Anisha Asakura muncull!!! (PLOP) Oh ya, sebelumnya anisha mau ngebalas beberapa review…

Untuk teacupz': Terima kasih atas reviewnya… Ehehehe… -ditabok sambal sama P Project- Eto… Kayaknya anisha makai pemakaian tanggal Indonesia, kalau lupa kadang pake bahasa Inggris… hehe (^_^;)

Untuk xxxLawLietgirlxxx: Terima kasih atas re… Kyaaa! Enggak apa-apa, xLawLietgirlx?!! Ah, Claire bandel nih! –Claire: Abisnya…..- Udah ah, ayo minta maaf ama xLawLietgirlx! –Claire: *ngebungkuk, tapi komat kamit* Maaf ya…-

Oke, chapter 5~~~ On!

DISCLAIMER:Ido not own of any HM charaaas!

---- (09:00 AM, Sunday) ----

Aku memetik bunga Toyflower. Satu untuk Claire, satu untuk Harvest Goddess. Aku bukan naksir Harvest Goddess, cuma pingin bisa mengabulkan permintaan. (Referensi: baca surat dari si AA di Jack's Mineral Love chapter 2)

CEMPLUNG!

Aku melempar satu Toyflower ke sungai dekat Spring Mine, dan menunggu beberapa saat.

SRIIIINGGG!!!!

"Terima kasih sudah melakukan offering!" muncul Harvest Goddes. "Kau mau menuju Forget-Me-Not Valley?"

"Tidak, terima kasih." jawabku sopan.

"Oh begitu. Ngomong-ngomong, aku suka dengan bunga pemberianmu." Tambah Harvest Goddess. "Oh ya!"

"Ada apa?" tanyaku.

"Karena kamu sudah sering memberikanku banyak bunga, aku berbaik hati memberikan satu permintaan padamu. Ada cewek yang kamu suka?" Tanya Harvest Goddess.

Hatiku langsung melonjak gembira. Ini kesempatan sekali seumur hidup! "Ada! Ada!!!" jawabku.

"Wah, semangat sekali! Siapa gadis itu?" Tanya Harvest Goddess.

"Claire." jawabku dengan lantang.

"Oh, Claire ya? Tunggu sebentar…" Harvest Goddess mengangkat kedua tangannya. "Esaelp tel mih ekil reh tsevrah gnik... Esaelp ekam reh evol mih… Ehs lliw evol mih reverof…"

Muncul cahaya putih dari sekitar Harvest Goddess.

SRIIIINGGG!

"Nah, selesai. Orang yang kamu sukai bakalan lebih suka sama kamu." jelas Harvest Goddess. "Nah, kapan-kapan datang lagi, ya~"

SRIIINNNGG!

Saat Harvest Goddess menghilang, aku melonjak-lonjak senang. Yeah! Dengan begini, Claire enggak bakalan disambar Gray!!! Hooo ho ho ho ho ho….

Aku langsung pulang ke rumah, membuat Chocolate Cake untuk Claire.

--- Meanwhile, at Saibara's blacksmith shop ---

---- (Gray's POV) ----

Aku sedang menghancur-hancurkan beberapa pecahan Copper sambil berpikir. Apa maksud 'Aku enggak akan kalah!!!' dari orang itu sih? Orang itu memang selalu blak-blakan, seenaknya saja. Menyebalkan.

"Gray, tolong antar cangkul milik Jack…" kata Saibara. Cih, kenapa aku yang disuruh sih?! (Anisha Asakura:Ya, karena kamu cuma satu2xnya pekerja disitu, Gray…)

Aku hanya mengambil cangkul itu, dan segera pergi.

--- Jack's Farm ---

Aku meletakkan cangkul milik Jack ke depan rumahnya. Aku malas bertemu dengan orang itu.

---- (Jack's POV) ----

"Okee!!!" aku sudah siap membawa Chocolate Cake untuk Claire, sekaligus membawa Toyflower dari hutan tadi.

JREEEK! PTOING! GUBRAAAAK!!!!

"AAAAAAAAAW!!" aku kaget, dan terpeleset sesuatu. Chocolate Cake dan Toyflower untuk Claire selamat, tapi sepertinya kakiku tidak. Adududuh, sakitt….

"Jack!!" ada seseorang menghampiriku. "Aku cemas, ada suara 'GUBRAK' kenceng banget…" Waaks! Itu… Claire!!! "Ya ampun Jack! Kamu enggak apa-apaaa?!"

Aku mencoba bangun. Kaki kiriku sakit sekali.

"Ja… Jangan bergerak!! Aku akan mengambilkan kudaku!" Claire mendudukanku di depan rumahku.

Hah? Kuda?

Claire, yang sekitar 10 menit pergi, kembali lagi dengan kuda berwarna cokelat. "Ini kudaku, namanya Will. Kamu naik di kudaku, lalu kuantar kamu ke Clinic. Nah, Will, tolong bungkukkan badanmu."

Will, kuda milik Claire, menurut dan membungkukkan badannya.

Awalnya aku ingin menolak, tapi Claire… Dia sudah repot-repot membawakan kudanya ke sini. Aku lalu mencoba duduk di tunggangan Will.

"Nah, Will, ikuti aku," Claire memberi penunjuk jalan. Kami lalu menyusuri jalanan di Mineral Town menuju Clinic.

---- Clinic ----

"Kaki kirinya terkilir, tapi tidak terlalu parah." Doctor baru selesai memeriksaku.

"Aah, syukurlah!! Aku tenang sekarang…" Claire memelukku sambil menangis.

"Eh, kok kamu malah nangis?!" aku langsung khawatir. Tapi LAGI-LAGI pertanyaanku tak digubris karena Claire berbicara lagi dengan Doctor.

"Claire, untuk berjaga-jaga, bisa rawat Jack untuk sehari ini saja?" pinta Doctor.

"Baik, dok!" Claire menjawab dengan semangat.

--- Jack's Farm ---

--- (Claire's POV) ----

"Nah, Jack, kamu tiduran disini saja, ya." Aku membaringkan Jack ke tempat tidurnya. Kasihan sekali Jack. Kakinya terkilir. Dia pasti menderita. "Untuk sehari ini, biarin aku aja yang ngurus pertanian kamu, ya?"

Aku bengong. Seperti impian aja~~~~~ (^o^) Claire ngelakuin apa yang aku mau… -langsung mikir yang enggak2x- (Anisha Asakura digetok Fn-chan yang anggota fans Jack)

---- 3 hour later ----

---- (Jack's POV) ----

Aku penasaran dengan Claire. Serius, tuh, dia mau mengurus pertanianku?

Draaak… Pintuku berderit. Ada yang masuk. Claire.

"Egh… Kamu enggak apa-apa?" tanyaku khawatir. Dia kelihatan lelah sekali.

"Enggak apa-apa kok, yang penting…" Claire menghempaskan kepala dan kedua lengannya ke tempat tidurku.

"Claire?" aku makin khawatir. Kupegang keningnya.

"PA… PANAAAAAAASSS!!!!!!!!" teriakku. Aneh, padahal tadi kulihat Claire sehat-sehat aja. Kenapa nih?! "Claire, kamu demam, ya?!"

"Enggak.. Aku enggak apa-apa…" jawab Claire lemas.

"Jangan bohong! Kalau kamu lagi sakit, kamu harusnya enggak usah repot-repot menolongku tadi!" aku bangun dan mencoba membaringkan Claire ke tempat tidurku.

"Ja, jangan, Jack… Aku enggak apa-apa, kok… Kamu yang lagi sakit, kan?" Claire berusaha melepaskan diri, tapi percuma. Tenaganya lemah sekali. Dengan mudahnya aku bisa mengangkat Claire dan menghempaskannya ke tempat tidurku.

"Diem," jawabku kalem, segera mengambil baskom dan lap baru. Kuisi baskom dengan air. Setelah itu, kuletakkan lap yang sudah basah tadi ke kening Claire.

Claire dari tadi diam saja.

"Jangan kemana-mana ya, aku mau buat sup." Aku lalu mengambil beberapa sayuran. Kupotong-potong, lalu kumasukkan ke panci. Aku lalu menuangkan air, dan mulai memanaskan sup. Kutambah beberapa kaldu.

"Jack…"Claire memanggilku.

"Tunggu sebentar." Aku mematikan kompor, menuangkan sup yang sudah jadi ke mangkok, dan mendekati Claire. "Aku buat sup. Aku yang suap kamu."

"Tapi---" perkataan Claire tertambat karena aku menyuapkan sesendok sup di mulutnya. "Aduduh, panas!"

"Aduh, masih panas, ya," aku kaget, lalu meniup sedikit supnya agar tak panas. "Nah. Setelah supnya habis, nanti kuantar kamu dengan Marine."

---- Finally ----

"Terima kasih ya Jack, sudah mengantarku." Claire tersenyum di tempat tidur di rumahnya.

"Sama-sama, Claire. Wajar kalau orang nolong, kan?" tanyaku.

"Tapi, kakimu enggak apa-apa?" tanya Claire cemas.

"Lho? Udah sembuh kok. Jangan dipeduliin deh. Yang penting kamu harus sehat besok." jawabku.

Aku lalu pulang dengan Marine (nama kudaku), sambil berharap semoga Claire sembuh.

###***###

Yaay! Selesai chapter 5… Oke, ditunggu reviewnya yaaa~~~