Anisha Asakura is on! (PLOP) Oke, waktunya untuk chapter 7!

DISCLAIMER: I do not own of any HM charaaaass!!!

--- Jack's Farm, Tuesday, ---

---- (Jack's POV) ----

Aku sedang sibuk memanen lobak yang baru saja matang. Pasti bakalan ada banyak uang yang didapat hari ini!

BLETAK!

Lagi-lagi surat dari si AA. Untung Spider-sense milikku merasakan ada botol yang bakalan menghatam kepalaku.

(Anisha Asakura: Sejak kapan Jack punya spider sense? Emangnya dia Spiderman???)

For Jack, by AA

Tuh, kan? Aku membuka isi pesan di dalam botol itu.

Untuk Jack.

Kamu udah lupa heart event? Untuk bisa Claire naksir sama kamu, kan kamu harus ngeaktifin semua heart eventnya! Udah lupa ya?!

Aku berteriak mengarah ke langit. "Aku bukannya udah lupa, AA, tapi supaya bisa ngeaktifin heart event berikutnya, cuacanya harus HUJAANNN!!!!"

Blue:

Spring Mine, 08:00 PM – 10:00 PM, Monday – Sunday (Rainy)(Claire will give you her first kiss, at your cheek only)

Itu heart event berikutnya yang harus kuaktifkan. Tapi masalahnya, dari kemarin-kemarin cerah terus, jadi mana bisa ngeaktifin heart event!

BLETAKK!

Kali ini aku tidak bisa menghindar dari botol surat yang dilempar AA. Ih, bisa enggak sih, pakai surat biasa aja??!

(Anisha Asakura: Abisnya aku suka kalau kamu kejeduk botol terus-terusan!)

Untuk Jack

Kenapa enggak nonton ramalan cuaca di TV?

Aku bengong. Oh iya ya! Kenapa enggak kepikiran dari dulu-dulu!

(Anisha Asakura: Dasar bego...)

Aku memasuki rumah kecilku, dan menyalakan teve.

Selamat datang di Ramalan Cuaca Mineral Town!

Prakiraan cuaca besok... Hujan deras!

Diperkirakan akan terjadi hujan deras yang akan terus terjadi hingga besok lusa. Sekian untuk hari ini!

Aku langsung loncat-loncat kesenengan. Asiiiik! Heart event ke-3, aku dataaaaaaang!!!!!!!

Aku lalu berlari ke dapur, membuat Curry Rice untukku dan Chocolate Cake untuk Claire.

---- Jack's Farm, Wednesday, ----

---- (Jack's POV) ----

YESSSS!!!! Hari ini benar-benar hujan!!! Dengan begini aku bisa ngeaktifin blue heart event! Yeiy yeiy yeiy!! -nyanyi hallelujah-

Aku segera bangkit dari tempat tidurku, mengganti baju, dan memasak telur mengambil telur, memecahkannya di wajan, dan menggorengnya. Tidak lupa pakai minyak, garam dan kecap. Saat telurnya sudah jadi, kulahap semuanya sampai habis. Setelah itu, kuambil gelas dan kuminum air putih. Sejak heart event ke pertama, aku mulai mencoba-coba rajin meminum air putih. Meski rasanya agak tawar, tapi Claire bilang ini demi kesehatan kita...

---- (Claire's POV) ----

Huaaaahm... Aku baru saja bangun. Rasanya kok dingin sekali ya? Aku mencoba bangkit dari tempat tidur.

Zaaaaaasssshh.... Hujan deras membuat semua tempat di pertanianku basah. Oh, hari ini hujan. Aku tidak perlu menyiram tanaman hari ini.

Aku lalu memakai overall yang tergantung di lemari, membuka ranselku, dan memasukkan alat-alat menambang. Kalau hujan, aku tidak perlu menyiram dan menghabiskan waktuku di pertambangan, tak lupa mengambil payung di peti alat-alat perkakasku.

Saat aku membuka pintu, rumput-rumput sudah basah semua karena hujan. Aku membuka payungku dan segera bergegas ke pertambangan.

---- (Jack's POV) ----

Aku sudah siap mendatangi Claire. Aku lalu berbelok ke sebelah.

"Claire..." panggilku sambil mengetuk pintu rumahnya. Tidak ada siapa-siapa. Hem, pasti dia sedang pergi. Ya sudah, lebih baik aku mengurus perrtanianku saja. Aku lalu kembali ke pertanianku untuk mengambil madu di pohon apelku.

---- (Claire's POV) ----

--- Spring Mine---

Akhirnya sampai juga... Setengah bagian ranselku basah karena sedikit kena air lalu meletakkan ranselku lalu mengambil palu besar dari situ.

Tok! Tok! Tok! Craash! Pecah satu. Yaah... Dapat Junk Ore. Aku lalu membuangnya dan memulai memukul batu yang lain.

Tok! Tok! Tok! Craash! Pecah lagi batu yang lain. Dapat Copper Ore. Oke, yang ini bisa kuambil. Kumasukkan ke ranselku.

Tap, tap, tap.

Siapa itu!? Aku kaget setengah mati mendengar ada seseorang yang masuk ke mine.

"Siapa disana?!" teriak orang yang masuk itu.

Hiiii! Seram!!!!!

"Lho? Claire?" panggil orang itu.

Tunggu... Kok rasanya aku kenal suara orang ini.

"Claire?" panggil orang itu mendekatiku. Keadaan menjadi terang karena orang itu masuk sambil membawa lampu minyak. Seseorang yang berambut pirang dan memakai .

"Lho? Gray??" jawabku kaget. Kebetulan banget bisa ketemu disini!

"Lagi ngapain, Claire?" tanya Gray sambil menaruh lampu minyak ke tanah di mine.

"Lagi bertambang." jawabku sambil memperlihatkan paluku. "Kamu juga?"

"Sama, aku juga mau." jawab Gray.

(Anisha Asakura: LOL. Coba deh liat chapter 4. Lihat perbandingan antara Gray ngobrol sama Jack dengan Gray ama Claire. Beda total kan?)

"Aku turun ke lantai bawah deh." Gray turun ke tangga bawah.

"Tunggu!" sahutku, menarik ujung baju Gray. "Berdua saja, ya? Aku takut kalau-kalau..."

CTAAAAARR!!!

"Kyaaaaaaaa!!!!!!!!!!" teriakku, langsung memeluk benda yang ada di dekatku.

"Oi..." panggil Gray. Aku menyahut.

"!!!!!!!!!!!" aku kaget saat melihat aku memeluk Gray! Mana cuma berduaan lagi!! "Maaf! Maafkan aku!! Aku paling takut sama petir, makanya aku..."

CTAAAAAAARR! Lagi-lagi muncul petir. Lagi-lagi aku memeluk Gray.

(Anisha Asakura: Untuk menghindarkan rasa iri pada Jack, untuk saat ini Jack tidak akan kumunculkan sampai pemberitahuan lanjut ^^)

"Aduh, maaf, maaf..." jawabku panik.

"Enggak apa-apa sih,..." jawab Gray, sambil berusaha menutupi setengah mukanya.

"O... Oke, aku kerja..." jawabku panik, mengambil palu lalu mencoba memukul-mukulkannya ke batu yang lain.

------ A few hours later ------

"Fiuh... Capek..." aku menyelesaikan pekerjaanku. Aku lalu duduk dan meminum air yang kubawa dari rumah. "Gray, mau istirahat dulu?"

Gray, yang mukanya sudah merah kepanasan, dan berkeringat, membalas parkataanku. "Ah, tidak usah. Sekarang aku mau pergi kok." Dia lalu mengambil batu-batu Silver Ore dan Copper Ore ke saku bajunya.

"Eh, tapi masih hujan!" celetukku. "Bagaimana kalau tunggu sampai hujan agak reda?"

"Tidak usah. Hujan-hujanan saja." jawab Gray singkat.

"Jangan!" teriakku. "Pa... Pakai saja payungku." aku lalu mengambil payung dari ranselku.

"Eh? Enggak apa-apa nih?" tanya Gray heran. "Nanti kamu pulang bagaimana?"

"Enggak apa-apa." aku menggeleng. "Aku tunggu saja sampai hujannya reda,"

Gray hanya terdiam saat mengambil payungku. Dia lalu pergi sambil berbisik, "Terima kasih..."

Aku hanya tersenyum dan menunggu hingga hujan turun.

---- A few hours later ----

---- (Jack's POV) ----

Yes! Sekarang sudah saatnya.... MENGAKTIFKAN HEART EVENT KE-3! Bagusnya, sekarang udah jam 8... Dan masih hujan!Ini saat yang bagus untuk mengaktifkannya... Fu fu fu... Aku lalu menuju Spring Mine dengan menggunakan payung.

---- Spring Mine ----

ZIIIIP!! Event muncul.

"Huweee...." aku mendengar seseorang menangis.

"Siapa itu?" tanyaku. Aku lalu menghampiri orang yang menangis itu.

".... Jack?"

Claire?! Itu... Beneran Claire?!

"Claire! Kok kamu ada di sini malam-malam?!" teriakku kaget.

"Tadi pagi... Saat aku bertambang disini... Gray juga ikut.... Terus, waktu Gray mau balik... Diluar masih hujan... Jadi kupinjamkan payungku ke dia... Kukira... Kukira... Hujannya bakalan berhenti nanti... Tapi enggak berhenti-henti juga..." isak Claire.

Aku merasa amat kasihan padanya. Aku lalu memeluknya, menunggu sampai dia tenang.

"Jack, kenapa kamu memelukku?" tanya Claire, masih menangis.

"Aku... Soalnya aku kan teman Claire! Aku akan memeluk Claire kalau Claire sedih! Orang kan harus menghibur teman yang sedih!" jawabku blak-blakan, memeluk Claire lebih erat.

"..." Claire terdiam, dan memelukku.

--- A few minutes later ---

"Aku sudah agak baikan sekarang... Terima kasih Jack..." kata Claire tersenyum.

"Ah, enggak usah bilang makasih... Kan wajar aku nolongin teman, kan?" jawabku sambil tertawa. Yaah, setidaknya, bilang teman dulu... Baru, doi!!!

CHUP.

Sebuah kecupan tepat mengenai pipiku.

"Kita bukan teman. Tapi, sahabat. Oke?" ucap Claire sambil memiringkan kepalanya dan tersenyum.

Uaaaaaaaaaaah!!! Kalau saja aku bawa kamera, aku fotoiiiiiiiiiinnnn!!!!!!!!!!!! pikirku panas.

"I... Iya, kita sahabat." jawabku tersenyum, dengan muka memerah. (Kayaknya sih, aku bisa nebak.) "Sudah malam begini... Kuantar kamu pulang ya? Masih hujan nih."

"Oke."

###***###

Yaaay~~~~ Selesai, chapter 7! Wueh, Claire berani amat, yah... Anyway, tolong direview ya? Review, review, review..... (Halloween, Halloween, Halloween......-nyanyi lagu Nightmare Before Christmas-)