Waaaaa~ Updatenya lama sekaleeeeee~~~ -diinjek Jack dan Gray-

Jack & Gray: Gak usah lebay deh!

Oke, okeee... Ini dia chap.12!!

DISCLAIMER: I do not own of any Hm charaaasss!!!

---- (Jack's POV) ----

--- Jack's Farm , 08:00 AM, 17 Spring---

Aku baru saja mau keluar, dan kulihat Mayor Thomas berada di depan rumahku. "Wah, selamat pagi, pak mayor! Ada apa pagi-pagi begini?" ucapku penasaran.

"Besok itu hari perlombaan kuda. Kau mau ikut?" tanya Mayor ceria.

"Mau! Mau!!"

Aku lalu membawa kudaku,Marine, dan menujukkannya ke Mayor Thomas. "Ini kuda saya, pak!" ucapku semangat.

"Oke, perlombaannya dimulai jam 10 besok di Rose Square. Datang ya!" ucap Mayor sambil membawa Marine pergi.

Mwuehehehehehehehehe........... Aku tertawa licik. Para pembaca yang budiman, kalian mau tahu kenapa? Aku memperlihatkan sesuatu. Sebuah kotak.

"Ini kotak yang isinya suntikan-suntikan yang isinya obat pembuat liar. Hewan yang kesuntik obat ini bakalan jadi liar dan bakalan lari enggak tentu arah! Jadi para readers, kalian udah tau aku mau ngapain, kan? Mwuehehehehe......

Aku lalu pergi menuju pertanian Barley. Pasti semua kuda yang dilombakan dititip disana.

--- Yodel Farm ---

Aku memasuki kandang kuda di pertanian Barley. Mwuehehe, pasti aku yang bakalan jadi pemenang...

Aku lalu melihat ada 12 ekor kuda di sana. Ah! Itu Marine, dia sedang sibuk memakan rumput. Aku langsung mengambil suntikan-suntikan yang ada di kotak milikku dan kusuntikkan obat tadi ke semua kuda kecuali Marine. "Mwuehehe... Pasti besok bakalan jadi seru, nih..."

Aku segera berlari keluar ke pertanianku.

--- Jack's Farm ---

Aku mengambil pot penyiram dari ranselku dan kusiram semua tanaman di ladangku.

"Jaaaack!!" sahut seseorang memanggilku. Aku menoleh.

"Wah, Claire! Selamat pagiii~~~" sahutku senang.

"Pagi juga Jack~~~" sahut Claire riang. "Dengar, deh! Besok hari perlombaan kuda, kan?"

"Iya," anggukku. "Memangnya kenapa?"

"Kau pasti ikut, kan? Berjuang ya!" ucap Claire.

"Ehehe, makasih..." jawabku seneng. Hehehe, Claire, aku pasti menang kok...

"Oke, aku harus kerja lagi! Bye bye, Jack!" kata Claire sambil meninggalkan pertanianku.

Saat Claire pergi, aku mulai tertawa jahat. Huwehehehehehehehehehehe......

--- Next day, 18 Spring, 09:40 AM ----

"Oke!" ucapku semangat. Vini vidi vici!! Aku siap, aku datang, aku menang!!

Aku lalu pergi ke Rose Square.

--- Rose Square ---

Waah, ada banyak orang! Aku enggak sabar nih bakalan pamer ke Claire kesayanganku.... ^^

Aku lalu menghampiri Mayor Thomas. "Pak, kapan giliran saya lomba, pak?"

"Kamu dapat lomba ke-3. Kamu lomba dengan Will, Triton dan Summer Breeze. Mau pasang lotre?"

"Mau! Aku pasang punyaku sendiri!" ucapku sambil memberikan setengah uangku.

"Wah, kamu percaya diri sekali!" muncul Saibara dari belakang, membuatku kaget setengah mati. "Pokoknya kamu harus percaya pada dirimu sendiri."

"Eee... Iya kek..." sahutku grogi.

Menunggu perlombaan ke-3 muncul, aku menonton pertandingan ke-1 dan ke-2. Kalau kalian liat, pasti maunya ngakak deh! Perlombaan ke-1 dan ke-2 berakhir dengan tak ada pemenangnya...

"Aaah! Kenapa kuda yang aku pasang kalah, ya..." keluh Gray dari keramaian.

"Aku juga..." ucap Cliff lirih menatap tiket lotrenya yang kalah.

Salah sendiri enggak mau bikin lotre dari aku sih... Aku hanya bisa tertawa kecil. Aku pasti yang menang!!

"Perlombaan ke-3! Para peserta harap maju!" ucap Mayor yang ikutan sweatdropped karena tiket lotre yang dipasangnya kalah.

Aku lalu masuk ke tempat perlombaan dengan pede. Aku pasti bakalan menang!

"Aku juga enggak akan kalah, Jack!" ucap seorang peserta di sebelahku. Ternyata... Claire?!!

"Claire?!!! Kenapa kau...??"

"Ehehe, sebenarnya aku ingin bikin kejutan kalau aku juga ikut perlombaan.... Pokoknya aku enggak bakalan kalah ya, Jack!" ucap Claire sambil menaiki Will, kudanya.

Aku langsung lemas. Kemarin kan aku nyuntikin semua kuda dengan obat penambah liar. Berarti... Will juga kusuntik, dong?!

"C, c, c,...." aku berkata lemas. "Claire..."

"Ya?"

"Anu... Aku...." aku langsung gugup.

"Perlombaan dimulai!" Mayor memberi aba-aba. "Siap... Satu dua tiga!"

Semua kuda mulai berlari. Semua kuda berjalan liar, tak mau mengikuti perintah tuannya kecuali Marine. Aku hanya bisa melihat Claire kebingungan dengan kudanya.

"Will, kamu kenapa?" tanya Claire terdengar olehku.

"Hiiieh! Hiiiieeeeehhhh!!!" ringkik Will, sambil berlari tak tentu. Will lalu meloncat-loncat, memaksa Claire untuk pergi dari tungganggannya. Claire hanya bisa memegang tali Will.

Aku masih bisa berlari. Sekitar 4 meter lagi kami harus melaju hingga ke garis finish.

"Kyaaaa!!!" Claire terlihat nyaris jatuh dari tempat jokinya, tapi dia masih bisa bertahan.

Aku terus melaju.

BRAAAAAK! BRAAAK! GUSRAAK!

Aku mendengar suara berdebum yang amat keras. Aku memberhentikan Marine, dan melihat ke belakang. Ya ampun...

Claire terbaring tengkurap di tanah. Kudanya melesat entah kemana, sama seperti kedua peserta lain. Claire terluka.

"CLAIRE!!!"

Aku segera menghampiri Claire. Membiarkan kemenangan pergi. Seharusnya aku enggak egois begini...

"Panggil Doctor! Lomba ke-3 dibatalkan!" teriak Mayor Thomas. Peserta yang menaiki kuda Summer Breeze, peserta yang menaiki kuda Triton, dan Claire dibawa tandu oleh penduduk-penduduk Mineral Town.

Aku langsung turun dari Marine dan mengikuti Claire.

--- Clinic ---

"Hem... Rock penunggang dari Forget-Me-Not Valley yang naikin Triton... Kaki dan pergelangan kaki kanannya patah. Ray dari Flower Bud Village yang naik Summer Breeze, hanya schok trauma dan luka ringan... Claire dari Mineral Town yang naik Will, lengan bawah kirinya patah..." ucap Doctor memeriksa para korban.

Aku langsung tegang. Ya ampun, ini semua gara-gara aku...

"Hey, Barley! Memangnya kamu ngurus kudanya bener enggak sih?! Kok mereka jadi liar gitu!!" bentak Mayor sambil menarik ujung baju Barley.

"A... Aku merawat mereka baik-baik kok! Mereka kusikat dan kuberi makan dengan baik!" kilah Barley. "Tahu-tahu aja bisa liar gitu!"

"Bohong!" bentak Saibara. "Kenapa bisa para kuda-kuda itu jadi galak hah?"

"Mana kutahu!!" teriak Barley.

"Eee.... Bapak-bapak, ini di klinik, jadi jangan ribut-ribut..." ucap Elli melerai pertengkaran itu.

Semua yang berantem terdiam.

"Kasihan banget Claire..." bisik Gray yang duduk di sebelahku.

"Tumben kamu kasihan sama dia, biasanya bikin Claire nangis terus." sindirku.

"APA KAMU BILANG?!!" Gray menarik ujung bajuku.

"Hei, ini di klinik, jadi jangan berisik!!" pinta Elli.

Aku dan Gray terdiam.

"Sekarang Claire sudah siuman. Katanya dia pingin ketemu sama Jack." kata Elli sesudah memeriksa Claire.

Aku lalu menghampiri tempat tidur Claire. Claire tersenyum lemah saat aku mendekatinya.

"Hai, Jack..." ucap Claire lemas. "Sayang ya, lombanya dibatalkan..."

"Iya juga yah..." ucapku grogi. Padahal aku yang membuat semua ini terjadi, dan Claire bisa bicara dengan ringan seperti ini... Air mataku menetes.

"Jack?" tanya Claire. "Kok nangis?"

"Maafin aku ya..." pintaku sambil menggenggam tangan kanan Claire.

"Minta maaf apaan sih? Yang bikin aku jatuh kan bukan kamu..." ucap Claire tersenyum.

"Eee... Intinya... Hiks... Yang bikin aku jatuh itu... Hiks... Aku yang bikin..." ucapku sambil terisak. "Maafin aku ya, Claire..."

Claire kebingungan, lalu dia tertawa kecil. "Ahaha. Dasar Jack. Kalau begitu, aku memaafkanmu. Entah kenapa aku bisa luka begini, tapi aku memaafkanmu kok. Jadi jangan nangis ya? Cowok enggak boleh nangis lho. Kamu sering dibilang ayah supaya jangan..." saat Claire mengucapkan kata 'ayah' air matanya tiba-tiba menetes.

"Claire? Kamu kena---" pertanyaanku tak digubris karena Doctor datang.

"Nona Claire. Sekarang anda sudah bisa pulang sekarang kok. Kuda anda juga sudah diantar ke rumah anda." ucap Doctor.

"Ah, terima kasih Dok." Ucap Claire sambil mengusap air matanya. "Jack, mau anterin aku ke rumahku?"

"Bo, boleh..." jawabku.

--- Claire's Farm ---

"Will!" sahut Claire sambil mendekati kudanya.

"Hieeeh!!" Will melonjak, nyaris menginjak Claire kalau aku tidak melindunginya.

"Will kenapa ya..." tanya Claire resah.

"Enggak usah khawatir, Claire, mungkin aja Will lagi bad-mood." Ucapku sambil menyimpan Will ke kandangnya. "Nah. Kata Doctor kira-kira butuh waktu 3 minggu sampai lengan kirimu sembuh. Kamu enggak apa-apa?"

"Kan yang patah lengan kiriku, jadi enggak perlu khawatir. Aku masih bisa pakai tangan kanan kok." ucap Claire sambil membuka pintu rumahnya.

"Kalau nyangkul gimana? Kan harus pakai dua tangan. Merah susu sapi gimana? Ngasih jerami ke sapi? Naruh barang-barang yang mau di-ship?" jawabku khawatir.

"Eeee..." Claire juga mulai kebingungan.

"Aku mau bantu kamu, Claire!"

Aku mendengar suara orang yang sama sekali enggak mau kudengar. Gray!

"Aku mau bantu kamu Claire! Meski hanya sedikit, tapi aku mau bantu kamu kok!" ucap Gray blak-blakan.

"Wah, terima kasih Gray! Tapi, apa enggak apa-apa? Kamu kan kerja..." sahut Claire ragu.

"Eh iya ya..." Gray langsung sweatdrroped.

"Gimana kalau gini?" aku memberi keputusan. "Tiap hari, aku dan Gray bantu kamu. Aku mulai kerja dari jam 8, dan Gray bantu jam 1! Setuju nggak?"

Gray dan Claire mengangguk.

"Mohon bantuannya ya..." ucap Claire.

###***###

Hwehehehehe... Akhirnya ide buat chapter 12 nongol juga... Oke, RnR ya ^^