Anisha Asakura disini, langsung memberitahukan chapter 9!
DISCLAIMER: I do not own of any HM charaaassss!!
---- (Jack's POV) ----
Aku masih bengong bagaikan orang bego, memperhatikan keempat orang itu masih keok di depanku. Mereka mau diapain, nih? Biarin aja ah... Tapi kasihan juga mereka terus-terusan keok disini... Aku lalu menarik badan-badan mereka, lalu kusandarkan di depan kandang sapiku.
"Hehe, mereka aneh juga kalo lagi keok..." ledekku sedikit dalam hati, sambil mengambil seember air dari kolam. Aku menatap tampang Gray yang matanya muter-muter gara-gara tongkat kayu Cliff. Hehe, pasti aku bakalan ngalahin kamu, Gray.
BYUUUURRR!!! Aku lalu menyembur air dari ember ke mereka berempat.
"Uhuk! Uhuk!!" teriak mereka berempat. Mereka udah sadar.
"Heh, Jack! Berani-beraninya kamu... HACCCHIII!!" perkataan Doctor terputus karena bersin. Pasti mereka kedinginan karena disembur air.
Aku lalu menyalakan api unggun. "Duduk di dekat sini. Hangatkan badan kalian."
Tanpa diminta, Rick dan Gray dan Cliff dan Doctor (lho kok, pake 'dan' semua???) langusng berkumpul di dekat api unggun buatanku.
"Kalian duduk disitu ya. Aku bikinin sup terus kuambilin handuk." Sahutku sambil bangkit dari tempat dudukku.
"... Nggak usah repot-repot, Jack." sahut Cliff sambil berdiri. "Aku lupa aku ngapain disini."
"Aku juga," sahut Rick linglung. "Aku juga lupa aku ngapain disini."
"Aku agak ingat, sih..." ucap Gray malas. "Tapi enggak jadi. Toh gelas aja bisa dibeli lagi."
Aku bengong saat semuanya pergi dengan ringannya. Lho, kok mereka lupa yah???
---- Next Morning ----
Aku lalu bangun dengan agak malas. Claire masih belum pulang. Hari ini enaknya ngapain, yah?
Aku lalu bangun seperti biasa. Mengerjakan tugas-tugas pertanianku seperti biasa. Rasanya hampa tanpa Claire....
(SFX: BCL –Kecewa (plesetan): Sedikit waktu yang kaumiliki... Luangkanlah... Untuk kuharap secepatnya... Datanglah padaku... Ada yang ingin kusampaikan... Sempatkanlah....)
Lamunanku hancur saat Gray melewati pertanianku.
(SFX: Tere – Mengapa ini yang Terjadi (plesetan): Tiada yang salah dengan perbedaan dan segala yang kita punya... Yang salah hanyalah Gray yang selalu ganggu kita, yang membuat kita terpisah... Karena tak seharusnya Gray menjadi jurang...)
( AA: -digetok Gray- Adaaw!
Gray: -ngambek- Enak aja gue jurang! Padahal jurang kan artinya 'Cliff'!!
Cliff: -bengong-
AA: Iya, iya!!)
Lagi-lagi aku melamun. Enaknya ngapain yah... Nyari cewek cinta pertama? Nanti dikejar cowok-cowok... Mancing? Pancingan aja enggak punya... Berendam di pemandian air panas?
TING!
Ide bagus tuh!
--- Hot Spring ---
Aku langsung bengong saat melihat papan besar didepan pintu onsen.
'HARI INI SPRING MINE DI-BOOKING OLEH SEMUA GADIS-GADIS MINERAL TOWN. COWOK DILARANG MASUK!'
Aku lalu mengeluh dan segera pergi. Lebih baik ke Mother's Hill aja deh.
--- Mother's Hill ---
Aku lalu duduk di ujung tebing Mother's Hill. Hem, aginnnya sejuk sekali.
"Ngapain kamu disini?"
Lamunanku terputus. Cih, lagi-lagi Gray.
"Lagi nganggur. Kamu sendiri ngapain? Males aku ketemu kamu terus." ucapku tajam.
Gray lalu duduk di sebelahku.
"Aku lagi libur. Toko kakek tutup." jelas Gray pendek. "Aku juga enggak ada kerjaan."
"Oh.." sahutku pendek.
Tak kusangka rival cintaku duduk bareng denganku disini. Lagi nganggur gini, enggak ada salahnya ngobrol sama dia.
"Eeh..." sahutku.
"Apa?"
"Apa sih yang kamu sukai dari Claire?" Aduh, aku ngomong apaan sih?!
"Claire... Yah, dia cewek yang manis... Kalau aja aku bisa bikin dia ngerti ungkapan perasaanku, pasti dia enggak selalu nangis gara-gara aku..." sahutnya pendek. "Entah kenapa, aku selalu membuatnya nangis..."
Ya karena kamu kelewat kasar orangnya!!! jawabku dalam hati. "Terus?"
"Yaah, dia juga cewek yang pekerja keras... Aku suka kalau lihat dia lagi kerja..." sahut Gray sambil menyembunyikan mukanya. "Pokoknya dia cewek ulet. Aku suka tipe cewek kayak dia."
Aku mengulurkan tanganku.
"Apaan?" tanya Gray bingung.
"Jabat tangan!" sahutku sambil menjabat tangan Gray. "Tapi, apapun yang terjadi, aku enggak akan kalah sama kamu, Gray!!"
"Apaan sih?!" Gray mulai kesal. "Apaan sih maksud kamu 'nggak akan kalah' itu?!"
"Pokoknya aku enggak akan kalah sama kamu!" teriakku lantang. "Ingat itu!" Aku melepas jabatan tnaganku dengan Gray, lalu berlari ke pertanianku. AKU ENGGAK AKAN KALAH NGEREBUT CLAIREEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!
Sementara itu, Gray yang ditinggalkan sendirian, langsung kesal. "Dasar orang aneh..."
--- Jack's Farm ---
Aku lalu berjalan malas ke pertanianku. Sekarang apa? Aku enggak ada kerjaan....
"Jaaaack!!!!" teriak seseorang.
Aku langsung menoleh. Claire?! "Hei Claire! Kok udah pulang?"
"Dokter Alex bilang, penyembuhan gigiku cepat sekali! Jadi aku boleh makan yang manis-manis lagi katanya! Yuk kita ke rumahku! Kita makan sama-sama permen dan kue-kue yang kubeli selama perjalanan!" ucap Claire riang sambil menarik tanganku.
###***###
Yup, chapter 9 yang boring dan singkat ini selesai, soalnya anisha lagi buntu ide. RnR ya...
