannya ada tiga orang hidung belang tengah memandanginya mesum.

" Kami sudah membayarmu mahal nona, kami taki mungkin melepaskanmu begitu saja tanpa menikmati tubuhmu." Jawab salah satu dari peria hidung belang yang memiliki perut besar sebesar guci pasir milik Gaara.

" Hikz… kumohon.., aku akan mengganti uangmu tuan… aku akan mengembalikannya dua kali lipat.. hiks.. jadi lepaskan aku." Ucap Sakura, masih berusaha mengais belas kasihan untuknya.

Sakura terbaring di ranjang empuk, tapi tubuhnya polos tak tertutupi sehelai benang pung. Kedua tangan dan kakinya di rantai pada ranjang. Membuatnya tak bisa bergerak untuk melepaskan diri. Ia hanya bisa memohon untuk di lepaskan.

" Tidak semudah itu cantik." Kata pria hidung belang yang memiliki kumis lebab di atas bibirnya.

" Tidak! Ku mohon jangan! AGRHH!" teriak sakura saat ketiga pria hidung belang itu bekerja sama berembuk untuk menikmati hidangan di depan mereka a.k.a tubuh telanjang sakura. Setelahnya kita hanya akan mendengar suara Rate21 yang tidak sanggup author tulis karena sudah melebihi kapasitas dan kemampuan author. Yang jelas malam itu adalah malam yang mencekam dan menakutkan bagi sakura. Dan malam bersejarah yang tak akan pernah ia ingat di kehidupannya nanti.

.

.

.

User31

.

.

.

CKLEK

Pintu kamar inap itu di buka dengan semanta oleh pemuda pirang dengan keranjang piknik di tangannya ia bergegas menghampiri pasien di ranjang itu. Memberikan senyuman matahari nya dan berucap dengan semangat.

" Ne , suke! Okaeri! Omedeto o tanjoubi desu." Ucap Naruto dengan Senyum lima jarinya. Menebarkan kemilai kebahagiaannya kepada semua orang yang ada dalam ruangan itu. Sasuke yang menyaksikannya tersenyum membalas senyuman Naruto. Menyingkirkan rasa bersalahnya karena sudah bermain di belakan sang blonde.

Naruto memajukan bibirnya lucu. Membuat orang yang melihatnya gemas ingin sekali mencubit bibir merah dan pipi gembul yang menggembung itu.

" Apa suke tidak rindu Naru?" Tanya Naruto dengan manjanya. " Sasu tidak memberi Naru pelukan, sepertu ibiasanya?" maklumilah dia sedang hamil jadi mau tak mau beginilah perilaku Naruto yang sudah kangen berat sama suami tercinta pantat ayamnya.

Mendengar itu Sasuke segera meraih Naruto dalam pelukannya menghiraukan tatapan tatapan tajam keluarga Uchiha yang menyaksikannya.

" Akus angat rindu padamu Naru. Sangat, Maafkan aku." Karena telah berselingkuh di belakangmu' lanjut Sasuke dalam hatinya.

" Uh… sesak teme, jangan terlalu rapat memeluknya nanti kasian Menma." Ucap Naru membalas pelukan Sasuke lalu memegang perutnya. Mengisyaratkan bahwa di sana ada anak kandung mereka, buah cinta mereka.

" Sepertinya cukup berpelukannya, sebaiknya segera saja kita ke taman rumah sakit. Ingat Naru kau akan segera ke suna." Kata Itachi yang sudah tidak betah melihat lovely dovey antara SasuNaru. Terlebih melihat Sasuke yang sudah berkhianat di depan Naru yang tak tau apa apa.

Keluarga Uchiha menuju taman rumah sakit. Sasuke dan Naruto berjalan dengan gandengan tangan, maklum Naruto asih belum mau lepas dari Sasuke apa lagi dia akan tinggal di suna untuk waktu yang lama karena kasus kehamilannya ini. Jadi ia ingin berlama lama dengan Sasuke. Sedang Sasuke ia tentu saja dengan senang hati, toh tak mungkin keluarganya akan melarangnya.

" Ne Naru berapa Usia kandungannya?" Tanya Sasuke, mengelus perut Naruto yang mulai menunjukkan perkembangan.

" Tiga bulan Sasu." Jawab Naru pendek.

" Tiga bulan? Kenapa kau tak segera memberitahukannya padaku?" Tanya Sasuke kecewa, jika saja Naruto memberitahunya ia tak mungkin melanjutkan perselingkuhannya hingga keadaannya seperti ini.

"aku sengaja ingin menjadikannya hadiahmu Sasu, tapi sayangnya kau malah tidak bisa pulang kemarin dan malah pergi ke luar negeri, padahal aku juga membuat ranjang untuk Menma kelak."

Sasuke tertohok, jadi hasil photo USG yang di tunjukkan oleh Itachi adalah anaknya? Jadi Naru bahkan sudah menyiapakan kejutan untukku? Tapi astaga.. aku malah berselingkuh. Ia merasa sungguh bersalah. Apalagi melihat Naruto yang kini menatapnya penuh kasih sayang dan senyuman bahagia menghiasi rupa rupawannya.

Mereka sampai di taman, menggelar tikar piknik dan menyiapak makanan olahan tomat yang sudah di persiapkan Naruto. Semuanya menikmati makanan itu dengan hikmat, di selai tawa karena tinggak Naruto yang menggemaskan dan sedikit tatapan tatapan sinis yang di keluarkan keluarga Uchiha ketika Sasuke bercengkrama dengan Naruto.

" Naru sebentarlagi pesawatmu akan berangkat." Kata Fugaku setelah mereka mengemasi barang piknik mereka.

" Ughh.. tapi Menma masih kangen sama Tousannya, Jii-chan." Sahut Naruto cemberut.

Sasuke terkejut dengan nada bicara Naruto. Tapi ia semakin heran ketika melihat Fugaku menanggapi ocehan Naruto.

" benarkah? Menma masih merindukan Touchannya?" Tanya Fugaku yang diangguki oleh Naruto. " Tapi Menma sayang, kalau kaa-chan Menma tidak segera berangkat akan berbahaya untuk mu dan kaa-chanmu sayang." Jawab Itachi dan Mikoto tersenyum melihat interaksi Fugaku dengan perut Naruto.

" Ugh.. baiklah, ne tou-chan , Menma pergi dulu ne, Tou-chan rajin rajin menjenguk Menma. Agar Kaa-chan tidak kesepian." Pamit Naruto pada Sasuke.

Sasuke terdiam, ia tak tau harus menjawab apa. Ia bahagia melihat Naruto berbicara menggantikan Menma berbicara. Ia sungguh terharu akan situasi ini.

" Ne tousan akan sering mengunjungimu. Jaga Kaa-chan mu baik baik ne?" ucap Sasuke sembari mengelus perut Naruto lembut.

" Ne Suke. Cepat sembuh dan temui kami ne?" kata Naruto.

" Hn."

Cup! Naruto memberikan kecupan singkat dibibir Sasuke sebelum beranjak pergi meninggalkan ruangan Sasuke. Membuat ketiga Uchiha yang menyaksikannya kebakaran jenggot. Hal itu tentunya tidak dilewatkan oleh Sasuke, sebelum benar benar pergi dari ruangannya ia meraih tangan Naruto dan membungkam Naruto dengan ciuman panas, tidak kasar dan menuntut tapi tulus dan lembut.

" Aku akan segera menyusulmu dobe!" bisik Sasuke di telinga Naruto.

Setelahnya Naruto pergi di temani ayahnya serta ibu mertuanya untuk berangkat bersama ke bandara. Meninggalkan Sasuke berdua dengan Itachi yang sengaja tinggal di sana untuk memberi Sasuke pelajaran karena telah mencium Naruto.

BUGH… BUGH BUGH!

" Aku tak akan membuatmu kembali menutup mata Sasuke." Kata Itachi sinis dan penuh aura membunuh. Setelah menyeret Sasuke masuk kedalam ruangannya. Sasuke yang memang masih lemah karena luka lukanya yang belum pulih seluruhnya hanya bisa pasrah apa lagi ia tau bahwa kekuatannya jauh di bawah kakaknya. Jadi dia hanya bisa pasrah. Toh ketika ia sembuh nanti ia akan tetap menemui Naruto. Ia tak peduli dengan ancaman Fugaku. Kalau perlu ia akan bersujud untuk meminta maaf pada Naruto.

Jadi mari kita tinggallkan Itachi yang tengah melampiaskan kekesalannya pada bungsu Uchiha, dan mari kita berdoa agar Sasuke masih bisa membuka matanya agar FF ini tetap bisa dilanjut… so TO BE CONTINUE!

Sebelumnya user mau minta maaf karena baru buka dan update ffnya sekarang. no kuota lagi mode on jadi karena kantng kering user Cuma bisa berharap cari gratisan. dan ini lah chapter 3 yang mungkin kalian tunggu heheh

Terimakasih buat review, fafo dan follownya,.. hehehe target reviewer di ch kedua terpenuhi dan bahkan melampaui.. hoho senangnya ternyata cerita user ada yang meminati hehehe, So untuk chapter selanjutnya user punya target 80 reviewer untuk Update ke chapter 4 semoga saja bisa tercapai kalo enggak tercapai chapter 4 kan di update sesuai dengan kehendak user yg kemungkinan akan makan waktu kurang dr 2 mingguan. btw selalu maafin kesalahan author dalam penulisan ne?

Review selalu ditunggu dan di harapkan…sekali lagi arigato buat yang udh baca Fanfic gaje buatan author ini :3.

#WEDOCAREABOUTSASUNARU