Yipi~~ Akhirnya Anisha dapat ide untuk nerusin Jack's Mineral Love!! Oke, kita mulai chapter 10.... ^^

DISCLAIMER: I do not own of any HM charaassss!!!!

---- (Jack's POV) ----

Aku langsung bengong saat melihat bertumpuk-tumpuk permen-permen dan cokelat dan cemilan yang berada di meja makan Claire. Kalau dibayangin, besar mereka seperti 15 kamus buku World Book sekali tumpuk!

"Kenapa bengong? Yuk makan ini semua!" ucap Claire semangat.

"Claire... Kayaknya kita enggak akan sanggup makan sebanyak ini..." ucapku lemas. Persediaan makanan cemilan ini mungkin baru bisa kuhabiskan dalam waktu 2 minggu!

"Ah, masa? Dalam 3 menit aku sanggup menghabiskan ini kok!" sahut Claire yang membuatku kaget setengah hidup.

"Eee... Claire aja deh yang makan... Aku duduk disini aja, nunggu kamu makan sampai habis..." jawabku masih lemas melihat bertumpuk-tumpukan cemilan.

"Oke, aku makan!" kata Claire.

Aku langsung bengong lagi. Hanya dalam waktu beberapa menit, Persediaan snack dan cemilan yang dibeli Claire sudah tinggal setengah.

"Claire... Apa kamu enggak sakit perut?" tanyaku khawatir.

"Enggak apa-apa kok! Aku biasa makan makanan kayak gini kok..." sahut Claire berkilah.

CKIIIITT!!

Terdengar bunyi 'cekit' tepat dari mulut Claire. Claire berhenti memakan cemilan.

"Claire? Kamu kenapa?" tanyaku curiga. Jangan-jangan...

CKIIIIITTT!!

Lagi-lagi muncul suara itu lagi. Claire makin memegang pipi kanannya. "Adududuh...."

"Claire, sakit gigimu kambuh ya?" tanyaku khawatir.

"Enggak, aku enggak apa-apa kok..." sahut Claire sambil mengigit lollipop.

CKIT! CKIT! CKIT! CKIT! CKIIIIIIITT!!!!!!!!!!!!

Kali ini bunyi decitnya makin keras. Aku makin cemas. "Claire, coba buka mulutmu..."

Claire segera menutup mulutnya. "Enggak mau!"

--- Jack's Imagination ---

Aku mendorong pelan Claire ke tempat tidur. "Claire..." nada suaranya berubah menjadi lembut.

"Jack... Jack-chan..." rintih Claire. "Sakit..."

"Tenang, ada abang Jack disini... Sekarang buka mulutmu..."

Aku membuka mulut Claire dengan pelan. Walah, gigi susunya bolong. "Claire, kamu harus ke dokter gigi..."

"Jack, aku takut ke dokter gigiii...." rintihnya manja, sambil memelukku.

"Jangan takut, ada abang Jack kok. Abang temenin kamu ya?"

"Jack-kun..." Claire mulai terlihat manis meski sedang sakit gigi. Pipinya merona. Kudaratkan ciuman pertama kali kami...

--- Jack's Imagination, off ---

"Jack...?" tanya Claire.

Aku masih melamunkan pikiran bokepku. Sampai-sampai ilerku keluar. Netes ke overall-ku.

"JAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~CK!!!!!!!!!!!!!" teriak Claire tepat di kupingku.

"ADAAAAAAAAAAAAAAAWWWWWWWWWW!!!!!!!!" teriakku merespon. "Aduduh.... Sori, Claire!"

"Enggak apa-apa sih..." sahut Claire tenang.

CKIIIIIIIITTTTTTTT!!!

Bunyi decit itu muncul lagi. Claire lagi-lagi memegang pipi kanannya. "Aduuuuuhhhhh....."

"Claire, coba buka mulutmu." sahutku, sambil memegang kedua pipi Claire dengan tangan kananku.

"Enggak mau..."

"Ayolah, Claire, sedikit saja..." pintaku.

Claire menurut, dan memperlihatkan susunan gigi-giginya. Ada satu gigi yang bolong.

"Wah, ini harus diperiksa," sahutku. "Yuk kita ke Clinic..."

"Iya deh..." Claire terpaksa menurut.

---- Clinic ----

"Wah, wah, gigimu bertambah bolong," sahut Doctor seusai pemeriksaan. "Sepertinya harus ditambal."

"Apa saya harus ke pulau sebelah lagi, Doctor?" tanya Claire memelas.

Aku yang duduk di sebelahnya merasa sedikit kasihan.

"Tidak. Saya sudah berkonsultasi pada Alex dari kota sebelah, jadi dia memberikan beberapa peralatan dokter gigi ke sini." jawab Doctor. "Nah, silahkan duduk di kursi sana."

Aku dan Claire menoleh ke arah yang ditunjuk Doctor. Di sana terlihat kursi pemeriksaan khusus pasien dokter gigi, lengkap dengan peralatannya. Claire merinding.

"Ta... Tapi, sakit gigiku sudah enggak lagi kok! Tuh, liat! Udah enggak cekit-cekit lagi kan---"perkataan Claire terputus karena bunyi 'CKIIIIIIIITTTTTT' muncul lagi dari mulutnya.

"Tuh, kan, makin parah! Ayo, duduk ke kursi sana, dan saya tambal!" ucap Doctor sambil menarik Claire.

Mau tak mau Claire duduk ke kursi khusus pasien dokter gigi itu. Doctor lalu memeriksa gigi Claire.

"Aduh, gigi susu ini terpaksa di bor..."

Claire, yang setelah mendengar kata 'di bor' oleh Doctor, langsung ngacir keluar Clinic.

"CLAIRE!!" teriak Doctor. "Yah, dia pergi."

"Biar saya susul dia, Dok!" sahutku sambil mengejar Claire.

--- Outside of Clinic ---

"Claire! Gigimu harus disembuhkan sebelum makin dalam ke gusi!!" teriakku sambil tetap mengejar Claire.

"Enggak mau! Enggak mau sakit! Enggak mau di booorrr!!!" teriak Claire tanpa melihat ke depan.

BRAKKK!

Claire menabrak Gray hingga jatuh. Cih, kenapa selalu ketemu dia sih?!!!

"ADUH! KALAU JALAN LIHAT-LIHAT DONG!" bentak Gray.

"Maaf...." Claire lagi-lagi nangis dan berlari lagi.

Aku jengkel deh kalau Claire dibentak terus sama Gray! "Hey, Gray! Kamu itu udah ngebentak Claire! Nyadar nggak sih Claire nangis lagi gara-gara kamu! Padahal dia lagi sakit gigi!" teriakku sambil mengejar Claire kembali.

Gray menyusulku.

"Kenapa kamu ngikut?!" bentakku.

"Minta maaf!" teriak Gray sambil mempercepat larinya hingga aku tersusul.

--- Claire's Farm ---

--- (Claire's POV) ---

Huweeee.... Lagi-lagi aku bikin Gray marah-marah terus... Kenapa sih aku ini bego banget...? Mana Jack dan Gray pasti ngejar aku juga!

Hah! Aku melihat Jack dan Gray berlari berdua menuju pertanianku. "Tidak! Jangan datang ke sini!!"

"Guuuk!" teriak Dablim, anjingku karena ekornya terinjak Gray. Gray dan Jack terpeleset, palu dari saku Gray mental keluar dan... Menghantamku!

(SFX: GUBRAAAK! GASRUK! BLETAK!!)

Kepalaku berkunang-kunang...

---- (Jack's POV) ----

Aku bangun dari tanah. Pasti aku kesandung anjingnya Claire. "Lho?! Claire?!!!"

Gray yang juga bangun langsung kaget.

Claire terbaring pingsan di tanahnya, dan di sebelahnya ada palunya Gray.

Aku langsung melotot kesal ke arah Gray. "Graaaaayyy..... Kamu bener-bener nantang aku berantem yaaa?!!!!"

"Bu... Bukan salahku palunya ngelayang! Anjingnya yang bikin kita kepleset!" kilah Gray. "Lagian, kita harus tolongin Claire dulu!"

Benar juga. Lebih baik nolongin Claire duluan.

---- Clinic ----

Doctor lalu memeriksa Claire.

"Hem, Claire hanya pingsan karena kejeduk sesuatu... Mungkin semacam alat yang berat..."

Aku melotot kesal ke arah Gray.

"Tapi kalian beruntung. Siapa saja yang membuat Claire terhantam, saya ucapkan terima kasih. Benda keras yang menghantam Claire tepat menghantam gigi susu Claire yang bolong hingga giginya copot! Dan ini berkat kalian berdua. Terima kasih ya." sahut Doctor gembira.

Aku dan Gray bengong. Berkat Gray... Claire sembuh dari sakit giginya berkat palunya?!

"Grayyy!!!" Claire menghampiri Gray sambil memeluknya. "Aku dengar semuanya dari Elli. Katanya kamu yang nyoplokin gigiku yang bolong! Terima kasih ya, Gray!"

Gray kewalahan karena dipeluk Claire, sedangkan aku mulai kesal. Kenapa Gray yang dipeluk, coba?

"Terima kasih lagi, ya, Gray. Oh ya, Jack, bisa anterin aku sampai ke rumahku?" tanya Claire langsung cuek pada Gray.

Aku langsung menarik tangan Claire keluar. Aku tidak mau orang-orang ikut campur masalah kami.

---- Claire's Farm ----

"Jack, terima kasih udah mengantarkan aku ke rumah ya..." sahut Claire senang. "... Tapi bisa lepas tangannya enggak?"

Aku masih terdiam. Kesal karena tindakan Claire memeluk Gray tadi.

"Jack?" panggil Claire.

Aku masih diam dan tak berkata apa-apa. Hatiku terasa amat panas. Aku merasa amat kesal.

"Kenapa kamu meluk dia?" tanyaku.

"Apa?" tanya Claire. "Maksudmu?"

"Kenapa kamu meluk dia?!" bentakku. "Padahal dia enggak sengaja menjatuhkan palunya hingga terpental ke mukamu!"

"J... Jack, aku kan meluk Gray untuk berterima ka..."

"Cara kamu berterima kasih itu," potongku kasar. "Menyebalkan, tau."

Claire terpaku. "Kan... Kan terserah aku mengungkapkan rasa terima kasihku ke seseorang! Kamu aja yang terlalu marah! Dasar Jack jahat!"

"Terserah! Pokoknya aku enggak suka cara kamu berterima kasih sama Gray tadi! Kamu jadi kayak cewek matré, mau ngasih harga diri seenaknya!"

"Aku enggak matré!! Aku cuma...." Claire kehabisan kata-katanya. Dia lalu masuk ke rumahnya sambil membanting pintunya.

Kutinggalkan Claire sendirian. Kubiarkan dia sadar dengan kata-kataku.

###***###

Waduh, Jack berantem ama Claire... Please RnR yah... (;.;)